
πΏπΈ MUTIARA HIKMAH πΈ πΏ
"Allah tidak berjanji Siapa yang kaya pasti bahagia
tapi Allah berjanji Siapa yang bersyukur hidupnya akan bahagia"
********************Β°πΈΒ°*******************
Hari ini Azzam berniat ke rumah sakit milik keluarganya, untuk memeriksakan ke adaan Naisha, karena ia melihat Naisha masih belum pulih, dan masih terlihat lemas.
"Kita ke Rumah sakit saja ya Nai, aku lihat kamu belum ada perubahan sama sekali, aku khawatir kamu akan semakin lemah nai" ujar Azzam terlihat cemas..
"Nggak mau akh mas, Icha nggak suka bau Rumah sakit mas" kata Naisha dengan suara lemahnya..
"Menurutlah Nai, ini untuk kebaikan mu juga" ujar Azzam yang tak suka di bantah.
"Tapi mas i..."
"Sssht, tidak boleh protes, pokoknya hari ini kita harus ke rumah sakit!" tegas Azzam memotong perkataan Naisha..dan kemudian ia pun mengambil hijab serta cadarnya Naisha dengan telaten ia membantu Naisha memakai hijab syar'i nya, dan kemudian memakaikan cadarnya juga, Naisha hanya pasrah membiarkan suaminya memakaikan hijab serta cadarnya, Naisha Tersenyum di balik cadarnya, karena senang ternyata suaminya paham akan dirinya yang mulai Istiqomah dalam bercadar, dan itu berarti sang suami mendukung ia untuk selalu bercadar..
"Terimakasih ya mas" ucapnya saat Azzam telah selesai memakaikan cadar untuknya..
"Iya, ya sudah sekarang kita berangkat ya, " ucap Azzam lembut, dan ia pun mulai menggendong Naisha ala bridal style. tanpa memberikan Aba-aba pada Naisha membuat Naisha kaget
"Akh !!" pekiknya dan ia langsung melingkari tangannya ke leher Azzam, karena takut jatuh.
"Mas Icha bisa jalan sendiri, turunin Icha mas." pinta Naisah, berharap Azzam menurunkannya..
"Diamlah! jangan berisik!" tegas Azzam, dan iapun mulai berjalan keluar kamar dan menuju pintu keluar Apartemennya namun sebelum ia melangkah keluar, ia memanggil pembantu barunya..
__ADS_1
"Bi inah, jaga Apartemen ya, saya mau membawa Naisah ke rumah sakit!" titahnya pada bi Inah..
"Iya den, hati-hati di jalan ya den" bales bi Inah..
"Iya Bi, Assalamu'alaikum" pamit Azzam yang langsung keluar tanpa menunggu balasan salamnya dan langsung masuk kedalam lift..
"Mas, Icha malu di gendong seperti ini " protes Naisah yang berharap Azzam mau membiarkan ia turun..
"Malu?, kenapa harus malu?, bukankah wajahmu tidak terlihat oleh orang, jadi kamu tak perlu malu Nai" ujar Azzam yang kini sudah keluar dari lift dan sekarang menuju tempat perparkiran Apartemen..
Dan akhirnya mereka pun sampai di mobil Azzam yang ternyata di sana sudah ada Frans sedang berdiri di samping mobil itu, lalu ia pun membukakan pintu mobil bagian belakang..
"Assalamu'alaikum, loh Naisha belum sehat zam?" ucap Frans saat mereka sudah sampai di mobil..
"Wa'alaikumus salam, belum, Antar kami kerumah sakit!" bales Azzam tegas.. saat mereka sudah berada di dalam mobil..
"Baiklah" Frans pun berjalan memutar menuju pintu depan tempat ia biasa mengemudikan mobilnya, dan setelah ia pun masuk dengan perlahan mobilpun mulai melaju menuju ke rumah sakit.
