
━━━•⊰❁🌸 Mutiara Hikmah.🌸❁⊱•━━━
"Allah Memberikan Banyak Aturan, Allah Memberikan Banyak Larangan.Tapi Itu Bukanlah Bentuk Kekangan, Namun Untuk Menjauhkan Kita Dari Kemaksiatan, Agar Kita Tetap Dimuliakan-Nya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━
Frans begitu kaget saat mendengar perkataan, saat mengatakan kalau Reyhan menyukai Adiknya Azzam. " Ouh, pantas sejak tadi ia memandangi Adek Lo terus yang sedang bersama teman prianya." Ujar Reyhan Akhirnya ia mengerti sikap perubahan dari Reyhan.
"Ya begitulah, gue juga nggak bisa bela siapapun, dan gue juga nggak bisa menyuruh Aziah menyukainya, karena bagi gue siapapun yang mampu membahagiakan adik, gue itu yang restui." Ujar Azzam yang tak ingin egois pada sang Adik.
"Ya gue setuju itu, walaupun Reyhan adalah sahabat kita, tetap saja kita tidak boleh memaksakan Aziah untuk suka padanya, jadi itu tugas Raihan sendiri yang harus lebih berjuang untuk mendapatkan cintanya." Sambung Frans juga.
"Hah, ya sudahlah, kita cukup membantunya dengan doa dan apapun hasilnya semoga itu yang terbaik bagi mereka berdua." Ujar Azzam lagi.
"Oke, ya sudah kalau begitu, gue pamit deh dan sore banget nih." Pamit Frans.
"Oke, sekali lagi thanks ya bro, dan hati-hati dii jalan." Balas Azzam.
"Yap Sama-sama bro, kalau begitu gue pamit ya, Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumus salam." Setelah mendapatkan jawaban dari Azzam, Frans pun langsung menghampiri istrinya, yang masih bersama dengan Naisha.
"Sayang, ayo kita pulang." Ajak Frans saat ia sudah berada di dekat mereka.
"Iya bie," balas Irma, yang kemudian ia pun langsung berpamit pada Naisha dan setelah itu ia pun mengikuti langkah suaminya, menuju ke mobil mereka, hingga keduanya memasuki mobil yang sedang terparkir di halaman rumah Azzam. dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju. Di dalam perjalanan mereka.
"Sayang adakah yang kamu inginkan?, mumpung kita masih di perjalanan." Tanya Frans saat dalam perjalanan mereka menuju arah pulang.
"Kayaknya nggak ada deh yang Imah inginkan bie." Kata Irma dengan mata yang terlihat sedang berpikir.
"Kamu yakin sayang?." Tanya Frans lagi.
"Iya bie, kita pulang saja deh." Kata Irma lagi.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kita pulang saja kan?"
"Iya loh bie." Setelah mendapatkan balasan dari istrinya, Frans pun mempercepat laju mobilnya menuju ke Arah rumah mereka, dan di saat mobil Sudah mendekati area rumah mereka tiba-tiba Irma buka suara.
"Bie kaya Imah kepingin makan Mie pangsit goreng deh yang ada di cafe cinta itu bie." Ujar Irma membuat Frans sedikit kaget.
"Eh, Astagfirullah honey..tadikan bibie sudah bertanya sama kamu, adakah yang kamu inginkan?, dan kamu bilang tidak ingin apa-apa, dan sekarang kitakan sudah mau sampai rumah, honey." protes Frans.
"Yaa Maaf bie, tadi memang Imah nggak ingin apa-apa, tapi sekarang lagi ingin bie." Balas Irma yang merasa bersalah hingga ia menundukkan wajahnya sembari ia mainkan kedua jari telunjuknya dan menyatukannya.
"Haiis... jadi benaran ini kamu ingin makan mie pangsit goreng?," Tanya Frans terlihat pasrah.
"Hu'um."
"Ya sudah kita cari di sekitar sini aja, kan yang penting Mie pangsitkan?."
"Nggak mau bie, pinginnya di cafe cinta." Kata Irma manja.
"Tapi honey, cafe cinta jauh banget dari sini, kita cari di sekitar sini aja ya sayang." Frans masih berusaha merayu Istrinya yang akhir-akhir ini sangat manja dan cengeng.
"Haiis.. merajuk dah." Gumam Frans sambil membuang nafas secara paksa.." Huft.. iya iya kita kesana sekarang, jangan merajuk lagi ya." Kata Frans pasrah sambil memutar balikkan mobilnya kearah berlawanan dari rumahnya.
