SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
MAA SYAA ALLAH CANTIK.


__ADS_3

πŸ’•Pearl of loveπŸ’•


Kelak kau akan mengerti.


Bahwa memilih pasangan tidak hanya tentang cinta. Tapi tentang siapa yang mau menemani ibadahmu sampai menutup mata.


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Masih di apartemen Azzam..


"Mengapa Lo bergidik gitu?" tanya Azzam dingin..


"Nggak papa, ya udah ana perimisi masuk akhy" bales Naisha, lalu ia pun langsung masuk ke dalam kamar yang di tunjuk Azzam tadi, dan dengan cepat ia menutup pintunya, membuat Azzam tercengang.


"Heii, aku belum selesai!" seru Azzam sambil menggedor-gedor pintu kamar Naisha,.. Naisha yang takut akan kemarahan Azzam ia pun membuka pintunya kembali.


"Ada apa lagi akhy?" tanya Naisha sedikit takut,


ia bukan takut akan Azzam, tapi ia takut akan dosa bila melawan suaminya..


"Kamu tahukan di sini tidak ada pembantu, jadi kamu pahamkan !" Ujar Azzam sedikit keras..


"Na'am in syaa Allah akhy" bales Naisha lembut.. membuat Azzam seperti tidak percaya sama sikap berbeda Naisha ia jadi teringat ketika ia masih kecil..


"Apakah dia benar-benar Dede Imah, kenapa sikapnya bertolak belakang dari yang dulu ?" batin Azzam seperti tidak percaya akan perubahan istrinya..


"Apakah hanya itu akhy?" tanya Naisha lagi, karena ia melihat Azzam malah terdiam.


"Iya" Jawab Azzam singkat..


"Kalau begitu bolehkah sekarang saya masuk?, karena ini sudah memasuki Dzuhur.." tanya Naisha lagi..


"Iya " lagi-lagi, Azzam menjawabnya dengan singkat, setelah mendapatkan jawaban Naisha pun kembali memasuki kamarnya..


"Kenapa dia bisa berubah,? dulu dia begitu garang dan juga manja, tapi sekarang dia menjadi lembut dan juga sopan..akh kenapa gue jadi mikirin anak kecil itu..bagusan gue sholat Dzuhur dah" _batin Azzam yang masih heran dengan perubahan Naisha.


lalu Azzam pun memasuki kamarnya dan iapun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengambil air wudhu.. ya walaupun Azzam terkadang kasar dan tidak peduli dengan yang ada di sekitarnya, tapi masalah ke wajibannya terhadap Rabbnya tak pernah ia abaikan, setelah selesai melaksanakan sholat Dzuhur ia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya dan tak lama pun ia pun terlelap.

__ADS_1


______


Sementara Naisha di dalam kamarnya..


"Alhamdulillah, Akhirnya ana selesai sholat juga, untung Saja hijab ana panjang, kalau tidak gimana coba?, kenapa ana bisa lupa sih Bawak baju?" gumam Naisha ngerutuki keteledorannya..


"Ya Allah, gimana ini ana tidak membawa baju ganti satupun, sekarang apa yang harus ana lakukan, haruskah ana minta izin sama masmas Azzam untuk pulang?" gumam Naisha lagj bingung.


kruy..kruy..kruy..


bunyi di perut Naisah..


"Ya Allah perut ana juga lapar, haduuh, tadi karena nerves akan menikah ana tadi jadi nggak sempat makan, sekarang jadi lapar deh." gumam Naisha sambil memegang perutnya..


"Sebaiknya ana kedapur akh siapa tahu ada sesuatu yang bisa di makan" Gumamnya lagi, lalu ia pun melangkah keluar, masih berpakaian pengantin dan hijabnya, ia hanya membuka cadarnya saja.


Naisha berjalan menuju kulkas yang ada di dekat meja makan, kemudian ia membukanya di sana hanya ada bahan makanan saja tanpa ada yang bisa langsung di makan..


"Maa syaa Allah, ini kulkas penuh tapi kenapa nggak ada yang bisa langsung di makan sih " Gumam Naisha lagi..


"Ya sudah kalau begitu ana masak saja, mungkin mas Azzam juga belum makan " gumamnya lagi, lalu ia pun mengeluarkan beberapa bahan makanan yang ingin ia masak, sebelum ia mulai memasak terlebih dahulu ia memasak nasi di megicom, setelah itu ia pun mulai meracik-racik bahan yang hendak ia masak. dan kemudian ia pun mulai memasaknya..


