
ೋ๑୨♥️ Mutiara Hikmah♥️୧๑ೋ
Untuk Bahagia, Tak Perlu Menunggu Semua Berjalan Sempurna Sesuai Keinginan
Ada saatnya kita menangis, sedih, dan kecewa. Tapi bukan berarti dari situ kita tak bisa kembali bahagia. Justru dari semua ketidak sempurnaan yang terjadi dalam hidup, kita bisa lebih bijak menghadapi hidup. Lalu memiliki kekuatan untuk menciptakan bahagia kita sendiri, dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan sendiri.
“Cry. Forgive. Learn. Move on. Let your tears water the seeds of your future happiness 🥰
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦♥️❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅•
Melihat Reyhan yang terlihat begitu kesakitan, membuat Aziah menjadi panik dan cemas. Apa lagi saat ia bertanya, namun Reyhan tidak merespon. Dan dia hanya memejamkan matanya, yang Aziah tahu kalau suaminya sedang menahan sakit.
"Bang Rey, jangan buat Zia takut.. jawab Ziah Bang. Abang nggak papakan?" tanya Aziah Yang kita suaranya terdengar bergetar, serta matanya juga sudah berkaca-kaca.Tubuhnya juga terlihat gemetaran, karena rasa takut akan terjadi sesuatu pada Reyhan, yang belum lama menjadi suaminya itu.
Reyhan yang merasakan suara istrinya sudah Berbeda ia pun membuka matanya. Dan langsung memandang istrinya yang sudah meneteskan air matanya.
"Abang, nggak papa Dek, sini naiklah kesini Dek," balas Reyhan sembari ia menepuk tempat tidur, tepat di sampingnya.
Aziah pun mengikuti keinginan suaminya, dan ia langsung naik ketempat tidur Reyhan dan duduk tepat di sampingnya. Reyhan langsung menarikmya sehingga Aziah ikut terbaring setengah duduk juga karena posisi tempat tidur bagian kepala kebetulan meninggi. Sehingga mereka tidur setengah duduk.
"Aah.. Abang! Jangan begini, nanti kalau ada yang masuk gimana?" protes Aziah yang terlihat berusaha hendak bangkit.
"Sssth...Jangan hiraukan mereka Dek, dan biarkan kita seperti ini. Sebentar saja." ucap Reyhan lirih, Aziah akhirnya pun terdiam. Dan ia juga membiarkan wajahnya bersandar di bahunya.
Suasana kembali hening, yang terdengar hanya desisan nafas Reyhan yang sepertinya ia sedang menahan sakit. Aziah yang mendengarnya tidak tega. Aziah menatap wajah suaminya yang masih memejamkan matanya. Namun ia juga melihat keningnya mengerut, dan Aziah tahu kalau kerutan itu tanda ia sedang menahan sakit.
"Aku tahu saat Bang Reyhan, sedang menahan sakit. Apa yang harus aku lakukan? Aku nggak Nggak tega melihatnya seperti ini. Bagaimana pun Bang Rey seperti ini karena menolong aku." batin Aziah berkecamuk, antara cemas, bingung, dan sedih, menjadi satu.
"Oh iya dokter, sebaiknya aku panggil dokter saja. Dokterkan tahu obat penghilang nyeri" batinnya lagi. Lalu ia bermaksud hendak bangkit dari sisi Reyhan. Namun malah membuat Reyhan tersentak dan langsung membuka matanya.
"Mau kemana Dek?" tanyanya, karena melihat Aziah menggeserkan tubuhnya.
"Ziah mau Panggil dokter Bang. Biar dokter ngasih
obat penghilangkan rasa sakit sama Abang," jelas Aziah, dengan wajah yang masih terlihat cemas.
__ADS_1
"Tidak usah Dek, Abang sudah tidak merasakan sakit Kok." ujar Reyhan sambil menahan tangan Aziah.
"Tapi Bang..."
"Sssth.. Abang beneran nggak papa kok Dek," potong Rehan, sambil tersenyum lembut, pada Aziah. "Lagian rasa sakit Abang tadi mungkin karena kualat sama kamu Dek," lanjutnya lagi.
Aziah mengernyit terlihat bingung, karena ia tak memahami perkataan Reyhan. "Apa maksudnya Abang? Ziah nggak paham bang."
Rehan kembali tersenyum lembut, pada gadis yang sedang duduk disampingny. Yang saat inii sudah resmi menjadi istrinya.
