SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
INIKAH GETARAN-GETARAN CINTA?.


__ADS_3

༺*༻༺💓 MUTIARA HIKMAH💓༻༺*༻


SEKENARIO ALLAH ADALAH YANG TERBAIK


Kita punya rencana. Allah juga punya rencana. Akan tetapi, sehebat apa pun kita merencanakan sesuatu, Namun belum tentu jadi yang terbaik untuk kita. Percayalah Sebaik apa pun Rencana kita, Namun yakinlah rencana Allah tetap yang terbaik.


Jangan pernah mengeluh ketika Allah menutup satu pintu dalam hidupmu. Karena Allah punya beribu pintu untuk kita dan bahkan lebih baik untuk kita 🥰


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*༻༺*༻༺*༻༺💓༻༺*༻༺*༻༺*


Aziah menangis sambil menunduk wajahnya


Ia begitu sedih karena telah di permalukan oleh Athan pacarnya sendiri. Dan ketika seseorang memakaikan Jas kepadanya ia sangat terkejut dan ia pun langsung melihat wajah orang yang telah memakai jas kepadanya dan ia langsung tersentak kaget di dalam tangisnya.


"Hiks..Hiks..Bang Reyhan?!" Ucapnya dengan suara yang bergetar bercampur dengan isakannya, dan Aziah langsung memeluk Reyhan, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Reyhan dan ia juga menangis sejadi-jadinya di sana.


"Huhuhu, hiks.. huhuhu hiks..hiks.." untuk sejenak Reyhan membiarkan Aziah menangis di dadanya. hingga tangis berubah menjadi isakan saja.


" Sudah sudah Ziah, jangan menangis lagi ya. Sekarang kita pulang Oke." Ujar Reyhan dan di balas Aziah dengan anggukan, namun wajahnya masih ia sembunyikan di dada Reyhan.


Setelah mendapatkan jawaban dari Aziah, Reyhan pun langsung menggendong tubuh Aziah dengan ala bridal style sedangkan Aziah hanya pasrah bahkan ia masih menyembunyikan wajahnya di dada Reyhan, yang kini Reyhan mulai berjalan perlahan menuju ketangga di kolam renang itu.


Setelah mereka sudah di pinggiran kolam renang, Athan langsung menghampiri Mereka


"Ziah sayang, maafkan aku ya, aku terpaksa melakukan ini sayang." Ucap Athan sambil ia ingin menyentuh tangan Aziah, Namun langsung di tepis oleh Aziah.


"Jangan sentuh gue!!. dan jangan pernah dekati gue lagi, kita putus!!" seru Aziah, yang wajahnya masih ia sembunyikan di dadanya Reyhan.


"Tapi sayang, masa hanya hal sepele ini kita harus putusi?, maafkan aku sayang." Ujar Athan yang sepertinya ia belum menerima perkataan Aziah.

__ADS_1


"Lo tidak mendengar perkataannya tadi hah?. Lo masih pahamkan bahasa manusia?!, kalau masih paham sekarang entahlah dari hadapan gue!" Senggak Reyhan yang terlihat ia sangat geram melihat Athan.


Athan seperti tidak suka mendengar perkataan dari Rayhan." Maaf pak dokter, Saya minta Bapak jangan ikut campur dengan urusan saya dan pacar saya." Ujar Athan masih terlihat sopan walaupun sebenarnya ia sangat kesal pada Reyhan namun karena ia adalah salah satu Dosennya maka ia menahan emosinya.


"Pacar Lo bilang, bukankah Lo tadi sudah mendengar langsung ya, kalau Ziah sudah memutuskan Lo, jadi dia bukan pacar Lo lagi!., sekarang minggir cepat!." Bentak Reyhan yang terlihat semakin geram.


"Ziah, kamu hanya bercanda tadi, kamu masih cinta akukan?, Ziah aku sangat mencintaimu jadi kita jangan putus yaa." Ujar Athan masih berusaha merayu Aziah agar Iya tak jadi memutuskannya.


Aziah bukannya menjawab perkataan Athan ia malah mempererat lingkaran tangannya yang berada di leher Rayhan dengan wajah yang masih ia sembunyikan di dada Pria yang sempat ia tolak.


Sedangkan Reyhan yang seperti paham akan isyarat Aziah yang tak ingin melihat Athan lagi ia pun mulai melangkah.


"Minggir gue bilang!." Bentak Rayhan namun Athan masih Keukeh tak mau menyingkir.


"Ziah ayolah, jangan seperti anak kecil begini, ayo kita bicara baik-baik." Kata Athan sambil ia hendak menyentuh tubuh Aziah. Namun dengan cepat Reyhan menghindari.


