
═ ✥.❖.✥ ═💠Kalam Habaib💠═ ✥.❖.✥ ═
"Bukan kita yang mengubah seseorang menjadi lebih baik, bukan pendakwah yang mengubah seseorang tapi Allah yang berikan hidayah Manusia hanya menjadi asbab.Sentiasa bersyukur kepada Allah SWT saat diberikan hidayah dan terus memohon agar sentiasa diberikan hidayah oleh Allah SWT.
__[ Al Habib Umar bin Hafidz ]__
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
✥❖.✥ ✥.❖.✥ ✥.❖.✥ ✥.❖.✥ ✥.❖.✥ ✥.❖✥
Acara Walimah'urs Frans dan Irma berlangsung cukup meriah, walaupun yang di undang tidak begitu banyak, karena memang acara itu di siapkan Azzam agar para keluarga mengetahui kalau Frans telah memiliki istri,
Ucapan doa dan selamat datang silih berganti untuk mereka berdua, dari para tamu, dari para sahabat dan juga dari keluarga. termasuk Azzam, Naisha dan para sahabat Azzam yang dokter yang bernama Reyhan juga mereka undang.
"Selamat ya bro! wah akhirnya Lo berjodoh juga sama buldozer, wah benar kata Hendrawan hati-hati jangan suka menghina orang akhirnya lo berjodoh juga sama doi bro!" ucap Reyhan sedikit menggoda Frans,
"lo ngomong apa sih bro? buldozer? Siapa yang lo maksud nggak lu liat bini gue langsing begitu!" balas Frans, sedikit membanggakan Istrinya.
"Cih, sekarang lu membangga i kemarin-kemarin juga udah kaya Tom Jerry, berantem mulu kalau jumpa" timpal Azzam, teringat saat Frans dan Irma selalu lu berantem bila berjumpa.
"Itu kan masa lalu bro, sekarang enggak lah" Bales Frans.
"Iya dah, but selamat ya bro Semoga langgeng sampai kakek dan nenek." ucap Reyhan lagi sembari memeluk sahabatnya itu.
" Aamiin, Thanks ya bro, semoga lo cepat nyusul juga " bales Frans lagi
"Aamiin ya sudah gue pamit ya, ada tugas manggil di rumah sakit." ujar Reyhan, yang kemudian ia hanya mengatupkan tangannya pada Irma " selamat juga buat nanti Semoga cepat dapat momongan ya" Ucapnya lagi pada Irma.
"Aamiin terima kasih pak dokter." bales Irma yang juga ikut mengatupkan kedua tangannya.
"Gue juga mau pulang bro, sekali lagi selamat atas pernikahan Lo ya, semoga sakinah mawadah warahmah ya bro" Sambung Azzam yang kemudian ia juga memeluk sahabatnya itu.
"Aamiin terima kasih banyak ya bro," Bales Frans yang ia menyambut pelukan Azzam bahkan memperatnya, ia tak mampu berkata-kata lagi karena Azzamlah yang selalu membantunya begitu banyak, dan ia juga yang menyadari kalau dia telah menyukai Irma.
"Sama-sama Frans." balas Azzam yang paham arti pelukan itu.
"Selamat Irma, Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahi mu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan"
Ucap Naisha, sembari ia memeluk sahabat karibnya itu.
"Aamiin, Aamiin ya Rabbal'aalamin, Syukron Nai, semoga yang anti doakan keadaannya itu juga yang akan kan nanti dapatkan" bales Irma dengan tulus di dalam pelukannya.
"Aamiin ya Rabb, Syukron juga Imah, ya sudah kami pamit ya, Assalamu'alaikum" pamit Naisha pada Irma, sedangkan Azzam juga seperti itu pada Frans.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh." Bales Frans dan Irma secara bersamaan, setelah mendapatkan jawaban Azzam dan Naisha pun langsung meninggalkan acara Walimah'urs Frans dan Irma. Begitulah ucapan selamat yang Irma dan Frans dapatkan, hingga Acara selesai,
Setelah acara selesai Frans pun bermaksud membawa Irma ke rumahnya sendiri dan itu membuat orang tua Frans seperti tidak setuju.
"Papa tidak setuju Frans, kalau kmu pergi dari rumah ini!" ujar sang papa, yang terlihat tegas.
__ADS_1
"Iya Nak, jangan pergi, rumah ini cukup besar, cukup untuk kalian berdua mengapa harus pindah nak, ' sambung sang Mama yang terlihat mulai bersedih
"Mah, pah, Frans ingin mandiri, ingin belajar menjadi kepala rumah tangga seperti papa Apakah itu tidak boleh mah pah?" balas Frans dengan lembut, agar orang tuanya mau memahaminya, serta mau memberikan izinnya untuk pergi ke rumahnya sendiri, yang memang sudah ia memiliki sebelum ada Irma.
mendengar perkataan Frans yang ingin seperti papanya, sang papa pun menjadi Luuh.
"Baiklah tetapi dengan satu syarat, kamu harus mau menggantikan papa di perusahaan bagaimana nak?." ujar Bambang Dirza Irawan,
" Eh, Kenapa harus syarat itu si Pah?" protes Frans.
"Kenapa? kamu tidak mau? kalau begitu kamu tidak diizinkan untuk keluar dari rumah ini, jadi kamu harus memilih sekarang tetap tinggal di sini dan diperbolehkan kerja pada nak Azzam atau meneruskan perusahaan papa dan kamu boleh tinggal di rumah kamu sendiri, sekarang pilihlah!" tegas Bambang.
Terlihat wajah Frans, Bingung, karena harus menghadapi sebuah pilihan " Hmm, Baiklah Pah, tapi beri waktu Frans, ya Pah?" pinta Frans.
"Oke, Papa kasih kamu waktu satu sebulan untuk menyelesaikan urusan kamu pada nak Azzam Setelah itu kamu harus meneruskan perusahaan kita, bagaimana kamu setuju?!"
tutur Bambang lagi.
"Eh, cepat banget sih waktunya pah?."
"tidak boleh ada bantahan lagi!, Kalau kamu tidak bersedia maka jangan harap..." perkataan Bambang langsung terpotong oleh Frans.
"Iya iya ya Frans setuju pah!" potong Frans. sedikit kesal.
"Bagus! sekarang kamu boleh pergi!" ujar sang papa.
"baiklah Pah, Mah kalau begitu kami pamit Assalamualaikum." pamit Frans, yang tidak ingin menundanya lagi karena ia takut sang mama akan menahan nya lagi.
"Pah kok papa jadi mengizinkan mereka sih?" protes Nani Wijaya.
"biarkan saja Mah yang penting anak kita mau meneruskan perusahaan kita, dan lagian kalau mereka mandiri, Siapa tahu kita segera mendapatkan cucu Mah, emang mama nggak mau cepat punya cucu?" tanya Bambang, sedikit merayu istrinya agar Ia mau mengiklaskan anaknya agar mandiri.
"Iya mau banget dong pah"
"ya makanya mama harus ikhlas dong sekarang," ujar Bambang lagi.
"Iya iya mamah ikhlas kok pah," Bales Nani Wijaya.
"Alhamdulillah, gitu dong mah, Ya sudah ayo kita istirahat Papa capek." Ajak Bambang Dirza Irawan.
"Iya pah," dan akhirnya mereka pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.
********
Sementara di sisi lain,
Frans dan Irma yang berada di dalam mobil..
"Bang, kita ke rumah Imah dulu kan?" tanya Irma pada Frans yang sedang fokus menyetir.
"Iya, beritahu saja jalan apa rumah kamu?" tanya Frans
__ADS_1
"Jalan xx Bang, " balas Irma.
"oke." setelah mendapatkan alamatnya Frans melajukan mobilnya ke arah jalan yang di katakan Irma, dan Tak lama kemudian Mereka pun sampai setelah Frans memarkirkan mobilnya di halaman rumah Irma, mereka pun turun, dan mereka langsung masuk ke rumah Irma.
"Assalamu'alaikum bi, " salam Irma ada seorang wanita paruh baya yang menyambut mereka dengan wajah yang terlihat bahagia..
"waalaikumsalam Neng Masya Allah suami Neng Irma tampan sekali Maaf ya neng gak bisa hadir ke acara pesta nikahan Neng." ujar wanita paruh baya itu.
"nggak papa Bi Yang penting kan doa Bibi sampai pada Irma” bales Irma sambil tersenyum lembut ada pembantunya yang selama ini menemaninya dari sejak orang tuanya berpisah.
"Iya Neng selalu mah doa baby untuk Neng agar bahagia selama-lamanya. " ujar sang Bibi dengan tulus.
"Aamin Terima kasih ya Bi, Ya sudah kalau gitu Imah kamar dulu ya." kata Irma lagi.
"Iya Neng sok atuh."
"Ayo bang kita ke atas." ajak ke Irma pada Frans
"hmm, permisi bisa ke atas juga ya." pamit Frans juga pada sang bibi.
"iya Den silakan." setelah mendapat jawaban dari pembantunya Irma Mereka pun melangkah menuju ke anak tangga untuk naik ke lantai 2 dan setelah itu Irma mengajak Frans memasuki kamarnya, sesampainya di dalam.
"Abang istirahatlah dulu Imam mandi dulu ya bentar gerah karena acara tadi." ujar Irma sembari melepaskan hijabnya.
"Hemm" Bales Frans, yang hanya berhemm saja sembari Iya melangkah keranjangnya Irma dan kemudian membaringkan tubuhnya di atas panjang tersebut Sedangkan Irma memasuki kamar mandi berniat untuk membersihkan tubuhnya.
dan tak berapa lama ia keluar kembali dengan memakai handuk kimono berwarna putih, serta kepalanya yang terlilit handuk berwarna pink. dan ternyata Frans memperhatikan dirinya.
"Irma?"
"Hmm, ada apa bang?" tanya Irma dengan lembut.
"Bukankah kamu punya hutang padaku?".
"Eh, hutang apa bang?" tanya Irma bingung.
"Kamu tidak ingat yang di dalam mobil saat meminta maaf padaku?" tanya Frans sambil mengerutkan dahinya.
Irma pun langsung mengingat, dengan perkataan frans yang mengatakan bila ingin mendapatkan Maaf darinya maka ia harus mencium seluruh ngajak Frans.
"Eh, Apakah harus sekarang bang?" tanya Irma yang terlihat malu.
"Iya mau kapan lagi Bukankah di sini tidak ada siapa-siapa?" bales Frans, yang tubuhnya masih berbaring di ranjang Irma dengan tangan kiri sebagai bantalnya.
"hmm, Baiklah," kata Irma yang kemudian, ia berjalan menuju keranjangnya dan kemudian ia menghampiri Frans yang berada di atas ranjangnya dan kemudian ia...
BERSAMBUNG LAGI AKH😉😜
______________________________
biar para readers pada penasaran hahaha. 😂😂
__ADS_1
Oke Guys, jangan lupa ya tinggalkan penyemangat untuk Author Syukron 🙏😊