SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
ADA APA DENGAN IRMA?


__ADS_3

◎❅❀❦🌟KALAM ULAMA 🌟❦❀❅◎


"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan keatas kamu pedihnya sebuah pengharapan supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya".


__✨Imam Syafi'i✨__


ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ


"IRMAA!" pekik Darma Wijaya, memanggil Irma, yang tadi hendak berjalan langsung menghentikan langkahnya dan tanpa ingin berbalik.


" Dengar papa Irma! kalau kamu tak menuruti perkataan papa, kamu tahukan, setelah itu apa akan terjadi?!" ujar Darma yang dari perkataannya ada tersirat sedikit ancaman di dalamnya.


Irma tersenyum miris, lalu ia berbalik baiklah persiapkanlah ke inginan papa itu, jangan khawatir Imah pasti datang " Ucapnya lalu dengan langkah cepat ia pun langsung pergi menuju pintu keluar, meninggalkan keluarga Darma yang masih berada di ruang makan.


"Oke nak aturlah Acara pertunangan mu, dan aku akan pastikan putriku pasti akan datang" ujar Darma yang kini sudah terlihat lebih tenang.


"Baiklah pak, saya akan mengatur semuanya, dan acara pertunangan akan di laksanakan di hotel xx milik saya, dan saya akan menunggu kedatangan keluarga bapak serta calon istri saya di sana hari Minggu ini" tutur, Devta penuh percaya diri.


"Baiklah nak, kami pasti akan datang" bales Darma dengan mimik wajah yang terlihat senang.


"Baiklah kalau begitu saya permisi ya, terimakasih atas perjamuannya hari ini"


"Sama-sama nak, baiklah kamu berhati-hatilah di jalan ya nak"


"Iya pak, kalau begitu saya pamit Assalamu'alaikum"


"Iya nak, wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban Devta pun langsung berjalan menuju pintu keluar rumah Darma.


*******


Sementara di sisi lain..

__ADS_1


Di dalam mobil..Irma yang tadi terlihat tegar, saat di depan Keluarga serta Devta, kini terlihat rapuh, ia menangis sambil sesekali memukul-mukul setir mobilnya penuh rasa kesal, dan sesekali ia menjerit-jerit,


"Papa selalu egois! hiks.. tak pernah memikirkan perasaan kami hiks.. AAAAh!! heuheuheu AAAAh!!" luapan kemarahan Irma yang hanya bisa menangis dan menjerit-jerit di dalam mobilnya dan ia juga meluapkan kekesalannya pada setir mobilnya, ia memukuli setir mobilnya hingga terkandang membuat klaksonnya berbunyi.


"Papa jahaaaat! hiks, aku benci papa! hiks Aaaaakh!! Akuu benciiii!! heuheuheu AAAAh!!" Pekiknya penuh dengan kekesalan, terkandang sekali ia menghentak-hentakkan kakinya memukul setir mobilnya hingga laju mobilnya tidak stabil,


Mobil Irma yang lajunya sedikit cepat dengan berjalan kekiri kekanannya, ternyata menjadi pusat perhatian seseorang yang kebetulan mobilnya berada di belakang mobilnya Irma. dan itu membuat orang di dalam mobil tersebut sedikit kesal.


"Ada apa dengan mobil yang di depan kita Firman?" tanya seorang pria berjas hitam yang sedang duduk di belakang kursi penumpang.


"Saya juga kurang tahu pak" bales pria yang bernama Firman yang sedang duduk di belakang kemudinya


"CK, dia sudah membuang waktu kita saja," gerutu pria berjas hitam itu, " Apa kamu tidak bisa melewatinya For?" tanyanya lagi pada Firman.


"Terlalu berbahaya Pak kalau kita melewatinya" kata Firman yang memang mobil Irma benar-benar tidak stabil.


"Haiis, bikin kesal aja sih, apa orang itu sedang mabok ya?"


"Eh mobil itu menabrak trotoar jalan pak,!" sentak Firman hingga mobil mereka pun spontan berhenti.


"Hah?, coba kamu lihat apakah orang yang di dalam mobil itu baik-baik saja!" ujar pria berjas hitam itu.


"Baik pak!" bales firman dan kemudian ia pun turun dari mobilnya lalu ia pun menghampiri mobil Irma yang sudah mengeluarkan Asap.


Tak berapa lama Firman kembali lagi,


"Pak!, ternyata pengemudinya seorang wanita Saya tidak dapat membuka mobil itu dan sepertinya mobil itu akan terbakar!" Ujar Firman sedikit panik.


"Apa?!, Kenapa tidak kau pecahkan saja kacanya mobilnya agak-agak bisa membuka pintu mobil tersebut" bales pria itu. " Akh ya sudah kau ambillah sesuatu yang bisa di gunakan untuk membuka pintu mobil itu di bagasi mobil kita!" Ujar pria lagi yang kemudian ia pun ikut turun dari mobilnya, lalu iapun menghampiri mobil Irma, sesampainya ia di mobil Irma, ia pun melihat isi mobil tersebut dari kaca jendela mobil Irma,


Dan di saat Pria itu menerawang kaca jendela mobil, ia sedikit terkejut saat melihat Irma yang sedang tidak sadarkan diri dengan wajah yang sedang berada di setir mobilnya.

__ADS_1


"Irma?!" sentaknya saat mengenali wajah Irma.


"Firman!, cepatlah sedikit!" seru Pria itu memanggil Firman, hingga Firman langsung berlari ke arahnya dengan membawa sebuah linggis


"Ini pak! " katanya setelah ia sudah berada di samping pria itu, sembari menyerahkan sebuah linggis padanya. dan dengan cepat pria itu mengambil linggris dari tangan Firman,


Setelah linggis sudah berada di tangannya dan dengan cepat iya memecahkan kaca jendela mobil Irma dengan linggis itu, hingga akhirnya ia berhasil membuka pintu mobil firma dan dengan cepat Ia juga mengeluarkan Irma dari mobil dan ia langsung menggendong firma dan membawanya ke mobil miliknya. setelah di dalam mobil.


"firman kita ke rumah sakit sekarang!" titahnya sembari ia membenarkan tubuh Irma yang ia selonjorin di kursi dengan kepala ia letakkan di pangkuannya.


"Ada apa dengan Irma?, mengapa Ia jadi seperti ini?" gumamnya saat melihat wajah cantik Irma yang masih ada sisa air matanya di pipinya, lalu ia pun mengambil sapu tangan dari kantongnya kemudian ia pun mengelap sisa air mata tersebut dari wajah Irma.


Walaupun pria berjas hitam itu hanya bergumam, namun masih terdengar oleh firman. "Pak Frans mengenal wanita ini?" tanya Firman penasaran.


"Iya aku mengenalinya, Ia Irma sahabat harian Naisha istrinya Azzam" Jelas pria itu yang ternyata adalah Frans, dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah cantik Irma.


" Maa syaa Allah, kamu cantik sekali Irma, mengapa aku baru menyadarinya sekarang ? Eh kenapa nih jantung ku berdetak kencang ada apa ini?" _ Batin Frans yang kemudian yang memegang dadanya tapi tatapan matanya masih tertuju pada Irma.


Firman tersenyum tipis, saat Ia melirik kaca spionnya " Pak jangan di pandangan terus nanti kecantikan mana itu hilang loh hihihi" goda Firman, sembari ia tertawa kecil.


"Bisa Diam nggak Lo?!, fokus pada jalan saja! dan cepat temukan rumah sakit!" bentak Frans.


"Iya iya pak, ini juga lagi fokus ke jalan kok!" bantah Firman.


"Cepatlah!, dalam waktu 10 menit lo belum bisa menemukan rumah sakit maka gue akan ngirim ke Afrika paham Lo !" Hardik Frans lagi.


"Astaghfirullah, kejam banget sih, pak, ini juga lagi usaha nyari rumah sakit pak." Kata Firman yang kemudian ia pun mempercepat laju mobilnya hingga tak berapa lama mobil pun memasuki kawasan rumah sakit dan ia langsung berhenti saat mobil sudah beranda di depan pintu masuk rumah sakit tersebut. dan..


*******


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2