
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
Keluarga seperti ranting pohon. Kita tumbuh ke arah yang berbeda namun akar kita tetap menyatu. Keluarga adalah mereka yang tahu kekuranganmu tapi tetap mencintaimu. Semua hal bisa berubah, tapi kita datang dan akan selalu kembali pada keluarga.
So, Cintailah mereka setulus hati, beri mereka perhatian selagi mereka masih ada disisimu. Karena ketika mereka telah tiada, maka kamu akan merasa kehilangan Arah
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
"Maa shaa Allah, Anak Papa, sudah menjadi seorang ustadz," ujar seorang Pria paruh baya yang entah dari mana ia datang, namun ternyata ia mendengar pencerahan dari Azzam. Azzam dan Naisha, langsung menoleh kesumber suara. Dan ternyata Hendrawan bersama Raniah yang sedang berjalan mendekati Azzam dan Naisha.
"Papa!" sentak Azzam kaget. "Pah, Mah, kalian sehatkan?" tanya Azzam kemudian ia menyalami tangan keduanya. Dan diikuti juga oleh Naisha yang juga menyalaminya tangan kedua mertuanya itu.
"Alhamdulillah, kami sehat kok Nak," balas Hendrawan. "Kalian juga sehatkan Nak?" tanyanya lagi pada Azzam dan Naisha.
"Alhamdulillah, kami sehat juga kok Pah." balas Azzam, yang terlihat senang melihat kedua orang tuanya, yang terlihat begitu bahagia.
"Alhamdulillah, kami sangat senang mendengarnya Nak." ucap Raniah, sambil memberikan cipka-cipki pada Naisha dan juga memberikan kecupan lembut pada dahinya.
"Oh iya, tadi Papa dan Mama mendengar loh tausiyah kamu Nak. Ternyata Anaknya Papa, sudah seperti seorang Ustadz sekarang. Papa bangga banget sama kamu Nak," ujar Hendrawan, sembari ia memeluk anak sulungnya itu.
"Alhamdulillah.. terimakasih Pah, ini semua berkat Naisha Pah, dialah yang membikin Azam terpicu ingin memperdalam ilmu agama. Apalagi para santrinya Nai, juga selalu manggil Azam Ustadz. Jadi Azamkan malu Pah, dipanggil Ustadz tapi nggak tahu apa-apa." jawab Azzam apa adanya.
"Maa shaa Allah, ternyata benar yang dikatakan almarhum kakek kamu Nak. Imah ibarat mutiara yang tersembunyi, keluarga kita memilikinya, maka ia akan membawa keberkahan didalam keluarga tersebut. Makanya, almarhum, bersikeras meminta salah satu anak Papa harus memilikinya. Dan sekarang Papa baru memahami perkataan Kakek kamu Nak," tutur Hendrawan, yang menceritakan saat, ia diminta, oleh sang Ayahnya untuk menjodohkan salah satu anak laki-lakinya pada cucu temannya yaitu Naisha.
"Papa benar, Mama juga baru menyadari sekarang Nak, pernikahan kamu dengan Naisha, membawa dampak besar bagi keluarga kita. Dan salah satunya hari ini, Alhamdulilah, Mamah sangat bahagia sekali Nak. Ketika melihat adik-adikmu berubah sedikit-sedikit berkat Naisha. Dan perubahan mereka berdampak baik untuk mereka, hingga akhirnya adik-adikmu juga mendapatkan jodoh yang terbaik dari Allah." sambung Raniah yang terlihat begitu bersyukur.
"Terimakasih ya Nak, terimakasih karena kamu telah hadir ditengah-tengah keluarga kami, terimakasih Sayang." ucap Raniah lagi pada Naisha, yang sekali lagi ia mengecup kening menantu kesayangannya itu.
"Alhamdulillah sama-sama Mah. Teapi sebenarnya ini semua sudah diatur oleh Allah Mah, Icha hanyalah pelentaranya saja. Karena pemilik semua rencana mau pun Hidayah hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala Dan Dialah pemilik alam semesta ini
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
"Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
__ADS_1
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 189)
"Tidak ada yang berkuasa selain Allah yang menguasai semua yang ada di alam semesta ini, bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan atas kehendak Nya (Al-An'am: 59), karena Ia pemilik kerajaan langit dan bumi.
"Hanya Allah-lah, yang memiliki hak, atas hamba-hamba, apakah Dia menghendaki hamba-Nya berada di jalan keburukan ataukah dijalan kebaikan. Karena Allah-lah sang Pemberi Hidayah. Seperti firman-Nya di surah Ar-Raad 31.
أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا
“Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya.”
(QS. Ar Raad ayat 31)
"Dan Icha hanya menyampaikan seruannya. Mana yang baik dan mana yang buruk. Namun tetap Allah juga yang jadi penentu Mah, siapa saja yang Ia pilih untuk mendapatkan petunjuknya (Hidayah). Bila hati mereka bergetar saat mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh Icha atau para pemuka agama lainnya. Maka dia menjadi pilihan Allah untuk mendapatkan petunju-Nya. Seperti yang terdapat di firman-Nya.
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sukai.”
(QS. Al Qashash ayat 56)
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya.” (Al Baqarah 272)
"Seru Allah di surah Ar Raad ayat 40, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ
“Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.”
(QS. Ar Raad ayat 40).
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصيْطِرٍ
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan, kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.”
(QS. Al Ghasyiyah ayat 21-22).
__ADS_1
"Begitulah, Mah, Pah, Icha menyampaikan ilmu yang Icha dapatkan. Karena itu juga yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ. seperti yang dikatakan di dalam sebuah haditsnya.
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”
(HR. Bukhari)
"Di dalam Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 3202
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ.
Dari Abdullah ibn Amr: Bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa).
Dan barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka." (Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 3202).
Mendengar penjelas Naisha, yang menyampaikan ilmu yang ia dapatkan. Membuat Azzam maupun orang tuanya, semakin kagum pada Naisha. Karena cara ia menyampaikannya bertuturkan lemah lembut. Sehingga siapapun yang mendengarnya, hati mereka akan bergetar.
"Maa shaa Allah, kamu benar-benar Sang Mutiara yang dititipkan Allah pada Mas, Sayang. Mas Bersyukur banget telah memilikimu" puji Azzam sembari memeluk istrinya serta memberikan kecupan lembut pada dahinya.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
Jangan lupa Follow akun Instagram author ya? Dengan nama akun rahmarahma6709 jangan lupa ya guys 😉🥰.
__ADS_1