SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
PERMINTAAN AYAH MERTUA


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ ══Kalam Habaib══ ✥.❖.✥ ══


Wanita merupakan faktor utama adanya sebuah ketentraman dalam rumah tangga. Tidak ada faktor lain yang bisa menguatkan untuk memiliki rasa ketaqwaan dibanding peran seorang wanita.


📚[ AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ ]📚


\=\=\=\=️️⚛️\=\=\=\=⚛\=\=\=\=⚛\=\=\=\=⚛\=\=\=\=⚛\=\=\=\=


'Mas..Kamu baik-baik sajakan? tanya Naisha kembali karena Azzam tidak meresponnya.


"Eh aku tidak apa-apa kok," Azzam tersentak dan langsung mematikan hair dryernya.


"Nih, rambut kamu sudah kering" lanjutnya lagi sambil menyerahkan hair dryer pada Naisha..


"Syukron ya mas.. muach!" lagi-lagi Azzam kaget di buat Naisah, yang begitu berani menciumnya.


"Kamu?!.." Belum sempat Azzam protes Naisha sudah berlari ngacir hendak keluar kamar saat pintu sudah terbuka ia menoleh ke Azzam..


"Week,.. sudah terhapus dosa kecil Icha karena mencium mas Azzam, Syukron mas.. " serunya sembari mengedipkan sebelah matanya. lalu ia pun menghilang di balik pintu kamarnya yang sudah di tutup kembali oleh Naisah.


Setelah kepergian Naisah Azzam berdecak pelan, "CK, Dasar Bocah Aneh!" Gumamnya, lalu ia membaringkan tubuhnya kembali. Namun matanya Sepertinya sulit untuk di pejamkan dan akhirnya ia hanya melihat sekeliling kamar Naisha


Dan di saat ia melihat sebuah meja yang terdapat banyak buku disana dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya, lalu ia pun menghampiri meja tersebut, dan terpapanglah di sana sebuah pigura yang berpotokan tiga orang anak kecil satu Anak perempuan gendut dan dua laki-laki satu berbadan tinggi yang satunya sama tingginya dengan wanita kecil gendut itu..


"Inikan Poto gue dan Azkha waktu kecil, kapan kami pernah berfoto bersama dengan bocah gendut ini?" Gumam Azzam merasa heran..


Di saat ia sedang mengingat kapan ia pernah berpoto, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.


"Mas, di panggil bunda.." seru Naisha yang tiba-tiba nongol di balik pintu kamar.


"Eh, mas lagi ngapain?" tanya Naisha yang melihat suaminya sedang memegang sebuah pigura.


"Kamu mendapatkan foto ini dari mana?" bukannya menjawab pertanyaan Naisha Azzam malah memberikan pertanyaan pada Naisha.


"Oh, itu pemberian kakek mas Azamkan waktu Icha hendak berangkat ke kota Jt" Bales Naisha apa adanya..


"Eh, tapi kapan kakek memoto kita bersama gini?" tanya Azzam penasaran, karena seingatnya dia tidak pernah berfpoto dengan Naisha seperti ya ada di pigura itu.


"Icha juga nggak tahu mas," bales Naisha polos.


"Ya sudah lupakan" ujar Azzam sembari meletakkan kembali pigura foto itu ke tempat semula " Tadi kamu bilang apa?, bunda panggil aku?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Iya bunda menyuruh mas Azam makan malam bersama"


"Ya sudah ayo " Ajak Azzam setelah mendengar perkataan Naisah..


"Iya, " Mereka pun pergi bersama menuju ruang makan yang di sana sudah duduk Ayah , bunda dan kakak Naisha yang sepertinya sedang menunggu kedatangan Azzam.


"Duduklahlah nak, kita makan bersama ya" ujar sang bunda lembut..


"Iya bunda Terimakasih, " bales Azzam sopan lalu ia pun duduk di kursi yang kosong dan di ikuti Naisah di sampingnya.


"Layanan suamimu nak" titah bunda pada Naisha..


"Iya bunda" bales Naisha, lalu ia pun mengambil piring dan mengisinya dengan nasi berserta lauknya, kemudian ia menyerahkannya pada Azzam.


"Terimakasih " ucap Azzam singkat sembari mengambil piring yang di berikan oleh Naisah..


"Afwan" bales Naisha singkat pula. dan kemudian ia mengambil sepiring juga dan kemudian Meraka pun makan bersama dengan penuh hikmat.


Dan setelah selesai mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol-ngobrol.


