
◆◇◆♦️KALAM ULAMA♦️◆◇◆
Janganlah merasa aib kita lebih sedikit dibanding aib orang lain. Jangan sibuk mencari-cari aib orang lain tapi kita lupa aib kita sendiri
Belum tentu orang yang kita anggap buruk itu nantinya akan masuk neraka. Dan belum tentu yang sekarang kita anggap baik itu nantinya akan masuk syurga
Boleh jadi yang dulu kita anggap buruk itu bertaubat menjadi orang yang baik. Dan boleh jadi yang dulu kita anggap baik berubah menjadi tidak baik.
__[Habib Novel Bin Jindan]__
◆◇◆◇♦️◇◆◇◆♦️◆◇◆◇♦️◇◆◇◆
Di waktu yang sama, saat Azzam dan Frans mengambil buah Buni untuk Naisha.
Di dalam mobil, ketika Naisha dan Irma menunggu para sang Suaminya.
"Nai, gimana sih rasanya orang ngidam?" Tanya Irma setelah kepergian para suaminya
"Gimana ya, mengatakannya, Ana juga bingung untuk mengatakannya Mah, tapi yang jelas Ana bahagia, karena akhirnya Ana di berikan kesempatan menjadi wanita yang sempurna, walaupun belum sepenuhnya sempurna sih, kan
masih belum merasakan gimana rasanya melahirkan." Balas Naisha yang terlihat di raut wajahnya terlihat sangat senang.
"Ma syaa Allah, Ana jadi kepingin cepat-cepat hamil juga deh Nai, doai ana ya Nai, agar secepatnya ana hamil." Kata Irma yang terlihat ia juga begitu bersemangat.
" Aamiin, in syaa Allah Imah, semoga Anti cepat menyusul ana" Balas Naisha tulus.
"Aamiin ya Allah." Ucap Irma dan saat bersamaan, kaca jendela mobil mereka di ketuk seseorang. Naisha dan Irma pun spontan menoleh ke kaca jendela, dan terlihatlah seorang kakek tua yang berdiri di sana, dengan baju yang terlihat lusuh, membuat Naisha iba melihat sang kakek. dan ia pun membuka pintu mobilnya.
"Maaf nak, kakek sudah mengganggu kalian " Ujar sang kakek dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Tidak apa-apa kek, tapi ada perlu apa kakek memanggil kami?" Tanya Naisha ramah.
"Ini nak, anu, kakek mau minta tolong, istri kakek sakit, bisakah kalian menolong kakek?" Ujar Sang kakek, yang masih mengatupkan kedua tangannya.
" Maaf, kalau kami boleh tahu, dimanakah Rumah kakek?" Tanya Irma sopan.
"Di sana nak, " Balas sang kakek sembari ia menunjukkan sebuah gubuk yang terlihat jauh dari tempat mobil mereka terparkir.
"Ya sudah ayo kita kesana kek. kita jemput nenek biar nanti kita bawa ke rumah sakit ya kek." Ajak Naisha pada sang kakek.
"Alhamdulillah, terimakasih nak, ayo ikut kakek." Balas sang kakek, yang kemudian ia pun berjalan lebih dahulu dan di ikuti oleh Naisha dan Irma.
Mereka berjalan menuju sebuah gubuk yang lumayan jauh dari sana, saat mereka sudah mendekati dengan gubuk itu hati Naisha terenyuh melihat gubuk yang terlihat..
__ADS_1
Begitu menyedihkan, di tambah lagi ia melihat seorang nenek yang terlihat sangat pucat membuat Air mata Naisha, lolos tanpa ia sadari.
"Assalamu'alaikum Nek." Salam mereka saat mereka sudah mendekati gubuk tersebut.
"Wa'alaikumus salam Cu." Kata sang Nenek dengan suara melemah, Naisha yang mendengar itu ia langsung menyalami sang nenek dan kemudian ia memeluknya, dan ia kaget saat ia memeluknya.
"Astaghfirullah, badan nenek panas sekali" Sentak Naisha kaget. " Irma tolong panggil mas Azzam, dan minta ia membawa mobil juga ya." Lanjut Naisha lagi pada Irma.
"Oke Nai, kalau begitu aku kesana dulu ya, Assalamu'alaikum." Ucap Irma
"Wa'alaikumus salam, " Kata Naisha, dan setelah mendapatkan jawaban dari mereka Irma pun melangkah pergi menuju ke tempat mobil mereka tadi terparkir,
Karena ingin cepat sampai, Irma berlari-lari kecil, agar ia cepat sampai di tempat mobil mereka terparkir tadi, dan ternyata dari kejauhan ia melihat Azzam dan Frans, mondar mandir, seperti mencari sesuatu.
"Bang Frans!." Teriaknya Irma Saat melihat suaminya dari kejauhan..
Sementara Azzam dan Frans yang tadi mencari para Istrinya, sudah mulai panik karena memang jalanan tersebut sangatlah sepi, jadi mereka bingung ingin bertanya dengan siapa.
"Ya Allah kemana mereka ya, apa jangan-jangan mereka di culik lagi." Kata Frans yang mulai resah karena ia sudah mencari kesekitar by daerah itu tetapi para istri belum juga terlihat batang hidungnya.
