SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
MAS KU SAYANG.


__ADS_3

💝KALAM ULAMA💝


"Orang yang paling bahagia


Adalah yang paling kuat


Cintanya pada Allah"


♡ {{ Imam Al-Ghazali }}♡o


******************💝******************


Di kamar Naisha..


Azzam Kembali ke kamar Naisha dengan membawa bubur dan air hangat untuk Naisha minum obat, nampak Naisha masih memejamkan matanya, saat ia masuk..


"Nai?, bangunlah, kamu harus makan dulu nai biar bisa minum obat" ujar Azzam lembut sembari membuka selimut Naisha..


"Mas, Icha dingin, jangan di buka mas" kata Naisha manja.


"Tapi kamu harus makan dulu nai, duduklah." ujar Azzam dan akhirnya Naisha pun mengikuti perkataan suaminya ia pun berusaha duduk, namun seperti sulit, Azzam yang melihat istrinya kesulitan ia membantu Naisha setelah itu ia menambahkan bantal agar Naisha nyaman bersandar.


"Sudah nyaman?" tanya Azzam lembut..


"Sudah mas, "


"Sekarang makanlah" ucapnya lalu ia pun menyendokkan bubur yang ada di mangkuk lalu ia pun mulai menyuapi Naisha.. setelah selesai la pun memberikan obat serta air minum pada Naisha setelah selesai..


" Terimakasih ya mas." ucap Naisah tulus..


"hmm, sekarang istirahatlah nai." ujarnya Azzam lagi.


"Iya mas " lalu Naisha kembali berusaha untuk membaringkan tubuhnya lagi tapi tetap sulit karena tubuhnya begitu lemah, dan akhirnya Azzam pun kembali membantunya lagi, kemudian ia menarikan selimut dan menutupi tubuh Naisha. setelah selesai..


"Tidurlah Nai keluar dulu ya" ujar lembut.

__ADS_1


"iya mas" setelah mendapatkan jawaban dari Naisha, Azzam pun keluar dari kamarnya sambil membawa mangkuk bekas bubur Naisha tadi, setelah mencucinya ia pun pergi menuju kamarnya sendiri, sesampainya dikamar ia pun menuju kamar mandi seperti ia hendak mandi, dan tak lama ia kembali lagi kemudian setelah memakai pakaiannya ia menghampiri ranjangnya dan kemudian ia pun membaringkan tubuhnya..


Azzam berusaha memejamkan matanya namun begitu sulit, karena pikiran tertuju pada Naisha, karena tak bisa juga ia tertidur Akhirnya Azzam bangkit dari tidurnya, dan ia pun berjalan menuju kamarnya Naisha, setelah itu ia pun membuka kamar dan terlihatlah ternyata Naisha belum tidur..


"Kenapa belum tidur?" tanyanya setelah di dalam.


"Nggak bisa tidur mas"


"Kenapa?, apa ada yang sakit?" tanya Azzam sedikit cemas..


"Hmm, itu.." Naisha menundukan wajahnya sembari memainkan ujung selimutnya..


"Itu apa?"


"ng.. biasanya kalau sakit Icha Bobonya di peluk bunda" ujar Naisha agak manja, dan masih memainkan tangannya..


"Dih, gadis manja..!" Protes Azzam.." terus sekarang gimana, apa aku harus memanggil bunda kemari?" tanya Azzam yang akhirnya mengalah.


"Tapikan sudah malam mas.." jawab Naisha manja..


"Terus gimana?, atau aku yang harus meluk kamu?" tanya Azzam dengan menaiki alisnya sebelah.


"Haiis, dasar bocah manja, ya sudah sini" ujar Azzam pasrah lalu ia pun membaringkan tubuhnya di sebelah Naisah dan dengan cepat Naisha memeluk suaminya, membuat Azzam Tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya..


"Sekarang tidurlah " ucapnya lagi.


"Hu'um," Naisha pun memejamkan matanya, Azzam hanya memperhatikan istri kecilnya yang tertidur memeluk dirinya dengan kepala yang ia letakkan di dada Azzam, jantung Azzam kembali berdetak kencang saat ia melihat bibir mungil nan merah milik istrinya..


"Haiis, mengapa jadi seperti ini?, oh jantungku, kamu kenapa sih, sebaiknya aku tidur saja, bisa bahaya kalau Seperti ini" Batin Azzam dan ia pun berusaha memejamkan matanya, namun begitu sulit dia rasa..


Karena begitu sulit ia pun kembali membuka matanya, dan ia melihat sepertinya Naisha sudah tertidur pulas, lalu ia pun berusaha melepaskan pelukan Naisha ia berniat kembali ke kamarnya..


"Sepertinya ia sudah tertidur pulas, sebaiknya aku pindah kekamarku saja bisa bahaya di sini aku bisa terserang jantung, dan yang anehnya kenapa juniorku mengeras." _Batin Azzam ia masih berusaha melepaskan dirinya.


