SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
KEMARAHAN FRANS.


__ADS_3

❇❇🌹 MUTIARA ALFAQIROH 🌹❇❇.


۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞


"Mahkota seseorang adalah akalnya, darjat seseorang adalah agamanya, sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya"


___Saidina Umar Al-Khattab__


@@@@@@@@@@🌹@@@@@@@@@@


Satu Jam Sebelumnya..


Setelah melihat kepergian Frans, Irma menjadi pendiam dan bahkan saat devta menariknya untuk memasuki mobilnya Irma menurut saja dan tatapannya terlihat kosong membuat Devta sedikit heran akan perubahannya, karena sebelumnya Irma begitu garang dan cerewet padanya, namun kenapa apa sekarang berbeda.


" Heh?, Ada apa dengan gadis ini kenapa dia menjadi diam dan tatapannya menjadi kosong?"_ batin Devta.


Di sepanjang perjalanannya Devta jadi sering memperhatikan wajah Irma " Hmm, ternyata kalau diam seperti ini Irma terlihat cantik ya apalagi lagi melihat bibirnya hmm aku jadi ingin merasakannya"_Batin Devta , terlihat jelas sekali Ia sedang menelan salivanya dengan paksa, saat melihat wajah Irma.


"Yudi ke tempat biasa cepat! " titah Devta kepada supirnya Yang sepertinya sang sopir paham yang dimaksud oleh bosnya.


"Baik pak!" balas si supir yang bernama Yudi, dan Yudi pun mempercepat laju mobilnya hingga mobilnya memasuki kawasan gedung menjulang tinggi yang bertuliskan hotel DX, dan mobil pun berhenti tepat di depan lobby hotel.


setelah mobil terparkir dengan sempurna Devta turun dari mobil dan menarik kembali tangan Irma, sedangkan Irma hanya diam mengikuti devta hingga akhirnya mereka memasuki sebuah kamar hotel Irma hanya diam tatapannya masih kosong dan itu membuat Devta tersenyum licik, lalu ia pun pergi ke kamar mandi, dan kembali lagi dengan tubuh yang kini sudah terbalut dengan piyama kimono berwarna putih.


Setelah itu ia pun menarik tangan Irma menghampiri ranjang yang ada di kamar hotel.


"Ayo sayang kita bersenang-senang dulu Oke, sekarang minumlah ini dulu sayang." katanya sembari memberikan minuman berwarna merah, dan Irma masih menurutinya dan ia pun meminumnya dengan pasrah, ia sepertinya masih hanyut dalam pemikirannya yang entah apa yang sedang ia pikirkan.

__ADS_1


"Pintar aku suka wanita yang penurut." kata Devta yang kemudian ia langsung meraih bibir ranum Irma.


Irma yang di perlakukan itu membuat terkejut dan tersadar " Apa yang kau lakukan!" katanya sembari ia melayangkan tangannya ke pipi Devta.


PLAAK!!


Devta terkejut dan terlihat marah " Kamu!, berani sekali kamu menampar gue!" serunya sembari Ia memegang pipi yang bekas ditampar oleh Irma.


"Kenapa harus tidak berani pada pria brengsek seperti Antum?! yang tak tahu malu melakukan hal yang belum halal bagi antum hah!," balan Irma, yang terlihat juga ada kemarahan di raut wajahnya.


Heh!, Wanita munafik!, padahal kamu suka jugakan, buktinya kamu mau saja aku bawa kesini itu tandanya kamu juga mau bersenang-senang dengan gue! kata Devta dengan senyum sinisnya.


mendengar perkataan Devta, Irma langsung melihat ke sekelilingnya dan ia amat terkejut saat ia menyadari bahwa ia sedang berada di sebuah kamar hotel "Astaghfirullah! Kenapa Anda bisa berada di sini ya Allah Apa sih yang aku pikirin hingga ana tak menyadari kalau ana sudah berada di suatu kamar sama pria brengsek ini sih Ya Allah lindungi ana."_Batin Irma


Devta merasa aneh saat melihat Irma terlihat terkejut saat melihat sekelilingnya "Kenapa kamu terlihat terkejut begitu?, ah sudahlah itu tidak penting sekarang marilah kita bersenang-senang sayang kata devta yang kemudian Iya langsung menggendong Irma yang masih dalam kebingungannya.


"Aaakh" Pekik Irma saat tubuhnya tiba-tiba melayang." Apa yang kau lakukan! turunkan ana!" teriak Irma sembari ia meronta-ronta di atas gendongan Devta.


