SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
AGAR PERSALINAN MUDAH DAN LANCAR


__ADS_3

✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ ⃟ ⃟ ⃟✧🌹MUTIARA HIKMAH🌹✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟


"Akan tiba masanya, dimana kamu akan merasakan Kebahagian yang selama ini ada padamu akan menghilang. Namun bila kita terus bersabar dan bersyukur maka kebahagiaan yang lain pasti akan datang, karena hidup ini seperti roda yang berputar, terkadang di atas dan terkadang di bawah.


So intinya tetap Bersabar dan Bersyukur karena itu adalah kunci kebahagiaan"😉


___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧🌹✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟


Karena rencananya gagal, Azzam terlihat frustasi, apalagi saat ia melihat Naisha yang terlihat biasa-biasa saja malahan dia hanya menanggapi sang nenek saja bahkan bercanda-canda padanya membuat Azzam menjadi kesal dan ia pun langsung melepaskan diri dari sang nenek dan kemudian ia pergi begitu saja, membuat Naisha kaget saat melihat suaminya sampai menghentak tangan sang nenek, lalu ia berlalu meninggalkannya tanpa berkata apapun.


"Astaghfirullah, mas Azzam marah, sebaiknya aku cepat menyusulnya deh." Batin Naisha yang kemudian ia langsung mendekati sang nenek dan kemudian ia memegang tangan sang nenek.


"Nenek, Icha nyusul Mas Azzam dulu ya, Nenek sama Bi onah dulu ok" Ujar Naisha secara hati-hati dan dengan lembut, kepada nenek yang terlihat cemberut karena Azzam pergi.


"Hmmm!" Bales sang nenek dengan tangan yang ia lipatkan ke dadanya, jelas sekali ia terlihat marah, namun karena wajahnya yang sudah keriput marahnya malah terlihat lucu.


"Kok nenek marah?, maafin Mas Azzam ya Nek, dia mungkin lelah jadi ingin beristirahat." Jelas Naisha lembut, agar sang nenek tidak marah.


"Iya sudah nenek Maafin, ya sudah sekarang sebaiknya kamu susul cucu gantengku sana kayaknya dia lagi merajuk." Kata nenek dengan nada yang masih ketus namun ia seperti paham saat melihat Azzam pergi dengan wajah yang terlihat kesal tadi.Ya itulah, nenek itu terkadang ia bertingkah seperti anak kecil, tapi terkadang ia seperti orang yang normal, layaknya orang tua yang sering menasehati anaknya.


"Alhamdulillah, baiklah Nek, ya sudah Icha nyusul Mas Azzam ya, Nenek sama Bi onah ya." Kata Naisha lembut, dan di anggukkan oleh sang Nenek. " Bi jaga Nenek ya." lanjutnya pada Bi onah yang berada di sana juga.


"Iya Neng " Balas Bi Onah.

__ADS_1


"Ya sudah Icha ke kamar ya Assalamu'alaikum." Pamit Naisha.


"Wa'alaikumus salam." Balas Sang Nenek dan Bi Onah, yang kemudian Naisha pun berlalu meninggalkan mereka menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar ia tak mendapatkan Suaminya di sana. " Loh Mas Azzam kemana?," Gumam Naisha saat melihat kamar dan ranjang mereka kosong." Mas Kamu di mana?!" Seru Naisha dengan suara yang sedikit di keraskan.


namun tidak ada jawaban dari Azzam.


"Kemana sih Mas Azzam?, apa di kamar mandi ya?" Gumam Naisha yang kemudian ia berjalan menuju ke kamar mandi. " Mas, kamu di dalam?" Seru Naisha saat ia sudah berada di depan pintu kamar mandi. lagi-lagi tidak ada jawaban, Naisha pun membuka pintu kamar mandi tersebut dan terlihatlah suaminya yang sedang berendam di dalam bathtub dengan mata terpejam, Naisha pun menghampirinya.


"Mas?, kamu kok tidur di sini?" Tanya Naisha yang kini sudah duduk di pinggiran bathtub tersebut sembari tangannya membelai rambut suaminya.


"Mas tidak tidur, hanya mendinginkan otak dan tubuh Mas aja " Balas Azzam dengan mata yang masih terpejam..


"Hmmm." Balas Azzam yang kemudian ia langsung melingkarkan tangannya di bagian pinggang dan perut Naisha yang terlihat sudah besar dan kemudian ia menarik Naisha hingga ia ikut masuk ke dalam bathtub tersebut, dengan posisi ia terduduk di pangkuan Azzam.


"Aakh!" Pekik Naisha kaget." Emas!, baju Icha basahkan?!, " Tegur Naisha namun tak direspon oleh Azzam dia malah membuka hijab Naisha, dan terlihatlah leher jenjang Naisha yang putih, dari belakang Naisha dan dengan rambut yang masih tersanggul di atas, membuat leher putih Naisha terekspos membuat Azzam bergairah ia pun menelusuri leher tersebut dan sesekali memberikan tanda kepemilikan di sana. membuat tubuh Naisha bergeliat dan bahkan mengeluarkan lenguhan dari mulutnya.


"Um, Maas..ha.. jangan...humm.. di sini..ukh.." Ucap Naisha yang terbata-bata karna aliran hasratnya sudah tersengat oleh penelusuran Azzam.


"Nikmatilah sayang, hum.. Mas ingin merasakan bermain di sini..umm.." Kata Azzam dengan suara yang terdengar berat karena ia juga sudah berhasrat sedari tadi.


"Nggak mau mas, humm.., perut Naisha besar akh.. akan sulit di sini..umh.." Balas Naisha yang berusaha melepaskan diri dari dekapan Azzam yang dari belakang, bahkan Azzam sudah membuka baju bagian belakangnya.


"Baiklah Sayang, ayo kita lanjutkan di ranjang saja." Ujar Azzam yang kemudian ia membuka handuk kimono untuknya dan untuk Naisha setelah itu ia pun menggendong Naisha dengan ala bridal style.

__ADS_1


"Akh, Mas nanti jatuh, turunkan Icha mas." Pinta Naisha yang terlihat takut.


"Diiamlah sayang, tidak akan jatuh bila kamu tidak bergerak." Balas Azzam yang kemudian ia langsung membawa Naisha menuju ke ranjangnya, dan kemudian ia pun membaringkan Naisha di sana, " Kita harus sering melakukan ini agar persalinan kamu nanti akan lancar sayang." Ujar Azzam yang kemudian ia mulai membuka handuk kimono milik Naisha.


"Eh, kata siapa Mas?" Tanya Naisha dengan wajah polosnya.


" Kata Papa sayang..um. agar persalinan mudah dan lancar, kita harus sering-sering begini agar membantu sang bayi mendapatkan jalannya sayang." Jawab Azzam yang kemudian ia mulai mengecup kening Naisha, dan kemudian turun ke kedua matanya, turun kembali ke pucuk hidungnya, setelah itu ia pun meraih bibir Naisha dengan lembut..


"Uhm...Mas..?" panggil Naisha setelah tautan bibir mereka terlepas..


"Iya Sayang.." sahut Azzam dengan wajahnya yang masih menelusuri leher Naisha.


"Papa tahu dari mana Mas..uhm.." Tanya Naisha yang mulai menggeliat lagi tubuhnya karena Bibir Azzam mulai menelusuri lehernya kembali.


"Dari Dokter sayang, salah satu teman papa..uhm" Jawab Dika Azzam dengan suara mulai berat karena hasratnya mulai bangkit kembali.


"Ah, pantas..hm.. setiap.. kita.. habis..um.. itu rasanya.. bayi..ah..um..Maas..akh.." Kata Naisha yang ucapannya terputus akibat ia telah mencapai puncaknya karena di sebabkan permainan Azzam yang masih bermain di area perbukitannya di tambah lagi pedang Azzam sudah memulai bertualang di hutan rimba milik Naisha, membuat keduanya tak bisa berkata-kata lagi karena mereka sudah terbuai dalam mahligai bercinta mereka. Namun di saat pengasahan pedang sedang berlangsung tiba-tiba Naisha terpekik..


"Aaakh Maas !!"


__________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..🙏😉


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU, JADI JANGAN LUPA YA 🙏😘 SYUKRON 🙏😘.

__ADS_1


__ADS_2