SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
CALON IMAM NGGK TAHU BENTUKNYA.


__ADS_3

💗❁ ﷽❁💗


"Apapun yang sudah menjadi takdirmu pasti akan mencari jalan untuk menemukanmu"


💗⚛(Ali Bin Abi Thalib)⚛💗


❇️❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇


"Woy, melongo lagi!" seru Azzam yang melihat Frans yang masih memandangi ke pergian Naisha.


"Ah, Lo jadi membuyarkan hayalan gue aja sih"


"Cih, menghayal apa Lo?"


"Menghayal kalau dia jodoh gue kali ya, karena kok Allah selalu mempertemukan kita" ujar Frans yang masih melihat tempat di mana Naisha menghilang.


"kalau ternyata jodoh Lo yang berbadan besar itu gimana?" tanya Azzam enteng.


"Dih, Amit-amit dah.. yang ada gue jadi Ayam penyet kali kalau ma dia iikh" bales Frans sambil bergidik.


"Jangan menghina gitu loh, nanti jodohkan benar sama Allah baru tau loh"


"Astaghfirullah, jangan ngomong gitu juga kali, sama juga Lo doakan gue dong" protes Frans


"Tapi benar juga yang Lo bilang tadi, kok kita selalu bertemu terus sih sama dia?" tanya Azzam yang juga penasaran.


"Jangan bilang kalau dia jodoh Lo lagi" ujar Frans Asal.


"Apaan sih Lo, ngomong Asal jeplak aja" protes Azzam


"Ya kan gue cuma Asal ngomong doang, lagian kalo Lo berjodoh ma dia yang ada gue patah hati dong, secara seperti gue telah jatuh hati pada pandangan pertama" ujar Frans yang matanya seperti mengingat pertama kali pertemuan mereka.


"Haah menghayal aja Lo,! udah Ayo jalan lagi" seru Azzam sambil mendorong tubuh Frans


"Akh Lo usil aja dah" bales dan langsung mengikuti Azzam memasuki restoran tadi.


_____


Sementara di sisi lain.


Di sebuah taman, di kursi panjang panjang duduklah dua orang wanita, yang satu berbadan sedang dan yang satunya berbadan besar.


"Nai? siapa sih orang tadi sepertinya kok anti kenal ma tuh orang?" tanya seorang gadis gendut yang bernama Imah tadi


"Ana nggk kenal ma dia kok mah, cuma Aneh perasaan kok selalu ketemu Mulu ya?"


"Jodoh anti kali nai " Jawab Imah Asal.


"Sssth apaan sih, Anti kan tahu ana sudah di jodohkan"

__ADS_1


"Aduh jaman sekarang masih ada aja perjodohan, kayak jaman Siti Nurbaya aja dah"


"Ya mau gimana lagi, ini sudah amanah mah, mau nggak mau, ya harus mau" ujar Naisha pasrah.


"Emang kapan anti menikahnya"


"Mungkin dua Minggu lagi mah"


"Waht's Are you kidding me?"


"Not ! this is a fact..."


"Kasihan amat sih anti.. tapi ngomong-ngomong anti sudah pernah bertemu dengan calon anti?" tanya Imah penasaran.


"Pernah saat masih kecil mah" jawab Naisha enteng.


"What's.masih kecil?.. oh MG hellow..udah berapa tahun neng nggak ketemu, pasti dah berubahkan?!" Seru Imah gemas.


"Dah 14 tahun sih, itu pun saat ana umur 5 tahun"


"Ya Allah, sedih banget sih anti, punya Calon Imam Nggak tahu bentuknya " ucap Imah merasa iba pada temannya itu


"Lillahi Ta'ala aja ty, in syaa Allah, di berikan Allah yang tebaik" ujar Naisha penuh keikhlasan.


"Aamiin, ana doain yang terbaik aja buat anti"


"Sama-sama non, eh, terus kalau Anti dah nikah dua Minggu lagi, nggak bisa jumpa lagi ana sama anti?"


"In syaa Allah, kalau suami ana izin kita bisa jumpa kok mah"


"Aamiin semoga suami anti orang baik ya"


"Aamiin in syaa Allah, udah yuk kita pulang" Ajak Naisha, mereka pun kembali berjalan menuju keparkiran mobil.


"Ayo deh.., Nai entar ana di undang ya nikahan anti.?" ujar Imah di saat mereka memasuki mobil mereka


"Iya in syaa Allah ana undang kok, sekarang cepat jalani atuh " bales Naisha


"Alhamdulillah..bisa makan enak nih.. hehehe." ujar Imah serasa cengengesan. lalu iapun melaju kan mobilnya,


"Astaghfirullah,.. bocah ini pikiran makanan Mulu yaa.. diet atuh neng, gimana mau dapat jodoh yang keren coba kalau anti tidak bisa menahan nafsu.." tutur Naisha seraya menggelengkan kepalanya.


