SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
BERJODOH DENGAN WANITA SAKRAL


__ADS_3

🌹 Mutiara Hikmah 🌹


﷽ Dari Air kita belajar ketenangan,,


~> Dari Batu kita belajar kekuatan,,


~> Dari Tanah kita belajar kehidupan,,


~> Dari Kupu-kupu kita belajar merubah diri,,


~> Dari Padi kita belajar rendah diri,,


~> Dari Allah kita belajar Kasih Sayang yang sempurna,,


**************•💛💜💛•*************


"Azzam?.. tunggu sebentar nak" panggil sang papi


"Apalagi sih, Pi?.. Azzam tak ingin mendengar apapun " bales Azzam tanpa ingin menoleh ke arah papinya.


"Tapi nak...."


"Sudahlah Pi, jangan halang Azzam lagi, dan ingat jangan membuat mami menangis lagi!" ujar Azzam lagi yang memotong perkataan sang Ayahnya yang sedang bingung.


Azzam pun kembali menarik sahabatnya Naisha yang juga bingung dengan apa yang terjadi. hingga akhirnya ia sadar dan langsung menghentak tangannya dengan kuat.


"Lepaskan!!, " pekik Irma sahabat baik Naisha.


"Kenapa?.. Lo nggak suka kalau gue sekarang adalah suami Lo?" tanya Azzam sinis dan dingin..


"Haa.. OMG Heloow..siapa suami ana?.. Antuumm?.. cih yang mau bersuamikan antum hanya dia..! bukan ana! " Seru Imah gendut dengan lantang sembari menunjuk kearah Naisah. dan Azzam mengikuti arah telunjuk sih Imah gendut..betapa kagetnya ia.. ternyata yang di tunjuk oleh Irma adalah seorang gadis bercadar.


"siapa yang Sudi memiliki suami yang tidak beretika seperti antum!" lanjutnya lagi dengan mata melihat Azzam dari atas hingga kebawah dan ke atas lagi.


Sedangkan Azzam hanya terdiam, lalu ia menatap mata sang papi Seperti mencari kebenaran, papi yang seperti paham isyarat mata sang anak ia pun mengangguk bahwa yang di katakan Imah gendut itu benar.


"Iya nak, dialah istri mu, Naisha Arizmah Azzifa " Ujar seorang ibu yang sudah di pastikan adalah bunda Naisha. Azzam hanya terdiam terpaku ia juga malu karena semua mata seakan menatapnya, lalu ia juga melihat ke arah Naisha yang sejak tadi hanya diam.

__ADS_1


"Apakah ini benar, ini seperti kutukan yang di katakan oleh Frans, Akhirnya gue berjodoh dengan wanita Sakral?_ batin Azzam ia masih ingat dengan perkataan sahabatnya itu, mengingatkan sahabat ,


Azzam langsung melihat ke Arah Frans, karena ia tahu kalau sahabatnya itu sangat menyukai Naisha. Frans yang sepertinya paham dengan tatapan Azzam ia pun mengangguk sambil memejamkan mata sekilas tanda ia telah ikhlas.


"Ya sudah nak, kalau emang kamu ingin membawa Naisah, bawaklah, kami sudah ikhlas," ujar bunda Naisha lagi.


"Terimakasih Bu, kalau begitu Azzam Bawak Naishanya ya " ujar Azzam yang kini sudah melembut, tidak seperti tadi gahar men hingga menyeret anak orang.😀


Lalu Azzam pun menghampiri Naisha ada perasaan malu akibat insiden tadi jadi kali ini Azzam tidak berani menarik Naisha.


"Mari ikutlah dengan saya" ucapnya saat ia sudah di hadapan Naisha, dan Naisha hanya membalas dengan Anggukan lalu mereka pun melangkah keluar meninggalkan para tamu.


Sesampainya di tempat parkir ternyata di sana sudah ada Frans berdiri tepat di samping mobil Azzam.


"Masuklah ke mobil.." titah Azzam pada Naisha saat mereka sampai di mobil, Naisha pun mengikuti perkataan Azzam yang kini telah menjadi suaminya.


setelah Naisha masuk Azzam pun menghampiri Frans..


