SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
HILANG LAGI.


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ₯€ MUTIARA ALFAQIRAHπŸ₯€πŸ‚πŸ‚


"Manusia Yang Kuat Hatinya Adalah Yang Mampu Mendengar Dan Mau Membantu Penderitaan Orang Lain. Sementara Dirinya Sendiri Mengalami Kesusahan"


---πŸƒAli Bin Abi ThalibπŸƒ---


β€’β…β€β¦ΰ³‹ΰΉ‘ΰ­¨β—Žβ…β€β¦πŸŒΉβ¦β€β…β—Žΰ­§ΰΉ‘ΰ³‹β¦β€β…β€’


Mendengar perkataan Azzam, Frans dengan perlahan menoleh kearah samping yang di tunjuk oleh Azzam dan ternyata di sampingnya ia berdiri sudah duduk si blacky.



Dengan tatapan matanya menatap Frans dengan instens, membuat Frans, menelan ludahnya dengan secara terpaksa, dan seketika sekujur tubuhnya gemetar, rasanya kakinya tidak mampu di gerakannya.


"Z..z..zam, to..to..tolongin. gu..gu..gue, a.a..ada..gu.gu.gung.gung z..zaam " Kata Frans dengan terbata-bata dan dengan suara bergetar..


"Hahaha, Mampos Lo!, tadi Lo ngetawain gue, kualat Lo kan." Seru Azam dari atas pohon, sambil terkekeh.


"E.h. k.kok..lo ma.ma.malah ke..ketawa sih.. to..to.tolongin, gu..gu.. gue..z.z.zaam.." Ujar Frans yang sangat terlihat sekali ia begitu ketakutan, dan saat blackiy, menoleh ke atas mau melihat Azzam, dengan langkah seribu Frans pun ngacir..


"Uaaaah,..Mamaaa.. tolongin Frans..." Teriaknya Frans sambil berlari-lari, dan sudah pasti seekor anjing bila melihat orang yang lari ia pasti akan mengejarnya.


"Gong..Gong..gong .gong!." Blackiy terus mengejar Frans, yang sedang berlari-lari, yang hanya mengitari pohon buah Buni, sambil berteriak-teriak.


"Tolooong, mama toloongin Fraans!, huaaaaa Mamaaa tolong oh tolooong!" Teriaknya Frans yang berlari mengitari pohon, ia yang sudah ngos-ngosan, sedangkan Azzam yang di atas pohon ia hanya tertawa melihat Frans yang berlari-lari mengitari pohon buah Buni saja.


"Hahaha, Mampos, Lo hahaha dasar anak Mama bukan lari keluar malah muter-muter di situ aja Lo." Ujar Azzam sambil terkekeh-kekeh di atas pohon, hingga ia lupa kalau ranting yang ia pijak masih ranting yang belum kokoh, hingga saat Azzam tertawa dengan tubuhnya yang sedikit bergoyang, ranting pohon itu tidak bisa menahan tubuh Azzam yang besar Alhasil ranting itu patah.


KRAAAK!!


"Aaakh!!" Teriak Azzam di atas pohon, untung saja ia masih berpegangan di ranting yang di atas kepalanya jadi ia tak sempat jatuh hanya saja tubuhnya bergelantungan di sana.


"Akh, Frans tolongin gue!" Teriak Azzam, dengan tubuh yang masih bergelantungan di ranting pohon.


"Gue nggak bisa noloongi elo gue juga lagi..." Teriak Frans yang terpotong oleh gonggong Blcakiy..


"Gong, gong.. Gong!"


"Aaaaaaah, tolooong! Mamaaa tolongin!" Teriaknya Frans, lagi dan karena terdengar begitu ribut sang pemilik rumah pun keluar.

__ADS_1


"Ada apa ini?!, Blcakiy stop, get out of here quick! " Teriak sang pemilik rumah, yang terlihat marah pada hewan peliharaannya, dan karena perintah sang majikan begitu keras blackiy, langsung pergi menjauh, sementara Frans yang melihat blackiy menjauh ia langsung menjatuhkan tubuhnya di rerumputan di sekitar pohon buah Buni.


"Alhamdulillah, hah..hah .hah.." Ucapnya dengan napas yang masih tersengal-sengal..


"Kamu tidak apa-apa nak" Tanya sang pemilik rumah, saat melihat Frans yang langsung menjatuhkan tubuhnya dengan posisi terlentang.


"Hah..hah..tidak apa-apa Bu, hah..hah.. terimakasih karena sudah menolong saya" Kata Frans yang nafasnya memburu, akibat berlari-lari tadi. " Oh iya Bu, apakah ibu punya sebuah tangga, karena teman saya sedang jadi monyet tuh Bu, dia lagi gelantungan gitu." lanjut Frans sembari telunjuknya menujuk Azzam yang masih tergantung di dahan pohon buah Buni.


"Astaghfirullah, sebentar nak ibu cari dulu ya." Ujar sang ibu panik dan ia langsung berlari kebelakang rumahnya.


" Sialan Lo Frans, gue di katain monyet!, cepat Lo bantuin gue !" Triak Azzam kesal, ternyata ia mendengar perkataan Frans tadi pada sang ibu.


"Hah..hah.. bro sorry gue masih lemas! Lo nggak lihat apa nafas gue tinggal satu dua, hah..hah.." Ujar Frans Enteng


"Sompret Lo, kalau Lo nggak segera nolongin gue!, gue jamin malaikat pencabut nyawa akan datang ke elo!" Triak Azzam yang sepertinya ia sudah tidak bisa menahan pegangannya lagi.


