SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
PERTUNJUKAN YANG KEREN.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ 💠 Kalam Habaib 💠✥.❖.✥ ══


Cinta dapat mengubah sesuatu yang pahit menjadi manis,cinta pula akan merubah debu menjadi emas, keruh menjadi bening,sakit menjadi sembuh, penjara menjadi istana, derita menjadi nikmat, dan kemarahan manjadi rahmat.


__[ Habib Umar Bin Hafidz ]__


🔹 ✥.❖.✥ 💠✥.❖.✥ 💠✥.❖.✥💠 ✥.❖.✥🔹


Seminggu telah berlalu, setelah pulang dari pertunangan Irma, Frans, banyak berubah, dia lebih banyak diam, dan terlihat sangat dingin pada siapapun, bahkan ia jarang sekali bercanda lagi pada Azzam, membuat Azzam merasa aneh, bila berada di dekat Frans sekarang, tidak seperti dulu mereka selalu aja becanda kapan pun.


Seperti hari ini, Azzam dan Frans sedang melakukan meeting bersama koleganya, biasanya Frans selalu memberikan ide-ide yang cemerlang, namun kali ini ia lebih banyak diam, dan hanya Azzam saja yang bekerja keras, setelah meeting selesai, terlihat Azzam tampak kesal hingga ia pergi tanpa berkata apapun pada Frans, membuat Frans heran dan ia pun langsung mengejar Azzam.


"Zam!, tunggu gue!" panggil Frans namun tak di hiraukan oleh Azzam, ia terus saja melangkah, Frans yang merasa di abaikan pun langsung berlari mengejar Azzam dan ketika sudah dekat, Frans menahan tangan Azzam.


"Zam Lo kenapa sih?, kok kayak marah gitu sama gue?" tanya Frans sembari tangannya memegang tangan Azzam


"Ya Lo yang kenapa?, kenapa malah tanya gue?!" bentak Azzam sembari menepis tangan Frans yang memegang tangannya.


"Eh, kenapa Lo jadi balik nanya ke gue?" tanya Frans balik dengan wajah yang nampak bingung.


"Ah, sudahlah Frans!, sebaiknya Lo ambil cuti dan selesaikan masalah Lo, kalau belum selesai, jangan datang ke kantor lagi Ok!" kata Azzam yang terlihat sekali ia sangat kecewa pada temannya itu, setelah berkata seperti itu Azzam pun langsung memasuki mobilnya dan tanpa menghiraukan Frans ia pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan frans di depan sebuah restoran.


"Eh?, kok gue di tinggal sih?, Azzam kenapa sih?" gerutu Frans yang terlihat sekali ia bingung melihat sikap Azzam. "Tunggu, masalah?, masalah gue apa yaa?" gumamnya lagi dan nampak ia sedang berpikir keras dan di saat ia sedang hanyut dalam pemikirannya tiba-tiba terdengar suara yang ia kenali seperti sedang bertengkar dan Frans pun langsung menoleh ke sumber suara itu.


"Mas, jangan paksa ana!, kita baru bertunangan kamu sudah seperti ini!" seru seorang wanita yang tangannya di tarik paksa seorang pria.


"itu karena kamu tidak menuruti gue!, sekarang cepat ikut gue!" bentak pria dan menarik sang wanita dengan kasar, membuat Frans kaget saat melihat wanita yang sedang bertengkar itu.


"Irma?!" gumam Frans, dan tiba-tiba ia menjadi panas saat melihat pria yang bersama wanita itu menariknya dengan paksa dan dengan cepat ia pun menghampirinya.


"Woy, jangan kasar gitu dong sama wanita!, emang dia kambing apa Lo tarik-tarik gitu!" seru Frans pada pria itu, membuat keduanya pun menoleh ke arah Frans.


"Bang Frans?" kata sang wanita yang ternyata Irma itu.


"Apa urusan Lo, gue mau tarik dia itu hak gue sebagai tunangannya, Lo siapa yang ngelarang-larang gue hah!" Hardik pria yang menarik Irma dan sudah pasti dia adalah Devta.

__ADS_1


"Emang bukan urusan gue!, tapi bisa nggak, jangan kasar begitu?!" kata Frans yang terlihat ia sedang menahan emosinya.


"Sudah bang Frans, jangan di teruskan, sebaiknya Abang pergilah, jangan ikut campur dengan urusan kami!" seru Irma, yang sepertinya ia tak ingin Frans ikut campur.


mendengar perkataan Irma Frans pun terdiam, karena dari tatapan mata Irma sepertinya ia tak suka kalau dia ikut campur dengan urusannya. Frans menjadi geram hingga tangannya menggenggam erat sepertinya ia benar-benar marah namun ia tahan, karena tak ingin melihat pria itu berlaku makin kasar pada Irma, akhirnya Frans pun pergi tanpa berkata apapun.


Sedangkan Irma hanya memandangi ke pergian Frans dengan tatapan sendunya, dan itu terlihat oleh Dev. " Maaf bang Frans, ini ku lakukan agar anak buahnya Devta tidak menghajar mu, karena di sekitar sini terlalu banyak anak buahnya, dan aku tak mau kamu terluka nantinya"_ batin Irma yang terus menatap kepergian Frans.


"Oh'ho, ternyata kamu mengenal pria itu atau jangan-jangan Iya kekasih gelap kamu ya!" hardik Dev, pada Irma namun Irma tak mau menjawabnya. " kenapa kamu diam?, apa itu artinya benar?" lanjut Dev dengan kening yang berkerut.


"Terserah kamu saja mas!, sekarang aku mau pulang!" kata Irma yang mulai hendak melangkah namun tangannya langsung di tarik lagi oleh Devta.


" Siapa yang mengizinkan kamu pulang hah?!" bentak Devta " Sekarang ikut aku cepat!" lanjutnya lagi sembari ia menarik tangannya Irma, kali ini Irma tidak melakukan perlawanan, ia begitu pasrah di tarik oleh Devta, dan ia juga di paksa untuk masuk kedalam mobilnya Devta, dan tak lama kemudian mobil pun melaju meninggalkan kawasan restoran.


Frans yang dari kejauhan hanya memandangi Kepergian mobil yang membawa Irma, dan tak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti di hadapannya.


"Eh?, kenapa Lo balik lagi zam?" tanya Frans heran pada pengemudi mobil hitam tersebut yang ternyata miliki Azzam.


"Udah cepat Lo naik!" titah Azzam tegas.


"Kenapa Lo bisa balik lagi Zam?" tanya Frans setelah mobil


"Menurut Lo kenapa.?" Azzam balik bertanya.


"Nggak tau, mungkin Lo kasihan kali ma gue."


"Cih!, ngapain juga gue kasihan ma Lo?!


"Lah, terus kenapa dong?,


"Gue cuma ingin menyadari Lo aja dengan sesuatu"


Frans mengerenyit mendengar perkataan Azzam. " Menyadari gue?, emang gue kenapa?" tanyanya polos.


"Lo nggak kenapa-napa, cuma sedikit dodol aja bro!"

__ADS_1


"Hah!, sekate-kate Lo ngomong, kalau gue dodol gue nggak bakal jadi asisten Lo bro!" ujar Frans dengan mimik muka terlihat kesal.


"Iya, dalam hal itu Lo benar, tapi dalam percintaan Lo dodol Garut tau nggak Lo!" hardik Azzam yang terlihat geram pada Frans.


"Eh?, kenapa Lo ngomong gitu?" tanya Frans heran, dan saat bersamaan mobil Azzam berhenti di sebuah hotel bintang lima. " Eh kita kok ke hotel Zam?" tanyanya lagi sedikit heran.


"Udah jangan banyak omong, cepat Lo turun, atau selamanya Lo akan terbelenggu dalam penyesalan!" seru Azzam membuat Frans semakin bingung.


"Apaan sih maksud Lo?, gue kok gagal paham ya?" katanya dengan raut wajah bingungnya.


"Udah cepat turun!" bentak Azzam membuat Frans pun mengikuti perkataannya dan ia pun turun dari mobilnya Azzam.


Setelah mereka turun, Azzam pun memasuki lobby hotel dan di ikuti oleh Frans di belakang, dan mereka terus berjalan menuju pintu lift dan keduanya pun memasuki lift tersebut.


"Sebenarnya kita mau kemana sih?, apakah kita mau menemui salah satu kolega Lo ya?" tanya Frans yang masih penasaran, mengapa Azzam membawanya ke hotel.


"Mau melihat pertunjukan yang keren bro!" Kata Azzam santai,


"Pertunjukan yang keren?"


"Yap, gue jamin Lo pasti suka" bales Azzam lagi, dengan secara bersamaan pintu lift pun terbuka, dan mereka pun langsung melangkah keluar lalu mereka mulai berjalan kembali menelusuri lorong hotel yang terdapat banyak pintu kamar di sana, dan kemudian Azzam pun berhenti di salah satu pintu kamar tersebut dan kemudian ia pun memberikan sebuah kunci card pada Frans.


"Nih Lo buka dan lihatlah pertunjukan yang keren dan pastinya membuat jantung Lo semakin sehat!" ujar Azzam dengan santai sembari ia memberikan kunci tersebut.


Frans mengerenyit heran, namun ia tetap mengambil tersebut, sesaat ia memandangi wajah Azzam dengan tatapan bingungnya.


"Kenapa Lo jadi memandang gue sih?, cepat Lo buka, pertunjukan yang keren sudah di mulai nih" kata Azzam masih santai.


"Iya gue buka!" kata Frans yang akhirnya ia pun membuka pintu kamar tersebut, dan terdengarlah suara jeritan suara tangisan memberikan jantung Frans berdegup kencang.


"Lepaskan!, jangan sentuh aku! aakh.. TOLOONG !!"


**********


Apa yang terjadi yaaa🤔🤔.

__ADS_1


Oke guys, Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya, support Author terus ya dengan cara kasih LIKE, VOTE DAN KOMENTAR OKE 😉🙏 SYUKRON 🙏😊.


__ADS_2