"Udah tidak usah bie, kalau nggak ikhlas gitu." Ujar Irma yang ternyata ia melihat wajah suaminya yang ada keterpaksaan di dalamnya.
"Kata siapa nggak ikhlas?, orang bibie ikhlas kok, tuh lihat senyum bibie ikhlaskan?." Kata Frans sembari ia menyengirkan mulutnya.
"Benarkah ikhlas?."
"Iya dong honey, bibie sangat ikhlas, apalagi ini demi kamu dan si buah hati, jadi nggak ada kata nggak ikhlas sayang." Ujar Frans sedikit lebay.
"Alhamdulillah, kalau begitu terimakasih ya Bie." Ucap Irma sembari tersenyum manis pada Frans.
"Iya sayang, sekarang sudah tidak merajuk lagikan?."
"Siapa yang merajuk itu mah perasaan Bibi saja kali." sangkal Irma.
__ADS_1
"Iyakah? kalau begitu bibie dong yang salah, Sudah berprasangka yang buruk terhadap kamu, ya udah Bibie minta maaf ya sayang." balas Frans.
"Iya Bie, Imah minta maaf juga ya ya karena sudah menyusahkan Bibie terus." Kata Irma yang terlihat merasa bersalah.
"Iya sayang, Bibie maklum kok, lagian kamu seperti ini juga Bukan kemauan kamu sendirikan?, ini jugakan keinginan buah hati kita sayang." balas Frans yang kini terlihat jelas keikhlasannya.
"Hu'um."
"Makanya, Bibie tidak ingin membuat kalian berdua kecewa, dan sudah menjadi sebuah kewajiban bagi bibie untuk memenuhi keinginan kalian jadi kamu tidak usah sungkan pada Bibie ya Honey." Ujar Frans sembari tangan kirinya memegang tangan Irma yang berada di pangkuannya Irma, sementara tangan kanannya masih fokus pada setir mobilnya.
"Iya Bie in syaa Allah, Terima kasih ya." Balas Irma sambil tersenyum tulus, dan terpancar juga dari wajahnya ada kebahagiaan di sana.
"Sama-sama sayang."
Dan tak berapa lama mobil Frans pun memasuki perparkiran di sebuah gedung bertuliskan cafe cinta, setelah mobilnya dua terparkir dengan sempurna ia pun mengajak istrinya untuk turun.
"Ayo kita turun sayang."
"Iya Bie." Dan akhirnya mereka berdua pun turun dari mobil mereka, dan kemudian Frans pun menggandeng tangan istrinya memasuki cafe tersebut. setelah mereka sudah berada di dalam Frans pun mencari tempat yang nyaman untuk mereka berdua, dan di saat Frans sudah menemukannya tiba-tiba Irma menghentikan langkahnya, dan terlihat juga di Raut wajahnya seperti orang yang sedang ketakutan, membuat Frans heran.
"Ada apa honey?, ayolah kita duduk di sana." kata Frans sembari ia menunjuk sebuah meja yang terlihat nyaman baginya.
"Bi..bie..ki.kita pu.pulang saja ya." Kata Irma gagap dan terlihat juga tubuhnya menjadi gemetar.
Frans mengerenyitkan dahinya, ia terlihat heran melihat keadaan istrinya yang tiba-tiba saja seperti itu. "Kamu kenapa Honey, bukankah kamu tadi minta kesini." Kata Frans bingung. " Ayolah Honey, kita sudah sampai di sini, masa harus pulang lagi, " Kata Frans, yang kemudian ia sedikit menarik tangan Irma dan berjalan menuju ke meja yang ia tunjuk tadi.
" Ta..tapi Bie I.imah mau pulang." Kata Irma yang kini suaranya sudah bergetar, dan jelas sekali ia sedang ketakutan.
"Kamu kenapa sayang, ada apa dengan kamu?." Tanya Frans yang kini Iya sambil menatap wajah istrinya, yang ternyata padangan Istrinya bukan mengarah ke padanya. membuat Frans menjadi penasaran dengan apa yang sedang di lihat istrinya sehingga ia terlihat ketakutan. Frans pun mengikuti kearah tatapan Irma dan terlihat di salah satu sebuah meja terdapat seorang pria yang sedang duduk di sana bersama seorang wanita dan juga beberapa pria di sekitarnya.
"Devta.?!".
_____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏.
__ADS_1