
══ ✥.❖.✥ 🌟Kalam Habaib 🌟✥.❖.✥ ══
"Jika Allah mencintaimu, Allah akan meletakkan perasaan sedih dan penyesalan atau dosa yang kamu perbuat. Ketahuilah bahwa satu perasaan itu menandakan bahwa masih ada cahaya iman dalam hatimu."
[ Habib Umar Bin Hafidz ]
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ♥️
✥.❖.✥ ══✥.❖.✥ ═🌟═✥.❖.✥ ══✥.❖.✥
Reyhan sudah berdiri di atas Motor gedenya model ninja dengan tangki bensin yang ada di depannya dengan tangan yang sudah berpegangan di atas helm milik Azkha. Dengan mata menatap tajam ke arah mobil Athan. Sedangkan Azkha terus menyeimbangkan kecepatannya pada mobil Athan sambil perlahan mendekati ke sisi mobil tersebut.
"Oke Azkha! Gue akan melompat sekarang, ingat Lo harus terus seimbang oke!" teriak Reyhan yang masih berusaha mengembangkan tubuhnya juga.
"Oke Bang! Ingat juga untuk berhati-hati ya Bang!" seru Azkha juga dengan mata yang masih terfokus kedepan.
Disaat Reyhan sudah bersiap hendak melompat, tiba-tiba dari belakang mereka terdengar suara klakson dari sebuah mobil, yang berada di belakang mereka. Reyhan pun menoleh kearah mobil yang bertepatan kaca mobil tersebut sedang turun, dan terlihat orang yang berada di dalamnya. Orang tersebut juga mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
"Reyhaan! Jangan gila Lo! Cepat turun!" teriaknya dari jendela mobilnya.
"Azzam!" gumam Reyhan, namun sepertinya ia tak memperdulikan perkataan Azzam. Dia malah kembali fokus pada titik awal dan di saat ada kesempatan Reyhan pun langsung melompat keatas mobil milik Athan.
Pada awalnya ia hampir saja jatuh, namun dengan cepat ia mencari pegangan dan saat ini dengan posisi telungkup ia sudah dapat berpegangan. Sementara di mobil Azzam, terlihat Azzam tegang menyaksikan kenekatan Reyhan.
"Gila ya tuh Anak bikin gue tegang aja!" gerutu Azzam yang terlihat di wajahnya ada kecemasan.
__ADS_1
"Parah emang tuh anak! Nggak ada takutnya sama sekali" sela Frans yang kebetulan ia yang menyetir mobil tersebut.
"Sudah kalian jangan menggerutu doang! Sebaiknya kita mendului mobil tersebut, agar ia memperlambat laju mobilnya!" tegur Nicko yang sedang berada di kursi penumpang.
"Benar juga! Oke gue akan melancanginya!" balas Frans yang kemudian ia pun mempercepat laju mobilnya juga.
_______
Sementara itu di dalam mobil Athan.
Mendengar seseorang lompat di atas mobilnya Athan menjadi kesal, "Brengsek! Siapa yang ada diatas?! sepertinya ingin mencari mati dia! Oke kalau begitu gue akan mengantar kematian untuk Lo!" gerutu Athan terlihat geram sehingga ia membawa mobilnya dengan cara menyetirkan mobilnya ke kiri ke kanan. Membuat mobil itu bergoyang kencang sehingga tubuh Reyhan mengikuti gerakan mobilnya Athan.
Karena gerakan mobilnya yang terlalu kencang dan liar. Membuat pegangan Reyhan, hampir terlepas lagi. Nampak juga kalau ia semakin geram pada Athan, untungnya mobil Frans berhasil melancangi mobilnya sehingga mobilnya sedikit melambat namun ia tetap masih ingin mendahului mobilnya Azzam.
Sedangkan Reyhan, yang merasakan mobil mulai melambat, ia pun berkesempatan membuka helmnya. Setelah itu ia mengayunkan helm tersebut ke kaca jendela mobil Athan dengan sekuatnya sehingga kaca mobil langsung pecah.
Aziah menjerit keras saat melihat itu, tubuhnya benar-benar bergetar hebat saat melihat darah mengucur dari wajahnya Athan. Di tambah lagi Athan seperti tidak menghiraukan Lukanya, membuat ia menyetirkan mobilnya semakin gila. Membuat Aziah benar-benar ketakutan.
"Hentiikan! Hentikan Athaaan!" teriak Aziah histeris, dengan posisi duduk meringkuk di bawah kursi mobil sambil menutup mata dan kedua telinganya. Karena Aziah sudah membayangkan Athan yang gila akan semakin nekat.
