
๐๐ปKALAM HADITS ๐ป๐
Dari Abu Darda radhiyallahu โanhu, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงููููุงููุฏู ุฃูููุณูุทู ุฃูุจูููุงุจู ุงููุฌููููุฉู ููุฅููู ุดูุฆูุชู ููุฃูุถูุนู ุฐููููู ุงููุจูุงุจู ุฃููู ุงุญูููุธููู
โOrang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.โ
(HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)
โโโโโโโโโ๐๐บ๐โโโโโโโโโ
Setelah menemukan Adik laki-lakinya Azzam pun membawa sang Adik pulang, karena ia tahu kalau sang ibu sangat sedih sejak ia pergi.
kini mobil Azzam pun memasuki halaman rumah orang tuanya nampak mewah, setelah mobil terparkir mereka pun turun dan memasuki rumah mewah itu.
"Assalamu'alaikum" salam mereka saat, mereka sudah memasuki rumah besar itu.
"Wa'alaikumus salam!" jawab seorang wanita yang nampak masih belia.
"Bang Azkha?!" ucap wanita itu, dan langsung berlari menghampiri Azkha dan langsung memeluknya, sedangkan Azzam langsung masuk dan mencari keberadaan maminya.
"Bi mami mana?" tanya Azzam pada pembantunya yang kebetulan ada di ruang keluarga sedang bersih-bersih.
"Nyonya di kamar den, karena nyonya sedang sakit" jawab wanita paruh baya tersebut, mendengar maminya sedang sakit, Azzam pun langsung bergegas ke kamar sang mami.
"Assalamu'alaikum mi" ucapnya saat ia sudah berada di kamar sang mami.
"Azzam?, wa'alaikumus salam nak" bales mami ia langsung bangun dari tidurnya dan langsung memeluk sang anak..
"Mami rindu kalian nak, hiks.. kamu, dan juga Azkha, hiks, kalian meninggalkan mami Begitu saja hiks..mami tidak terbiasa jauh dari Kalian hiks, hiks.." tutur Raniah, yang langsung menangis saat melihat sang anak yang di rindukan telah datang.
"Maafi Azzam Mi, Azzam tidak tahu kalau mami sakit, dan Kenapa mami tidak memanggil Azzam kalau mami rindu Azzam?" Tanya sang Anak sembari ia menghapus air mata sang Ibu.
"Mami takut kamu tak mau datang nak, karena kamu pasti masih marah pada mami, karena mami kamu terpaksa harus menikah nak" ujar sang mami merasa bersalah.
"Tidak mi, justru Azzam sangat berterimakasih pada mami dan papi karena sudah memberikan Azzam sebuah mutiara yang sangat cantik, serta Sholehah mi" tutur Azzam tulus.
"Apakah benar yang kamu katakan nak?, Apa itu artinya kamu sudah tidak marah lagi pada mami dan papi?" tanya sang Mami antusias
__ADS_1
"benar mi Azzam tidak marah kok, Azzam justru sangat bersyukur Atas kejadian itu" ucap Azzam sembari mengecup kening sang ibu, "Terimakasih mi " lanjutnya lagi.
"Alhamdulillah, mami sangat senang mendengarnya nak, kalau begitu kapan-kapan ajak Imah kemari ya nak, mami juga ingin melihat mutiara itu" Pinta sang mami sangat berharap.
"Iya mi, tapi mami harus janji pada Azzam, untuk menjaga kesehatan mami, Azzam tak suka melihat mami sakit" pinta Azzam balik pada sang mami.
"Baiklah nak, mami janji" ucap mami lagi, dan saat bersamaan pintu kamar mami terbuka dan muncullah seorang pria dan wanita dari balik pintu kamar itu.
"Assalamu'alaikum mi?" Ucap Pria tersebut.
"Azkha?!, wa'alaikumus salam nak" Ucap Raniah sembari ia merentangkan tangannya berharap anaknya datang kedalam pelukannya, Azkha yang melihat sang mami merentangkan tangan ia pu langsung berlari kedalam pelukan sang ibu.
"Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mengembalikan anak-anak ku" ucap Raniah penuh rasa syukur.
"Maafin Azkha ya mi, Azkha sudah mengecewakan mami!" ujar Azkha penuh penyesalan. dan tanpa terasa juga air matanya sudah mengalir begitu saja.
"Iya nak, mami sudah memaafkan, bahkan sebelum kalian memintanya" ujar sang mami sembari mengelus punggung anak keduanya itu dengan lembut..
Disaat Azkha dan mami sedang melepas rindu.
