SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
JODOH DARI ALLAH.


__ADS_3

πŸƒπŸ’š MUTIARA HIKMAH πŸ’šπŸƒ


"Jodoh Yang Ditetapkan-Nya Takkan Salah Alamat"


Menunggu adalah hal yang mungkin memang sangat membosankan dalam hidup ini, tetapi bila hal itu dikaitkan dengan jodoh maka tentu moment menunggu adalah hal yang paling mendebarkan, terlebih bagi ia yang senantiasa menjaga kesendiriannya dalam ketaatan kepada Allah.


Tapi, satu hal yang harus tetap kamu ingatkan pada hatimu saat ini, segelisah apapun kamu dalam masa menunggumu, maka yakinkanlah hatimu untuk selalu berprasangka baik pada Allah, karena pertemuan yang ditetapkanNya takkan salah tempat, takkan salah waktu, dan takkan salah orangπŸ˜‰πŸ˜‰


___Happy reading__


βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†πŸ’šβˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†βˆ†


Disaat Azzam teringat akan rumah thafis yang terdapat banyak Al-Qur'an, ia pun langsung menggas Mobilnya dengan cepat, dan di karenakan hari memang sudah mendekati tengah malam, jadi jalan raya terlihat lengang dan hanya satu dua kendaraan saja yang terlihat, namun itu tidak mengurangi kecepatan mobil Azzam, hingga akhirnya mobilnya pun memasuki kawasan kampung pemulung dengan cepat,


Dan tak berapa lama pun mobil Azzam sudah memasuki gerbang Rumah Thafis, dan dengan cepat ia langsung memarkirkan mobilnya dan ia juga langsung di sambut dengan penjaga gerbang rumah thafis dengan membantu Azzam membukakan pintu mobilnya.


"Assalamu'alaikum suaminya Ustadzah?" kata penjaga gerbang rumah thafis itu pada Azzam saat pintu mobil sudah terbuka.


"Wa'alaikumus salam pak, " Bales Azzam Ramah, " Oh iya pak, apakah istri saya ada di dalam?" tanyanya lagi, setelah ia keluar dari mobilnya.


"Alhamdulillah ada, sejak jam tiga sore tadi Suaminya Ustadzah" Jawab penjaga gerbang itu. yang selalu memanggil Azzam dengan sebutan suaminya Ustadzah, membuat Azzam Tersenyum senang, tapi mungkin kurang nyaman bagi si penjaga gerbang itu.


"Panggil Azzam saja pak, oh ini dengan bapak siapa ya,?" tanya Azzam.


"Oh baiklah, saya panggil Aden Azam aja ya, den, kalau saya Diran den panggil mang Diran saja " kata penjaga gerbang yang ternyata bernama Diran.


"Baiklah kalau begitu mang Diran kalau begitu saya masuk dulu ya"


"Iya den Azam silahkan" bales Mang Diran dan Azzam yang tak mau berlama-lama lagi, ia pun langsung masuk, dan karena Dialah yang pernah menunjukkan sebuah kamar pada Naisha untuk tempatnya beristirahat bila mengajar, Azzam langsung menghampiri kamar tersebut yang ia yakini kalau istrinya pasti ada di kamar itu.

__ADS_1


Sesampainya di depan kamar Azzam langsung meraih handel pintu kamar tersebut dan memutarnya, dan pintu Akhirnya terbuka.


"Haiis, ceroboh sekali istriku ini mengapa pintunya nggak dikunci kalau orang lain yang masuk bagaimana?, hais sudahlah kalau di kunci bukankah gue nggak bisa masuk jugakan" gumam Azzam, sembari ia menepuk jidatnya,


Setelah pintu terbuka lebar, Azzam Nampak Tersenyum saat melihat di atas Ranjang ada seorang wanita yang sedang tertidur, dan dengan perlahan ia pun kembali menutup pintu itu dan tak lupa ia juga menguncinya.


Setelah pintu terkunci dengan perlaha Azzam melangkahkan kakinya mendekati ranjang tersebut, dan setelah ia memastikan kalau itu memang Istrinya, Azzam pun langsung pergi kekamar mandi dahulu untuk membersihkan dirinya,


Setelah ia selesaikan ritual mandinya ia pun kembali ke kamar tidur Naisha dengan hanya memakai handuk kimono saja, Azzam pun langsung naik keranjang tempat Naisha berbaring setelah ia sudah berada di dalam selimut yang sama dengan istrinya, Ia langsung memeluk pinggang sang Istri, membuat Naisha tersentak kaget, karena Azzam memeluknya dari posisi belakang karena Naisha tidur menyamping.


"Astaghfirullah!! Siapa kamu!!" Bentak Naisha karena ia tak bisa melihat siapa yang memeluknya dari belakang.


