SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
RENCANA PDKT.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ ═💠 Kalam Habaib 💠═ ✥.❖.✥ ══


"𝐒𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡-𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐚𝐫𝐢 𝐫𝐢𝐝𝐡𝐨 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐢𝐤𝐡𝐥𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐦𝐚𝐥, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐤𝐞𝐚𝐠𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐚'𝐚𝐥𝐚), 𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐜𝐞𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚,, 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐮𝐡 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭𝐩𝐮𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚."


[ 𝐀𝐥 𝐇𝐚𝐛𝐢𝐛 𝐔𝐦𝐚𝐫 𝐁𝐢𝐧 𝐇𝐚𝐟𝐢𝐝𝐳 ]


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


══ ✥.❖.✥ ═══ ✥💠✥ ═══ ✥.❖.✥ ══


Keesokan harinya..Masih di rumah sakit,


Di Ruang rawat Hendrawan dan Raniah,


Azzam masih setia menunggui kedua orang tuanya, selama di rawat bahkan dari peristiwa itu terjadi, Azam belum sempat pulang ke rumahnya dan ia hanya mengabarkan pada Naisha lewat hp-nya saja.


Pagi itu Hendrawan memperhatikan wajah anak sulungnya yang terlihat letih hingga ia tak sampai hati melihatnya, karena ia tahu dari tadi malam anaknya itu tidak tidur karena kekhawatirnya terhadap sang Mama yang tadi malam sempat merintih kesakitan, jadi ia benar-benar mencemaskan sang Mama hingga ia tak berani untuk tidur sejenak pun.


" Nak, sebaiknya kamu pulanglah, dan beristirahatlah di rumah, Papa lihat sepertinya kamu lelah sekali Nak, Maka pergilah pulang nak." Ujar Hendrawan pada Azzam yang wajahnya memang sangat kusam dan melelahkan.


" Tidak ah Pah, kalau Azam pulang siapa yang akan menjaga kalian berdua?." Balas Azzam sembari ia membaringkan tubuhnya di sebuah sofa yang terdapat di ruangan tersebut.


"Kan disini banyak perawat Nak, nggak mungkinkan mereka tidak melayani kami." Kata Hendrawan lagi. " Sekarang pergilah istirahat di rumah kamu, lagian Naishakan baru melahirkan siapa yang akan membantunya Nak." Lanjutnya dan disaat bersamaan pintu ruang rawat terbuka.


" Iya bang Azam pulang aja gih, kan sekarang sudah ada Ziah, yang akan jaga Mama dan Papa." Ujar seorang gadis belia yang mengagetkan Azzam hingga ia kembali terduduk.


" Eh, Ziah!, ngagetin aja sih kamu bukannya salam dulu gitu kek kalau masuk!." Tegur Azzam pada gadis belia itu yang ternyata adalah Aziah adik bungsunya Azzam.


"Hehehe, ya Maaf bang, tadi soalnya Ziah mendengar perkataan Papa, ya udah Ziah sambung deh." Ujar Aziah sambil cengengesan.


" Ya sudah, tapi ngomong-ngomong benaran nih kamu mau jagain Mama dan Papa?." Tanya Azzam memastikan perkataan


" Iya Bang, ya udah sono pulang, kasiankan ponakan Ziah, kalau di urus sama pembantu terus, karena Mamanya masih sakit, papanya masih disini." Ujar Aziah


" Baiklah dek, kalau begitu Abang pulang sekarang ya, ingat jangan kemana-mana, dan jangan sibuk main HP, hingga melupakan Mama dan papa. kamu mengerti?!" Ujar Azzam mengingatkan Azia.

__ADS_1


"Iya iya, cerewet banget sih bang Azam, udah sono pulang!." balas Aziah sembari ia mendorong tubuh Azzam kearah pintu keluar.


" Eh, iya loh dek, Abang mau pulang ini, tapi Abang belum pamit sama Papa dan Mama!." Seru Azzam sembari menahan tubuhnya.


" Udah pamit dari sini aja!" Balas Aziah ketus.


"Iya iya ini mau pamit," Kata Azzam, yang kemudian ia menoleh ke Raniah dan Hendrawan, yang terlihat tersenyum, karena melihat kedua Anaknya yang terlihat lucu di mata mereka.


" Mah, Pah, Azam pamit pulang ya, kalian cepat sembuh ya, dan telpon Azam, kalau nenek sihir ini berulah yang tidak-tidak ya, Assalamu'alaikum!" Lanjut Azzam lagi, sembari ia berlari kepintu dan langsung keluar.


Mendengar kata Nenek sihir Aziah langsung ingin mengejar sang kakak, namun ia hanya sampai di depan pintu saja seraya berseru." Huh!, Enak, aja di bilang nenek sihir!, Bang Azaaaam, awas aja yaa kalau ketemu sama Ziah lagi, akan Ziah kasih cabe tuh mulut!." Serunya yang masih melihat kepergian Azzam yang hanya mengejeknya dari kejauhan. tapi di balas Aziah dengan mengacungkan kepalan tangan pertanda ancaman tinju.


Setelah Azzam tak terlihat lagi Aziah kembali masuk ke ruangan dan ia melihat kedua orang tuanya sedang tertawa lucu, sudah pasti itu karena keduanya melihat wajah anaknya yang terlihat lucu bagi mereka.


"Kenapa Mama dan Papa malah ketawa?, lucu ya mendengar bang Azam mengatakan Ziah nenek sihir iya?!." Tanya Aziah yang terlihat Kesal.


