
🌻 Mutiara Hikmah 🌻
Tak ada ketenangan untuk orang-orang yang dengki,
Tak ada pula cinta di antara orang-orang yang berakhlak buruk.
🌻~Ali bin Abi Thalib~🌻
⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛
Di Perusahaan Azram Group..
Tok..tok..tok..
Pintu Ruangan Azzam di ketuk berkali-kali namun tak ada jawaban, karena nggak ada jawaban orang yang mengetuk pintu itu masuk tanpa di persilahkan, dan orang itu melihat Azzam sedang termenung.. orang itu pun tersenyum jahat seperti ada yang dia rencanakan.
"KEBAKARAN.. KEBAKARAN.. KEBAKARAN..!!" Pekiknya membuat Azzam spontan berdiri dan berlari menuju pintu..
"Huahahahaha.." ketawa orang itu pecah, membuat Azzam sadar kalau dia sedang di kerjain..
"Sialan Lo.. dasar sompret!! Dugh..!!" Hardik Azzam, dan ia menendang orang tersebut hingga orang itu terjatuh..
"Ampun..Ampun bro hahaha, sorry, sorry.. bro " Ujar orang tersebut Meminta ampun
"Dasar somplak Lo!" umpat Azzam lagi sembari ia kembali ke tempat duduk kebesarannya lagi..
"Ya maaf habis dari tadi gue ketukin pintu Lo nggak dengar-dengar, jadi ya udah sekalian aja gue kerjain" ujar orang tersebut.
"Ada apa sih zam , kenapa gue perhatiin Lo seperti banyak pikiran gitu?" tanya orang tersebut itu lagi..sambil ia duduk di depan meja kebesaran Azzam.
"Entahlah Frans, rasanya gue ingin kabur aja nggak berguna gue di sini" keluh Azzam..
"Emang ada apa sih zam, cerita ma gue siapa tahu kita bisa cari solusinya sama-sama" ujar orang tersebut yang ternyata Frans, Asisten sekaligus sahabat Azzam.
"Keluarga gue lagi bermasalah Frans, dan itu terjadi karena keegoisan gue, " keluh Azzam.
"Keegoisan?" maksud Lo?"
"Lo tahukan, bokab gue berkali-kali ingin ngenalin gue sama cewek.. ternyata itu bagian dari wasiat kakek gue Frans." Cerita Azzam terlihat sedih.
"terus apa hubungannya dengan keegoisan Lo, ya karena gue selalu menghindar, bokab gue nyerah, tapi sebagai gantinya dia yang akan menikahi gadis tersebut Frans" ujar Azzam kesal.
" What's, lalu kalian setuju gitu?"
"Ya enggaklah, dan Azkha yang akan gantikan bokab gue.."
"Haa kok Azkha bukan Lo..?" tanya Frans heran. namun tak di bales oleh Azzam di hanya diam..
"Lo tega banget sih zam, ngorbani Adek Lo ?" ucap Frans lagi.
'Siapa yang ngorbani, orang itu keinginan dia sendiri kok," bales Azzam
__ADS_1
"Akh sudahlah tidak usah di bahas lagi bikin pusing, terus tadi Lo kesini mau apa?" Lanjut Azzam lagi dan di akhiri pertanyaan.
"Haiis kenapa gue jadi lupa, zam hari inikan ada
meeting dengan Agra grup "ujar Frans mengingatkan.
"berkas-berkasnya sudah Lo siapkan belum?" tanya Azzam
"Sudah bos"
"Ya sudah kalau gitu kita berangkat sekarang" ujar Azzam sambil ia bangun dari kursi kebesarannya. lalu ia melangkah keluar dan di ikuti oleh Frans.
Akhirnya mereka sampai area parkir tempat mobil Azzam terpakir, saat mereka hendak masuk mobil Azzam seperti melihat sesuatu yang janggal
"Papi? siapa wanita itu?" Gumamnya lirih, ternyata ia melihat Hendrawan bersama wanita memasuki mobilnya, Azzam pun hendak bergegas menghampiri mobil papinya, namun mobil sang Papi sudah melaju meninggalkan Area perparkiran Azram Group.
"Itukan bokab Lo zam, sama siapa dia?" tanya Frans yang tadi ikut melihat.
"Mana gue tahu, udah kita berangkat saja" bales Azzam, sembari ia memasuki mobilnya lagi. dan di susul oleh Frans dan duduk di kursi belakang kemudinya, dan tak berapa lama mobil pun melaju menuju ketempat meeting yang mereka janjikan. di dalam mobil Azzam masih teringat dengan papinya.
"Siapa wanita itu? kalau tidak salah wanita itu bercadar, siapa dia? aku harap bukan selingkuhan papi"_ Batin Azzam yang masih teringat kala di tempat parkiran.
