
"""✨ MUTIARA HIKMAH ✨"""
"Jika engkau tidak berprasangka baik terhadap Allah Ta'ala karena sifat-sifat Allah yang baik, maka berprasangka baiklah kepada Allah karena karunia dan pemberian-Nya kepadamu. Bukankah Dia senantiasa memberimu segala kenikmatan?"
(Al-Hikam).
⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛🏵⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛
Betapa Bahagianya Azzam dan Naisha yang akhirnya mereka sama-sama, telah melakukan kewajibannya walaupun Naisha sempat menangis Akibat rasa sakit saat Azzam meraih mahkotanya, Namun ada rasa bahagia karena Akhirnya ia memberikan mahkotanya yang ia jaga selama ini pada kepada kekasih halalnya.
Setelah selesai melakukan berhubungan badan, mereka pun berdoa dengan mengucapkan hamdalah. Doa setelah berhubungan suami istri bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan ketika melakukan Berhubungan suami istri.
Doa Setelah Selesai Berhubungan
Tulisan Arab:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا
Tulisan latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Setelah itu Azzam pun mengecup dahi Naisha yang di penuhi keringat lalu ia pun menghapus air matanya yang masih tersisa di ujung matanya.
"Sakit banget ya Nai?" tanya Azzam lembut, Naisha hanya membalas dengan gelengan kepala sembari tersenyum pada Azzam.
"Maaf ya Nai, tadi aku terlalu memaksanya hingga kau kesakitan" ucap Azzam merasa bersalah karena saat ia ingin menembus selaput dara Naisha terlalu memaksa, hingga tadi Naisha sempat menjerit karena kesakitan.
"Tidak apa-apa mas, justru Icha bahagia sudah menyerahkannya mahkota Icha kepada mas" bales Naisha lembut, membuat Azzam merasa bangga karena ialah orang yang paling beruntung mendapatkan mahkota yang sangat berharga dari Naisha.
"Terimakasih ya Nai, karena sudah menjaganya untukku, " ucap Azzam Kembali ia mengecup kening Naisha.
"Sama-sama mas, ya udah Icha mandi dulu ya mas" katanya sembari ia membalut tubuhnya dengan selimut dan kemudian ia hendak turun dari ranjangnya dan saat hendak melangkah namun..
"Aakh!" Pekik Naisha tanpa sadar, Azzam yang mendengar itu spontan menghampiri Naisha dan tanpa ia sadar kalau ia tak memakai apapun, membuat Naisha..
"Akh!" pekiknya lagi sembari menutup wajahnya. "Ikh, mas parano deh horor tau!" protes Naisha
__ADS_1
"Eh, kamu yaa, padahal sudah lihat tadi kenapa protesnya sekarang!" Ujar Azzam gemas sembari menyentil pelan dahi Naisha. dan kemudian ia pun segera mengambil celana pendeknya dan setelah di pakai ia pun kembali menghampiri Naisha dan..
"Eh, iikh, mas.. Aaakh" kembali Naisha terpekik karena Azzam mengangkatnya tanpa memberikan Aba-aba, gimana ia akan tahu kalau Azzam mau mengangkatnya, orang ia masih saja menutup matanya.
"sudah jangan protes, sekarang mandilah, dan rendam tubuh pakai air hangat biar bagian sensitif mu tidak nyeri lagi" titah Azzam sembari ia menaruh tubuh Naisha ke dalam bathtub dan kemudian ia beri air hangat setelah di rasa cukup ia pun meninggalkan Naisha sendiri di kamar mandi dan kembali ke kamarnya, saat ia hendak mengambil baju kaos putihnya di dekat ranjang, terlihatlah noda Darah yang ada di seprai putihnya membuat ia tersenyum puas.
Kemudian ia pun langsung membuka seprainya dan menggantinya dengan yang bersih, dan tak lama Naisah pun keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimononya serta Rambut yang sudah terlilit oleh handuk.
"Sudah siap mandinya?" tanya Azzam saat melihat Naisha keluar.
"Sudah mas" bales Naisha singkat.
"Ya sudah sekarang giliran aku mandi dulu ya" ujarnya lagi.
"Iya mas" bales Naisha dan Azzam pun langsung masuk ke kamar mandi. sedangkan Naisha langsung memakai bajunya setelah itu ia keluar dari kamarnya menuju Dapur, ia bermaksud untuk memasak namun ternyata di dapur sudah ada seseorang di sana.
"Eh, kapan Ni Onah datang kesini?" ujarnya sedikit kaget, karena setahunya tadi belum ada siapa pun di saat mereka sampai tadi. dan setau Naisha juga kalau bi Onah masih di apartemen Azzam.
"Tadi nyonya, bibi tadi di jemput oleh pak Frans" jelas Bi Onah.
"Jangan panggil Nyoanya akh bi, kesannya Nai dah tua banget deh" protes Naisha pada pembantunya itu.
"Itu lebih baik Bi" ujar Naisha sembari tersenyum lembut.
"Iya neng"
"Bibi lagi masak apa?, hmm baunya kayaknya Enak deh, jadi lapar Icha bi" Ujar Naisha sembari menghirup Aroma masakan Bi Onah.
"Ini neng Bibi masak..." Perkataan Bi Onah terhenti karena suara Azzam memanggil Naisha.
"Nai, Kemarilah!" panggil Azzam yang masih berada di lantai dua.
"Iya Mas" sahut Naisha " Bi Icha ke atas dulu ya" Pamitnya pada Bi Onah.
"Iya Neng", Setelah berpamitan Naisha pun langsung pergi meninggalkan dapur, dan melangkah menuju Anak tangga, lalu ia pun naik kelantai dua menuju kamar mereka berada..
"Ada apa mas?" tanya Naisha saat sampai di sana.
__ADS_1
"Bersiaplah Nai, kita akan pergi memenuhi undangan teman ku"
"Hah?, haruskah mas Icha ikut?"
"Iya cepatlah!"
"Tapi mas, hmm itu Icha masih perih mas." Ucap Naisha sembari menyatukan jari telunjuknya dan ia tertunduk malu, Azzam langsung paham apa yang di maksud oleh istri kecilnya itu.
"Oh, ya sudah, kalau begitu kamu istirahatlah di rumah biar mas pergi sama Frans saja"
"Iya mas, Terimakasih ya" ucap Naisha sembari memeluk Azzam dan di Sambut oleh Azzam dengan hangat.
"Ya sudah mas pergi ya" ucap Azzam lalu ia pun mengecup dahi Naisha.
"Iya mas Hati-hati ya"
"Iya sayang, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumus salam," Azzam pun langsung melangkah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju arah keluar, sesampainya di luar ternyata Frans sudah berada di sana.
"Loh, Naisha kok nggak ikut zam?" tanya Frans saat melihat Azzam keluar sendirian.
"Dia lagi Nggak enak badan!"
"Lah, perasaan tadi dia sehat-sehat saja"
"Ah, banyak tanya Lo!, sudah ayo kita berangkat!" bentak Azzam
"Ikh, galak banget sih Lo!"
"Masih mau protes, gue kirim Lo ke Afrika!
"Haiis, punya Bos gualak banget sih" gerutu Frans lalu ia pun langsung masuk dan duduk di belakang mobilnya, dan tak lama mobil pun mulai melaju.
********
Sepi, kurang semangat 😔😔
__ADS_1
jadi melempem Authornya 😔