SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
NAISHA ARIZMAH AZZIFA


__ADS_3

πŸ’—Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω’ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω وَ Ψ³ΩŽΩ„ΩΩ‘Ω…πŸ’—


ِShallallaahu β€˜ala Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.


Rasulullah ο·Ί Bersabda:


Perbanyaklah sholawat kepada ku pada setiap Jum'at.. Karena sholawat umatku akan di perlihatkan padaku pada hari Jum'at,


Barang siapa yang banyak padaku


Dialah yang paling dekat padaku


Pada Hari kiamat nanti


❇(HR.Baihaqi no 1673)❇


⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜


Naisha yang sudah rapi setelah mandi, kembali ke ruang keluarga dan melihat sang bundanya yang sedang nonton TV, duduk sendiri di sofa panjang ia pun berlari dan langsung meletakkan kepalanya di pangkuan sang bunda.


"Astaghfirullah, nih anak udah mau nikah masih aja manja yaa" sentak sang bunda yang terkejut karena tiba-tiba Naisah datang tadi.


"Mumpung ada kesempatan bunda.." Jawab Naisha enteng. " Lagian kalau sudah punya suami Imah pasti di Bawak sama suami imah, jadi nggak bisa lagi deh kayak begini bunda" lanjut Naisah lagi.


"hmm kamu nih bisa aja jawabnya" protes sang bunda.


"Iya dong bunda Imah gitu loh" balesnya sambil menyengir menunjukkan gigi rapatnya.


"Nai tadi dah jadi ngabarin Mas kamu?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul.


"Sudah Yah, kata mas Abhizar ia akan datang tiga hari menjelang Walimatul'ursnya Yah, karena kerjaannya nggak bisa di tinggal lama " Bales Naisha


"Ya udah nggak papa yang penting dia datang" ucap pria itu yang ternyata ayah Naisah.


"Nai, tadi kamu dah jadikan ngambil baju pengantinmu?" tanya sang bunda.


"Astaghfirullah, Imah lupa bunda.." balesnya sambil menepuk keningnya..


"Kok bisa lupa sih Nai?.. bukankah tujuan kamu pergi tadi sebenarnya itu ya?" tanya bundanya lagi


" Iya sih Bun..tapi gara-gara Irma berantam sama Ikhwan Imah lupa deh"


"Hais kamu nih, pelupa banget sih, nak"


"Maaf bunda, ya udah nai ambil sekarang deh" ujarnya sembari ia bangkit dari tidurnya.


"Ini sudah sore Nai pasti jalanan sudah macet" tegur sang bunda.


"Imah naik motor bunda biar tidak kejebak macet"


"haah kok naik motor sih Nai, kamu sudah bercadar begini masih saja suka naik motor itu" protes sang bunda.


"Iss bunda bukan motor yang akan di nilai tapikan Akhlaknya, selagi Imah tidak melanggar syari'at in syaa Allah Nggak papa bunda"


"Hais kamu ini bisa aja jawabnya, ya sudah sana tapi kamu hati-hati ya nak" ujar sang bunda pasrah.

__ADS_1


"Oke bunda kalau gitu Imah siap-siap dulu ya Bun"


"iya" Naisha pun kembali berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, bundanya yang melihatnya hanya menggelengkan kepala saja.


"Ngidam apa dulu bunda saat hamil Naisha sih yah, kenapa anak itu dari kecil nggak bisa diam gitu kayak anak perempuan lainnya" keluh sang bunda pada sang ayah.


"Sssth nggak boleh ngeluh Bun, seharusnya kita bersyukur memilikinya mandiri, pintar cantik, bisa jaga diri..."


"Juga tomboi!" Sambung sang bunda memotong perkataan sang Ayah.


"Kan sama bundanya" goda sang Ayah.


"Eh apaan sih ayah?" ucap bunda sedikit malu.


"Akuilah bunda kamu jugakan tomboi, cuma bedanya Naisha suka naik motor besar sedangkan bunda motor cross tapi tetapkan sama-sama motor pembalap" ujar sang Ayah.


"Tapikan bunda dulu nggak bercadar yah jadi tidak ada komentar yang nggak enak" protes bunda


"Jangan hiraukan pernilaian orang lain Bun, karena sejatinya hanya Allah lah yang menilai setiap hamba-Nya, selagi anak kita tidak melakukan hal yang di larang-Nya maka bunda tidak perlu khawatir.." Bales sang Ayah.


"iya deh yah" saat yang bersamaan Nesha sudah kembali dengan pakaian hitamnya lengkap berserta cadarnya.


"Ayah bunda, Imah pergi dulu ya Assalamu'alaikum " pamiit seraya menyalami tangan kedua orang tuanya.


"Hati-hati ya nak Wa'alaikumus salam" jawab keduanya. setelah mendapatkan ia pun pergi mengambil motor merahnya setelah memakai helm ia pun mulai melajukan motornya dengan kecepatan maksimal.



Ya itulah Naisha Arizmah Azzifa gadis cantik berusia 19 tahun Anak kedua, dari dua bersaudara Ahmad Abhizar Albiru dari pasangan Faisal Basri dan Rodiah.. Ia memiliki sifat yang manja, ceria juga agak tomboi sebelum kakeknya memasuki ia ke pondok pesantren dan sejak itulah ia merubah segalanya termasuk penampilannya.


******


Sementara di sisi lain..


Di dalam mobil Azzam..


Azzam yang sedang bersandar di jok mobilnya sambil memejamkan matanya, tiba-tiba tersentak karena deringan HPnya, ia pun mengambil benda pipih tersebut, dan mengangkatnya.


πŸ“±"Halo Assalamu'alaikum mi? ternyata sang maminya yang menghubunginya.


πŸ“²Mami: "Wa'alaikumus salam nak"


πŸ“± Azzam:" Ada apa Mi?"


πŸ“²Mami: Nak nanti singgah ke butik langganan mami ya tolong ambilkan baju pengantin buat Azkha.


πŸ“± Azzam:" Baik mi nanti Azzam singgahi"


πŸ“²Mami: "Terimakasih ya nak ya udah mami tutup ya Assalamu'alaikum"


πŸ“± Azzam; "Sama-sama mi wa'alaikumus salam" Sambugan pun terputus.


"Frans, kita kebutik langganan mami" titahnya pada Frans.


"Oke" bales Frans singkat lalu Frans pun memutarkan kembali mobilnya dan melajukannya kembali, karena kebetulan posisi mereka juga mendekati dengan mall tempat Butik itu berada, tak lama pun mereka sampai.

__ADS_1


Azzam yang di ikuti oleh Frans pun memasuki mall tersebut, dan terus melangkah menuju ke butik langganan maminya yang berada di lantai 3 dan ia memilih naik lewat lift sesampainya di pintu lif Frans memencet tombolnya dan tak lama lift pun terbuka,, Azzam yang orangnya tidak sabaran main nerobos masuk tanpa di sekitar dalam lift tersebut dan Akhirnya..


BRUUUK.. lagi-lagi ia menabrak seseorang..


"Aakh!!" Pekik Azzam..


"Akh..Astaghfirullah!" pekikkan seorang wanita.


"Eloo !! Lo lagi Lo lagi, sepertinya dunia begitu sempit yaa!" seru Azzam kesal. " Atau jangan-jangan Lo ngikutin gue ya !" lanjutnya lagi.


"Astaghfirullah, ana yang dari dalam, dan ana yang antum tabrak, kenapa antum yang marah ya?" jawab wanita itu yang ternyata Naisha. Azzam yang sangat kesal menunjuk wajah Naisha dan Ingin mengatakan sesuatu namun terhenti oleh Frans.


"Eh..eh.. sudah sudah. hentikan zam!, kan emang Lo yang salah tadi main nerobos aja tanpa melihat ada orang apa nggak " tegur Frans menengahi


"Maaf ya Nai, sekarang kamu pergilah" ujar Frans lagi, pada Naisha.


"Baiklah akhy, Syukron" ucap Naisah singkat lalu ia pun pergi.setelah ia tak tampak lagi..


"Lo emosian banget sih zam?"


"Diam Lo.. pergi ambil baju pengantin Azkha, gue tunggu di mobil!!" ujarnya dan langsung kembali menuju mobilnya. Frans hanya geleng-geleng kepala saja melihat pringai sahabatnya itu. dan kemudian ia pergi mengambil pesan bosnya itu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Frans pun sudah kembali kedalam mobil bosnya yang sudah menunggu di dalamnya.


"Lama banget sih Lo?" senggak Azzam setelah Frans di dalam.


"Astaghfirullah udah segini cepatnya di bilang lama sih" protes Frans..


"Diam Lo cepat jalan!" bentaknya.


"Iya iya.. eh.. wow keren " ucap Frans saat mau bales perkataan bosnya matanya malah lihat sesuatu.


"Apa ?!" tanya Azzam penasaran.


"Tuh lihat" tunjuk Frans, yang menunjuk seorang wanita yang sedang di atas motor besar yang sedang memakai helm nya..


"bukankah itu wanita tadi?" gumam Azzam yang ternyata di dengar oleh Frans..


"Yap, itu Naisha..ukh idola gue banget dia mah semoga dia juga yang jadi jodoh gue"


"Mimpi Lo..!, jangan terlalu tinggi tuh mimpi, entar jatuh sakit loh" tegur Azzam.



**BERSAMBUNG.


>>>>><<<<<<<


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..


Bila ingin Author terus melanjutkan ceritanya


VOTE + LIKE + KOMENTAR.


ADALAH PENYEMANGAT AUTHOR LOHπŸ˜‰

__ADS_1


Jadi jangan lupa ya πŸ™πŸ˜Š**


__ADS_2