SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
KAMU DIMANA?


__ADS_3

๐Ÿƒ๐ŸŒทKALAM ULAMA ๐ŸŒท๐Ÿƒ


"Bahagia itu terletak pada syukur.


Siapa yang bersyukur pada Allah.


Maka dialah orang yang paling bahagia."


__Ustadz Abdul Somad__


รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท>{โ™ฅ๏ธ}<รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท


Sementara di Rumah Azzam dan Naisha..


Setelah kepergian Azkha, Azzam langsung menarik tangan Naisah, menuju ke kamarnya.


Setelah di dalam..


"Senang wajah cantiknya sudah di lihat oleh calon suami mu dulu?!" tanya Azzam dengan rauta wajah yang nampak masih marah karena sebenarnya kemarah tersebut tertuju pada Azkha karena telah berani melihat wajah istrinya.


"Astaghfirullah, mas!, kenapa kamu berkata seperti itu mas,? apa Icha tau kalau sebenarnya dia yang mau menikahi Icha?, nggak mas, karena setahu Icha, kakek Meminta Icha untuk sama mas, makanya dari dulu yang Icha tahu calon suami Icha adalah mas Azzam, dan sekarang mas nuduh Icha seperti ini,?, apa maksudnya mas?" tanya Naisha dengan suara yang bergetar karena Suaminya telah menuduh sesuatu yang tidak dia pahami.


"Apa itu artinya Waktu itu kamu tidak tahu kalau seharusnya menikahi kamu adalah Azkha?" tanya Azzam sembari mengerutkan dahinya.


"Tidak mas, karena yang Icha tahu umi dan Abi, mengatakan sedari kecil bahwa Icha sudah di jodohkan pada Muhammad Azzam Ramadhan, bukan Azkha!" mendengar perkataan Naisah Azzam terdiam,


"kenapa apakah itu artinya sebenarnya mas menolak perjodohan itu, dan langsung di gantikan Azkha?, benar begitu mas?" tanya Naisha yang kali ini ia yang mengerutkan dahinya.


"Iya aku menolak perjodohan itu, dan karena papa tidak ingin memaksa mas, jadi papalah yang akan menikahi kamu, dan itu membuat mama dan papa bertengkar, dan akhirnya Azkah yang memutuskan untuk menikahi kamu " kata Azzam menceritakan kenapa Azkha yang akhirnya yang menjadi calon suaminya Naisha.

__ADS_1


"Astaghfirullah, berati Icha menjadi penyebab pertengkaran keluarga mas, pantas Azkha Begitu membenci Icha, hmm ini salah Icha seharusnya Icha tidak hadir di keluarga kalian dan maaf karena membuat mas jadi terpaksa menikahi Icha, dan sekarang Icha tidak ingin lagi memaksa mas untuk melanjutkan pernikahan ini jadi sebaiknya secepatnya mas mengurus surat perpisahan kita sebelum semuanya terlambat " ujar Naisha dengan wajah yang sudah di penuhi Air mata, dan setelah mengatakan itu ia bermaksud pergi keluar dari kamar mereka.


"Apa maksud perkataan mu Nai? tunggu kamu mau kemana?, " Tanya Azzam dan ia langsung mengejar Naisha dan langsung menarik tangannya.


"Lepaskan Icha mas!, Icha terlalu bodoh, Icha pikir, mas menikahi Icha karena emang keinginan mas sendiri, tapi Icha salah, kalau saja waktu itu Azkha tidak pergi mungkin saat ini Icha adalah istri Azkhakan? hiks, mas Nikahin Icha hanya menjadi pengganti Azkha kan hiks, cukup mas hiks jangan memaksa diri lagi hiks.." tangis Naisha pecah, ia tak mampu lagi menahannya ada perasaan sakit di dalam hatinya.


"Nai bukan seperti itu, dengar dulu perkataan ku Nai" ujar Azzam yang ia mulai bingung karena harus bersikap apa pada istrinya.


"Sudahlah mas Icha nggak mau dengar lagi!", ujar Naisha yang langsung menepis pegangan tangan Azzam, dan ia langsung berlari meninggalkan Azzam.


"Nai Tunggu!" Azzam pun mengejar Naisha yang sudah berlari turun dari tangga dan langsung menuju pintu keluar, tapi saat ia masih ngejar Istrinya tiba-tiba hp-nya berbunyi dan ia pun berhenti sesaat untuk melihat Siapa yang menghubunginya dan ternyata Adi Nugraha dan Azzam pun menerima panggilan tersebut.


๐Ÿ“ฑ" Maaf pah, nanti Azam hubungi lagi " ucapnya dan langsung menutupnya sebelum Adi Nugraha menjawabnya dan Azzam kembali mengejar Naisha, tapi saat sudah di luar Naisha tidak terlihat lagi. dan ia pun langsung menuju gerbang rumahnya yang terlihat terbuka dan sesampainya di luar gerbang ia tak melihat siapapun disana.


"Astaghfirullah, kamu kemana Nai?" katanya dan ia langsung kembali masuk dan ia langsung memasuki mobilnya dengan perlahan mobilpun melaju keluar dari gerbang rumahnya.


"Hah,! kamu kemana Nai, kenapa kamu menghilang begitu cepat sih?" gumam Azzam.


Azzam membalikkan arah berharap Naisha masih terlihat di jalur sana dan ia pun mempercepat laju mobilnya. tapi tetap saja yang di cari tidak ada.


"Hah, kenapa tidak ada?, cepat sekali ia melangkah, apa dia naik taksi? hah kemana aku harus mencarinya ? hari sudah mulai gelap lagi?" Azzam terus menggerutu di sepanjang ia mencari Naisha.


"Apakah mungkin ia pulang kerumah orang tuanya ya,?, sebaiknya aku kesana deh" gumam Azzam dan Azzam pun melajukan mobil dengan cepat menuju kerumah orang tuanya Naisha.


Sesampainya di sana mobil mobil Azzam langsung memasuki halaman rumah Naisha dan ia langsung turun setelah mobil terparkir dengan sempurna, dan Azzam pun langsung memencet bel rumah itu, dan tak lama pintu pun terbuka.


"Assalamu'alaikum bunda" Azzam langsung memberikan salam pada saat ia melihat ibu Naisha yang membuka pintu untuknya.


"Wa'alaikumus, salam eh nak Azzam, " jawabnya dan mata sang bunda Seperti mencari sesuatu. " Loh mana Naisha kok nggak ikut kamu nak?" tanyanya yang ternyata ia mencari sosok anaknya Naisha, dan itu membuat Azzam terkejut dan itu membuat Azzam bingung karena ternyata istrinya tidak ada di sana.

__ADS_1


" Eh, Naisha tidak ikut bunda, Azam cuma mampir mau lihat keadaan bunda saja kok" kata Azzam beralasan, ia tak berani mengatakan yang sebenarnya.


"Oh, bunda sama ayah baik-baik saja kok nak, ya sudah ayo masuk dulu nak" ujar sang bunda mengajak Azzam untuk masuk ke rumahnya.


"Tidak usah Bunda, Azam hanya lihat keadaan bunda saja kok, ya sudah Azzam pamiit ya Bunda takut Naisha nungguin Azzam." Alasan Azzam. membuat sang bunda merasa Anak mantunya penuh perhatian banget sama keluarga.


"Baiklah nak, kalau begitu kamu hati-hati di jalan ya, dan salam sama Naisha" bales sang bunda.


"Iya bunda kalau begitu Azam pamit pulang ya Assalamu'alaikum bunda" pamit Azzam.


"Wa'alaikumus salam nak, " setelah mendapatkan jawaban dari sang bunda Azzam pun langsung kembali masuk kedalam mobilnya. dan tak lama mobil melaju Kembali.


"Kamu di mana sih Nai, kenapa kita jadi seperti ini?, ini salah gue karna rasa cemburuku membuat semuanya jadi berantakan" gumam Azzam kesal pada dirinya sendiri


Azzam tambah bingung harus mencari Naisha kemana lagi pikirannya kalut hingga hampir saja ia menabrak orang yang sedang nyebrang


CIIIKT!!!. Azzam melakukan rem mendadak. hingga mobil pun berhenti seketika dan ia langsung turun.


" Astaghfirullah, maaf pak, saya tidak sengaja " katanya pada seorang laki-laki paruh baya.


"Tidak apa-apa nak, saya juga salah karena menyebrang tidak melihat jalan" kata bapak itu.


"Sepertinya kamu lagi ada masalah ya nak?" tanya bapak itu membuat Azzam mengerenyit.


"Eh maksudnya bapak?"


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..

__ADS_1


__ADS_2