
โโ โโฆ๐น MUTIARA HIKMAH ๐นโฆโโ โ
ููุงูููฐู ุฑูุจูููู ููุงุฑูุบูุจู
"Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap" [QS. Al-Insyirah Ayat 8]
"Percayalah apa yang kau gantungkan pada Allah. Dan kau mau berusaha untuk mendapatkannya Maka ins yaa Allah kau tidak akan kecewa. Dan dikala suatu hari kau tidak mendapatkan apa yg kau harapkan maka jangan lupa bukankah Allah maha Kaya?,
Allah tidak akan mengambil sesuatu yang berharga kecuali jika Allah menggantikan dengan yang lebih baik..
So, Ingatlah apapun urusanmu libatkanlah Allah bersama kita.
___sแดแดสษชแดs แดา แดสแด แด แดส__
๐นโฅโ.โฅ โ๐นโ โฅ๐ โ๐ โฅ โ๐นโ โฅ.โโฅ๐น
"S..saya.. saya.." Frans terlihat ragu ingin mengatakan sesuatu, hingga padangannya beralih kembali kepada Azzam, lalu ia mendekati dirinya ketelinga Azzam. "Zam, guekan punya orang tua, gimana dengan mereka nantinya?" bisiknya pada Azzam.
"Lo tenang aja bro, nanti semua akan gue atur, jadi cepatlah ambil keputusan, karena bila Lo telat sedikit lagi nyawa Irma taruhannya, Lo tahukan seperti apa obat perangsang itu?, dan kita juga tidak tahu dosis seperti apa yang di berikan bajingan itu pada Irma " tutur Azzam mengingatkan Frans agar ia secepatnya mengambil keputusan.
Dan saat bersamaan Ibu tiri Irma pun datang dengan tergesa-gesa. " Pah!, Irma pah, dia kejang-kejang pah!" kata Renita yang terlihat panik.
Mendengar itu Frans menjadi cemas dan kemudian ia akhirnya memutuskan " Baiklah saya akan menikahi Irma!" katanya dengan tegas.
"Alhamdulillah, ya sudah pak, silakan langsung aja melakukan Ijab qobulnya" kata Darma yang ia terlihat panik.
"Baiklah pak, sekarang apa Maharnya?" tanya pria berpeci itu, Azzam yang paham seperti memberikan kode pada Anak buahnya, dan anak buahnya pun langsung datang dengan memberikan sebuah kota kecil berwarna merah.
"Ini maharnya pak cincin berlian" kata Azzam sembari ia meletakkan kotak kecil itu atas meja.
"Baiklah kalau begitu, mari kita lanjutkan, sekarang jabatlah tangan calon mertuamu nak Frans" kata pria berpeci itu.
"Baik pak, Frans pun langsung menjabat tangan Darma Wijaya..
__ADS_1
"Baiklah sekarang lakukanlah pak Darma di Awali dengan basmalah" Lanjut pria berpeci itu dan di Anggukkan oleh Darma dan ia pun langsung menatap wajah Frans.
Bismillahir Rahmaanir Rohimii
"Ananda Franstio Irawan, bin Bambang Dirza Irawan?" panggil Ayah Irma.
"Saya pak!" sahut Frans dengan tegas.
"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung saya Irma Sundari binti Darma Wijaya dengan mas kawin berupa, cincin berlian di bayar tunai!" tegas Darma Wijaya.
Dan langsung di sambut oleh Frans dengan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Irma Sundari binti Darma Wijaya dengan mas kawin tersebut tunai!" Sambutan Frans tegas dan hanya satu tarikan napas ia pun mengijab Irma.
"Bagaimana para saksi?" tanya pria berpeci pada pada Azzam dan dua orang lainnya yang memang di minta menjadi saksi.
"Sah?!"
"Sah!" Kata mereka dengan serentak.
Dan setelah para saksi menjawab, pria berpeci itupun langsung membacakan doa.
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahi mu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
" Aamiin" jawab mereka lagi secara bersamaan.
"Alhamdulillah, sekarang pergilah tolong Irma nak" kata Darma yang kelihatan sekali ia sangat cemas.
"Baik pak!" bales Frans, lalu ia menoleh ke Azzam.
"Pergilah bro " kata Azzam yang sepertinya paham dengan tatapan Frans.