"Hus!, jangan ngomong sembarangan!, mungkin saja mereka sedang ada keperluan" Kata Azzam, yang sebenarnya ia juga sudah panik, dan di saat bersamaan terdengar teriakan seseorang memanggil Frans, namun suaranya terdengar jauh.
"Eh, ada yang manggil gue, kayaknya Irma deh, mana dia yah." kata Frans sembari ia mencari-cari di mana sumber suara tersebut.
"Eh, iya, tapi mana bini lo Zam?" Balas Frans yang ternyata ia juga melihat di belakang Irma namun tak ada Naisha.
"Ayo kita kesana." Kata Azzam yang terlihat panik karena ia tak melihat istrinya dan Azzam pun berlari juga mendekati Irma, dan di susul oleh Frans.
"Ada apa Irma?, dimana Naisha?" Tanya Azzam saat mereka sudah saling berdekatan.
Irma yang sejak tadi berlari-lari, membuat nafasnya tersengal-sengal " Hah..hah..itu bang..hah.. Naisha..hah..hah..Naisha.."
Melihat wajah Irma yang terlihat panik, di tambah ngomongnya sedikit sulit membuat Azzam, semakin cemas,
"Ada apa dengan Naisha, Irma?!, " Tanya Azzam cemas.
"Hah..hah.. sebentar bang.. napas Imah mau putus.." Kata Irma yang kemudian ia merukukan tubuhnya, agar nafas kembali normal.
"Cepat katakan Irma ada apa?, Dimana Naisha?" Tanya Azzam yang terlihat tidak sabaran, pikirannya mengarah ke Naisha dan membayangkan kalau-kalau terjadi sesuatu pada istrinya.
"Naisha tidak apa-apa bang, cuma Abang di suruh ke rumah kakek yang tadi meminta bantuan pada kami bang." Jelas Irma membuat Azzam sedikit lega.
"Alhamdulillah, aku pikir telah terjadi sesuatu pada Naisha." Kata Azzam lega "Ya sudah ayo kita kesana" Ajaknya lagi.
"Tapi bang, kita naik mobil aja kesana lumayan jauh soalnya" Kata Irma lagi.
__ADS_1
"Ya sudah ayo, " Kata Azzam yang kemudian akhirnya mereka pun kembali ketempat mobil yang terparkir tadi.
Sesampainya di mobil, mereka pun langsung masuk, dan tak berapa lama mobil mulai melaju, menuju ke gubuk sang kakek, sesampainya di sana ternyata mobil tidak bisa masuk karena jalan menuju ke gubuk teramat kecil, dan akhirnya mereka memarkirkan hanya di pinggir jalan saja dan kemudian mereka berjalan di jalanan setapak menuju gubuk tersebut
Saat melihat mulai mendekati, ternyata Azzam sama seperti Naisha, begitu terenyuh saat melihat gubuk tersebut.
"Assalamu'alaikum " Salam mereka saat mereka sudah berada di gubuk.
"Wa'alaikumus salam, " Jawab Naisha dan sang kakek.
"Ada apa Nai?" Tnaya Azzam penasaran.
"Ini mas tolong antar nenek ini kerumah sakit ya, badan nenek panas sekali." Kata Naisha yang terlihat raut wajahnya seperti sedih melihat kondisi sang nenek.
"Oh, baiklah, ayo kita ke rumah sakit " Balas Azzam, "Saya gendong neneknya ya kek" Lanjut Azzam lagi pada sang kakek.
"Iya Cu, terimakasih" Balas sang kakek, dan kemudian Azzam pun menggendong sang kakek.
"Frans, Lo sama bini Lo tunggu di gubuk kakek dulu ya, nanti gue jemput lagi ." Lanjut Azzam pada Frans.
"Oke bro." Balas Frans singkat, setelah mendapatkan jawaban dari Frans, Azzam pun langsung membawa sang nenek ke mobil mereka dan diikuti oleh Naisha dan sang kakek dari belakang,
Sesampainya di mobil, Azzam meminta sang kakek naik terlebih dahulu agar ia bisa memangku sang nenek, sang kakek pun mengikuti perkataan Azzam kakek mulai masuk dan setelah itu Azzam memasukkan sang nenek, setelah keduanya sudah masuk, Azzam dan Naisha pun ikut masuk di kursi depan.dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju menuju ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Azzam kembali menggendong nenek menuju ke ruangan UGD untuk di periksa oleh dokter di sana, setelah itu ia ikut duduk di sebelah Naisha yang sudah terlebih dahulu duduk di ruang tunggu, sedangkan kakek duduk di sebelah kanannya Naisha.
"Kek, boleh saya bertanya?" Tanya Naisha pada sang kakek.
"Silahkan Cu." Balas Sang Kakek.
"Maaf ya kek, Apakah kakek tidak mempunyai Anak?" Tanya Naisha Sangat berhati-hati.
"Punya cu, anak kakek tiga orang, mereka ada di kota." Bales Sang kakek.
"Oh, lalu kenapa kakek dan nenek tidak ikut dengan mereka?" Tanya Naisha penasaran.
"Tidak cu, mereka malu memiliki orang tua yang miskin seperti kami." Kata Sang kakek yang kini wajahnya telah berubah menjadi sedih.
DEGH,!..hati Naisha menjadi sakit mendengar perkataan sang kakek.
"Astaghfirullah.!"
**********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏.
__ADS_1