Aziah, si bungsu mengambil kesempatan itu, ia pun menghampiri Abang tertuanya yang sedang menyaksikan ibu dan anak yang sedang melepaskan kerinduannya.
"Bang Azzam?" panggil Aziah lirih namun masih terdengar oleh Azzam, dan Azzam pun langsung menoleh ke arah Adik perempuannya itu.
"Ziah mau minta maaf bang." ucap Aziah Sambil menundukan wajahnya, membuat Azzam mengerenyit.
"Buat apa?" tanyanya singkat
"Buat kesalahan Ziah, karena pada malam menjelang pernikahan Ziah sudah berkata kasar pada Abang, jadi ziah minta maaf bang," Ucap Aziah tulus.
" iya nggak papa dek, lagian Kamu nggak salah kok dek, justru Abang berterima kasih karena kamu sudah mengingatkan Abang, untuk menjadi lebih baik lagi sebagai seorang Abang" tutur Azzam dengan lembut, sembari ia mengusap-ngusap pucuk kepala Aziah. mendengar ucapan sang Abang Aziah langsung memeluk Abangnya, dan di sambut oleh Azzam dengan penuh kasih sayang..
"Alhamdulillah, Akhirnya, inilah hari yang paling bahagia bagi kami Anak-anakku" Ujar seorang pria yang tiba-tiba masuk ke kamar itu juga.
"Papi?" ucap mereka secara serentak.
"Kemarilah," pinta Papi mengajak sang Anak-anaknya untuk duduk bersamanya di sofa di dalam kamarnya, dan ketiga Anak-anaknya pun menuruti keinginan sang ayah dan mereka pun duduk sejajar di sofa tersebut.
"Ketahuilah nak, kebahagiaan orang tua, tidak harus kalian memberikan sesuatu yang berharga, akan tetapi mereka akan bahagia cukup melihat anak-anaknya berkumpul di dekatnya, karena itu sudah menjadi obat untuk kami, dan apalagi melihat kalian saling Akur dan memiliki pondasi kasih sayang, itu menambah poin kebahagiaan kami" tutur Hendrawan penuh dengan kelembutan.
__ADS_1
"Jadi papi mau kalian akan selalu seperti ini, itu sama dengan kalian Berbakti pada orang tua dan itu juga bisa memperpanjang umur dan diberkahi rezeki. seperti yang di katakan dalam sebuah hadits:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ู ููู ุฃูุญูุจูู ุฃููู ููู ูุฏูู ูููู ููู ุนูู ูุฑููู ููุฃููู ููุฒูุงุฏู ูููู ููู ุฑูุฒููููู ููููููุจูุฑูู ููุงููุฏููููู ููููููุตููู ุฑูุญูู ููู
โSiapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).โ
(HR. Ahmad, 3:229; 3:266)
"Dan di dalam hadits lain :
Dari Abdullah bin โUmar radhiyallahu โanhuma, ia berkata,
ุฑูุถูุง ุงูุฑููุจูู ููู ุฑูุถูุง ุงููููุงููุฏู ูู ุณูุฎูุทู ุงูุฑููุจูู ููู ุณูุฎูุทู ุงููููุงููุฏู
โRidha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.โ
(HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 2.)
"Jadi kalau kalian ingin bahagia dunia akhirat maka jangan pernah mengecewakan orang tua kalian, apakah kalian paham nak?" tutur sang papi memberi pencerahan juga pada mereka bertiga.
"Paham Pi, Azzam minta maaf ya Pi, karena sudah mengecewakan papi waktu itu" Ucap Azzam ada penyesalan di raut wajahnya.
"Iya nak, papi sudah memaafkan mu" Ujar sang papi lembut
"Terimakasih Pi," ucap Azzam lagi dan ia pun langsung memeluk sang Papi.
"Iya nak, papi sangat menyayangi kalian semua, sini nak." ujar sang Papi sembari ia merentangkan tangannya untuk kedua anaknya yang lain, dan akhirnya mereka berempat pun saling berpelukan.
********
Maa syaa Allah, indah ya kalau kita memiliki keluarga yang harmonis..
hmm Author jadi kangen pada anak-anak Author yang sedang berjuang di pondok ๐๐
Eh, nggk boleh sedih harus semangat,๐ช karena itu akan mempengaruhi jihad mereka.๐
Ya sudah dukung Author terus ya guys ๐๐
__ADS_1
Jangan lupa, **VOTE LIKE DAN KOMENTARNYA
Selalu Author tunggu ๐** Syukron ๐