"Hahaha, Maaf Nak, bukan karena maslahah nenek sihirnya yang bikin kami tertawa, tapi karena melihat wajah kamu kami tertawa." Ujar Hendrawan, masih di barengi tawanya.


"Ada apa dengan wajah Ziah?." Tanya Aziah dengan kening yang berkerut penasaran.


" Huh!, Papa nggak lucu tahu!." Balas Aziah ketus, dan di saat bersamaan terdengar ketukan pintu.


Tok..tok..tok.. tak lama pintu terbuka sendiri.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi." Salam seorang pria berjas putih yang baru saja masuk, berserta seorang wanita dengan memakai baju yang serba putih juga.


" Wa'alaikumus salam, pagi juga nak Reyhan." Balas Hendrawan dan Raniah secara bersamaan, pada pria itu yang ternyata Dokter Reyhan, sementara Aziah seperti tidak memperdulikan kedatangan Reyhan, bahkan ia tak mau menoleh sedikit pun, karena tatapannya hanya terfokus pada layar hpnya saja


Karena salamnya tidak di balas, Reyhan pun mengulangi salamnya dan di khususkan untuk Aziah seorang " Assalamualaikum dek Ziah." Salamnya dengan suara lembutnya.


Mendengar namanya disebut, Aziah hanya menoleh sejenak, lalu ia kembali menatap layar hpnya seraya " Wa'alaikum salam!" jawab Aziah ketus, Hendrawan dan Raniah hanya menggelengkan kepala mereka yang terlihat tidak menyukai dengan sikap anaknya.


Sementara Reyhan mendapatkan perlakuan itu hanya terdiam, lalu ia langsung beralih pada Hendrawan dan Raniah.


"Hai Om, Tante, gimana perasaannya hari ini?, apakah ada yang masih terasa sakit?." Tanya Reyhan, sembari ia mengeluarkan Stetoskop dari kantong jas putihnya, kemudian ia juga memulai memeriksa keadaan Hendrawan.

__ADS_1


" Sudah lebih baik kok Nak," Jawab Hendrawan.


"Alhamdulillah, syukur deh kalau begitu Om, berarti tinggal menunggu masa pemulihan saja ya om." Ujar Reyhan lagi.


"Iya Nak terimakasih ya, oh iya, Maafin sikap putri om ya nak." Kata Hendrawan yang terlihat ia merasa tidak enak melihat kelakuan Aziah terhadap Reyhan.


" Santai saja Om, saya nggak papa kok, ya sudah saya periksa Tante dulu ya." Ujar Reyhan.


" Iya silahkan Nak, " Balas Hendrawan, dan Reyhan pun langsung memeriksakan keadaan Raniah, dan setelah di rasa ia telah menyelesaikan tugasnya, Reyhan pun langsung berpamit pada kedua orang tuanya Azzam, dan ia juga sempat berpamitan pada Aziah, walaupun mendapatkan perlakuan yang sama, Reyhan tetap terlihat biasa saja, walaupun sebenarnya di hatinya sedikit sedih.


Di luar ruangan, Reyhan yang masih di dampingi seorang suster, berjalan menelusuri lorong rumah sakit, menuju ke ruangannya dan di saat ia hendak memasuki ruangannya, tiba-tiba terdengar suara seorang pria memanggilnya.


" Dokter Reyhan?" Mendengar namanya dii panggil Reyhan pun menoleh.


"Dokter Andri?" Ucap Reyhan setelah melihat siapa yang memanggilnya " Apa kabar Dok?." Tanya Reyhan sambil mengajukan tangannya hendak berjabatan tangan.


"Baik Dok, dan Anda sendiri gimana nih kabarnya?" Tanya pria yang bernama Andri itu.


"Seperti yang Anda lihat Dok, Alhamdulillah saya juga baik." Balas Reyhan sopan. " Ayo Dok, silahkan masuk, Oh iya, ada angin apa nih, bisa nyasar kesini?" Tanya Reyhan sembari ia membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Dokter Andri untuk masuk dan kemudian mereka pun duduk di sebuah sofa di ruangan Reyhan.


"Ini Dok saya mau minta tolong, Andakan Ahli di ilmu kardiovaskuler dan ilmu Bedah, jadi saya minta tolong pada anda untuk mengisi mata kuliah itu di fakultas kedokteran xx, karena kebetulan saya mau keluar negeri selama 2 Minggu jadi tidak ada dosen pengganti dengan ilmu itu Dok makanya saya hanya teringat Anda, untuk kali ini aja pak " Ujar Andri yang terlihat wajahnya begitu berharap, karena selama ini Reyhan tidak pernah mau, mengajar di manapun.


"Eh, bukankah itu fakultas tempat Aziah kuliah?, hmm apa aku terima aja ya, Soalnya ini peluang untuk rencana pdkt gue pada Aziah, siapa tahu aja sering-sering bertemu ia akan membuka hatinya untuk gue.." Batin Reyhan.


" Kok diam pak?, apakah bapak bisa menggantikan saya?" Tanya Andri menyadari lamunan Reyhan.


" Oke saya terima, nanti saya jadwalkan kapan saya bisa ya pak." Jawab Reyhan.


" Alhamdulillah Terima kasih Dok, ya sudah kalau begitu saya permisi ya Dok."


"Oke sama-sama Dok."


____________


Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya guys 🙏😘 SYUKRON 🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2