
══ ✥.❖.✥ 🤍 Kalam Habaib 🤍 ✥.❖.✥ ══
"Saat kau berbuat sesuatu buatlah karena cinta, karena dimensi cinta itu dapat menghapuskan kesan terpaksa dan memaksa di dalam hatimu"
___[ Al Habib Umar bin Hafidz ]___
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ❤
✥ ✥ ✥✥❖.✥ ✥.❖.✥ 🤍✥.❖.✥ ✥.❖✥ ✥ ✥✥
Di kediaman keluarga Hendrawan.
Hari-hari telah berlalu, itu artinya hari pernikahan Reyhan dan Aziah semakin mendekati, membuat seseorang semakin resa dan aneh itu bukanlah Aziah, karena Aziah malah terlihat santai, seperti tidak ada yang akan terjadi sama sekali pada dirinya, dan itu membuat orang tuanya merasa aneh.
"Pah, Mama heran deh lihat Aziah, padahal tinggal seminggu lagi ia akan menikah, tapi Mengapa dia terlihat biasa-biasa saja yaa, berbeda dengan Azkha yang akhir-akhir ini malah justru dia yang terlihat uring-uringan seperti dia yang mau menikah deh," ujar Raniah saat ia sedang berduduk santai di ruang keluarga bersama Hendrawan.
"Iya juga ya Mah..Papah juga merasa begitu, ada yang nggak beres sama Azkha Mah, kenapa ia bertingkah seperti itu ya Mah?" tanya Hendrawan yang ternyata ia juga ikut memperhatikan tingkah anak keduanya.
"Mama juga nggak tahu Pah, coba Papa tanya dong, siapa tahu dia malu mengatakan sama Mama, tapi tidak sama Papa, kan siapa tahu dia bisa terbuka sama Papa karena sesama lelaki Pah" balas Raniah memberi saran pada suaminya.
"Iya juga ya Mah, ya sudah nanti kalau Azkha pulang, biar Papa ajak bicara deh Azkhanya" kata Hendrawan, dan saat bersamaan..
"Assalamu'alaikum Pah, Mah?" ucap seorang pria yang baru saja datang bersama wanita bercadar yang sedang menggendong bayinya.
"Wa'alaikumus salam, Azam, Naisha?" balas Hendrawan dan Raniah secara bersamaan, saat melihat siapa yang datang, dan ternyata mereka adalah Azzam bersama Naisha.
"Maa syaa Allah, cucu Omah tambah gembul aja sih?" ujar Raniah yang terlihat begitu berbinar saat melihat bayi yang berada di gendongan Naisha yang kemudian ia langsung mengambil bayi itu dan langsung gendongnya serta menciumi pipi gembulnya dengan gemas.
"Iya dong Omah, kan Al mimik cucu Ummah jadi tambah gembul deh" ujar Azzam dengan menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
"Iyakah?, enak banget ya susu Ummahnya, Nak?" kata Raniah yang terlihat tak bosan-bosannya ia menciumi si baby Al, "Apa Al, sudah kamu kasih makan ya Nai?" tanyanya lagi pada Naisha.
"Baby Al, belum Nai, kasih makan kok Mah, ia hanya nyusu sama Nai Mah, itu yang di katakan Dokternya Mah" balas Naisha lembut.
"Maa syaa Allah, hanya mimik, susu Umah sudah begini badan kamu nak, bagaimana kalau sudah di perbolehkan makan ya?, Muach.. Omah jadii gemas deh," ujar Raniah yang terlihat ia begitu gemas melihat cucu gembulnya.
"Ya mungkin susunya Naisha cocok mah sama Al, makanya tubuhnya langsung berisi," timpal Azzam yang ikut mendengarkan pembicaraan antara Mamanya dan Istrinya.
"Iya Zam, padahal waktu kamu kecil, kamu tidak segemuk Al loh, apa itu artinya susu Mama nggak cocok sama kamu ya?" tanya Hendrawan ikut menimbrung.
"Eh, kalau nggak cocok, Azam nggak mungkin sebesar ini kalo Pah" balas Azzam, sedikit membela sang ibu.
"Iya tuh benar sekali kamu Nak, Papa kalau ngomong suka ngasal deh" sambung Raniah sedikit memasang wajah cemberutnya.
"Eh, hehehe maaf Mah," ucap Hendrawan sambil cengengesan,
"Calon pengantin entah kemana Nak, dia mah santai aja kayak biasanya, Mama juga heran, dulu waktu Mama mau nikah kayanya Mama repot banget mikirin untuk acara bahkan Mama di pingit selama 2 minggu nggak boleh kemana-mana, lah dia malah asik keluyuran mulu, Mama bilang calon pengantin harus di pingit takut kenapa-kenapa, eh dia bilang itu mitos, aiis, Mama pusing lihat Aziah, Zam" keluh Rania, pada Azzam membeberkan tingkah putri semata wayangnya itu.
"Udah Mama jangan berpikir macam-macam, doain aja semoga ia tidak kenapa-kenapa, biarkan saja dia mau melakukan apa, yang penting nanti di hari Hnya ia nggak kemana-mana lagi Mah" balas Azzam lembut.
"Tuh benarkan yang Papa katakan?, Mama sih terlalu berpikir yang tidak-tidak, akhirnya pusing sendiri deh" timpal Hendrawan karena ia pernah mengatakan hal yang sama yang Azzam katakan.
"Iya sih benar yang di katakan Azam dan Papa, tapikan wajar kalau Mama khawatir pada anak-anak Mama, apalagi lihat Azkha juga gitu, kelakuannya suka aneh," kata Raniah lagi, yang kali ini ia mengeluhkan putra keduanya.
Mendengar keluhan sang Ibu Azzam mengerenyitkan dahinya, "Ada apa lagi dengan Azkha Mah?" tanya Azzam terlihat penasaran.
"Mama juga nggak tahu Nak, akhir-akhir ini Mama perhatikan ia jadi sering uring-uringan, malah seakan dia yang mau menikah, kan Mama jadi heran sebenarnya siapa sih yang mau menikah, Aziah apa Azkha?, bingung Mama" balas Raniah yang masih curhat pada Azzam.
"Memang Mama tidak bertanya sama Azkha Kenapa dia seperti itu, Mah?" tanya Azzam lagi.
__ADS_1
"Sudah Nak, dia bilang nggak ada apa-apa, tapi tingkahnya tetap seperti itu, apa dia malu ya curhat sama Mama?" balas Raniah yang nampaknya ia sedang berpikir keras.
"Kalau begitu coba Papa yang bertanya pada Azkha, siapa tahu sama Papa dia mau curhat Mah," ujar Azzam memberikan saran pada Sang Mama.
"Nah itu dia tadi Mama juga sudah mengatakan itu sama papa kamu Nak" balas Raniah.
"Iyakan tadi Papa dah ngomong tunggu Azkha pulang Mah" timpal Hendrawan, dan di saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar seorang laki-laki mengucapkan salam pada mereka.
"Assalamu'alaikum semuanya" ucap pria yang baru saja datang.
"Wa'alaikumus salam" balas mereka yang berada di ruang keluarga itu, sambil semuanya menoleh ke sumber suara.
"Azkha!" sentak mereka Bernard dan terlihat jelas, mereka berempat seperti kaget saat melihat seorang wanita cantik yang berdiri tepat di samping Pria yang di panggil Azkha.
"Hanna?! untuk apa dia di bawak kemari hah?!" tanya Azzam dengan tatapan yang terlihat sekali ia amat membenci Wanita yang di panggil Hanna.
"Kenapa?, Azka bawa dia untuk di perkenalkan sama Mama dan Papa, sebagai calon menantu," balas Azkha terlihat santai, namun tidak pada keluarganya, mereka terlihat amat kaget.
"APAA!!"
____________
Ha-ha-ha.🎶.. hi-hi-hi..🎶 Author lagi delema..
Ha-ha-ha 🎶... Hi-hi-hi 🎶 mau lanjut apa tidak..
Haiiis, pusing banget Author.., ini novel ujiannya banyak banget, Author jadi iba melihatnya sepertinya nih novel mau author Hiatus dulu deh kayaknya, karena author nggak tau mau di bawa kemana nih novel, Author benar-benar sedih lihatnya,😢😢 Mama Ntoon mah tega sama novel ini, padahal pembaca mulai banyak.. haiiis ku menangiis membayangkan betapa kejamnya cinta Ntoon pada novel ini..😭😭 Hiks..
Author udah hilang semangat 😭😭 Maaf ya guys 🙏😭😭.
__ADS_1