
🔹💠💗 MUTIARA HIKMAH 💗💠🔹
"Cintai wanita dengan iman bukan dengan *****, ingatlah wanita jika kamu membuka aurat..laki-laki akan mencintaimu dengan *****, tapi jika kamu menutup aurat..laki-laki akan mencintaimu dengan iman"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
◎❅❀❦|| 🌹 ||❦❀❅◎💗◎❅❀❦|| 🌹 ||❦❀❅◎
Azzam yang tak ingin mengecewakan sang istri Akhirnya ia memakan juga sate yang ia hindari semenjak Naisha, hamil karena ia suka mual bila di dekati oleh Azzam jadi sangat sulit untuk digauli, makanya ia selalu menghindari yang namanya sate kambing, karena akan membuat tubuhnya menjadi panas.
"Udah ya Nai, mas udah kenyang " Dalih Azzam yang tak ingin menghabiskan sate kambing tersebut.
"Eh, habiskan dong mas, mubajir tau mas, nggak boleh buang makanan" kata Naisha lembut.
"Tapi Nai, ini banyak banget loh, mas takut nggak bisa mengontrol diri mas bila dekat kamu nanti" kata Azzam berterus terang.
"Iss ayolah mas habiskan, biar Icha kenyang loh, karena melihat mas makan Icha ikut kenyang mas" kata Naisha manja.
"Hah?, kok bisa gitu ya?" tanya Azzam heran.
"Emang gitu mas, kalau orang ngidam suka Aneh-aneh, saya juga dulu seperti itu. makanya mas harus ekstra sabar menghadapi istri yang sedang ngidam." kata seorang ibu yang duduknya tak begitu jauh dari Azzam dan Naisha.
"Eh iya Bu, in syaa Allah, " kata Azzam yang akhirnya pun ia melahap satenya lagi, dan setelah selesai ia pun langsung mengajak Naisha pulang.
"Sudah habis sayang, sekarang kita pulang ya" kata Azzam yang akhirnya ia bangkit dari duduknya dan langsung berjalan terlebih dahulu karena dia tau Naisha pasti tak ingin dekat dengannya.
"Hu'um, Tunggu Maas, " kata Naisha sedikit manja.
Azzam mengerenyit, dan ia pun langsung menghentikan langkahnya, " Ada apa lagi Nak?, ini udah malam jangan minta yang aneh-aneh lagi ya" Kata Azzam, mewanti-wanti kan Naisha.
"Nggak loh mas Icha cuma ingin di gandeng sama emas loh" kata Naisha yang semakin manja.
__ADS_1
"Hah?!" Azzam tertegun mendengar permintaan Naisha "Apakah gue salah dengar apa, atau ada yang lagi ngelindur ya? nggak biasanya dia mau dekat sama gue gini?" _Batin Azzam agak tercengang karena melihat istrinya merangkul tangannya, tanpa mual sedikit pun.
"Ayo mas kita pulang" katanya sembari ia sedikit menarik tangan Azzam, yang membuat Azzam Akhirnya mengikutinya.
Karena Azzam memang memarkirkan mobilnya di halaman rumah Thafidz, jadi mengharuskan mereka berjalan menuju Rumah tahfidz yang jaraknya hanya menyebrang jalan saja, namun aneh bagi Azzam saat mereka berjalan menyebrangi jalan Naisha menciumi aroma tubuh Azzam.
"Sayang, biasanya kamu muntah bila berdekatan dengan emas, kenapa kamu malah menciumi mas kaya gitu?" tanya Azzam heran, sembari berjalan menyebrangi jalan.
"Aroma tubuh mas enak humm" katanya sambil melekatkan wajahnya di dekat ketiak Azzam.
Azzam tercengang melihat istrinya, dan kemudian ia menciumi tubuhnya sendiri
"Hah?, tapi emaskan lagi bau asap bekas bakar sate tadi Nai?" katanya yang masih bingung dengan melakukan Istrinya.
"Tapi enak mas, humm" katanya Naisha malahan ia mengeluarkan lenguhnya.
Mendengar istrinya melenguh, membuat otak Azzam langsung traveling "Sayang kamu lagi ingin ya?" tanya Azzam ingin memastikan gelagat aneh Istrinya.
"Ya sudah, kalau begitu malam ini kita tidur di rumah thafidz saja ya?" tanya Azzam, lagi.