"Tenanglah sayang, aku suami kamu " kata Azzam dengan wajah yang ia tempelkan di tengkuk Naisha.


"Mas Azam?!"


"Apa Mas, tidak salah bicara?" tanya Naisha yang sebenarnya ia ingin mendengarnya lagi, ya maklumlah suaminya itu terlalu kaku jadi tidak pernah berkata hal yang romantis padanya.


"Tidak sayang, Mas, benar-benar merindukan kamu, jadi jangan pernah melakukan ini lagi ya, mas tidak akan sanggup bila kamu pergi jauh dari mas Nai" kata Azzam lembut, dan masih posisi wajahnya masih di sembunyikan di di sela-sela rambut Naisha yang panjang dan bahkan ia begitu menikmati bau harum Rambut Naisha.


Mendengar perkataan suaminya Naisha Kembali tersenyum, kemudian ia langsung membalikkan tubuhnya dan langsung menghadap Azzam, dan otomatis mata mereka pun saling bertemu.


"Mas yakin itu?, bukankah mas sangat terpaksa menikahi Naisha?" kata Naisha yang wajahnya kini tampak sedih lagi.


"Nai,?" panggil Azzam lembut, sembari ia membenarkan anak rambut Naisha, yang nyasar di wajah Naisah. " Mungkin kamu benar waktu itu mas terpaksa, tapi mas heran, " kata Azzam yang tangannya masih tidak bisa diam, di wajah Naisah.


"Kamu tahu Nai, waktu itu aku sangat membenci saat mendengar aku di jodohkan dengan Dede Imah, mendengar namanya saja sudah membuat darahku mendidih, hingga aku berusaha menghindari perjodohan ini, hingga akhirnya Azkha bersedia menggantikanku, pada saat itu aku menjadi lega, namun aku malah mendapatkan kebencian dari kedua Adikku, tapi aku tidak memperdulikannya yang penting aku sudah terhindar dari perjodohan itu, tapi siapa sangka, perjodohan yang selalu aku hindari malah akhirnya terjadi juga, hehe Anehkan Nai?" tutur Azzam panjang lebar, menceritakan saat ia menghindari perjodohan itu.


"Itu tidak Aneh mas" kata Naisha yang kini tangannya ikut main di wajah tampan Azzam juga mengusir rambut yang juga di sekitar kuping Azzam.

__ADS_1


"Mas Jodoh sebuah misteri, dan kita tidak pernah tahu bagaimana misterinya. Ada beberapa orang yang awalnya sangat mantap untuk menikah dan telah menjalin hubungan asmara dalam waktu yang lama, namun akhirnya hubungan itu tak sampai pada pernikahan. Ada pula orang-orang yang sebelumnya tak saling mengenal, tak saling menyapa, tak saling tahu satu sama lain namun akhirnya bersatu di altar pernikahan sebagai sepasang suami istri, Seperti kita ini, dan itu semua Kehendak-Nya mas, seperti Firman-Nya di surah Al-Qashash ayat 68.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia),"


(QS. Al-Qashash ayat: 68.)


"Seperti itulah jodoh mas, karena itu sudah tertulis di Lauhulmahfuz kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh catatan kejadian di alam semesta. makanya ketika seorang telah tertulis berjodoh dengan satu nama, seberat apapun rintangan yang harus dilewatinya, ia akan tetap dipersatukan dalam ikatan pernikahan, makanya di dalam salah satu hadits mengatakan :


"Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi seorang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu,"


(HR Tirmidzi.)


"Mengapa bisa begitu?, Karena Allah adalah zat yang Maha Membolak-Balikkan hati, belum tentu seseorang yang sangat kita cintai saat ini adalah sebenar-benarnya jodoh kita, dan sebaliknya belum tentu juga sosok yang sangat mas benci dan hindari selama ini adalah sosok yang akan terus jauh dari mas seperti Icha ini, dan lihatlah tetap Icha yang di pilih Allah kan mas, menjadi jodohnya mas? dan itu Artinya nama Icha yang tertulis sebagai jodoh mas." jelas Naisha panjang lebar dengan penuturan yang lembut, hingga membuat Hati Azzam menghangat.


"Iya sayang, makanya itu mas, tidak ingin menghindari lagi, bahkan in syaa Allah, Mas akan menjaga jodoh dari Allah ini hingga Jannah-Nya Nanti " Bales Azzam sembari ia menyatukan dahinya ke Naisah.


"Aamiin Aamiin, ya Rabbal'aalamin" bales Naisha penuh rasa syukur.


*******


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.


Jangan bilang suka tapi peliit Sama


***VOTE, LIKE, DAN KOMENTAR. πŸ™„


SO, BUKTIKAN OKE πŸ™πŸ˜‰***

__ADS_1


__ADS_2