
══ ✥.❖.✥🧡Kalam Ulama 🧡 ✥.❖.✥ ══
❝Ada 4 perkara yang dapat mengangkat derajat manusia ke derajat yang paling tinggi walaupun amal dan ilmunya sedikit yaitu kesabaran, keserderhanaan, kemurahan hati dan akhlak yang baik. Itulah kesempurnaan Iman.❞
( Imam Junaid Al-Baghdadi Rahimahullah Taala )
✥.❖.✥ ══✥.❖.✥ ═🔸═✥.❖.✥ ══✥.❖.✥
Tiga hari telah berlalu.
Sudah tiga hari juga Reyhan di rawat di rumah sakit. Karena tak ingin melihat Aziah lelah menjaganya, Reyhan melarang istrinya untuk datang kerumah sakit. Namun malah membuatnya menjadi uring-uringan. Karena rasa Rrindu malah menyerang dirinya.
Alhasil kini ia Dan hari ini ia bersikeras ingin pulang, sehingga Haris tak bisa mencegahnya, mau tak mau akhirnya ia pun mengizinkan Reyhan pulang.
"Pokoknya setelah ini kalau ada apa-apa, Lo jangan bawa-bawa gue paham!" tegas Haris yang terlihat kesal, dengan kekerasan kepalanya Reyhan yang sulit banget di bantah.
"Iye..iye.. Lo tenang aja deh, gue nggak akan libatkan lo. Sekarang tolongin gue panggilkan pak Amru ya," pinta Reyhan yang terlihat sudah tidak sabaran lagi ingin segera sampai rumahnya.
"Haiiis.. mengapa gue bisa kejebak sama manusia ini ya!" keluh Haris, sambil ia memutar bola matanya antara kesal dan malas.
"Hehehe.. please.. gue doain deh Lo secepatnya mendapatkan jodoh."rayu Reyhan sambil ia memasang bola mata pengharapan pada Haris.
"Huh! Gue nggak butuh doa Lo gue udah punya calon sendiri! Ya udah Lo tunggu disini, gue panggil pak Amru!" kata Haris yang kemudian ia pun berlalu meninggalkan Reyhan yang terlihat masih tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Thanks Bro," balas Reyhan, dan Haris hanya membalasnya dengan mengangkat tangannya saja, tanpa menoleh sedikitpun pada Reyhan. Tak berapa lama Haris pergi, tiba-tiba pintu ruang rawatnya di ketuk seseorang.
"Masuk!" seru Reyhan yang masih berada diatas ranjangnya. Tak lama pintu terbuka dan muncullah seorang pria paruh baya dan langsung menghampiri Reyhan.
"Permisi Den, kata Pak dokter Aden memanggil saya ya?" tanya pria itu dengan sopan.
"Iya Mang Amru, saya mau pulang Mang, jadi tolong bantu saya ya," jawab Reyhan sembari ia bangkit dari tidurnya.
"Oh Baiklah den," kata Amru, Lalu ia pun segera membantu Reyhan untuk bersiap-siap. Setelah itu Amru juga membantu Reyhan untuk menduduki kursi rodanya. Lalu ia pun mulai mendorong kursi roda tersebut keluar dari ruang rawatnya, dan menuju kearah pintu keluar rumah sakit tersebut.
Setelah mereka berada tepat di depan lobby rumah sakit, Amru kembali membantu Rayhan memasuki mobilnya. Setelah itu ia juga memasuki kursi roda tersebut kedalam bagasi mobilnya, setelah itu ia pun ikut masuk dan duduk di belakang kemudinya. Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang.
Selama dalam perjalanan, Reyhan terlihat begitu senang, hingga tanpa sadar ia selalu menyunggingkan senyumannya. Sehingga Amru yang memperhatikannya lewat kaca spion tengah mobilnya ikut tersenyum, melihat majikannya yang terlihat bahagia.
"Ehem.. ehem.. sepertinya Aden Ray, lagi senang banget ya? Soalnya Mamang perhatikan sejak tadi Aden senyum-senyum sendiri" ujar Amru yang akhirnya buka suara.
__ADS_1
"Iya dong Mang, kan bentar lagi mau ketemu istri tercinta" jawab Reyhan sambil menyunggingkan gigi putihnya, sembari menaik turunkan alisnya.
"Paham Den, Mamang paham, kan Mamang juga pernah jadi pengantin baru juga."
"Ah.. mamang pernah jadi pengantin barukah?"
"Ya pernah dong Den, malahan dua kali mamang merasakan jadi pengantin baru Den"
"What! Mamang dua kali dong nikahnya?"
"Iya Den, pan istri pertama Mamang meninggal saat melahirkan anak kami Den. Nah karena adik almarhum istri saya kasihan sama bayi kami yang tak memiliki Ibu, akhirnya ia rela menikah dengan saya, Den" jelas Amru, menceritakan kisah kehidupan rumah tangganya.
