SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
BENARKAH DIA SUAMIKU?


__ADS_3

โœฅ.โ–.โœฅ๐Ÿ’  MUTIARA HIKMAH๐Ÿ’ โœฅ.โ–.โœฅ


"Balasan akan serupa dengan jenis perbuatan, entah perbuatan itu baik maupun buruk.


.


Orang yang menutupi aib sesama muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya.


.


Orang yang memberi kemudahan kepada orang lain yang berada dalam kesulitan, niscaya Allah akan memberi kemudahan baginya dalam perkara dunia dan akhirat.


__sแด›แดส€ษชแด‡s แดา“ แด›สœแด‡ แด…แด€ส__


โœง โƒŸ โƒŸ โƒŸ โ” โƒŸ โƒŸ โƒŸโœงโ” โƒŸ โƒŸ โƒŸโœงโ” โƒŸ โƒŸ โƒŸโœงโœง โƒŸ โƒŸ โƒŸ โ”โœง โƒŸ โƒŸ โƒŸ โ”โœง โƒŸ โƒŸ โƒŸ โ”โœง โƒŸ โƒŸ โƒŸ


"Sudah puas belum?, memegang-megang hidung suamimu ini hah?" tanya Frans dengan suara serak khas orang bangun tidur.


mendengar perkataan Frans, Irma langsung bangkit dari tidurnya dan langsung duduk


"sedang Apa antum disini?!, dan tadi apa yang Antum katak suami?, suami siapa?, Antum tidak lagi bermimpikan?."


mendengar pertanyaan Erma yang bertubi-tubi membuatkan Frans, ikut duduk sembari sembari Ia menutup matanya, dengan 1 tangannya namun jarinya, agak renggang sedikit hingga matanya masih terlihat oleh Irma kemudian Frans menunjuk ke arah dada rumah yang ternyata masih polos, hanya bagian bawahnya saja yang tertutup selimut.


Irma pun mengikuti arah telunjuk Frans dan ia pun langsung melihat tubuhnya Betapa terkejutnya ia saat melihat bagian dadanya tak memakai apapun sehingga dengan spontan Ia pun menjerit dengan sekuatnya, membuat frans menutup kedua telinganya.


"AAAAAAKH!!!" Irma menjelaskan sekuatnya, sambil ia menarik selimut Danang sum menutupi seluruh tubuhnya."bajingan Apa yang telah kau lakukan padaku hah?!' seru Irma di dalam selimutnya. "Aaaakh, hiks, apa aku sudah tidak suci lagi..hiks..dasar mesum!, bajingan, pergi kau dari sini !, hiks, hiks" Irma menjerit-jerit tangisnya pecah, di bawah selimutnya.


mendengar perkataan Irma mengatakan Ia bajingan, hingga ia di usir olehnya membuat Frans kesal mendengarnya dan ia pun bangkit dari tempat tidurnya.


"Sebelum kamu mengatakan aku ini bajingan sebaiknya kamu ingat dulu kejadian kemarin!, baru kamu bisa menilai aku ini apa!," ujar Frans kesel dan kemudian ia langsung pergi ke kamar mandi dan Tak lama kemudian dia kembali lagi dan sudah memakai pakaiannya yang kemarin setelah itu ia pun langsung keluar dari kamar Irma, tanpa mengatakan apapun lagi.


Setelah mendengar perkataan dan juga mendengar suara pintu di banting, Irma pun selimutnya. "Kejadian kemarin, hiks..ada apa dengan kejadian kemarin?" gumam Irma, dan kemudian ia pun mulai mengingat-ingat perkataan Frans


Dan muncullah semua ingatannya satu persatu di awali di depan sebuah restoran, saat devta menarik menarik tangannya hingga frans datang untuk menolongnya namun ia malah mengusir Frans, lalu ia juga teringat saat devtaingin menodainya dan kemudian ia ditolong kembali oleh Frans dan Bahkan ia juga teringat saya menciumi leher Frans ketika di dalam mobil Azzam.

__ADS_1


"Astaghfirullah!, apa yang sudah aku lakukan aku sendiri yang telah menodai diriku ini semua gara-gara Devta sialan! yang telah memberiku obat perangsang, Aaakh!, Aakh aku sudah kotor!, hiks aku telah berjinah hiks.. aku telah berdosa besar, Aaakh hiks!." Irma mengutuki dirinya sendiri, Sambil ia menangis serta menjerit-jerit dan ia juga menjambak-jambaki rambutnya. dan saat bersamaan Renita ibu tirinya masuk.


