
โโ โโฆ๐ค MUTIARA HIKMAH๐คโฆโโ โ
Wahai Sahabat Fillah ๐ค
Kuatkanlah keyakinan mu kepada Allah, maka dunia ini akan melemah kepada mu.
Besarkanlah keyakinan mu kepada Allah, maka dunia ini akan mengecil pada mu,,
๐ค
Jangan pernah berhenti berharap kepada Allah, Dia selalu tau apa yang terbaik untuk mu, percayalah๐
__sแดแดสษชแดs แดา แดสแด แด แดส__
โ โโฆโโ โโฆโโ โโฆ๐คโฆโโ โโฆโโ โโฆโโ
Di Rumah Sakit keluarga Azzam tempat Reyhan bertugas. Karena hari ini tidak ada jadwalnya untuk mengajar di fakultas kedokteran, Reyhan menghabiskan waktunya di rumah sakit dan kini ia sedang berada di dalam ruangannya, dan kebetulan hari ini pasien lumayan ramai hingga ia bisa melupakan problem kehidupannya.
Dan saat ini Rayhan sedang memeriksa seorang nenek, yang menurutnya nenek itu dalam keadaan sehat wal'afiat, namun sang nenek mengatakan Iya sedang sakit membuat Reyhan sedikit heran.
"Saya sudah priksa nenek, semuanya normal, itu artinya nenek sehat."Ujar Reyhan pada seorang nenek, setelah ia selesai memeriksa kondisi sang nenek.
"Ah, dokter ganteng salah nih, orang nenek sakti kok, kalau nggak percaya priksa lagi deh." Kata Sang Nenek yang terlihat ngeyel.
"Tapi saya sudah periksa nek semuanya normal nggak ada gejala yang Aneh juga kok." Ujar Reyhan lembut
"Tapi di sini Nenek sakit Dok." pasang nenek sambil memegang dadanya di tempat hatinya berada.
"Hum, apa maksudnya nenek, kalau saat ini Nenek sedang sakit hati ya?."
"Mungkin iya Dok, habis anak nenek ngadain acara tapi nenek tidak boleh ikutan, kan nenek ingin juga ikut bersenang senang." Ujar sang Nenek yang terlihat sedang curhat pada Reyhan, mendengar perkataan sang Reyhan pun tersenyum. dan saat bersamaan pintu ruangan Reyhan di untuk seseorang dari luar ruangan.
Tok..tok.. tok..
"Masuk!!" Seru Reyhan, dan tak lama seorang pria Masuk. "Eh, Pak Harun?!." Sentak Reyhan saat melihat wajah pria yang baru saja masuk keruangannya.
"Eh, Dokter Reyhan?, Apa kabar Dok." Tanya pria yang di panggil Harun Oleh Reyhan. sembari ia mengulurkan tangannya ke arah Rayhan
"Alhamdulillah saya sehat pak, Oh iya Bapak sendiri bagaimana kabarnya?, apakah jantung sudah bermasalah lagi?" Balas Reyhan sembil menyambut uluran tangan Harun.
"Alhamdulillah saya sehat, ini juga berkat Anda Dok, ya semenjak Anda yang menangani jantung saya, jantung saya tidak pernah kumat lagi, malahan sekarang saya merasa muda kembali pak, " Ujar Harun, " Terima kasih ya Dok, seandainya waktu di acara hotel itu tidak ada anda mungkin saat ini, saya sudah jadi cacing tanah." Lanjut Harun yang terlihat ia sangat berterimakasih sekali pada Reyhan.
" Ah, Bapak terlalu berlebihan, itu bukan berkat saya Pak, tapi itu berkat Allah, saya hanya perantaranya saja kok pak." Jelas Reyhan.
__ADS_1
"Eh, hehehe iya juga, tapi tetap saya sangat bersyukur sekali karena bisa bertemu dengan Anda Dok." Ujar Harun lagi merasa senang.
