SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
ORANG TUA TAMAK.


__ADS_3

┈••✾•◆❀💗 Mutiara Alfaqiroh.💗 ❀◆•✾••┈


"Jika kamu sedang bahagia dan teringat seseorang, artinya kamu mencintai orang itu.


Jika kamu bersedih teringat seseorang, artinya orang itu mencintaimu."


___Ali bin Abi Thalib__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀💗❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Saya yang akan membayarnya!" seru Azzam yang akhirnya ikut buka suara.


Mendengar perkataan Azzam, Ayah Zahra terlihat antusias, sepertinya ia telah mengetahui, siapa Azzam sebenarnya. Makanya ia pun langsung mendekati Azzam.


"Benarkah Anda mau membayarnya dengan harga segitu?" tanyanya dengan antusias. Melihat Ayah Zahra, seperti sedang melakukan negosiasi dengan Azzam. Membuat Jampang terlihat tidak senang.


"Zumiran! Apa maksud Lo hah?! Lo mau pindah haluan hah? Itu artinya Lo sudah mempermainkan gue! Lo tau akibat mempermainkan gue hah?!" tanya Jampang sambil menarik tangan Ayah Zahra, yang dipanggil Zumiran itu. Dan membawanya sedikit menjauh dari Azzam dan Azkha, namun jarak mereka tidak begitu jauh, hingga pembicaraan mereka masih terdengar oleh Azzam dan Azkha.


"Woy..woy.. tenang Bos, kan gue pernah bilang, siapa yang bisa membayar anak gue lebih tinggi. Dialah yang akan memilikinya. Nah bos Jampang hanya bisa membayarnya lima puluh juta, padahal utang gue, sama bos hanya tiga puluh juta, jadi gue cuma dapat dua puluh juta? Kan gue rugi dong Bos!" ungkap Zumiran. Membuat Azzam dan Azkha yang mendengarnya menjadi geram.


"Sialan Lo Miran! Oke, kalau Lo milih dia tapi itu berarti Lo harus membayar bunga Lo seratus persen. Jadi Lo harus membayar gue enam puluh juta! Gimana Lo setuju?" kata Jampang sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Hah? Gila Lo bos, bukankah Lo bilang bunga hanya lima puluh persen?" protes Zumiran.


"Itu karena Lo sudah permainkan gue! Gue ngomong itu karena Lo memberikan jaminan anak yang akan menjadi istri gua! Dan karena sudah mempermainkan gue! Maka tanggung resikonya seperti itu! Paham Lo!" bentak Jampang terlihat sangat marah.


"Dan satu lagi! Lo harus membayarnya paling lambat tiga jam dari sekarang, kalau tidak bunga akan gue naikkan!" pungkas Jampang lalu ia pun langsung berlalu pergi dengan diikuti, oleh kedua pria bertubuh besar. Dan sekarang tinggal Zumiran, Azzam dan Azkha yang berada disana.


Setelah Jampang tak terlihat lagi Zumiran kembali menghampiri Azzam dan Azkha, dengan terburu-buru penuh semangat. Sambil ia menyunggingkan senyuman yang membuat Azzam dan Azkha, jijik melihatnya.


"Hehehe.. Maaf Pak atas insiden tadi," ucap Zumiran sambil cengengesan. "Baiklah kita sambung pembicaraan kita yang tadi. Apakah benar Pak Ustadz mau membayar anak saya seharga seratus juta Pak?" tanya Zumiran sumringah, ia mengulangi pertanyaannya dengan antusias. Membuat Azzam dan Azkha yang melihatnya semakin muak


"Benar! Saya akan membayarnya! Namun dengan catatan. Setelah Adik saya menikah dengan anak Anda! Maka terputuslah hubungan Anda dengan anak Anda? Apakah Anda setuju?!" tegas Azzam dengan tatapan dinginnya.


"Mana bisa begitu Pak, mau seperti apapun dia tetap anak saya! Dan adiknya Anda juga akan menjadi anak mantu saya. Dan kita akan jadi satu keluarga," kata Zumiran, dengan tampang tak tahu malu.


"Heh! Kalau nggak sudi ngapain Lo nikahi anak gue hah? Dan kayanya Lo nggak punya hak untuk mengeritik gue. Lagiankan wajar gue minta bayaran, karena gue sudah membesarkannya! Emang gampang apa mengurus anak dari kecil hingga besar. Dan itu membutuhkan biaya banyak tau!" ujar Zumiran yang terlihat ia sempat kesal mendengar perkataan Azkha.


Azzam, semakin muak melihat Zumiran, setelah mendengar perkataannya. Namun ia tetap menahan dirinya. "Baiklah saya tahu maksud Anda! Sekarang begini saja berapa yang saya harus bayar agar Anda mau melepaskan Zahra. Dan tidak lagi mengakui sebagai Ayahnya hah?"


"Nah ini yang gue suka!" ucapnya sambil menggosok-gosokan kedua tangannya, sambil menyunggingkan senyuman liciknya. "Lo tahu aja yang gue inginkan, baiklah boleh enggak minta banyak kok hanya lima ratus juta, itu sudah pas" lanjutnya lagi, sambil ia memainkan alisnya. Membuat Azkha, ingin sekali meninju wajahnya yang sejak tadi membuat dirinya muak.


"Cih! Dasar orang tua tamak Lo ya!" hardik Azkha, yang sudah mengepalkan tangannya dan Ingin meninju wajah Zumiran. Namun langsung di cegah oleh Azzam.

__ADS_1


"Tenanglah Azkha! Pukulan kamu terlalu berharga untuk diberikan kepada manusia yang rakus ini! Dia nggak pantas mendapatkannya Dek!" tegur Azzam, belum menahan tubuhnya Azkha. Namun tatapan matanya mengarah kepada Zumiran dengan tatapan yang terlihat tajam. Karena sebenarnya ia juga sedang menahan dirinya, yang sejak tadi ingin sekali menghajar Zumiran.


Mendengar perkataan Azzam, bukannya kesal Zumiran malah tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha, terserah Lo pada, mau bilang gue apa, Gue nggak peduli! Yang penting uangnya Lo bayar sekarang juga! Karena omongan rentenir sialan itu tidak bisa di buat main-main! Jadi cepat serahkan uangnya sekarang!" katanya tanpa ada rasa segan sedikit pun.


"Oke! Saya akan memberikan Anda seratus juta dulu sekarang! Sisanya akan saya serahkan setelah Adik saya mengijab Anak Anda! Bagaimana, apakah Anda setuju?" tanya Azzam terdengar tegas.


Zumiran nampak berpikir sejenak, sebelum ia membalasnya perkataan Azzam. "Emangnya kapan adik Lo akan mengijab Anak gue? Sorry, gue paling nggak suka harus menunggu lama! Kalau terlalu lama, lebih baik gue cari orang lain sajalah," katanya dengan memasang wajah, yang membuat Azzam dan Azkha, ingin sekali meludahinya, saking mereka geram dan muaknya, pada Zumiran.


"Anda tidak perlu khawatir! Saya pastikan itu takkan lama. Jadi saya harap anda cukup bersabar sebentar lagi!" balas Azzam.


"Maaf nih ya Pak Ustadz, gua bukannya khawatir. Tapi Gua hanya ingin kepastian, sebentarnya itu kapan ya? Karena gua paling nggak suka dengan perkataan yang mencla-mencle, yang ada membuang-buang waktu gua saja!" ujar Zumiran, membuat Azkha semakin muak hingga tanpa sadar ia berkata.


"Besok!"


┈┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2