Namun tiba-tiba Ayah Naisah bangkit dan mengambil sesuatu dari dalam laci dan mengeluarkannya dan kembali menghampiri mereka..


"Nak Azam bisa bermain catur?" Tanya Ayah Faisal.


"Wah itu baru lelaki sejati, Ayo kita main" Ajak sang Ayah pada Azzam..


"Ayo yah" bales Azzam menyambut Ajakan sang ayah mertua..


"Apa hubungannya catur dengan lelaki sejati yah?" tanya Naisha yang sedang duduk di samping suaminya.


"Akh, anak kecil mau tau saja sih" bales sang Ayah membuat Azzam mengulum bibirnya menahan tawa agar tidak keluar karena melihat wajah Naisha menjadi lucu saat ayahnya berkata ia anak kecil..


"Iss Ayah, siapa yang anak kecil, kalau Nai, anak kecil ngapain Nai di nikahin sama mas Azam" protesnya dengan mulut cemberutnya.


"Ya nggak papa, Aisyah waktu menikah dengan Rasulullah juga masih kecil, bahkan lebih kecil dari kamu" Bales sang Ayah dengan senyum kemenangan..


"Iikh, Ayah bisa aja deh jawabnya, kalahkan Ayah mas, agar predikat ayah pemain catur yang tak terkalahkan pindah sama mas " ujar Naisha yang masih dengan wajah basanguinya.


"Kita lihat aja nanti nai" bales Azzam yang kini sedang fokus dengan caturnya dan permainan semakin seru saat Azzam memenangkan ronde pertama, membuat Naisha bersorak senang karena akhirnya ayahnya terkalahkan oleh suaminya..


"Yeeee, mas Azam menang, predikat ayah..krek" sorak Naisha senang dan saat perkataan terakhir ia mengesek kilat tanganya kelehernya.

__ADS_1


membuat Azzam Tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil mendapatkan lotre.


"Ah, masih pemanasan Nai, kali ini pasti ayah akan menang" bales sang ayah penuh percaya diri. dan ronde kedua di menangkan Azzam lagi dan kembali Naisha bersorak kegirangan. membuat sang ayah semakin penasaran dan terus menerus mengajak Azzam tetap bermain hingga suara Naisha hilang karena ternyata ia telah tertidur pulas bunda yang baru datang..


"Loh kok Naisha tidur di sini sih?" tanya bunda heran tapi tidak di respon kedua laki-laki itu yang sedang bertarung.


"Nai, bangun pindah ke kamar kamu sana" titah san bunda sembari menggoyangkan tubuh Naisha..


"Iya bunda," Bales Naisha dengan mata masih tertutup lalu ia berjalan menuju kamarnya, Azzam yang melihat istrinya berjalan dengan mata tertutup, membuat ia kembali mengulumkan bibir menahan tawanya..


Setelah Naisha sudah hilang di balik pintu kamarnya, bunda pun kembali menegur sang Ayah.


"Yah sudah malam banget loh, inikan malam pertama nak Azam, emang ayah nggak kepingin cepat menimang cucu?" Ujar san bunda, membuat Azzam tersedak oleh Silvanya sendiri mendengarnya


"Uhuk, uhuk, uhuk " Azzam terbatuk-batuk..


"Kamu nggak papakan nak?, nih minum nak" tanya bunda dan sembari menyerahkan air putih, dan dengan cepat Azzam meneguknya..


"Iya, yah Ayah kok lupa..ya sudah sana nak, bikinin Cucu Yang Banyak buat Ayah ya.." pinta sang Ayah, membuat Azzam lagi-lagi terbatuk-batuk mendengar pemintaan Ayah mertua yang menginginkan cucu yang banyak..


"Uhuk uhuk uhuk uhuk"


"Aduh kamu kenapa sih nak?" tanya bunda cemas..


"Nggak papa Bun, ya udah Azzam ke kamar ya" pamiit Azzam malu..


"Ya sudah sana nak" bales bunda.


"Jangan lupa ya nak, cucu yang banyak!" seru Ayah lagi agak keras karena Azzam sudah sedikit menjauh..


kini Azzam sudah di dalam kamar Naisha..


"Cucu yang banyak?, emang gampang apa buatnya?, kayak kucing aja sekali lahir bisa banyak gitu..?" gerutu Azzam teringat perkataan sang Ayah mertuanya, sembari ia mendekati ranjang Naisha dan..


**BERSAMBUNG..


◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA 🙏😉


LIKE▫▫▫▫VOTE▫▫▫▫▫ KOMENTAR

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA SYUKRON 🙏😊**


__ADS_2