SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
MENDAPATKAN RESTU DARI AZZAM.


__ADS_3

══ ✥.✥❁🌸 Kalam Habaib 🌸❁✥.✥ ══


"Kalau ibu mu yang mengandung mu, melahirkan mu dan membesarkan mu saja sangat mencintai mu, bagaimana dengan Allah yang menciptakan mu dari sebuah ketiadaan"


[ Al Habib Umar bin Hafidz ]


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


━━━━━━━✥•⊰❁🌸❁⊱•✥━━━━━━━


Mendengar perkataan Aziah, wajah Rayhan, langsung berubah pias dan ia langsung terdiam seribu bahasa, dan perubahan wajahnya terlihat oleh Azzam dan kedua orang tuanya Azzam.


"Hanya sampai di situ sajakah nyalimu Nak?, kalau Om mah, tidak akan menyerah dan akan Om kejar walaupun ia memiliki seratus pacar." Ujar Hendrawan dengan suara yang masih lemah.


"Apaan sih Papa?, suara masih lemah begitu jugaan, udah deh, jangan ikut campur dalam urusan anak muda, sebaiknya sekarang Papa dan Mama istirahat deh biar cepat pulih kembali." Ujar Azzam.


"Benar Om, sebaiknya Sekarang Om istirahat ya soal yang tadi insya Allah Rehan nggak nyerah kok." Sambung Reyhan juga.


" Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu papa dan mama istirahat ya." Kata Hendrawan merasa lega. setelah Wah mendengar perkataan Rayhan


"Ya sudah, ayo kita ke kantin gue lapar nih!." Ajak Azzam, yang sepertinya itu hanya sebuah alasannya saja, karena sebenarnya ia memiliki begitu banyak pertanyaan pada Rayhan.

__ADS_1


"Oke." Balas Reyhan singkat, dan kemudian mereka pun berjalan keluar dari ruangan Rawat orang tuanya Azzam, dan mereka terus berjalan menuju ke kantin di rumah sakit tersebut.


Sesampainya di kantin Azzam dan Reyhan langsung memesan makanan dan minuman, dan sembari mereka menunggu Azzam pun akhirnya buka suara.


"Sejak kapan lo mempunyai perasaan pada adik gue?." Tanya Azzam dengan tatapan menyelidik.


"Mungkin sedari kita masih kecil kali." Jawab Reyhan seperti hanya Asal saja.


"Jangan bercanda Lo!, gue bertanya seperti ini serius, karena ini menyangkut Restu gue, Lo tau guekan?, kalau gue nggak suka maka jangan harap Lo bisa dapatkan adaik gue!, jadi Lo jangan main-main sama gue!."Ancam Azzam pada Raihan.


"Eh, iyaa, sorry sorry Zam, tapi beneran kok gue menyukai Adek lo sedari kita kecil lu ingat enggak?, waktu di sekolah kita mengadakan perpisahan waktu kita SMP, dan saat itu nyokap Lo membawa Aziah yang masih 6 tahun, dan saat itu gue baru kehilangan Nyokap guekan, jadi saat gue melihat Lo dan Frans yang terlihat bahagia bersama Nyokap kalian, gue sedih Zam, gue teringat Nyokap gue.." Jelas Reyhan yang tuk sesaat ia menjeda perkataannya, karena ia kembali teringat pada orang tuanya.


"Dan apakah Lo tau, saat gue lagi nangis, adek lo datang, dan dia menghapus air mata gue, seraya berkata, "kakak, Ehan jangan sedih lagi ya, kan ada Ziah, yang akan menghibur dan menemani kak Ehan selamanya." Hehehe, pada waktu itu gue langsung berhenti nangis saat dia memeluk gue, pasti Lo merasa aneh, masa gue bisa suka pada anak umur 6 tahun, tapi jujur, sejak hari itu gue memang menyukai adik Lo, dan sebenarnya gue juga tahu dia memiliki pacar, karena gue sering mengikuti perkembangannya, sorry ya Zam, gue bukan ingin jadi menguntit Adik Lo, gue hanya ingin melindungi saja." Jelas Reyhan panjang lebar, yang kini ia menundukkan wajahnya.


"Lalu, apakah ini alasan lo menjomblo selama ini ini?." Tanya Azzam, yang memang ia tak pernah melihat sahabatnya ini memiliki hubungan khusus.