"Sudah sudah pak, saya jadi tak enak nih, oh iya apakah ada yang bisa saya bantu pak?." Tanya mengalihkan pembicaraannya.
"Oh, iya saya kesini karena mendengar ibu saya sakit Dok, dan beliau adalah ibu saya Dok." Kata Harun sambil mendekati sang Nenek.
"Oh, ini Ibu pak Harun ya?." Tanya Reyhan.
"Iya Dok, apakah ada penyakit yang serius pada ibu saya." Tanya Harun yang terlihat cemas.
"Tidak ada yang serius kok, ibu Anda hanya butuh perhatian dari keluarganya saja, kalau kondisinya saat ini ia sangat sehat pak." Jelas Reyhan jujur.
"Oh jadi ibu saya tidak sakit Dok?" Tanya Harun lagi, untuk memastikan kebenarannya sekali lagi.
"Iya pak, ibu anda sangat sehat walafiat Dan saat ini ia hanya membutuhkan perhatian anda." Jelas Reyhan mengulangi perkataannya lagi.
"Oh begitu ya Dok, Baiklah sekarang saya paham, kalau begitu saya minta maaf karena ibu saya sudah merepotkan Dokter." Kata Harun yang terlihat merasa bersalah karena perbuatan sang ibu, yang berbohong hanya ingin mendapatkan perhatian dari sang anak.
"Tidak apa-apa pak, saya memakluminya kok." Balas Reyhan.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi saja ya Dok, oh iya, saya hampir lupa, kalau begitu saya sekalian ingin mengundang Anda, ke acara ulang tahun anak saya yang akan di adakan malam ini, dan saya harap Dokter bisa hadir biar sekalian makan malam sebagai ucapan terima kasih saya ya Dok." Ujar Harun yang terlihat sangat berharap Rayhan menerima undangannya.
" Baiklah pak, in syaa Allah saya akan datang." Balas Reyhan sambil tersenyum Ramah.
"Iya Pak, in syaa Allah tiidak merepotkan kok pak." Balas Reyhan ramah sambil ia menyambut uluran tangannya Harun.
"Alhamdulillah, baiklah saya permisi Dok." Ujar Harun yang kemudian ia pun mengajak sang Ibu keluar dari ruangannya Reyhan.
Dan setelah kepergian Harun Reyhan pun melanjutkan tugasnya lagi, sebagai seorang dokter dan ia pun memeriksa kembali pasiennya satu persatu hingga jam tugasnya berakhir. dan ia pun langsung meninggalkan ruangannya, bermaksud pulang ke rumahnya.
_________
Jam 07:30 malam..
Reyhan yang sedang bersantai tidur-tiduran di ruang keluarga sambil menonton TV, tiba-tiba tersentak karena teringat undangan dari pak Harun.
"Astaghfirullah, hampir saja gue lupa, hari inikan gue di undang pak Harun!." Gumam Reyhan yang langsung terduduk dan kemudian ia pun melihat jam. " Masih sempat nih, ya sudah sebaiknya aku siap-siap sekarang!." Gumamnya lagi yang kemudian ia pun berlari menuju kekamarnya bermaksud mengganti pakaiannya.
Dan Tak berapa lama ia kembali lagi, dan langsung melangkah menuju pintu keluar rumahnya, dan kemudian ia pun berjalan menuju mobilnya yang sedang terparkir di depan rumahnya dan setelah ia memasuki mobilnya, tak berapa lama mobil pun mulai melaju menuju ke rumah pak Harun.
Satu jam sudah ia menempuh perjalanan yang akhirnya ia pun sampai tepat di rumah pak Harun yang terlihat sudah ramai, dan ia juga langsung di sambut oleh Pak Harun.
"Alhamdulillah Akhirnya Dokter Reyhan datang juga." Ujar Pak Harun terlihat senang dengan kedatangan Reyhan. " Mari pak, Masuk." Ajaknya terlihat antusias.
__ADS_1
"Terima kasih pak." Balas Reyhan Ramah yang kemudian ia pun mengikuti langkah pak Harun yang ternyata Acara tersebut di adakan di taman belakang rumahnya di dekat sebuah kolam renang.
"Enakin ya pak, anggap rumah sendiri, saya permisi sebentar, untuk menyambut tamu yang lainnya dulu pak." Ujar Harun lagi
"Oh iya pak silakan." Setelah mendapatkan jawaban dari Reyhan Harun pun pergi meninggalkan dirinya. sedangkan Reyhan melihat sekeliling para tamu berharap ada yang ia kenali, hingga matanya terfokus pada seorang wanita yang terlihat sedang tertawa-tawa pada teman-temannya.
"Aziah?!" Gumam Reyhan dan ia pun hanya bisa memandangnya dari jauh hingga acara di mulai.
"Ayo guys kita bersenang-senang, dan gue tantang kalian beradu panco sama gue, yang kalah dia harus menjatuhkan pacarnya kedalam kolam renang, apakah kalian berani?." Ujar seorang anak muda berwajah tampan dan terlihat tubuhnya sangat kekar.
"Siapa takut, ayo gue jabanin tantang Lo." Ujar salah satu dari mereka, yang kemudian permainan pun di mulai.
"Athan aku nggak suka ide kamu yaa!, hentikan ide gila ini!." Bentak seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri para pria yang sedang menunjukkan kebolehan mereka.
"Tenang Ziah ku sayang, aku tidak akan kalah kok." Jawab pria yang bernama Athan.
"Aku bilang hentikan ya hentikan!!" Bentak wanita itu yang ternyata Aziah. ia terlihat kesal melihat pacarnya yang sedang beradu panco, mendengar Omelan Aziah membuat Athan tidak fokus alhasil dia pun kalah.
"Akh, berisik sekali sih kamu!, lihat aku jadi kalahkan!." Bentak Athan yang terlihat kesal karena ia terkalahkan.
"Ayo than, sesuai perkataan Lo, yang kalah harus cebuin pacarnya." Kata para teman-teman Athan.
"Oke-Oke gue nggak akan ingkar," Kata Athan sembari ia mendekati Aziah. " Ayo Ziah kamu harus nyebut ke kolam renang, lagian aku kalah karena kamu jugakan." lanjut Athan pada Aziah.
"Kamu jangan gila ya than aku akan membencimu seumur hidup aku kalau Lo lakukan itu!." Bentak Aziah sambil ia berjalan mundur.
"Ayolah Ziah jangan bikin aku malu!" Kata Athan yang kemudian ia langsung menggendong Aziah dan langsung menceburkannya ke kolam renang, mereka yang melihatnya tertawa senang termasuk Athan ikut tertawa kesenangan.
Reyhan yang melihat itu langsung berlari menuju kearah kerumunan para sahabatnya Athan dan ia melihat Aziah sedang menangis dengan bibir yang bergetar karena kedinginan serta ia melihat tangannya menutupi bagian dadanya yang sudah pasti terlihat berbentuk karena bajunya sudah basah kuyup. melihat Athan yang malah tertawa membuat Reyhan geram dan ia pun langsung mendekatinya dan..
BUUGH!!
Satu pukulan mendarat kemuka Athan hingga ia jatut terduduk dan terlihat juga hidungnya mengeluarkan darah.
Sedangkan Reyhan langsung membuka Jas hitamnya lalu ia turun ke kolam renang yang kebetulan airnya hanya sebatas di bawah pinggulnya jadi ia tak perlu berenang untuk menghampiri Aziah ia berjalan perlahan yang kemudian ia memakaikan jasnya pada Aziah. membuat Aziah yang tadi menangis sambil menunduk wajahnya karena malu terkejut dan ia pun langsung melihat wajah Reyhan.
"Hiks..Hiks..Bang Reyhan?!".
___________
.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐๐
__ADS_1
Tambahkan penyemangat author Ok ๐๐.