____


Azzam terbangun karena ia merasakan sesuatu di tenggorokannya.. lalu tangannya meraba-raba keatas nakas yang ternyata tidak ada apa-apanya..


"Haus, kenapa aku bisa lupa membawa Air minum ya " Gumamnya lalu ia pun turun dari ranjangnya kemudian ia pun melangkah keluar saat matanya tertuju ke arah dapur, ia justru Melihat Naisha yang nampak sibuk di sana..


"sedang apa dia di sana?.. hmm harum masakan, apa dia sedang masak?"_ Azzam pun berjalan menuju kulkas yang memang menjadi tujuan utamanya..


" Kamu sedang apa?" tanya Azzam sembari mengambil gelas.


"Astaghfirullah..mas Azzam, buat ana kaget saja" seru Naisha kaget dan ia langsung menoleh kearah Azzam, seketika gelas yang di tangan Azzam terjatuh saat ia melihat wajah istrinya.


PRANG..


"Astaghfirullah!" pekik Naisha sementara Azzam hanya melihat wajah Naisha.

__ADS_1


" Maa syaa Allah Cantik" pujinya tanpa sadar..


"Apa?" suara Naisha menyadarinya. membuat ia tersentak


"Eh ti.tidak apa-apa.. maaf sudah membuat terkejut tadi" Ucapannya canggung.


"Na'am nggak khy" bales Naisha lalu ia kembali menghadapi masakannya, sementara Azzam yang membersihkan pecahan gelas tadi tidak fokus karena matanya selalu melihat ke Arah Naisha yang sedang masak.. hingga..


"Aakh" Pekik Azzam karena tangannya terkenak pecahan gelas tadi..


"Astaghfirullah, kamu kenapa mas, tangan kamu berdarah " seru Naisha panik, ia pun langsung mematikan kompornya dan kemudian langsung menghampiri Azzam yang sedang memegang tangan yang berdarah..


"Di mana kotak P3K nya mas?" tanya Naisha panik karena melihat darah yang begitu banyak di tangan Azzam, Azzam hanya membalas dengan menunjukkan sebuah lemari kecil yang di atasnya terdapat televisi..


Naisha yang mengikuti arah telunjuk Azzam pun langsung berlari kearah lemari yang di tunjuk Azzam, lalu ia membuka satu persatu laci di sana dan akhirnya ia pun menemui apa yang di cari dan langsung kembali menghampiri Azzam ia begitu panik, sedangkan Azzam hanya memperhatikan Naisha yang sedang membersihkan tangannya pakai alkohol tuk beberapa saat mereka terdiam..


Setelah membersihkan lukanya Naisha pun memberikan obat pada luka Azzam.


"Hesst," Azzam berdesis saat lukanya di beri obat..


"Sakit yaa ? tahan sebentar ya. huuft.. huuft..huuft.."ujar Naisha lembut lalu ia meniup luka Azzam, sedangkan Azzam tak mampu mengeluarkan kata-katanya, ia hanya memperhatikan wajah Naisha yang nampak begitu tulus merawat lukanya,


"Kenapa aku masih tidak percaya dia Dede Imah, mengapa semuanya berubah, ia sekarang begitu cantik, dan juga menjadi seseorang yang begitu tulus..hah..ada apa dengan jantung ku?" _Batin Azzam yang masih memperhatikan gerak-gerik Naisha, hingga ia siap membalut luka Azzam.


"Sudah siap mas,.. sebaiknya kamu duduk di meja makan dulu ya, biar ana nanti yang bersihkan ini, dan sekalian kita makan ya" ujar Naisha lembut sembari ia menuntun suaminya untuk duduk di meja makan, sedangkan Azzam hanya mengikutinya saja tanpa berkata apapun..


setelah itu Naisah membersihkan pecahan gelas tadi, dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di dapur, setelah itu ia pun menyusun makanan ke meja makan,


Bersambung yaa..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Terus dukung Author terus ya,


Bila ingin Author doubel up, Beri dong VOTE nya biar Author semangat lohπŸ˜‰πŸ™πŸ˜Š


dan Jangan lupa like dan komentar ya..πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


Syukron πŸ™


__ADS_2