"Iya, bisa di katakan seperti itu juga sih, karena gue sempet ingin muf'on dari Adik Lo, dan gue berusaha mendekati Hanna, tapi kenyataannya gue tetap nggak bisa Zam, di tambah lagi saat melihat Hanna, sempat menyakiti bini Lo, gue jadi males memiliki hubungan pada wanita, jadinya gue sekarang hanya pasrah ajalah sama Allah, di berikan jodah Alhamdulillah, nggak juga Alhamdulillah, itu berarti Allah ingin gue, mati dalam keadaan suci kali." Kata Reyhan yang terlihat pasrah.


"Huush!, Ngomong apaan sih Lo!, justru kalau Lo mati belum menikah, berarti Lo mati dalam keadaan agama yang belum sempurna tau!, karena Menikah itu menyempurnakan agama Lo bro." Kata Azzam yang terlihat ia nggak suka melihat temannya yang hanya pasrah dengan keadaannya.


"Ya mau gimana lagi, gue udah usaha kok, tapi nyata, belum ada tuh rasa di hati gue yang nyangkut pada wanita satu pun " kata Reyhan sambil tersenyum kecut, pada Azzam.

__ADS_1


"Bukankah Hati Lo sudah nyangkut di hati Adek gue, kenapa Lo nggak perjuanganin dia?" Kata Azzam.


"Eh, apa artinya itu Lo sudah ngerestui gue Zam?" Tanya Reyhan dengan mata yang terlihat berbinar. karena ia telah mendapatkan restu dari Azzam.


" Ya bisa di katakan seperti itu sih, tapi ingat jangan pernah membikin adek gue menangis, dan kalau itu terjadi jangan berharap Lo masih bisa berkeliaran di muka bumi ini, apa lo paham maksud gue?!." Ancam Azzam dengan wajah seriusnya.


"Hahaha, seram amat ancaman Lo, yaa nggak mungkinlah gue menyakiti adik lo secara guekan sangat menyayanginya, thanks ya Lo dan ngasih gue kesempatan, tapi kayaknya itu tak akan terjadi jangan, karena gue liat, Ziah sangat mencintai pacar Zam, dan gue nggak ingin merusak hubungan mereka." Ujar Reyhan, dengan wajah yang terlihat sedih.


"Apa itu artinya Lo nyerah Han?." Tanya Azzam.


" Ya mau gimana lagi, lihat aja tadi, Aziah memandang gue dengan tatapan membenci setelah gue ungkapan niat baik gue," Ujar Reyhan yang terlihat sedih karena teringat akan tatapan Aziah tadi di Saat mereka berada di ruangan orang tuanya Azzam.


" Iyaa lo kan tau sendiri, adek gue masih berumur 19, itu pun masih kurang dua bulan lagi, jadi ukuran cewek yang umur segitu masih labillah , belum tetap pendirian, lo sendiri juga tahukan, ia selalu ganti pasangan, jadi gue saranin kalau Lo masih inginkan dia maka perjuangkan lebih keras lagi, sampai ia benar-benar membukakan hatinya pada Lo." Ujar Azzam memberikan semangat pada Reyhan, agar ia tak putus asa begitu saja.


"Eh, iya juga ya, oke deh kalau begitu, karena Lo dan kedua orang tua Lo dan pada setuju, Bismillah gue akan perjuangkan adik Lo Zam." Kata Reyhan yang terlihat di matanya kini ada semangat lagi, setelah tadi ia sempat menyerah karena ingat pada tatapan Aziah.


" Nah gitu dong, jangan mudah menyerah dan gue yakin Kok, Lo pasti akan berhasil, Apalagi tadi Lo mengatakan bismillah, itu artinya Lo sudah sertakan Allah, di dalamnya, dan in syaa Allah, Lo akan dapatkan kemudahan bro." Kata Azzam meyakinkan sahabatnya itu.


" Aamiin, semoga apa yang Lo katakan benar, dan menjadi doa buat gue" Kata Reyhan yang terlihat tulus.


"Aamiin, ya sudah gue balik ya Assalamu'alaikum." Pamit Azzam, yang kemudian ia pun bangkit dari duduknya, dan langsung berjalan meninggalkan Reyhan, yang masih menatap kepergian Azzam.

__ADS_1


*******


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏 Syukron 🙏.


__ADS_2