"Terimakasih Zam " Balesnya dan ia pun langsung berlari kecil menuju ke kamar irma.
Sesampainya di kamar Irma, Frans langsung memasuki kamar tersebut dan terlihatlah Irma yang tubuhnya bergetar hebat dengan keringat yang membasahi wajahnya pun langsung menghampirinya, ia terlihat cemas melihat keadaan Irma yang kini sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Irma?, kamu bisa mendengarkan akukan?, sekarang ini kita sudah resmi menjadi suami istri, jadi sekarang izinkan aku membantumu ya." Ujar Frans lembut, sembari ia mengelap keringat yang membasahi wajah Irma.
Perkataannya Frans tidak di respon oleh Irma, karena Sepertinya obat itu sudah benar-benar menguasainya hingga hanya tubuhnya saja yang langsung merespon sentuhan Frans.
"Baiklah Irma aku tak akan menundanya lagi, maafkan aku, bila aku telah lancang tapi ini untuk kebaikanmu " Ujar frans yang karna ia merasa sudah menjadi suaminya sah Irma, ia pun langsung membuka bajunya dan setelah itu ia pun membaca doa bersigama, setelah selesai..
"Maaf Irma." katanya lirih dan ia pun langsung meraih bibir Irma dan langsung di sambut oleh Irma, dan bahkan Irma lebih agresif, membuat Frans sedikit kewalahan, maklumlah kekuatan Irma di bantu oleh sebuah obat.
Tapi sepertinya Frans tak ingin melakukan hal yang lebih dalam lagi, dia hanya membantu Irma dengan cara merangsangnya saja agar ia bisa melakukan pelepasannya, dan ia tetap menjaga kesucian Irma, karena ia tak ingin melakukan hal itu tanpa Irma sadari.
Setelah beberapa kali irma melakukan pelepasan, kini ia mulai tenang dan Bahkan kini ia telah tertidur karena kelelahan, Frans yang melihat Irma telah tertidur pulas, ia nampak lega, dan kemudian ia pun menutup tubuh polos Irma dengan selimutnya setelah itu ia pun mengelap sisa keringat yang masih ada di wajahnya Istrinya yang baru beberapa jam ia halalkan itu,
"Tidurlah yang nyenyak istriku, semoga kamu bermimpi indah" Ujar Frans dengan lirih dan kemudian ia pun memberikan kecupan lembut di dahinya Irma.
Setelah itu Frans pun pergi kekamar mandi untuk meredamkan hasratnya yang tadi sempat datang, iyaa nggak bisa di pungkiri, Frans adalah laki-laki normal yang memiliki hasrat juga, apa lagi saat melihat tubuh Irma yang begitu mulus, namun ia tak ingin mengambil kesempatan di saat Irma tidak dalam keadaan sadar, karena itu ia tetap menjaga kesuciannya.
Setelah di rasa tubuhnya kembali normal, Frans pun langsung berjalan kembali menuju ranjang Irma, dan kemudian ia pun membaringkan tubuhnya di samping Irma, dan karena harinya yang memang cukup melelahkan baginya, Frans Akhirnya pun ikut terhanyut di dalam mimpinya.
____
Beberapa jam kemudian..
Irma menggeliat, ia merasakan tubuhnya agak lemas, " huum..Kenapa tubuh ana jadi lemas dan juga terasa lelah begini sih,?" gumam Irma dengan mata yang masih terpejam,
Kemudian Irma pun merenggangkan tubuhnya namun tiba-tiba tangannya merasa telah memegang sesuatu, yang sedikit aneh,
"Eh, apa ini? kok lembek lembek gitu ya ?" katanya dengan mata yang masih terpejam, namun tangannya masih terus memegang sesuatu yang aneh itu dan bahkan ia pun terus memencetnya. dan itu membuatnya menjadi penasaran.
Irma pun kemudian membuka matanya dengan perlahan dan kemudian ia melihat apa yang telah ia pegang, dan ternyata ia telah memegang hidung mancungnya Frans, mata Irma langsung membulat sempurna dengan mulut yang ternganga, terlihat sekali ia kaget namun ia tak bisa mengeluarkan suaranya.
"Sudah puas belum memegang-megang hidung suamimu ini hah?"
**********
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐๐.