SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
CALON LAKI.


__ADS_3

*┈┉━•❖❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀❖•━┉┈*


"Bukan Allah tak sanggup memberi apa yang kita mau. Hanya saja kita yang tak cukup bersyukur dengan apa yang Allah beri. Nikmat bukan sekedar harta, nikmat bukan sekedar pangkat dan jabatan, nikmat bukan sekedar kebendaan,


Cukup bersyukur dengan apa yang ada adalah suatu Nikmat, perbaiki hubungan kita dengan Allah maka Allah akan perbaiki segalanya, tak merasa puas dengan pemberian Allah adalah suatu kebodohan. Karena jika bukan karena Rahmat-Nya maka rezeki nikmat yang Allah beri takkan


sampai kepada orang-orang yang tak mau ibadah kepada Allah, Allah telah beri kita semuanya, tetapi terkadang ibadah kita semauanya saja, Astaghfirullah 😔


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*


"Apa kamu bilang j*l*ng?, dan berani sekali kamu mau menampar calon istriku hah?!" seru Reyhan, yang menahan tangannya Athan yang hendak menampar Aziah.


Mendengar perkataan Reyhan, yang mengatakan calon istri, membuat Athan Aziah, bahkan Anggi yang baru saja datang, karena tadi ia sempat pergi, ternyata ia memanggil Reyhan, karena ia takut melihat pertengkaran Athan dan Aziah.


"Calon istri?" Anggi mengulangi perkataannya Reyhan sambil menatap wajah Aziah, seperti mencari kebenaran dari sahabatnya itu.


Aziah yang mendapatkan tatapan dari Anggi, membuat ia bingung harus berkata apa, hingga Anggi pergi begitu saja tanpa berkata apapun lagi pada Aziah, melihat hal itu, Aziah pun mengejar sahabatnya, meninggalkan Reyhan dan Athan yang masih berdebat.


"Nggi, tunggu!, kamu jangan salah paham dulu," seru Aziah, sambil mengejar sahabatnya yang terlihat sedang kesal, makanya ia tak merespon panggilan dari Aziah.


"Nggi, dengar dulu penjelasan gue Nggi!" Aziah langsung meraih tangan Anggi ketika ia telah mendekatinya dan bahkan ia menahannya agar ia tak pergi lagi.


"Apa yang mau Lo jelaskan?, kemunafikan Lokah hah?!" ujar Anggi dengan nada ketus, dan dengan wajah yang terlihat sangat kesal melihat Aziah.


"Kok Lo ngomong gitu sih Nggi?" Aziah begitu terkejut saat mendengar perkataan Anggi, sahabat karibnya itu, ia tak menyangka Anggi bisa berkata seperti itu kepadanya.


"Ngomong gitu?, lalu gue mau ngomong apa?, bukankah kenyataannya begitukan?, berpura-pura tidak suka dengan dokter Reyhan, seolah-olah Lo sangat membencinya, tapi kenyataannya apa!, Lo malah mau menikah dengannya, apa itu artinya, munafikkan?!" cerca Anggi terlihat geram.


"Lo salah paham Nggi, gue dan bang Ray, mengatakan itu karena agar Athan, menjauhi gue, karena gue sudah sakit hati padanya Nggi, Lo lihat gue tadi jalan menundukkan?, itu karena gue tadi malam telah di permalukan oleh Athan, ia menceburkan gue di kolam renangnya, didepan teman-temannya Nggi, makanya gue putuskan dia dan karena bang Reyhan yang menolong gue, Athan malah nuduh gue punya hubungan dengan bang Rey, makanya gue iyakan aja biar dia menjauh dari gue nggi," jelas Aziah panjang lebar,


"Apakah itu benar?" tanya Anggi yang terlihat kemarahannya sudah meredam.

__ADS_1


"Iya Nggi, percayalah, gue nggak ada perasaan apapun sama Bang Rey, jadi perkataan gue tadi hanya kemarahan yang terlepas begitu saja, karena gue ingin Athan jauh sama gue Nggi," jelas Aziah lagi berharap sahabatnya percaya padanya.


"Jadi perkataan dokter Reyhan, juga hanya sekedar membantu Lo?, dan apakah itu artinya yang dikatakannya hanya sandiwara saja?" tanya Anggi lagi, yang sepertinya ia belum percaya akan perkataan Aziah.


"Yang saya katakan benar, saya tidak bersandiwara, karena saya memang ingin menikahi Aziah" suara bass seorang pria mengagetkan mereka berdua, yang akhirnya keduanya langsung menoleh ke sumber suara bass tersebut.


"Dokter Reyhan!" gumam Anggi.


"Bang Ray!" sentak Aziah, setelah mereka melihat pria pemilik suara bass tersebut.


"Anggi, saya mengenal Aziah sedari ia masih kecil, dan sejak itu saya menyukainya, jadi keingin saya untuk menikahinya sangat besar, walaupun Aziah tak menyukai saya, maka saya akan terus berusaha untuk mendapatkannya, jadi saya harap kamu mengerti, dan jangan melakukan sesuatu yang akan membuat saya tidak menghargai kamu, apakah kamu paham apa yang saya katakan hm?" tanya Reyhan dengan wajah datarnya memandang Anggi.


"Bang apa sih yang kamu katakan?, Ziah nggak mau ya persahabatan kami rusak karena Abang!, lagian siapa yang ingin menikah sama Abang hah?," tegur Aziah yang terlihat kesal saat mendengar perkataan Reyhan.


"Kenapa?, Abang berkata yang sebenarnya Ziah, walaupun Abang tak bisa menikahi kamu, itu bukan berarti Abang akan menerima dia, bahkan bila kamu tidak ingin menikah sama Abang karena alasan dia, maka seumur hidup Abang akan membenci sahabat kamu ini!" ujar Reyhan sambil menatap wajah Anggi dengan tatapan dingin, membuat Anggi langsung bergidik saat mendapatkan tatapan dingin dari Reyhan.


"Sahabat apa itu hah?, yang demi kepentingannya sendiri, ia rela menghancurkan kebahagiaan sahabatnya sendiri!, dan saya rasa itu bukanlah seorang sahabat yang..." lanjut Reyhan yang masih menatap wajah Anggi dengan tatapan tidak suka kepadanya, namun perkataannya langsung di potong oleh Aziah.


"Hentikan Ziah!, yang di katakan Dokter Reyhan benar, gue memang egois, hanya mementingkan diri gue sendiri saja, tanpa memikirkan perasaan Lo, jadi benar yang di katakan dokter Ray gue nggak pantas di katakan sahabat Lo, dan gue minta maaf, karena gue sudah membuat kamu kecewa, maaf Ziah, kamu berhak bahagia jadi Lo terima yaa cinta Dokter Reyhan, karena dia sangat mencintai kamu, bukankah kamu pernah mengatakan, lebih baik di cintai dari pada mencintai, jadi gue mohon Lo terima yaa." ujar Anggi tulus memotong perkataan Ziah yang tadi terlihat marah pada Reyhan.


"Nggi gue nggak suk..."


"Sssth, jangan berkata apapun Ziah, ya gue tahu sekarang kamu tidak menyukainya, tapi nanti seiring waktu berjalan, pasti cinta akan datang juga kok," ujar Anggi yang sekali lagi ia memotong perkataan Aziah, sambil menggenggam kedua tangan Aziah, terlihat juga dari wajahnya ada ketulusan disana.


"Ziah tidak ada cinta yang tulus yang akan menghampiri Lo selain cintanya bang Reyhan, Lo banyangkan aja dia sudah mencintai kamu dari kamu kecil, jadi apa kamu masih meragukan cintanya Ziah?, kalau gue jadi Lo maka gue sangat bahagia, dan langsung menerimanya, jadi gue harap Lo terima ya, karena gue ingin lihat Lo bahagia" lanjut Anggi lagi yang masih menggenggam tangan Aziah.


"Tapi Nggi gue...."


"Please Ziah.. gue nggak mau yaa, gara-gara Lo gue jadi di benci sama idola gue, jadi please terima dokter Rerhan yaa." Lagi-lagi Anggi memotong perkataan Aziah, dan kali ini ia sambil mengatupkan kedua tangannya, berharap agar Aziah mau menerima Reyhan.


Melihat permohonan Anggi dengan mata yang terlihat sangat berharap, akhirnya hati Aziah luluh,


"Haiiis... iya iya gue terima," bales Aziah pasrah, karena memang Aziah selalu sulit untuk menolak keinginan sahabatnya itu, karena memang mereka bersahabat sudah lama, bahkan sejak mereka duduk di bangku SMP, makanya mereka sudah banyak yang mereka lalui baik suka mau pun duka.

__ADS_1


"Alhamdulillah," ucap Anggi dan Reyhan secara bersamaan.


"Nah gitu dong, itu baru sahabatnya gue," ujar Anggi yang langsung memeluk Aziah begitu erat, ada perasaan sedih dan juga bahagia menjadi satu di dalam benak Anggi.


Sedangkan Reyhan kini bernafas lega, karena pada akhirnya Aziah dan Anggi telah menyelesaikan kesalah pahaman mereka, hingga persahabatan kembali hangat dan dia juga terlihat bahagia karena pada akhirnya Aziah menerima dirinya.


"Ehem.. ehem.. mau sampai kapan, kamu memeluk calon istriku, akukan juga ingin di peluk," goda Reyhan, membuat keduanya langsung saling pandang.


"Apaan sih bang Reyhan?" protes Aziah dengan tatapan kesal.


"Ay, dokter Rey, nggak sabar banget sih belum halal tau." tegur Anggi, yang wajahnya hampir sama dengan Aziah, membuat Reyhan malah tertawa.


"Hahaha, saya cuma bercanda, kenapa wajah kalian kaya gitu?" tanya Reyhan karena ia melihat wajah keduanya langsung berubah kesal dengan bibir memanjangkan kedepan sehingga terlihat lucu di mata Reyhan.


"Ay, ternyata calon laki Lo ada sisi menyebalkan juga ya," ujar Anggi secara spontan.


"Hah?, calon laki gue?"


"Ya iyalah, Lo kan tadi sudah menerimanyakan?, ya otomatis sudah resmi jadi calon laki Lo lah!. Udah akh, gue pergi, lama-lama disini gue jadi kayak nyamuk," kata Anggi yang kemudian ia bermaksud membalikkan tubuhnya, yang sepertinya ia hendak pergi, namun sebelum ia pergi..


"Gue pergi ya dan jangan lupa undang gue kalau kalian menikah ok. Bey" kata Anggi lagi sambil berjalan meninggalkan Reyhan dan Aziah tanpa menoleh kebelakang, hanya tangannya saja yang melambai dari atas bahunya.


_________


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.

__ADS_1


__ADS_2