Lagi-lagi Naisha merasa malu karena banyak yang melihat ke Arah mereka,
"Mas, turunkan Icha mas, Icha malu" ucap Naisha sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azzam, namun perkataannya tidak di respon oleh Azzam, ia terus melangkah hingga seorang wanita menghadang jalannya..
"Bang Azzam?" panggil wanita itu yang berdiri tepat didepan mereka..
"Sedang apa kau disini?!, cepat menyingkir dari hadapan ku!" bentak Azzam pada wanita itu..
"Bang?, Hanan ingin ngomong sama Abang sebentar, boleh ya..?" pinta wanita itu yang ternyata Hanna..
"PERGII DARI HADAPAN GUE!!" Teriak Azzam hingga Naisha ikutan kaget karena teriakan dari suaminya.."Frans singkirkan wanita ini dari hadapan gue!!" tegas Azzam pada Frans,
__ADS_1
"Baik pak!" Frans pun langsung menarik tangan Hanna dan membiarkan Azzam yang masih menggendong Istrinya berlalu meninggalkan Frans dan Hanna.
"Lepaskan gue Frans!!, gue harus bicara dengan Azam!!" bentak Hanna sambil menghentakkan tangannya agar terlepas dari pegangan tangan Frans..
"Menyingkirlah Hanna, jangan bermimpi Azam mau bicara dengan Lo!" seru Frans sambil melepaskan tangan Hanna dengan kasar." dan gue pringatin Lo, jangan pernah Lo muncul lagi di hadapannya kalau tidak, gue nggak bisa menjamin keselamatan Lo, Camkan itu!!" tegas Frans memperingati Hanna.
"cih, sombong sekali Lo, kita lihat aja nanti, kalau gue sudah menjadi nyonya majikan Lo!, orang pertama yang gue singkirkan adalah Lo!" Ancam Hanna, membuat Frans tersenyum sinis..
"Heh!, Lo salah menargetkan orang han!, kita lihat aja nanti, apakah ada kesempatan Lo bermimpi menjadi nyonya Azam?, atau Lo tersingkir dari bumi ini terlebih dahulu!" bales Frans dengan tatapan mata yang tajam dan dingin membuat Hanna, sedikit bergidik namun tak menggentarkan tekatnya untuk mendekati Azzam.
" Menyingkirkan gue?!.. Cih, kita lihat saja nanti, siapa yang akan tersingkir, gue atau Lo !" kata Hanna dengan tatapan sinisnya seraya ia berlalu meninggalkan Frans menuju pintu keluar rumah sakit milik keluarga Azzam.. sedangkan Frans langsung berbalik badan Melihat ke pergian Hanna lalu ia mengambil benda pipihnya dari dalam kantongnya kemudian ia melakukan panggilan pada seseorang..
"Halo! Ikuti Wanita yang baru saja keluar dari rumah sakit ini, dan laporkan setiap gerak-geriknya! mengerti!" ujar Frans di dalam panggilannya dan tanpa menunggu jawaban dari seberang ia langsung menutup kembali panggilan tersebut..
_______
Sementara di sisi lain..
Azzam yang tadi membawak Naisha untuk memeriksanya kini sudah berada di ruangan dokter spesialis umum, dan dokter juga sudah memperiksa keadaan Naisha juga..
"Gimana kondisi Istri saya dok?" tanya Azzam setelah melihat Dokter wanita itu selesai memeriksa tubuh Naisha..
"Sebaiknya istri bapak harus di rawat, karena saya menemukan ada kejanggalan pada tubuhnya, dan sepertinya ia terkenak racun yang berbahaya dan itu yang menyebabkan ia semakin melemah, dan apabila tidak segera ditangani, mungkin istri bapak akan menjadi lumpuh" ujar Dokter Wanita itu menjelaskan diagnosis keadaan Naisha, membuat Azzam terkejut..
"Akan Lumpuh?!!"
*********
Apa yang akan terjadi pada Naisha?..
__ADS_1
Terus Dukung Author ya..ππ
dan jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaπ