
:::::::๐ KALAM HADITS. ๐:::::::
Rasulullah ๏ทบ Bersabda:
"Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu".
~>{ HR. Tirmidzi}<~
"To para suami, jika kamu bertemu wanita lain
Lalu ia memikat hatimu, maka pulanglah temui Istrimu, Apa yang ada pada wanita lain, Ada pula pada istrimu, Namun yang tak di miliki wanita lain, selain istrimu adalah kunci Rezeki, kebahagiaan dan kemuliaan bernama Keberkahan dari Rabb mu."
""""( Quotes of the day )""""
##############๐##############
Sesuai yang di katakan Azzam setelah infus Naisha habis maka ia di perbolehkan untuk pulang, dan kini mereka sedang bersiap-siap untuk pulang.
"Kamu sudah siap Nai?" tanya Azzam setelah tadi ia habis mengurus Administrasi, sebelum mereka pulang.
"Sudah mas" jawab Naisha lembut, dan saat bersamaan terdengar suara pintu di ketuk.
"Masuk!" seru Azzam, dan tak lama muncul seorang wanita berbaju putih dengan memberikan Kursi roda,
"Permisi pak, ini kursi rodanya " Ujar Wanita berbaju putih itu..
"Terimakasih sus!, letak di situ dan Anda boleh pergi!" ujar Azzam datar
"Baik pak! kalau begitu saya permisi " pamiit Suster itu dan setelah dapat Anggukkan dari Azzam, Suster itu pun langsung melangkah ke keluar, Naisha yang dari tadi diam Akhirnya buka suara.
"Eh, untuk apa itu mas?" tanya Naisha
"Ya untuk kamu Nai!" Jawab Azzam sembari ia meraih kursi roda itu dan menyorongnya ke arah Naisha.
"Tidak, tidak, tidak, Icha nggak mau mas!, Icha jalan saja"
"Kenapa Nai?"
__ADS_1
"Pokoknya nggak mau!, kalau naik itu, berasa Icha lumpuh benaran!"
"Ya sudah, kalau begitu aku gendong saja ya" ujar Azzam dan kemudian hendak menggedong Naisha.
"Eh, nggak, Nggak!, Icha bisa berjalan loh mas.." kata Naisha sembari menyorong tangan Azzam yang hendak menggedongnya.
"Kamu hanya ada dua pilihan Nai, gendong atau naik kursi roda, ingat Nai, kamu belum pulih benar, jadi menurutlah!" ujar Azzam sedikit tegas.
"Tapi mas, Icha malu" protes Naisha
"Gendong!, atau kursi roda?!" tegas Azzam, yang sepertinya tidak bisa di bantah lagi, membuat Naisha bingung,
"Hum, ya udah gendong aja, dari pada kursi roda seram mah" ucap Naisha dengan nada pasrah dan manjanya..
"Ya sudah Ayoo" Ajak Azzam yang mulai meraih tubuh Naisha dan menggedongnya dengan ala bridal style, dan dengan pasrah Akhirnya Naisha pun melingkari tangannya keleher Azzam, lalu ia sembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, membuat Azzam Tersenyum penuh kemenangan.
Kini Azzam mulai berjalan meninggalkan ruang Rawat Naisha tadi, dan ia mulai berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju ke arah keluar, sempainya di depan rumah sakit ternyata di sana sudah ada mobil Mercedes Benz berwarna putih, dengan Frans yang sudah menunggu di samping pintu mobil yang sudah terbuka, lalu Azzam pun memasuki Naisha secara perlahan, dan sebelum ia masuk..
"Frans, antar perumahan Graha raya ya,!" titah Azzam.
"Ok Bos!" bales Frans singkat, dan Azzam pun langsung masuk dan duduk di samping Naisha, sedangkan Frans duduk di depan kemudinya, dan tak lama ia pun mulai melajukan mobilnya dengan perlahan, di dalam mobil...
" Cih, sekarang aja sok, lembut, padahal dulu kayak kucing garong yang mau makan mansanya" Gumam Frans pelan, tapi ternyata masih terdengar oleh Azzam.
"Apa Lo bilang?!" tanya Azzam tegas.
"Eh, nggak papa kok bos!" bales Frans kaget.
"Siapa yang Lo bilang kucing garong?!" sentak Azzam.
"Bos!" kata Frans spontan.
"Apa Lo bilang?!"
"Eh, salah!, i.itu.. maksudnya tadi gue lagi nyanyi kucing garong bos!" bantah Frans sedikit gugup.
"Banyak omong Lo!, bulan ini gaji Lo di potong dan tidak mendapatkan bonus!!" seru Azzam kesal.
__ADS_1
"Aduuh, tega banget sih bos, gue tadikan cuma becanda maafi gue deh, jangan di potong ya gaji gue"ujar Frans berharap.
"Bodo Amat, emang gue pikirin!" ucap Azzam ketus.
"Mas, jangan kejam gitu akh, sama mas Frans, kan kasian dia, sudah capek masa di potong gitu sih," tegur Naisha yang nggak tega melihat Frans, yang selalu di marahin oleh suaminya.
"Ho'oh, betul tuh Nai, Azzam mah tega ma gue!" Ujar Frans, yang sedikit lega karena dapat belaan oleh istri bosnya.
"Oh, kamu belain Frans ya?, dan tadi kamu manggil apa kedua? mas?" tanya Azzam penuh penekanan dengan kata mas.
"Eh, bukan membelain mas, Icha hanya ingin ingati mas, agar mas tidak berbuat dzalim pada orang lain" jelas Naisha, dengan lembut.
"Iya nggak!" Balesnya sedikit ketus. karena melihat perubahan dari suaminya Akhirnya Naisha memilih diam. suasana mobil pun jadi hening, namun tak berapa lama, mobil mereka memasuki gerbang rumah yang nampak mewah dengan taman yang terlihat indah, membuat Naisha terkesima melihat pemandangan taman di sekitar rumah itu.
"Maa syaa Allah, indah sekali tamannya, ini Rumah siapa mas?" tanya Naisha yang pandangannya masih tertuju pada taman sekitarnya.
""Ya rumah kitalah!," jawabnya sedikit ketus, membuat Naisha langsung beralih pandang dan langsung menatap wajah suaminya yang nampak seperti sedang kesal.
"Mas...Aakh!" Naisha bermaksud ingin bertanya, namun ia langsung terpekik karena Azzam, tiba-tiba sudah mengendongnya, dan otomatis Naisha langsung melingkari tangannya keleher Azzam dan Naisha pun hanya bisa pasrah mengikuti kemana suaminya membawa dirinya, Ia hanya bisa menatap mata Azzam yang nampak ada kemarahan di sana,
Azzam, langsung masuk tanpa menghiraukan Frans lagi, ia terus menggendong Naisha membawanya ke kamar utama yang berada di lantai dua, dan sampainya di sana ia langsung menurunkan Naisha, dan tanpa berkata apapun ia bermaksud pergi, namun tangan Naisah langsung menahan tangannya.
"Mas?" panggil Naisha lembut dan menarik tangan suaminya agar duduk."Masku marah ya sama Icha?" Tanyanya lagi, namun tidak di jawab oleh Azzam,
"Mas? Icha, tidak bermaksud membela mas, Frans, Icha hanya nggak ingin suami Icha berbuat kedzaliman, karena itu akan menjadi gelap di akhirat nanti mas, seperti yang di katakan dalam sebuah hadits:
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุงุชูููููุง ุงูุธููููู ู ููุฅูู๏ฑ ุงูุธููููู ู ุธูููู ูุงุชู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู
โJagalah diri kalian dari perbuatan dzalim, karena sesungguhnya kedzaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamatโ.
(Hadits Shahih, Riwayat Ahmad. Lihat Shahiihul jaamiโ No.101).
Hadist ini berisi peringatan dan bahaya perbuatan zalim sekaligus anjuran untuk berbuat adil (lawan dari zalim)
" Allah-lah yang akan menegakkan keadilan diantara hamba-hambaNya yang berbuat zalim. Yaitu dengan mengurangi pahala amalannya dan dipindah ke amalan pihak yang dizalimi sebagai balasan atas perbuatannya. Bila masih kurang, amalan buruk orang yang dizalimi akan berpindah padanya. Sungguh betapa gelap perasaannya di saat hal itu terjadi. Naโudzubillah min dzalik. mas.." jelas Naisha panjang lebar namun masih dengan suara lembutnya, membuat hati Azzam menghangat.
__ADS_1
"Maaf!"