"Hu'um" mendapatkan jawaban yang membuat ia seperti dapat lotre, membuat Azzam tak ingin berlama-lama lagi ia pun langsung menggendong Istrinya agar jalannya bisa cepat.
"Aakh!, Mas, nanti di lihat mang Diran " kata Naisha, sedikit kaget karena tiba-tiba saja tubuhnya sudah melayang, hingga dengan cepat tangannya langsung melingkari leher Azzam, dan langsung menyembunyikan wajahnya di sana karena takut mang Diran bertanya padanya.
"Biar saja dia lihat sayang, kamukan Istriku" katanya yang kini mereka sudah memasuki gerbang dan langsung di sambut oleh mang Diran.
"Loh, ada apa dengan Ustadzah Naisha den?" tanya Mang Diran kaget karena melihat Naisha di gendong Azzam.
"Nggak papa mang, ia cuma ngantuk" Kata Azzam beralasan.
"Oh, ya sudah kalau gitu tidak usah pulang den kasian kalau di Bawak pulang mah" kata Mang Diran juga.
__ADS_1
"Iya mang, makanya ini saya mau membawanya kedalam, kalau begitu saya masuk ya mang" kata Azzam yang tak ingin berlama-lama lagi di sana.
"Iya den, silahkan" bales mang Diran singkat, dan Azzam pun langsung memasuki rumah thafidz, nasib baik para penghuninya sepertinya sudah pada tidur hingga, rumah thafidz sudah sepi,
Dan Azzam pun langsung melangkah menaiki anak tangga menuju ke lantai dua karna di sana ada kamar tempat Naisha beristirahat bila ia lelah mengajar di rumah thafidz tersebut
Sesampainya di kamar ia pun langsung menghampiri ranjang dan meletakkan Naisha di sana, tapi sepertinya Naisha tak ingin melepaskan lingkarannya di leher Azzam.
"Sayang tunggu sebentar ya mas mau Kunci pintu kamar dulu ya?" kata Azzam sembari ia melepaskan tangan Naisha yang masih bertengger di lehernya.
"Hu'um, cepat Maas!" bales Naisha yang suaranya semakin manja.
"Iya sayang sebentar ya" Ujar Azzam, dan ia pun langsung kembali berjalan menuju pintu dan kemudian ia pun langsung menguncinya.
dan setelah itu ia pun langsung menghampiri Istrinya Kembali.
"Sayang, apa nggak sebaiknya mas mandi dulu, soalnya mas bau asap banget nih" ujar Azzam sembari membuka bajunya dan hendak berjalan kembali..
"Jangan!, Icha suka baunya mas, sinii" kata Naisha yang sudah merentangkan tangannya.
"Eh iya iya sayang, " bales Azzam yang akhirnya pasrah dan ia pun langsung mendekati Istrinya Kembali, dan baru saja ia sampai, tanpa basa-basi Naisha pun langsung melingkari tangannya di leher Azzam dan kemudian ia langsung menempel bibirnya di bibir suaminya,
Azzam yang mendapatkan serangan mendadak dari istrinya, membuat matanya membulat kaget, namun itu hanya sesaat, karena ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia pun langsung menyambut bibir Naisha dengan senang hati, bak memakan sebuah permen suara kecapan mereka terdengar jelas.
"Sayang, kamu yakin ingin melakukannya, bukankah, ini baru bulan pertama kehamilan kamu, apa tidak apa-apa?" tanya Azzam dengan suara beratnya seperti sedang menahan sesuatu.
"Hum, tidak papa mas, ini juga keinginan si kecil," Bales Naisha, dengan suara yang juga terdengar berat lalu ia menarik wajah Azzam dan kemudian ia mendekati bibirnya di telinga Azzam " Si kecil ingin bertemu Abinya ukhm" Bisiknya lagi, di barengi suara lenguhan akibat wajah Azzam yang langsung menelusuri bagian leher Naisha setelah mendapatkan bisikan tersebut.
Kucing di kasih mangsa ya nggak bakal nolaklah!, di tambah lagi, ia sudah cukup lama, tak mengasah pedangnya, dan di tambah lagi ia baru mendapatkan satu porsi sate kambing, dan itu membuat hasratnya tak ingin lagi, berbasa-basi, apalagi saat ia mendengar lenguhan yang sudah cukup lama ia tak mendengarnya, membuat hasrat ingin berpetualangnya semakin meningkat, hingga akhirnya pertempuran cinta penuh kenikmatan itu pun terjadi.
**********
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.