"Frans sorry, gue nggak tahu kalau Dede Imah itu ternyata Naisha, gue benar-benar nggak tahu Frans.." jelas Azzam, menyesal, karena dia tahu bahwa temannya itu sangat menyukai Naisha.


"Ya Lo benar Frans, sudah berapa kali gue lari dari perjodohan ini, sampai adik gue semuanya benci ma gue, tapi tetap aja Allah berkata lain, " bales Azzam pasrah..


"Sudahlah, intinya gue dah ikhlas kok bro, apa perlu gue nyanyikan lagu Lesti..


Ku lepas dirimu dengan ikhlas,


semoga engkau dan dia bahagia " ujar Frans dan ia juga sempat menyanyikan lagu Lesti dua bait.


"Akh Lo pakai toah sana kalau mau nyanyi " bales Azzam


"Ya sudah sana Bawak binik Lo, apa perlu gue supirin Lo, sambil gue nyanyi lagu Lesti lagi" goda Frans..


"Apaan sih Lo.., dah sana Lo pulang !!" bentak Azzam kesal karena di goda Frans..


"Dih ngusir sementang dah punya binik.."


"AU akh,..ya udah gue balik ya dan thanks, "

__ADS_1


"Yup, ingat buat dia bahagia, kalau tidak jangan salah gue kalau suatu saat gue rebut dia kembali " ujar Frans sedikit mengancam..


"Coba aja kalau berani!" bales Azzam sembari ia memasuki mobilnya dan duduk di belakang kemudinya, ia melirik sebentar ke arah kaca spionnya dan ia melihat ternyata Naisha tertidur.


"Eh, kenapa dia malah tertidur? apa karena kelamaan nunggu gue tadi kali ya?" gumam Azzam..


"Sudahlah sebaiknya gue fokus nyetir saja" Gumamnya lagi, lalu ia pun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemennya.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Akhirnya mereka pun sampai di Area perparkiran Apartemen Azzam, lalu Azzam kembali melirik kaca spionnya lagi, ternyata istrinya belum juga bangun, Akhirnya ia pun memberanikan dirinya untuk membangunkan Naisha.


"Nai.. Naisha?.. bangun.!" seru Azzam, dan malah di bales Naisah dengan Gumamnya.


"Bentar lagi bunda, Imah masih ngantuk" Gumam Naisha sambil mengubah posisinya tapi malang nasibnya ia malah terjatuh membuat Azzam tertawa terbahak-bahak..


"Hahahaha.. rasain lo, Lo pikir ini di dalam kamar Lo apa?" ujar Azzam sambil terkekeh..


"Astaghfirullah.. bukannya bantuin ana malah tertawa ya antum! " bales Naisha kesal.


"Siapa yang nyuruh Lo tidur di situ, nggak adakan?, jadi jangan protes cepat turun kita sudah sampai!" seru Azzam dan kemudian ia pun langsung turun dari mobilnya..


" Astaghfirullah..Sabar..sabar.. Naisha ini ujian jadi kmu harus kuat" gumam Naisha bicara pada dirinya sendiri sembari mengelus dadanya..lalu ia pun ikut turun dari mobil Azzam dan mulai mengikuti langkah Azzam memasuki apartemennya yang berada di lantai tiga.


Sesampainya di depan pintu Apartemennya Azzam pun membuka pintu dengan memencet tombol dan tak lama pintupun terbuka. nampaklah ruangan yang begitu luas tanpa ada sekat antara ruang tamu ruang makan dan dapur semuanya transparan dan juga ada dua pintu berjajar yang sudah di pastikan itu adalah kamar. lalu Azzam membuka salah satu pintu kamar.


"Ini kamar Lo..dan ini kamar gue.. dan ingat jangan mencampuri urusan gue, kamar gue privasi gue, jadi jangan sekali-kali Lo masuk kedalamnya. mengerti?' ujar Azzam dingin, membuat Naisha bergidik.. Azzam mengerutkan keningnya..


"Kenapa Lo bergidik gitu..?"


**BERSAMBUNG AKH..


❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇


Azzam mah seram, Author juga takut zam..😫


ya sudah, Guys, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..


VOTE dong biar Author kasih doubel up 😉**

__ADS_1


__ADS_2