"Iya, iya deh ana bakalan diet "Bales Imah dengan bibir di manyunkan


"hmm Nggak ikhlas.."


"Iyaa in syaa Allah ikhlas kok Nai.." Balesnya kali ini di sertai senyuman ikhlasnya.


"Gitu dong, karena itu juga Anti belajar menahan nafsu, karena nafsu itu cenderung berkaitan dengan syetan mah, bila kita bisa menahannya, kita akan semakin dekat dengan ketakwaan."ujar Naisha lalu ia pun menjelaskan kepada sahabatnya itu tentang Nafsu.

__ADS_1


"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan potensi keinginan yang baik (takwa) dan keinginan buruk (nafsu atau fujur). Kedua keinginan tersebut menunjukkan sifat keseimbangan (at-tawazun) dan kemanusiaan (al-basyariah) dalam diri manusia. Oleh karena itu, nafsu adalah fitrah manusia, sebagaimana takwa juga adalah fitrah. Hal ini yang ditegaskan dalam Alquran, yang artinya,


"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." (QS asy-Syams ayat 7-8)


Contohnya, jika ada pilihan, bekerja keras ataupun istirahat, pilihan istirahat lebih menarik. Jika ada pilihan, shalat Tahajud atau istirahat, jiwa manusia cenderung memilih istirahat. Hal ini sesuai dengan penegasan Alquran, yang artinya,


"Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang." (QS Yusuf: 53).


"Nah makanan juga begitu, semisalnya Anti Melihat makanan yang begitu enak, Anti pasti berusaha sebisa mungkin mendapatkannya kan?, itu berarti anti tidak bisa menahan nafsu sebagian yang kecil dan bila Anti mampu melewati sebagian kecil menahan nafsu itu maka in syaa Allah anti juga bisa menahan yang besar, anti paham sekarang?"jelas Naisha panjang lebar.


"in syaa Allah ana paham, ya memang benar, selama ini ana sulit sekali untuk menahan nafsu makan ana apalagi kalau melihat makanan itu terlihat enak ana langsung berusaha untuk mendapatkannya Nai makanya hasil seperti ini deh.." keluhnya penuh penyesalan.


"ya sudah yang lalu biarkanlah, tapi mulai sekarang belajarlah untuk bisa mengendalikan nafsu anti ya, ini juga untuk kebaikan anti nantinya" ujar Naisha lagi.


"Iya Nai, makasih yaa?"


"Na'am Afwan mah..eh Alhamdulillah tak terasa ternyata kita sudah sampai mah" ujar Naisha lagi


"Alhamdulillah ya sudah sana kamu turun, maaf ya ana nggak bisa singgah nai, dan makasih atas pencerahannya" bales Imah lagi.


"Iya sama-sama, Syukron juga sudah di antara, kalau gitu ana masuk ya Assalamu'alaikum" pamiit Naisha.


"Iya wa'alaikumus salam" setelah menjawab salam sahabatnya Imah, pun melajukan kembali mobilnya meninggalkan Naisha.


Sementara Naisha langsung berjalan memasuki gerbang rumahnya, setelah itu ia langsung memasuki rumahnya..


"Assalamu'alaikum " salamnya


"Wa'alaikumus salam kamu sudah pulang nak?" jawab seorang wanita paruh baya yang menyambut kepulangannya.


"Iya bunda" balas Naisah seraya menyalami tangan wanita itu yang ternyata ibunya.


"Nak calon pengantin itu tidak boleh sering berkeliaran nak, kamu itu seharusnya dah di pingit tak boleh keluar lagi sampai Acara ijab nanti Nak" ujar bunda Naisha.


"Iya bundaku sayang, tapi masa nggak boleh sih menikmati masa-masa waktu sendiri sebelum bersuami bunda, kan setelah ini imah pasti akan sulit kemana pun, kalau tidak izin dari suami iyakan bunda"


"Kamu ini ada aja alasannya ya sudah sana mandi dulu"


"Siap bunda!" serunya sambil mengangkat tangannya memberi hormat pada Sang bunda, bunda Naisha hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.


**BERSAMBUNG


_____________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..


Bila menyukai cerita Author yang ini di KOMEN ya, juga di VOTE, dan di LIKE. agar Author semangat untuk update kembali Guys


SYUKRON 🙏😊**

__ADS_1


__ADS_2