SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
ALAMAT GATOT.


__ADS_3

━━•⊰❁🌸 MUTIARA ALFAQIROH🌸❁⊱•━━


"Orang pesimis selalu melihat kesulitan disetiap kesempatan, orang optimis selalu melihat kesempatan dalam kesulitan


__Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra__


❁━━━❁🌸━━•⊰❁🌸❁⊱•━━🌸❁━━━❁


Di Mansion Azzam..


Semenjak kakek dan nenek tinggal bersama dengan Azzam dan Naisha, membuat mereka bahagia, pasalnya si nenek suka melakukan hal yang lucu maklum karena usia yang semakin tua membuatnya kembali seperti anak-anak lagi.


dan Naisha pun senang memanjakan sang nenek hingga ia jadi sering memasak sesuatu yang di sukai sang nenek.


Tapi Azzam selalu melarangnya karena memang kehamilan Naisha yang semakin membesar, membuat Azzam khawatir takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,


Seperti hari ini ketika Azzam baru saja pulang kerja ia tak mendapatkan istrinya di kamar mereka. "Hmm pasti Naisha di dapur, ya sudah aku kesana saja." Batin Azzam. yang kemudian ia pun melangkah menuju ke dapur sesampainya di sana.


" Hm Benarkan dugaan ku." Gumam Azzam saat ia melihat Naisha yang terlihat sibuk dengan acara memasaknya hingga ia tak menyadari kehadiran Azzam di sana.


"Hmm, ternyata istriku terlihat seksi ya kalau sedang memasak." Ujar Azzam, membuat Naisha kaget karena suara bariton Azzam yang memang terdengar besar.


"Eh, emas bikin kaget aja sih, bukannya salam gitu kek." Tegur Naisha dengan bibir yang cemberut.


"Maaf Sayang, habis kamu mas pulang kerja, bukannya menyambut kedatangan suaminya, ini malah Asyik di dunia kamu sendiri." Protes Azzam dengan wajah di merajukkan.


"Eh, maaf Mas, biasanya juga, mas pulang bukan jam seginikan kok hari ini tumben cepat mas." Tanya Naisha, yang mengalihkan merajuknya Azzam.


"Emang nggak boleh mas Pulang cepat ya.?" Balas Azzam yang terlihat masih merajuk.


"Jangan cemberut gitu dong mas kan Icha tadi Udah minta maaf."


"Biarin, siapa suruh mengabaikan suaminya, padahal Mas pernah dengar tuh, seorang Ustadzah ngomong saat ia mengajar para santrinya, yang katanya begini." Tutur Azzam yang kemudian ia menarik kursi makan dan di dekatkan dengan tempat Naisha yang masih memasak.


" Yang katanya begini, bila ingin mendapatkan pahala kita harus bisa Menyenangkan suami saat melihat kita, Seorang isteri ideal selalu nampak ceria, lemah lembut, dan menyenangkan suami. Jika suami pulang ke rumah setelah seharian bekerja, maka ia mendapatkan sesuatu yang dapat menenangkan dan menghibur hatinya. Jika suami mendapati istri yang bersolek dan ceria menyambut kedatangannya, maka ia telah mendapatkan ketenangan yang hakiki dari isterinya , seperti yang terdapat juga di dalam sebuah hadits.


Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

__ADS_1


“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”


Dan di dalam Hadits lain juga di katakan:


Dari Abu Hurairah juga meriwayatkan, pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik? ” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci”


(HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251).


"Benar apa nggak sih itu?" Kata Azzam dengan tangan yang ia letakkan di bawah dagunya dan terlihat juga matanya seperti berpikir.


"Eh, benar dong Mas, Ustadzahnya kan Icha, iiss Mas, Ichakan Nggak tahu kalau Mas pulang cepat, jangan marah dong mas, Icha minta maaf ya." Kata Naisha dengan kedua tangan ia katupkan berharap suaminya mau memaafkannya.


"Oke Mas, akan maafkan, tapi dengan satu syarat, apakah kamu mau memenuhinya?" Tanya Azzam, dengan senyum nakal yang sepertinya ia sedang merencanakan sesuatu.


"Iya Icha mau, apa syaratnya?." Tanya Naisha penasaran.


" Hmm, tapi sebelumnya Mas mau bertanya sesuatu bolehkah?" Tanya Azzam yang terlihat berhati-hati sekali saat ingin mengungkapkan sesuatu.