Azzam yang masih hanyut terus dengan pemikirannya, hingga saat Frans memanggil ia tak mendengar.
"Zam kita sudah sampai" ucap Frans memberitahu Azzam..
"Zam?..Hais melamun lagi nih orang"
"Astaghfirullah!!, sorry, sorry" Bales Azzam sedikit terkejut.
"Melamun lagi sih Lo?' protes Frans " Hati-hati Lo, Ayam tetangga gue keseringan bengong, mati loh, " lanjut Frans becanda.
"Somplak Lo, di samain lagi gue sama Ayam,?, bonus bulan ini di potong!" Ujar Azzam sambil membuka pintu mobilnya lalu ia pun langsung turun..
"Ay.. becanda doang bos, masa langsung potong bonus sih" protes Frans..
"Emang gue pikirin.!" Balas Azzam cuek lalu ia pun berlalu menuju pintu restoran.
"Haiis, nih gara-gara mulut lemes sih, kan jadi hilang bonusnya.. haiiis" keluh Frans sambil menepuk pelan mulutnya.. lalu ia pun mengikuti Azzam dan mensejajarkan tubuhnya pada Azzam, saat mereka mau masuk tiba-tiba pintu terbuka dari dalam..
BRUUUKX
"Akh.. Astaghfirullah.. gue ketabrak buldozer ya!!" pekik Frans yang terjatuh karena tertabrak Wanita berhijab berbadan gendut.
"Huahahahaha Mampos Lo" ledek Azzam terbahak-bahak melihat Frans terjatuh sementara Wanita itu masih tegak berdiri.
"Heii, Hellaaw, Lo bilang gue apa tadi?!" tanya Wanita gendut dengan wajah kesalnya.
"Gue bilang buldozer, emang iyakan, habis itu badan besar amat sih" Bales Frans sembari ia berdiri kembali dan menepuk celananya di bagian belakang.
__ADS_1
"Seenaknya aja Lo ngomong tuh mulut nggak di sekolahin ya? Asal jeplak aja Lo ngomong.., badan seksi begini di bilang buldozer cih"
Seru Wanita besar itu, semakin kesal.
"Waduh, kayak gitu seksi? buset deh, seram amat ya" bales Frans mengejek.
"Heeii gue piting Lo yaa, biar jadi ikan asin!!" geram wanita besar itu, dengan merangkul leher Frans dengan tangan satunya membuat Frans tercekik..
"Tolong, tolong, tolongin gue zam" ucap Frans Meminta tolong, tapi yang di mintai tolong malah hanya tertawa melihat Frans di fiting Wanita gendut itu, dan di saat bersamaan muncullah dari dalam restoran itu seorang wanita bercadar..
"Astaghfirullah, ada apa ini.. Imah.. lepaskan Akhy itu cepat ! nanti dia bisa kehabisan nafas!" Seru Wanita bercadar yang baru datang itu.
Azzam yang mendengar Wanita bercadar itu memanggil wanita gendut dengan nama Imah, membuatnya teringat sesuatu.
"Astaghfirullah, jangan-jangan ini Dede Imah yang mau di Nikahi Azkha lagi..aiis ikh" Batin Azzam seketika ia begidik..
"Nggak mau Nai.. orang ini memang harus diberi pelajaran!" balas Wanita gendut itu yang tadi di panggil Imah.
"Tolong.. mbak.. gue udah ke habisan nafas nih!" Ujar Frans Meminta tolong dengan suara yang tertahan karena tercekik.
"Imaah!!! Lepaskan!!" bentak wanita bercadar itu sembari menarik tangan Imah yang melingkar di leher Frans, dan akhirnya Imah melepaskannya.
"Gila Lo yaa mau bunuh gue ya !" bentak Frans dengan nafasnya yang tersengal-sengal.
"Maaf akhy, maafkan teman saya.." ujar wanita bercadar itu sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Kamu Naisha ya ?" bukannya merespon perkataan wanita cadar tadi Frans malah balik bertanya.
"Iya akhy, saya Naisha.. eh akhy yang waktu itu membantu meringkus perampok ya?" tanya balik Wanita bernama Naisha tersebut.
"Iya Nai itu saya "
"Oh kalau gitu saya minta maaf atas teman saya ya "
"Baiklah" bales Frans pasrah.
"Ya sudah saya permisi Assalamualaikum" ujar Naisha dan langsung menarik sahabatnya dengan cepat meninggalkan Azzam dan Frans yang masih melongo..
**BERSAMBUNG
______________
SEPI..😔
Nggak ada yang kasih VOTE..
yang komen dan like pun sedikit..
jadi lemas hilang semangat 😔
mungkin certanya kurang menarik kali yaa😔
__ADS_1
hmmm😔**