"Maaf Ziah, tadi saat Mama dan Papa kamu pulang. Kamu terlihat sedih, maka tadi Abang bermaksud menggoda kamu. Nah saking semangatnya ingin menggoda Abang sampai lupa kalau perut Abang sedang terluka, jadi ya seperti tadi deh." jelas Reyhan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena malu.
Aziah ikut tersenyum melihat tingkah suaminya. "Abang ada-ada aja sih?" ucapnya lirih, dan masih tersenyum melihat Reyhan.
"Eh, istriku tersenyum? Hum..Maa shaa Allah, manisnya..senyum istriku," goda Reyhan, terlihat senang.
Yaa, semenjak Aziah putus dari Athan. Aziah berubah menjadi pendiam, dan sulit sekali tersenyum, Reyhan jadi sulit menebak isi hatinya. Karena dari mulutnya dia mengatakan benci pada Athan, tapi nggak tahu di dalam hatinya. Tetapi Reyhan menyimpulkan, kalau perubahan sikapnya, Aziah itu menandakan kalau sebenarnya ia masih mencintai Athan.
Mendengar godaan Reyhan, Aziah tersipu malu. "Iss..apaan sih Bang Reyhan! Ziahkan jadi malu" ucapnya lirih, dengan wajah yang ditundukkan.
"Eh..Ziah nggak tahu itu Bang, dan baru ini mendengarnya" balas Aziah, yang masih menundukan wajahnya.
"Nanti juga kamu bakalan tahu kok Dek. Ya sudah sini kamu istirahat di sini Dek" kata Reyhan sembari ia merentangkan lengan kanannya, agar Aziah mau tidur berbantalkan lengannya Reyhan. Yaa maksudnya Babang Reyhan biar bisa di peluk sih..
"Nggak akh..Ziah nggak ngantuk kok Bang. Lagian kalau ngantuk Zia bisa tidur di sofa aja bang."
"Kata siapa kamu nggak ngantuk?"
"Yaa kata Ziah dong bang! Kan Ziah yang ngomong."
Reyhan tersenyum tipis saat melihat wajah Aziah, yang terlihat lucu saat ia membalas perkataannya dengan suara lantangnya. Sedangkan Aziah langsung mengerenyit saat, ia menangkap senyum tipis di bibir Reyhan.
"Kenapa Abang tersenyum seperti itu sih?" tanya Aziah dengan wajah di penuhi kecurigaan.
"Abang senang aja, karena si kecil yang cerewet di tiga belas tahun yang lalu sudah kembali" jawab Reyhan, sambil menoel pucuk hidungnya Aziah.
"Iss Apaa sih Bang? Maksudnya Abang apa?" tanya Aziah penasaran.
__ADS_1
"Nggak papa, sudah sini kamu istirahat." ajak Reyhan sambil menarik Aziah ke lengannya yang ia rentangkan tadi.
"Aah.. Apaan sih Bang!" pekik Aziah, yang kini ia sudah berada di samping Reyhan dengan kepala yang sudah di atas lengannya. Dan Aziah bermaksud untuk duduk kembali namun tangan kanannya sudah mengunci Aziah.
"Tidurlah, tadi malam kamu nggak tidurkan?" Aziah langsung kaget mendengar perkataan Reyhan.
"Eh! Dari mana Abang tahu?" tanya Aziah heran.
"Dari hati Abang Dek, Dia mengatakan kalau kamu sedang rindu sama Abang jadi kamu tidak bisa tidak," kata Reyhan asal, sembari ia mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Aziah langsung membulat kaget.
"Iiss Bang Reyhan! Bohong ajakan?"
Melihat wajah istrinya terlihat lucu Reyhan spontan tertawa terbahak-bahak. "Hahaha..Hahaha.. lucu banget sih wajah kamu Dek..hahaha."
Karena kesal merasa di tertawakan, Aziah yang geram dengan spontan memukul perut Reyhan yang masih terluka, tanpa ia sadari. Sehingga dengan spontan juga Reyhan pun menjerit dengan kuat.
"AAAAAKH!!"
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
Dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.
__________
Oh iya sambil menunggu author update kunjungi Novel terbaru Author ya yang berjudul.
*Cinta Si Gadis Tomboi* In syaa Allah Nggak kalah serunya kok dengan novel Author lainnya 😉
cus kepoin ya guys dan berikan dukungan juga oke ini novel terbaru Author.👇👇
__ADS_1