"Waah, enak benar dong mamang dapat kakaknya sekarang adiknya juga ya"
"Hehehe.. iya den, tapi sebenarnya dulu Mamang memang sukanya sama Adiknya Den, tapi Adiknya memiliki pacar, makanya mamang akhirnya menikahi kakaknya Den" cerita Amru lagi.
"Maa shaa Allah, itulah jodoh Mang, walaupun pada awalnya ia menghindar, tapi tetap aja takdirnya sudah ditentukan untuk Mamang. Ya akhirnya di pertemukan jugakan?"
"Benar Den, Mamang juga nggak nyangka Den" kata Amru, yang saat bersamaan mobil mereka memasuki sebuah gerbang rumah yang terlihat lumayan besar.
"Alhamdulillah kita sudah sampai Den" ujar Amru setelah ia memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah besar tersebut.
"Alhamdulillah, bantu saya lagi ya Mang" balas Reyhan dengan sopan.
Setelah ia mengambil kursi Roda, ia pun membantu Reyhan kembali mendudukinya di kursi roda. Setelah itu ia pun langsung mendorong kursi roda tersebut memasuki rumah barunya Reyhan.
"Loh kok sepi? Apa Aden nggak ngabarin sama Neng Ziah akan pulang hari ini Den?" tanya Amru yang terlihat heran. Karena ia tak melihat keberadaan Aziah.
"Tidak Mang, karena saya bermaksud ingin memberikan surprise padanya Mang" balas Reyhan berkata apa adanya. Di saat bersamaan muncul seorang wanita paruh baya dari ruangan dapur, dan ia nampak begitu kaget.
"Maa shaa Allah.. Den Reyhan sudah pulang? Kenapa nggak ngabarin Bibi sih? Bibi jadi nggak mempersiapkan apa-apa sekarang mah Den" ujar wanita itu yang terlihat, begitu panik.
"Sudah nggak papa Bi Darmi, saya memang sengaja nggak ngabarin Bibi, karena saya ingin memberikan surprise untuk Aziah, Bi" jelas Reyhan begitu ramah. "Oh iya Bi, Istri saya mana ya? Apakah dia belum pulang kuliah Bi?" tanyanya dengan mata yang seperti mencari sesuatu.
"Sudah kok Den, mungkin sekarang Neng Ziah sedang istirahat kali Den di kamarnya"
"Oh Ya sudah kalau begitu saya langsung ke kamar saja ya Bi"
"Iya Den, silakan Adenkan juga masih harus banyak istirahat" balas Bi Darmi.
__ADS_1
"Iya Bi. Ya sudah ayo Mang antar saya keatas" ajak Reyhan pada Amru.
"Mari Den" Amru pun kembali mendorong kursi rodanya Reyhan sampai di bawah anak tangga. Setelah itu ia pun memapah Reyhan menaiki anak tangga dengan perlahan hingga akhirnya mereka sampai di lantai dua. Setibanya ia didepan pintu kamar Reyhan menghentikan langkahnya.
"Sudah Mang sampai di sini saja, saya bisa sendiri kok" katanya sambil memegang handel pintu.
"Baiklah Den, kalau begitu Mamang permisi ya Den" pamit Amru sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Iya Mang, terimakasih ya"
"Sama-sama Den, kalau begitu saya pamit Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumus salam." Setelah mendapatkan balasan salamnya Amru pun melangkah pergi dan langsung menuruni anak tangga.
Sementara Reyhan langsung membuka pintu kamarnya dan terlihatlah seorang wanita yang sedang terbaring di atas ranjang yang berukuran besar. Reyhan menyunggingkan senyumnya, saat melihat seorang wanita yang sedang tertidur. Lalu dengan perlahan ia pun menghampirinya.
Sesampainya ia di ranjang tersebut Reyhan langsung duduk disisi wanita tersebut, dan bermaksud memberikan kecupan pada dahi wanita itu. Namun tiba-tiba mata wanita itu terbuka dan..
"Kyaaak!"
__________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin Author dengan VOTE dan Hadiah bila menyukai karya Author. 🙏😉
Serta berikan LIKE Bila ingin memberikan Author semangat. Dan KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.
__________
Oh iya sambil menunggu author update kunjungi Novel terbaru Author ya yang berjudul.
*Cinta Si Gadis Tomboi* In syaa Allah Nggak kalah serunya kok dengan novel Author lainnya 😉
cus kepoin ya guys dan berikan dukungan juga oke ini novel terbaru Author.👇👇
Dan satu lagi, karya teman Author yang paling Gokil, dan paling kece, yaitu Author Erma Rovoko. Yuk kepoin guys, Novelnya keren habis tau. jadi jangan sampai di lewati ya cus akh langsung kepoin.
__ADS_1
So jangan lupa Oke dan berikan dukungannya juga ya 🙏🥰 Syukron 🙏🥰.