"Aduh, seram banget sih kata-kata Lo!, kalau gue mati, nanti bini gue jadi janda dong!." Protes Frans.


"Bod9 amat, cepat cari sesuatu gue Udah nggak tahan nih...Aaakh !!" triak Azzam sudah tidak bisa menahan pegangannya lagi, mendengar Azzam berteriak minta Frans langsung duduk namun dan hendak melihat Azzam, namun..


"Aaakh!!" Triak Frans juga saat melihat Azzam dan..


BRUUUK!!..


"Inna lilahi wa innailaihi Raji'un." Bales Azzam dengan spontan.


"Sompret Lo!, Lo pikir gue udah mati hah!, minggir Lo!" Bentak Frans kesal, sambil mendorong tubuh Azzam yang berada di atas tubuhnya.


"Hahaha, kan Lo sendiri yang bilang Lo dah mati" Ujar Azzam yang kemudian ia juga membaringkan tubuhnya di samping Frans.


"AU akh, bini Lo yang ngidam gue yang dapat sengsara!, di kejar-kejar sama Anjing, di tambah lagi di timpa gajah, mimpi apa gue semalam." Keluh Frans lagi.


"Sorry, sorry, gue juga nggak nyangka ini bakal terjadi bro, dan saat bersamaan sang pemilik rumah datang lagi dengan membawa sebuah tangga, membuat Azzam dan Frans saling berpandangan.


"Hah?, ternyata ibu panya tangga?" Tanya Frans dengan tatapan yang tidak mengerti.


" Iya nak ada, kenapa nak?" tanya ibu itu polos.


"Ya ampun Bu, Bu, kalau dari tadi ibu ngomong punya tangga, teman saya nggak bakalan manjat ke pohon Bu, dan saya juga nggak bakalan tertimpa oleh tubuhnya yang besar itu." Kata Frans, yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Maaf ya nak, ibu lupa, " Balas sang Ibu yang terlihat merasa bersalah.


"Sudah Bu, nggak papa kok, yang penting saya sudah dapat buah Buninya " Kata Azzam sambil menunjuk setangkai buah Buni.


"Alhamdulillah, kalau begitu cepat berikan pada istrimu, kasihan dia pasti sudah menunggu lama." Balas Ibu pemilik rumah lagi.


"Ah, iya Bu, kalau begitu berapa yang saya harus bayar Bu?." Tanya Azzam ramah.


"Tidak usah nak, itu tidak ibu jual kok, malahan ibu senang karena mendengar keinginan istri kamu ngidam buah Buni, maklum nak, ibu tidak pernah merasakan itu, karena ibu tidak bisa punya anak." Ujar Sang Ibu yang terlihat di raut wajahnya ada kesedihan di sana.


"Oh, maaf ya Bu, saya sudah membuat ibu sedih." Balas Azzam .


"Tidak kok nak, ya sudah nanti sampaikan salam ibu ya padanya, dan lain kalii bawalah ia datang kesini lagi." Pinta ibu itu


"Baik Bu in syaa Allah, kapan-kapan pasti saya bawa, kalau begitu saya pamit ya Bu, dan terimakasih atas buah Buninya. Assalamu'alaikum". Pamit Azzam sambil menyalami sang ibu, dan sang ibu kaget saat membalas salamnya Azzam.


"Eh, apa ini nak, ibu bilang jangan bayar" Kata ibu kaget saat ia melihat sesuatu yang di sisipkan di tangannya.


"Maaf Bu, itu bukan bayaran buah Buni, tapi itu Rezeki dari Allah Bu" Bales Azzam sambil tersenyum ramah pada sang ibu..


"Maa syaa Allah, terimakasih banyak ya nak." Balas sang Ibu.


"Iya Bu sama-sama, ya sudah saya pamit lagi ya, Assalamu'alaikum " Pamit Azzam lagi.


" Iya nak, hati-hati, Wa'alaikumus salam" Setelah mendapatkan jawaban dari sang ibu, Azzam dan Frans pun keluar dari halaman rumah ibu pemilik buah Buni, dan kemudian mereka berjalan menuju ketempat mobil mereka terparkir.


"Aduh kaki gue lemas banget Zam, kayaknya gue nggak bisa nyetir deh." Keluh Frans, sembari ia menghentikan langkahnya dan kemudian tangannya ia letakkan di lututnya, seperti sedang melakukan ruku' bila melakukan sholat.


"Ya sudah nanti gue yang nyetir, nanti Lo suruh aja Irma duduk di belakang " Kata Azzam saat melihat sudah sampai di depan mobil.


"Oke deh, kalau begitu" Kata Frans juga yang kemudian ia membuka pintu di bagian depan tempat Irma tadi duduk dan di saat pintu mobil sudah terbuka, Frans tersentak.


"Astaghfirullah, kemana mereka?!" Tanya Frans, setelah ia melihat mobil ternyata kosong.


"Apa?!, Apa maksud Lo?" Tanya Azzam yang terlihat belum melihat isi mobilnya.


"Bini kita Hilang lagi!" Jawab Frans yang terlihat panik saat ia melihat keadaan sekitar yang terlihat sepi.


"Apa Hilang lagi?!"

__ADS_1


******


Jangan lupa ya guys, tinggalkan penyemangat buat Author πŸ™ by Syukron πŸ™


__ADS_2