Setelah berhasil dan ia hendak bangkit tiba-tiba tangan dan kaki Naisha kembali menimpanya..

__ADS_1


'Haiiis, ini bocah !! tidur kayak kerbau" gumam Azzam kesal sembari menepuk dahinya sendiri ia sangat kesal karena Akhirnya ia masih terperangkap..dan pelukan Naisha..


"Huumm" Naisha Sepertinya ngelindur dan ia menggosok-gosok di leher Azzam, membuat Azzam merasakan tubuhnya berbeda..


"Nai jangan seperti ini!," ucap Azzam, ia kembali lagi berusaha melepaskan diri dari Naisha..tapi sekali lagi Naisha mempererat pelukannya, dan Azzam menangkap sesuatu yang berbeda dengan mata Naisha yang sepertinya ia tidak tidur..


"Dasar, bocah nakal!, sepertinya kamu sudah sembuh ya, makanya ingin bermain denganku" ujar Azzam gemas, lalu ia menggelitiki Naisha dan otomatis Naisha Tertawa terpingkal-pingkal.


"hahaha Ampun hahaha.. mas.. hahahah " Naisha bergeliat kegelian tatkala Azzam menggelitikinya di ketek di perut Naisah..


"Rasakan, kamu nakal, sudah tahu sakit masih mengerjai aku yaa hmm rasakan ini" ujar Azzam yang masih ngelitiki Naisha tanpa ampun..


"Hahaha, iya aku salah hahaha,..maaf mas.. hahaha" ujar Naisha yang masih Tertawa hingga tanpa sadar Naisha menarik baju Azzam dan otomatis Azzam terjermbam di atas tubuh Naisha dan seketika kelitikan berhenti dan mata mereka saling bertatapan, dengan nafas Naisha yang masih tersengal-sengal Akibat kelitikan tadi membuat bibir mungilnya nampak menggairahkan bagi Azzam


Dan entah siapa yang duluan, tapi bibir mereka sudah saling bertautan dan tampa sadar juga tangan Naisah sudah terlingkar di leher Azzam, Nampak mereka begitu menikmatinya satu sama lainnya.. hingga Azzam pun tersadar karena merasa Hasratnya ingin meminta lebih namun ia teringat kalau Naisha masih sakit, dan dengan cepat ia pun melepaskan tautan bibir mereka.


"Aah" Desahan kecewa keluar dari mulut Naisha seperti tidak rela tautan itu terlepas.. dan Azzam juga melihat, ada gairah di mata Naisha yang sudah muncul..


"Kamu sedang sakit Nai, jangan seperti ini, aku takut aku tak bisa menguasai diriku" Ujar lembut Azzam dengan nafas yang masih memburu.. sebenarnya ia juga tak rela bahkan ia masih ingin menikmati bibir Naisah yang kini membuat ia kecanduan..


Lalu ia membenarkan posisinya dan kembali berbaring di samping Naisha, dan kini ia yang memeluk Naisha dengan penuh kasih..


"Tidurlah Nai, agar besok pagi badan kamu kembali sehat" ujar Azzam lembut, lalu ia memberikan kecupan lembut pada dahi Naisha, membuat Naisha Tersenyum senang.


"Iya masku sayang, Terimakasih cup.." ujar Naisha senang dan kemudian ia pun mengecup pipi suaminya, membuat Azzam Tersenyum tipis, agar Naisha tidak melihat kalau sebenarnya ia suka mendengar Naisha mengatakan Mas ku sayang dan Apalagi saat pipinya di cium oleh Naisah..


Setelah mengecup pipi suaminya Naisha membalas pelukan Azzam dan kemudian ia pun memejamkan matanya, dan tak berapa lama nafasnya mulai teratur menandakan ia telah tertidur..


Azzam Tersenyum.."Cepat sekali bocah ini tertidurnya" Gumam Azzam sembari membenarkan anakan rambut Naisha yang menyasar di wajah Naisah, setelah itu ia pun ikut memejamkan matanya juga, karena lelah Akhirnya ia pun tertidur..


********


Heran, waktu novel ini tidak Update 2, banyak yang berkomentar.. Tapi setelah Author sudah update, sepilagi, hmm apa sebaiknya Author updatenya dua hari sekali juga yaa..🤔🤔


Biar para reders pada protes kan seru tuh..

__ADS_1


Ya begitulah Author, bila saat update sepi komentar, rasanya seperti makan sayur tanpa tampa garam, jadi hambar dan tak berselera..


Jadi bila ingin Author berselera lagi, jangan lupa ya, kasih VOTE.. LIKE..DAN KOMENTAR.. Agar Author semangat untuk update setiap hari oke guys..😉


__ADS_2