SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
SI KUYUUS LAGI?!


__ADS_3

💫🌠KALAM ULAMA 🌠💫


Ibnul Qayyim berkata,⁣



“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang di perintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah di jamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah dengan hikmah-Nya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmat-Nya membukakan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu"


__💫Ibnul Qayyim 💫__


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Di Dalam mobil yang di kemudikan oleh Frans.


Azzam terlihat bahagia, hingga tanpa sadar ia selalu, senyum-senyum sendiri dan itu terlihat oleh yang sedang mengemudi mobil nya dan ia pun mengerutkan keningnya.


" Nai?, suamimu sudah kamu kasih apa?," tanya Frans, pada Naisha yang sedang duduk di samping Azzam.


"Eh, Nggak di kasih apa-apa kok Bang Frans." jawab Naisha yang langsung melihat suaminya.


"Emang kenapa bang?" tanyanya balik pada Frans.


"Ha, Benarkah?, tapi kenapa sejak tadi senyum-senyum sendiri begitu ?" tanya Frans yang masih melirik kaca spionnya Sambil ia tetap fokus pada mengemudinya, dan kembali lagi Naisha memandang suaminya dengan seksama.


"Benaran, mas senyum-senyum sendiri?" tanya Naisha polos. membuat Azzam tersandar, karena rupanya ia sejak tadi ia sedang hanyut dalam pemikirannya sendiri.


"Eh, kata siapa?" tanyanya polos.


"Kata bang Frans tuh" jawab Naisha.


"Akh, dia mah emang gitu Nai, suka halu" kata Azzam asal.


"Eh, halu dari Mane?, jelas-jelas Lo dari tadi yang menghalu, Ampe kita ngomongin Lo aja nggak sadarkan?" protes Frans yang matanya yang fokus kedepan, kadang juga melirik kaca spion, makanya ia tahu kalau temannya itu sejak tadi senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


"Akh diam Lo!, berisik banget sih Lo,!!," Tegur Azzam ketus.


"Idih!, kumat dah, berongnya, tapi ngomong-ngomong Lo sebenarnya mikirin apa sih, Ampe Lo mesam-mesem gitu?"


"Akh, kepo Lo, kalau mau tahu, makanya Lo kawin sana, jadi nanti Lo bakalan tau sendiri!"


"Lah, apa hubungannya sama kawin?, orang guekan cuma tanya, apa yang Lo pikirkan?"


"Ya adalah, makanya gue nyuruh Lo cepatan kawin deh, Sono"


"Gampang banget tuh, omongan, kawin, kawin, kalau segampang itu, dah dari dulu kali gue kawin, nah ini calon aja kagak ada, eh di suruh kawin" Gerutu Frans, mulai kesal.


Naisha yang mendengarnya perdebatan antara suaminya dan temannya itu, membuat kupingnya pengang karena sejak tadi yang mereka sebut kawin Mulu.


"Kalian berdua kok jadi pada berdebat sih?, udah omongannya dari tadi kawin-kawin mulu lagi, bisa nggak pakai bahasa yang benar nikah gitu kalau sama manusia ?" tegur Naisha.


" Eh, Iya itu maksudnya Nai," bales Frans, sedikit malu, " Ya sebenarnya itukan, yang ngomong gitu laki mu sendiri Nai" dalih Frans, yang sepertinya tak ingin disalahkan.


"Pokoknya sama aja,!"


"Iya Niat Lo sih baik, tapi kalau ada jodohnya, nah ini, bentuk jodoh gue aja nggak tau, malah di suruh nikah lagi" Ujar Frans yang masih fokus dalam menyetirnya tapi masih menanggapi perkataan Azzam.


"Lah, kan sudah ada bro."


"Hah?, siapa?"


"Itu, si buldozer." kata Azzam dengan alis di naik-turunkan, saat Frans yang kebetulan sedang melirik kaca spionnya.


"Aiit, buju' buset, gile Lu ndro, masa jodohin gue, Ama yang wah gedek banget gitu!" protes Frans dengan nada seperti kasino di warkop.


"Ya nggak papa, kas, dari pada lu kagak nikah-nikah, hayo, ntar keburu kiamat deh, yang ada lu bakalan nyesel tau,!" bales Azzam sembari ia merangkul bahu Naisha untuk memamerkan kemesraannya ada pada Frans, yang kebetulan lagi melirik kaca spionnya.


"Haiis, ya lebih baik Nggak nikah-nikah dari pada harus sama buldozer" ucap Frans Asal, " Lagian Lo pamer kemesraan juga ma gue nggak bakalan gue ngiler tau!" celetuknya lagi ketus

__ADS_1


"Astaghfirullah, kalian ini ngomong apaan sih!, apa lagi Bang Frans, yang ngomong ngasal gitu, hati-hati bang, sama ucapan karena bisa jadi doa loh, " tegur Naisha yang mulai sebel lihat kelakuan suami dan sahabatnya itu.


"Eh, Astaghfirullah, maaf Ustadzah ane khilaf" bales Frans


"Maaf, sayang, tapi Maskan..."


"Sssht, nggak ada tapi-tapian, mas.Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu berkata:


"Diam sampai engkau diminta untuk berbicara, lebih baik dari pada kau terus berbicara sampai diminta untuk diam."


(Ali bin Abi Thalib) " kata Naisha, sembari menaruh jari telunjuknya di bibirnya yang tertutup cadar.


"Baiklah Nai, mas diam " Balesnya pasrah, dan akhirnya suasana mobil kini menjadi hening, namun tak berapa lama mobil mereka memasuki gerbang rumah thafidz dan setelah mobil terparkir dengan sempurna Mereka semua pun pada turun,


Dan di saat Naisha baru saja turun tiba-tiba, seorang wanita bertubuh besar langsung mendekati namun tubuh terkenak pintu mobil bagian depan, bertepatan Frans ingin turun hingga pintu mobil tertahan oleh tubuh wanita itu dan itu membuat Frans kaget.


"Buju buset, kenapa ada buldozer di sini!" kata Frans kaget, yang akhirnya hanya satu kakinya yang baru ia turunkan.


"Irma?!" gumam Naisha yang ikut kaget,


Sementara Wanita itu yang ternyata Irma sahabatnya Naisha, yang mendengarnya perkataan Frans jadi kesal


"Aiis, si kuyuus lagi?, kenapa setiap jumpe antum bawaan ane empet banget ya!" Hardiknya.


"Apa Lo bilang, Kuyuus?, sekate-kate Lo bicara, begini tegapnya badannya gue bilang kurus itu mata katarak ya!" ujar Frans ketus.


"Lah kan emang iya kalau di banding dia Frans" Sambung Azzam yang sudah melingkari tangannya ke pinggang Naisha.


"Eh, iya juga ya, hahaha, secara badan dia buldozerkan, jadi lihat orang selalu kecil di matanya" Ujar Frans sambil terkekeh.


"Astaghfirullah, kenapa ana kalau jumpa antum pinginnya tuh dipiting aja biar nyaho sekalian ukh !" kata Irma kesal karena ia di tertawain oleh Frans dan ia pun menekan pintu mobil dengan pinggulnya, halhasil membuat Frans berteriak karena kaki yang sebelahnya ke jepit oleh pintu mobilnya.


"AAAAAKH!!"

__ADS_1


*******


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏


__ADS_2