"Boleh, katakanlah Mas, " Ujar Naisha dengan tangan dan tatapannya masih terfokus pada masakannya.


Apabila suami minta berhubungan intim dan istri tidak sedang berhalangan maka layanilah dengan senang hati. Jangan mencari banyak alasan untuk seorang istri menolak permintaan suaminya ini, walaupun ia sedang memasak, benarkah itu Nai?" Tanya Azzam lagi, dengan wajah yang terlihat polos.


"Itu benar Mas, bahkan ada juga haditsnya yang mengatakan seperti itu di Dalam hadits :


Rasulullahﷺ bersabda “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya maka hendaklah istri mendatanginya walupun istri sedang berada di dapur” (HR Tirmidzi).


Jelas Naisha dengan pandangan masih fokus pada masakannya, sedangkan Azzam ia tersenyum penuh kemenangan, setelah mendengar perkataan Naisha.


"Ehem ehem.."


"Mas Kenapa?" tanya Naisha saat mendengar Azzam berdehem.


" Sayang, kamu masih ingin nggak di Maafin Mas?" Tanya Azzam dengan alisnya yang di naik-turun.


"Ya mau dong Mas?, emang apa sih syaratnya?" Tanya Naisha penasaran.


"Humm, itu Sayang Ting." Kata Azzam sambil mengedipkan matanya serta bibirnya yang seperti memberikan isyarat kalau ia ingin bercumbu.

__ADS_1


Naisha yang seperti paham arah isyarat suaminya, membuat matanya membulat kaget, karena suaminya tak pernah seperti itu.


"Eh, Icha belum siap masak mas ini sedikit lagi loh." Dalih Naisha, yang terlihat bingung.


"Loh, loh, katanya tadi ada tuh Hadits yang mengatakan.."


"Eh, Iya iya nih, udah di matikan kompornya." potong Naisha, yang kemudian ia langsung mematikan kompornya.


"Kok kayak nggak ikhlas yaa.." Sindir Azzam.


Mendengar sindiran Azzam, cepat-cepat Naisha tersenyum manis sambil cengengesan


."Eh, hehehe, ikhlas kok mamasku sayang, ayo kita ke kamar sekarang." Ajaknya sambil menggandeng mesra tangan suaminya yang sedang tersenyum puas, penuh kemenangan, mereka berjalan saling bergandengan hendak menuju ke kamar mereka, Namun ketika mereka melewati ruang keluarga tiba-tiba langkah mereka terhenti.


"Eh, ada cucu ganteng sudah pulang ya." Ujar seorang wanita tua yang langsung melingkarkan tangannya ke lengan Azzam, membuat mata Azzam membulat kaget, karena sang nenek bukan hanya melingkarkan tangannya saja, tapi ia juga melendotin Azzam bak seorang istri yang sedang bermanja-manja pada suaminya.


Azzam yang merasa risi melihat sang nenek yang terlihat genit menurutnya, ia langsung memandang Naisha yang hanya tersenyum saja tanpa mau menolong dirinya.


"Eh, iya Nek, Azam sudah pulang, kakek mana?, kok nenek nggak sama kakek manja-manjaanya?." Tanya Azzam sambil ia berusaha menarik tangannya agar terlepas dari lingkaran tangan sang nenek.


"Nggak mau akh sama kakek, udah keriput nggak enak di pandang, enakkan sama cucu ganteng humm bikin gemas." Balas sang Nenek, sembari mencubit pipi Azzam dengan gemas, membuat sekali lagi mata Azzam membulat, sambil menatap wajah Naisha yang dari tadi hanya senyum-senyum lucu melihat suaminya.


"Sayang tolongin Mas dong, kamu tuh kok malah senyum-senyum gitu sih." Protes Azzam yang masih berusaha melepaskan diri dari dekapan tangan sang nenek.


" Hahaha, Nikmati saja mas, nyenangkan hati orang juga berpahala loh mas." Balas Naisha sambil terkekeh.


"Aduuuuh, Mas kan ingin itu Sayang, kalau begini Alamat Gatot dong!" Ujar Azzam yang terlihat dari mimik wajahnya kalau ia sedang frustasi.


"Gatot?, apa tuh mas?" Tanya Naisha polos.


"Gagal total sayaaang!!."


**********


Sabar ya mamas Azzam, 😁😁🤭


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2