SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
SUAMIKU PEMARAH TAPI MENGEMASKAN.


__ADS_3

🍃🌻 MUTIARA HIKMAH 🌻🍃


"Terdidiknya seorang istri tergantung tingkat kesalehan seorang suami.


Mencari yang Sholeh itu penting karena suami yang saleh akan membimbing Istrinya menuju surga


Laki-laki adalah madrasah pertama bagi seorang wanita, ketika ia menjadi istrinya.


Wanita adalah makmum, sehingga baik dan buruknya di tentukan oleh Imamnya"


_(Quotes of the day)_


@@@@@@@@@@🌻@@@@@@@@@@


Dalam perjalanan Azzam yang hendak membawa Naisah pulang, tiba-tiba Hpnya berbunyi, dan ia pun langsung menerima panggilan tersebut dan di dalam panggilan itu mengharuskan Azzam untuk segera datang karena mau adanya rapat setelah ia mengatakan iya panggilan pun terputus..


"Nai, kita ke kantor ku dulu ya, nggak papakan?" ujar Azzam setelah memasukkan kembali benda pipihnya ke dalam saku jasnya.


"Nggak papa kok mas, lagiankan Icha memang belum ada kegiatan" bales Naisha.


"Baguslah kalau begitu, Frans kita langsung ke kantor" ujar Azzam yang juga memberi titah pada Frans.


"Oke!" bales Frans singkat, dan Frans pun mengarahkan mobilnya menuju ke kantor mereka dan tak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di depan lobby kantor.


Azzam pun langsung mengajak Naisha menuju ke lift dengan menggandeng tangannya sehingga mereka menjadi pusat perhatian karyawan di sana. setelah mereka sampai di depan pintu lift, mereka pun menunggu sebentar karena lift sepertinya sedang di posisi atas dan di saat mereka sedang menunggu tiba-tiba Naisah ingat sesuatu.


"Mas?, kamu ingat nggak pertama kali kita bertemu?" tanya Naisha sambil mendongakkan wajahnya ke arah suaminya yang memang tinggi dirinya sebahu Azzam.


"Hmm, iya, kenapa?" tanya Azzam sembari mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Hihihi "Naisha bukannya menjawab pertanyaan Azzam ia hanya cekikikan, membuat Azzam semakin mengerenyit,


"Kenapa malah tertawa?" tanya Azzam heran


"hehehe Icha hanya teringat waktu itu mas seram banget kayak kucing garong aarrrrr hihihi.." Ledek Naisha sembari cekikikan, membuat Frans ingin ketawa juga tapi di tahannya karena ia tahu tabiat Sahabatnya itu pasti akan marah kalau ia melepaskan tawanya


"Kenapa?, Lo mau ikutan tertawa juga?" tanya Azzam dengan nada dinginnya pada Frans.


"Eh, nggak kok bos, itu perasaan bos aja kali" dalih Frans, yang masih menahan tawanya membuat Azzam semakin kesal pada Frans, dan saat bersamaan pintu lift pun terbuka.


"Ya sudah ayo masuk!" Ajak Azzam sembari menarik tangan Naisah. " dan Lo naik tangga Darurat!" titahnya lagi pada Frans, membuat Frans kaget.


"Hah?, gila aja Lo nyuruh gue naik tangga darurat?" protes Frans.


"Nggak boleh bantah!, kalau tidak potong gaji" kata Azzam dan ia langsung menekan tombol dan pintu Lift pun tertutup sebelum Frans membalas perkataan Azzam.


****


Sementara di dalam lift, Azzam yang wajahnya nampak kesal, membuat Naisha merasa bersalah, karena membuat suaminya jadi marah.


"Maaf ya mas, Icha sudah membuat mas Azam kesal, " ucap Naisha tulus, namun tak di respon oleh Azzam, dia hanya diam dan masih dengan wajah kesalnya, dan tak lama pintu lift pun terbuka dan kembali lagi Azzam menarik tangan Naisah, dan langsung membawa Naisah ke ruangannya,


Sesampainya di dalam Azzam langsung menutup ruangan itu dan langsung menguncinya. setelah itu ia langsung menarik cadar Naisah, membuat Naisha terkejut.


" Eh! Mas?, kenapa kam......um, um.." perkataan Naisha langsung terhenti akibat tersumpal oleh bibir Azzam dan dengan rakusnya ia terus menelusuri bibir Naisah, membuat Naisha kehabisan nafas hingga ia memukul-mukul dada bidang Azzam..


"Um, um, um...Akh..ha..ha..!" Naisha Akhirnya bisa bernafas lega karena Azzam telah melepaskan tautan bibirnya


"Ini hukuman karena telah menertawai suami di depan orang lain!" ujar Azzam setelah ia melepaskan bibirnya Naisha.

__ADS_1


"Hum, iya maaf, Icha nggak akan mengulanginya lagi mas, " Bales Naisha sedikit manja


"Bagus!, sekarang istirahatlah di ruangan itu " ujar Azzam sembari menunjuk sebuah pintu kamar kecil tempat ia biasa beristirahat bila ia merasa penat bekerja.


"Hu'um!" bales Naisha masih manja dengan bibir yang di majukan sedikit..


"Ya sudah mas Rapat dulu ya, nanti kalau kamu membutuhkan apa-apa mintalah pada sekertaris mas Ok!" Ujar Azzam lagi,


"Hu'um!" balesan Naisha masih sama.


"Ya sudah, mas pergi ya, jangan lupa istirahat!" ucapnya lagi sembari mengecup kening Naisha singkat dan ia langsung pergi meninggalkan Naisha sendiri di dalam ruangannya. setelah suaminya tak terlihat lagi..


"Ukh, Maa syaa Allah suamiku, pemarah tapi menggemaskan deh, " Gumam Naisha sambil memegang bibirnya yang masih terasa sakit akibat keganasan suaminya.


"Sudahlah, lebih baik ana istirahat deh " _Batin Naisha.


Naisha pun langsung menuju pintu yang di tunjuk oleh Azzam tadi, dan saat ia membukanya, ternyata di dalamnya ada sebuah ranjang dan satu buah lemari juga ada kamar mandi yang berpintukan kaca, Naisha pun masuk kedalam dan menghampiri jendela kaca yang ada di sana ia pun melihat pemandangan luar dari kaca tersebut.


"Maa syaa Allah, tingginya tempat ini, hingga orang-orang di bawah nampak kecil." gumam Naisha yang memang baru kali ini ia melihat suasana seperti itu, setelah lelah ia memperhatikan pemandangan di bawah Akhirnya ia memilih untuk istirahat, Naisha pun berjalan menuju Ranjang tempat biasa Azzam istirahat bila di kantor,


Sesampainya ia di tepi ranjang ia duduk sejenak untuk membuka Hijabnya agar tidak lusuh saat di bangun, setelah hijab terbuka ia pun langsung membaringkan tubuhnya dan tak lama pun ia terlelap dalam tidurnya. Namun tak begitu lama ia terlelap tiba-tiba tubuhnya seperti tertimpa benda berat dan bibirnya ada yang memainkan, karena merasa ada yang aneh Naisha membuka matanya, dan ternyata..


Bersambung Akh 😉


_____________


Sorry ya guys di gantung lagi.😜


Tapi tetap dukung Author ya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2