"Jangan sentuh dia, menyingkirlah dari hadapan gue!." Bentak Reyhan sembari ia menendang Athan karena posisi mereka memang masih di pinggiran kolam renang alhasil Athan menyebur ke kolam renang, dan itu kesempatan bagi Reyhan untuk melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu.


Ia berjalan menuju ke arah tempat mobilnya terpakir, dan di saat ia hendak menghampiri mobilnya tiba-tiba seorang pria memanggilnya.


"Maaf pak Harun, saya boleh bertanya?." Tanya Reyhan dengan datar.


"Silahkan Dok." Balas pria itu yang ternyata Harun.


"Apakah Athan anak anda?." Tanya Reyhan dingin.


"Eh, iya Dok, Athan adalah anak saya." Kata Harun sedikit heran.


"Bagus, jadi saya bisa mengatakan, tolong ajarkan anak pak Harun dengan baik, dan tolong bilangkan sama dia untuk menjauh dari Aziah!." Ujar Reyhan yang tanpa basa-basi lagi ia langsung pergi meninggalkan Harun yang masih dalam kebingungannya. Sementara Reyhan langsung membuka pintu mobilnya yang depan.


"Kamu duduk sini ya." Kata Reyhan dengan lembut sembari ia menduduki Aziah di kursi mobilnya. dan Aziah langsung melepaskan lingkaran tangannya yang ada di leher Reyhan ia terlihat malu hingga ia hanya menunduk wajahnya saja.

__ADS_1


Setelah Reyhan menutup kembali pintu mobilnya, ia pun berjalan menuju pintu mobil sebelahnya, dan kemudian ia pun memasuki mobil tersebut dan duduk di belakang kemudinya, setelah mesin mobil nyala Reyhan pun mulai melajukan mobilnya.


Di dalam perjalanan mereka.


"Ziah, kita ke butik dulu ya?, agar kamu bisa ganti baju dulu, aku takut kamu nanti masuk angin kalau pulang dalam keadaan basah begini." Ujar Reyhan lembut, dengan tatapan yang masih fokus dalam menyetirnya.


"Tidak usah bang, Zia ingin pulang aja " Ujar Aziah yang masih menundukkan wajahnya.


"Tapi perjalanan kita masih jauh Ziah, Abang takut nanti kamu masuk angin." Kata Reyhan masih lembut. " Atau gini abangkan selalu bawa baju, kamu pakai baju Abang aja ya, untuk sementara aja kok, kamu mau ya?, kamu bisa ganti di dalam mobil ini saja Abang akan keluar." Lanjut Reyhan lembut.


Mendengar perkataan Reyhan yang menyuruh ia ganti di dalam mobil, Aziah pun langsung menatap Reyhan, Reyhan yang sepertinya paham akan tatapan Aziah ia pun langsung angkat bicara.


"Kamu jangan khawatir Ziah, kaca mobil ini gelap kalau di lihat dari luar tidak akan keliatan, kalau kamu khawatir aku bisa melihat, aku janji akan balik badan saat di luar, kamu percaya akukan?." Ujar Reyhan yang kini ia sudah menghentikan mobilnya, setelah mendapatkan anggukan dari Aziah, Reyhan pun keluar, lalu ia pun mengambil sebuah kaos berlengan panjang, serta celana training panjangnya yang berada di bagasi mobilnya.


"Ini Ziah, pakailah." Kata Reyhan sambil menyerahkan baju dan celana trainingnya pada Aziah, dan di sambut oleh Aziah, setelah itu Reyhan kembali menutup pintu mobilnya dan kemudian ia berjalan menuju ke kap mobil depannya ia pun menyadarkan tubuhnya setengah duduk di kap mobil tersebut dengan matanya yang menatap ke arah langit yang kebetulan begitu banyak bintang di sana, di tambah lagi suasana begitu sepi, memang sengaja memarkirkan mobilnya di tempat yang sepi agar Aziah merasa aman bila mengganti pakaian di dalam mobilnya.


Reyhan masih terus menatap ke langit namun di hatinya sedang bergemuruh. "Hah!, mengapa sejak tadi jantung ku terus bergejolak sih, apalagi saat Aziah tadi mempererat pelukannya, rasanya jantungku mau copot dan apakah Ziah juga mendengarnya tadi?. Aah inikah getaran-getaran cinta itu?, Ooh jantungku please tenanglah." _Batin Reyhan sambil memukul pelan dada di bagian jantungnya berada.


Di saat Reyhan sedang melihat bintang sambil memukul-mukul kecil dadanya, tiba-tiba ia di kageti dengan suara Aziah.


"Bang Ziah sudah siap." Kata Aziah sambil menatap wajah Reyhan.


"Hah?!."


___________


Ikuti Author terus ya..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA..


LIKE* VOTE * DAN "KOMENTAR

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU..


SYUKRON 🙏😊.


__ADS_2