Mendengar jeritan Aziah, Athan langsung tertawa gila-gilaan, "Hahahaha.. hahaha! Sepertinya sudah waktunya kita mati bersama Sayang!" Athan sudah tidak memperdulikan jeritan Aziah, ia terus tertawanya terbahak-bahak sambil melajukan mobilnya semakin kencang bahkan ia juga sempat menabrak bemper mobil bagian belakang milik Azzam.
Namun aksinya yang seperti itu, hanya sebentar karena sekali lagi Reyhan mengayunkan helmnya dan kali ini langsung mengenai kepala Athan sehingga tangannya yang sedang memegang setir mobilnya pun terlepas sehingga mobil sempat oleng. Namun itu hanya beberapa menit saja, karena tak berapa lama Reyhan berhasil masuk ke mobil dan langsung mendorong Athan dengan kuat. Setelah itu ia pun mengambil alih setir mobilnya Athan.
Setelah jalan mobil mulai stabil Reyhan langsung memijak pedal remnya dengan secara mendadak. karena tiba-tiba Dia mendapat tendangan mendadak dari Athan yang terlihat baru tersadar. Bahkan Athan sempat menusuk perut bagian samping Reyhan dengan pecahan kaca mobilnya.
__ADS_1
"Mampos Lo sekarang bangsat!" teriak Athan sambil menusuk perut Reyhan. Hingga pecahan itu pun bersarang di perut Reyhan.
"Aakh! Sialan Lo!" teriak Reyhan, yang kemudian ia langsung mengayunkan tinjunya dan langsung mengenai wajah Athan, bahkan ia juga menedang tubuh Athan dengan kekuatan penuh, sehingga tubuh Athan terhempas hingga keluar dari mobilnya.
Reyhan masih yang geram pada Athan, dengan cepat ia pun keluar dari mobil dan langsung menghajar Athan habis-habisan. Rasa sakit pada perutnya yang masih tertancap kaca mobil, sudah tidak terasa lagi, Ia terus menghajar hingga tangannya terhenti karena Azzam dan Frans menahan tangannya.
"Hentikan Rey! Sudah cukup jangan sampai Lo membunuhnya!" bentak Azzam menyadari Reyhan yang tadi sempat kesetanan menghajar Athan habis-habisan.
"Tenangkan diri Lo Rey!" bentak Azzam lagi karena mata Reyhan masih menunjukkan kemarahan pada Athan yang sudah tidak berdaya. "Sebaiknya Lo lihat keadaan Aziah Rey" lanjut Azzam lagi bermaksud mengalihkan Amarah Reyhan.
Mendengar nama Aziah disebut Reyhan kembali menghampiri mobil Athan, ia juga langsung membuka pintu belakang mobil tersebut. Dan terlihatlah Aziah yang masih meringkuk di lantai mobil dengan tubuh yang terlihat gemetaran.
"Ziah..Ini Bang Rey, kamu sudah selamat sayang" panggil Reyhan dengan lembut. Mendengar perkataan Reyhan Aziah langsung membuka matanya, ia langsung melihat Reyhan.
Aziah pun langsung berlari turun dan langsung memeluknya, "Bang Reyhan.. huhuhu hiks..heuheu" tangis Aziah pecah di pelukan Reyhan. Ia teringat pada perjuangan Reyhan yang menyelamatkanya dan ia bersyukur masih bisa melihat wajah Reyhan. Karena ia tadi sempat berpikir yang tidak-tidak saat Athan ingin membunuhnya.
"Sssth.. Sudah tidak apa-apa Sayang, jangan menangis lagi ya, kamu sudah selamat Ziah," kata Reyhan sambil memberikan kecupan pada pucuk kepala Aziah dengan penuh kasih sayang.
"Rey, sebaiknya kita segera kerumah sakit Rey. Perut kamu harus segera di tangani" timpal Azzam karena ia melihat tetesan darah di samping Reyhan berdiri.
Mendengar ucapan Azzam, Aziah langsung melepaskan pelukannya dan langsung melihat perut Reyhan yang terlihat ada pecahan kaca mobil yang lumayan besar tertancap di perut Reyhan. Dan karena memang tubuh Aziah masih lemah, akhirnya ia langsung pingsan setelah melihat luka Reyhan.
"Ziah!" pekik Reyhan, sambil menahan tubuh Aziah, Namun karena ia juga sudah banyak kehabisan darah. Alhasil keduanya jatuh secara bersamaan.
"Astaga Reyhan! Aziah!"
__ADS_1
_______________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.