SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
BANG REYHAN MERAJUK?


__ADS_3

❅◈◈◈⊰💚 Mutiara Hikmah💚⊱◈◈◈❅


"Cinta karena Allah adalah bagian dari keikhlasan, yaitu mengikhlaskan segalanya untuk kebaikan orang yang kita cintai, dengan memberikan nasehat.


Dengan senantiasa menyuruh kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran selalu dan selamanya. Itulah bukti cinta yang sebenarnya."


"dan saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran'." (QS. Al-Ashr: 3)


sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ


❅❀⊱◈◈◈⊰◎❅❀❦||💚||❦❀❅◎⊱◈◈◈⊰❀❅


"Kyaaak!"


"Aaakh!"


Reyhan dan Aziah sama-sama berteriak. Aziah yang berteriak karena kaget, sementara Reyhan berteriak, karena Aziah yang kaget spontan tangannya menyenggol perut Reyhan. Alhasil keduanya, berteriak secara bersamaan. Untungnya Aziah segera menyadarinya.


"Astaghfirullah Bang Rey? Maafin Ziah Bang, Ziah nggak tahu!" ucap Aziah setelah menyadarinya. Sembari ia bangkit dari tidurnya, karena ia juga menyadari sepertinya Reyhan sedang kesakitan.


"Maaf ya Bang, sakit banget yaa? Maaf Ziah tadi nggak sengaja" lanjutnya lagi ya sembari ia mendekati dirinya ke Reyhan bermaksud ingin melihat lukanya. "Sini coba Ziah lihat Bang."


"Sudah nggak papa kok Dek, tadi hanya kesenggol sedikit aja kok." kata Reyhan agar Aziah tenang. Namun Aziah tahu kalau Reyhan masih menahan sakit. Itu terlihat dari wajah Reyhan yang sudah mengeluarkan Keringat.


"Apanya yang nggak papa sih Bang? Sudah berkeringat begitu masih bilang nggak papa? Sudah sini Ziah lihat, Abang berbaring saja Sekarang!" kata Aziah dengan suara sedikit keras.


"Eh..Iya iya, tapi jangan marah dong Dek."


"Siapa yang marah juga? Ziah cuma khawatir aja, kalau-kalau lukanya Abang terbuka lagi tau!" kata Aziah yang tanpa minta persetujuan dari Reyhan ia langsung menarik bajunya keatas.


"Kayaknya nggak terbuka kok Dek, kan cuma kesenggol doang" kata Reyhan yang sedikit kaget, karena melihat Aziah yang sepertinya tidak ada rasa canggung lagi padanya. Seperti ketika mereka dirumah sakit. "Eh, kayaknya Ziah sudah mulai tidak canggung lagi ya sama gue? Hmm... ini awal yang baik" batinnya sambil tersenyum tipis, melihat Aziah yang tanpa ragu memeriksa lukanya.


"Sebenarnya Abang tadi mau apa sih?" tanya Aziah yang tatapannya masih fokus dengan luka Reyhan, dengan posisi dia yang duduk sedangkan Reyhan berbaring.


"Sebenarnya sih Abang tadi mau, ngasih surprise sama Adek. Eh.. malah Abang yang dapat surprise!" jelas Reyhan sambil memutarkan bola matanya, sedikit kesal karena rencananya malah gagal.


Mendengar perkataan Reyhan, sekaligus melihat ekspresi wajahnya, Aziah spontan tertawan lucu. "Hahahaha... makanya Bang, kalau lagi sakit, jangan berbuat yang aneh-aneh deh. Akhirnya Abang jugakan yang kenak batunya.. hahaha.."


Melihat Aziah tertawa terpingkal-pingkal, membuat Reyhan, senang melihanya. "Ziah tertawa? Hmm... sepertinya dia sudah mulai terbiasa dengan kehadiranku, dan tidak lagi menjaga jarak denganku," batin Reyhan sembari ia tersenyum tipis. "Hmm.. jadi Ingin menggodanya, hmm... gimana reaksi dia ya kalau guy pura-pura marah karena di tertawakan olehnya ya? Gue coba akh."

__ADS_1


Reyhan pun mulai melakukan rencananya dan ia pun memasang wajah kesalnya. Lalu ia mengalihkan pandangannya dengan menyemberutkan mulutnya tanda ia kesal. Dan sambil mengeluarkan dengusannya.


"Huhms..!"


"Ay? Bang Reyhan merajuk?" tanya Aziah yang baru menyadari saat melihat ekspresi wajah suaminya yang mulai berubah.


"Hum.. siapa bilang?" kata Reyhan yang masih memasang wajah juteknya.


"Itu muka Abang, jutek banget sih?"


"Biarin! Siapa suruh mentertawakan Abang, coba? Padahal Abang dari rumah sakit, ingin segera pulang, Karena kangen tau! Eh sampai di rumah malah di tertawakan!" keluh Reyhan, yang masih enggan memandang Aziah. Dan masih memasang wajah betenya.


"Ya maaf Bang, Ziah nggak sengaja mentertawakan Abang. Habis Abang lucu sih" balas Aziah berkata jujur.


"Huh! Emang Abang pelawak apa!" protes Reyhan yang kini ia sengaja memiringkan tubuhnya, membelakangi Aziah.


"Maaf Bang Rey, Ziah nggak berpikir Abang kamu pelawak kok.."


"Terus Abang siapa rupanya hm?"


"Humm.. itu..hmm Abang suaminya Ziah" jawab Aziah sedikit lirih. Namun masih terdengar oleh Reyhan.


"Apa? Abang nggak dengar tuh!'


"Apa? Kamu malah mengatakan Abang bolot Ziah?" protes Reyhan lagi semakin memasang wajah yang terlihat marah.


"Yaa.. habis.. masa Abang nggak dengar sih?" kata Aziah sambil menyatukan kedua jari telunjuknya.


"Ya Abang nggak salah dong? Siapa suruh suaranya kecil begitu coba? Emangnya kamu bilang apa tadi hm?" tanya Reyhan, sambil mengerutkan dahinya.


"Ziah bilang tadi, Abang suaminya Ziah! Puas?" kata Aziah dengan suara yang terdengar keras.


"Hmm.. Ziah marah?"


"Ay, siapa yang marah sih?"


"Itu bentakin Abang."


"Hah? Tadi bukannya...? Iiss Au akh! Bang Reyhan nyebelin!" Aziah bermaksud menjelaskan kalau dia tidak bermaksud membentak Reyhan. Namun saat ia baru mau jelasin, ia menangkap Reyhan wajah Reyhan yang sedang menahan tawanya.

__ADS_1


Melihat Aziah yang hendak beranjak dari ranjang mereka, Karena kesal. Reyhan langsung menarik tangannya. Sehingga Aziah terjerembab ke dalam pelukannya. dengan posisi Aziah di atas tubuhnya Reyhan.


"Kyaak! Bang Rey! Lepasin Ziah!" seru Aziah yang terlihat kaget.


"Tidak, bukankah kamu tadi bilang, kalau Abang suaminya kamu? Jadi nggak papa dong Abang apa-apain kamu?" tanya Reyhan dengan mata, yang kini mulai tertuju pada bibir merah milik Aziah.


"Iya nggak papa, tapikan luka Abang belum sembuh. Jadi Ziah takut, nanti terkenak luka Ab..." balas Aziah, namun terhenti karena jari telunjuknya Reyhan menutup bibirnya Aziah.


"Sssth... Abang nggak papa Dek," bisik Reyhan yang mata masih mengarah ke bibir Aziah.


"Ziah?" panggilnya terdengar lembut


"Hmm?" balas Aziah yang matanya juga terfokus kewajah Reyhan.


"Bolehkah Abang meminta ini?" tanya Reyhan lirih, sambil mengusap bibir Aziah dengan jari telunjuknya yang masih berada disana. Aziah sedikit kaget dengan permintaan suaminya. Dan seketika ia teringat akan perjuangan Reyhan. Membuat ia tak tega untuk menolaknya. Dan akhirnya Aziah mengangguk tanda ia mengizinkannya.


Setelah mendapatkan Izin dari Aziah, Reyhan tak ingin berbasa-basi lagi, ia pun langsung menarik tengkuk Aziah, dan langsung meraih bibir merah meronanya yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya. Reyhan begitu menikmati ciuman pertamanya pada sang istri tercintanya, yang terlihat juga Aziah ikut hanyut didalamnya. Ciuman yang tadinya hanya terlihat biasa kini berubah menjadi panas.


Posisi Aziah yang tadinya di atas tubuh Reyhan, tanpa sadar kini posisi sudah berganti. Dengan Reyhan yang sudah berada di atasnya Aziah. Namun karena ia terlihat begitu tergesa-gesa, membuat lukanya terhimpit dengan tubuhnya Aziah dan...


"Aaakh!"


____________


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Jangan pelit juga dong untuk Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya Author😉.


Dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


*****


Oh iya guys, sambil menunggu author update kembali. Yuk kepoin novel teman Author paling kece, yang Ceritanya keren abis loh. cus akh kunjungi, dan jangan lupa berikan dukungannya juga oke 😉



Dan satu lagi nih novel teman Author, yang tak kalah kerennya. Karya milik author Irma Kirana yang kece abis. Cus akh kepoin Ya guys, dan jangan lupa berikan dukungannya juga Oke.🙏😉

__ADS_1



Jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 🙏🥰.


__ADS_2