Irma memukuli dada Devta, namun dengan cepat Devta meraih kedua tangan Irma dan menaruhnya di atas kepalanya,


"Bajingan lepaskan aku.. UMM!" jeritnya namun dengan cepat Devta menutupnya dengan bibirnya, Irma menggelengkan kepalanya berharap tautan itu terlepas dan lagi-lagi tangan Devta yang kuat langsung menahan kepala Irma, dan kemudian ia melepaskan hijab Irma dengan paksa, kemudian ia kembali meraih Bibirnya lagi sembari tangannya juga bekerja menarik baju Irma hingga baju Irma pun robek terlihat bagian dadanya membuat mata Devta semakin berbinar ingin memakannya.


Irma yang tubuhnya mulai gemetar hanya bisa menangis dan masih berusaha keras untuk lepaskan dirinya dari jeratan tubuh Devta yang berada di atas. "Lepaskan! laki-laki brengsek! Jangan sentuh aku! Aaakh!, TOLOONG ! " Irma berusaha menjerit sekuat-kuatnya berharap seseorang bisa menolongnya.


"Untuk apa kamu berteriak sayang, Tak akan ada yang mendengarnya karena kemarin ini memiliki kedap suara, Ayolah sayang nikmatilah permainan kita" Ujar Devta dan ia bermaksud meraih bibir Irma namun tiba-tiba rambutnya seperti ada yang menarik dengan kuat dan..


BUUGH!! tiba-tiba wajahnya di hantam keras Devta ingin melihat siapa yang melakukan itu tiba-tiba..

__ADS_1


BUUGH!!.. BUUGH!!..BUUGH!!..BUUGH!!"…


hantaman bertubi-tubi yang mendarat di wajahnya berkali-kali membuat daftar Tak memiliki kesempatan untuk membalas pukulan tersebut.


Sedangkan Irma yang yang melihat tubuh Devta di tarik, dari atas tubuhnya, langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh bagian atasnya, yang terlihat sekali masih gemetaran dan kemudian ia pun langsung melihat siapakah yang telah menolong dirinya.


"Bang Frans?!" gumamnya dengan suara yang bergetar, Irma melihat Frans dengan mata yang memerah penuh kemarahan menghajar Devta habis-habisan, dan ia juga melihat Azzam yang hanya menonton kemarahan Frans menghajar Devta dengan bertubi-tubi hingga membuat Devta tak berdaya lagi namun Frans masih menendanginya hingga Azzam menarik tubuh Frans.


"Sudah cukup Frans!, Lo bisa membunuhnya nanti!" seru Azzam yang menahan tubuh Frans yang masih bergetar akibat kemarahannya.


"Gue nggak peduli!, bajingan ini pantas mati!" Hardik Frans yang bermaksud ingin menendang Devta lagi..


"Sudah Cukup Frans!," Bentak Azzam, " Sebaiknya kita sekarang membawa Irma ke rumah sakit cepat!" lanjutnya lagi.


Mendengar perkataan Azzam menyebutkan nama Irma frans pun langsung menoleh kearah Irma yang terlihat sekali gemetaran dan dengan cepat ia membuka jasnya dan ia pun langsung menghampiri Irma dan memakaikan jas tersebut di tubuh Irma di bagian depannya,


"Sudah tidak apa-apa, jangan takut lagi." kata Frans lembut dan terlihat juga Amarahnya sudah meredam. setelah itu ia mengambil hijab Irma yang berada di bawah ranjang dan kemudian ia pun memakaikan hijabnya itu, setelah itu ia pun mengendong Irma.


Sedangkan Irma hanya diam dan hanya menangis, dan membiakan tubuhnya di gendong oleh Frans dan ia juga menyembunyikan wajahnya di dada bidang Frans. dan kemudian mereka semua pun pergi meninggalkan Devta yang masih tak sadarkan diri itu tapi Azzam Meminta salah satu anak buahnya untuk menangani Devta, setelah itu ia pun langsung menyusul Frans yang sedang menggendong Irma.


Sesampainya di pintu lobby hotel ternyata mobil mereka sudah berada di depan pintu lobby dan dengan cepat Frans pun masuk ke dalam mobil Azzam dan membiakan Irma yang masih menyembunyikan wajahnya di dadanya duduk di pangkuannya dan setelah Azzam sudah duduk juga di belakang kemudinya mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang.


Saat masih di dalam perjalanan tiba-tiba Irma bergumam dengan tubuh yang bergetar.


"Panas sekali!"


***********

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.


Hadiahkan Author VOTE nya bila kalian suka dengan novel ini, dan Berikan LIKE DAN KOMENTAR sebagai Penyemangatnya Author Ok guys, so jangan lupa ya 🙏😉 SYUKRON 🙏😊.


__ADS_2