"Kamu tidak berjinah Irma, kamu juga tidak berdosa, karena kamu melakukan itu pada suami mu sendiri" kata Renita, membuat Irma menghentikan Aksinya menjambak nya.


"Apa maksudnya Tante?, suami siapa?" tanya Irma begitu penasaran.


"Suami kamu Irma, Frans sekarang sudah menjadi suami kamu" kata Renita yang kemudian ia menyerahkan benda pipihnya ke Irma yang ternyata di sana ada sebuah rekaman saat Frans mengijab dirinya, dengan pakaian seadanya bahkan pakaian saat menolong dirinya.


"Benarkah Dia suamiku? katakanlah yang sebenarnya Tante?" tanya Irma yang masih belum percaya.


"Iya sayang benar, dia suami kamu, benar kata Frans pasti kamu tidak akan percaya, makanya ia meminta anak buahnya untuk merekamnya, saat ia mengijab kamu, dan sekarang kamu adalah Istrinya sayang," Jelas Renita, membuat perasaan Irma menjadi lega.


"Sekarang pergilah bersihkan dirimu, karena suami kamu sudah menunggumu di ruang makan, dia hampir saja pergi, tapi syukurnya ia masih mau mendengarkan perkataan papa, jadi cepatlah kamu bersiap karena ia juga ingin membawa kamu untuk menemui orang tuanya." Ujar Renita lagi.


"Eh, Baiklah Tante, terima kasih" Ucap Irma yang kemudian ia pun langsung melangkah ke kamar mandi, sesampainya di kamar mandi.


"Alhamdulillah, ternyata aku tidak berzina, tapi ngomong-ngomong kayaknya aku kok biasa aja ya, tidak merasakan sakit, Bukankah kata orang yang habis malam pertama akan sakit ya kok aku nggak?" Batin Irma, agak bingung.


"Ah sudahlah sebaiknya aku cepat mandi" gumamnya dan kemudian ia pun langsung membersihkan dirinya. dan berwudhu, setelah itu ia pun melafazkan doa


Niat Mandi Junub atau Wajib


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."


Dan di Lanjutkan dengan mandi, setelah selesai mandi ia memakai handuk kimononya dan kemudian ia berwudhu kembali setelah selesai ia pun langsung kembali ke kamarnya, dan secepat mungkin ia memakai pakaiannya, setelah itu ia langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan yang ternyata sudah berkumpul, termasuk Frans.


"Assalamu'alaikum." Salam Irma sedikit canggung,


"Wa'alaikumus salam," balas mereka dengan serentak,


"duduklah di sebelah Frans, Irma " Titah Darma


"Iya pah," bales Irma singkat sembari ia melirik Frans, yang sepertinya tidak memperdulikan ke datangan dirinya, hingga ia hanya fokus dengan Makananya saja, lalu Irma pun langsung duduk di sebelah Frans, yang masih belum mau melihat dirinya.


"Kenapa kamu diam saja Irma, apa kamu tidak ingin makan?" tanya Darma yang sejak tadi memperhatikannya tidak mengambil apapun.

__ADS_1


"Tidak pah, Irma tidak lapar, Irma minum jus buah aja." jawab Irma. sembari ia mengambil jus buahnya.


" Masa sih tidak lapar?, bukankah kamu habis kerja keras tadi malam?" tanya Renita polos membuat Irma yang sedang minum jusnya pun langsung tersedak.


"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.." Melihat Irma yang terbatuk-batuk. Frans pun langsung mengambilkan air putih dan kemudian ia berikan pada Irma.


"Minum aja bisa ya nggak hati-hati?, nih minum air putih dulu" kata Frans dengan tatapan datarnya ke Irma.


Entah kenapa mendengar perkataan Frans hati Irma menjadi sakit, namun ia tak mau menghiraukannya "Terimakasih!" kata Irma namun tak di bales oleh Frans.


Setelah mereka menyelesaikan makannya, Frans pun langsung Izin ingin membawa Irma ke rumah orang tua Frans dan setelah mendapatkan izin mereka pun langsung naik ke mobil Frans, yang di kemudikan oleh Frans sendiri, selama dalam perjalanan mobil begitu hening, sesekali Irma melirik Frans yang sangat terlihat jelas wajahnya menjadi dingin setelah kejadian di kamar tadi.


Irma jadi teringat akan perkataannya ketika di kamar, dan itu membuat jadi merasa bersalah.


"Bang maafkan ana?" Ucap Irma dengan wajah tertunduk, sembari tangannya mempermainkan ujung hijabnya.


Frans tersenyum samar namun ia tahan kembali, "Maaf?, untuk apa?" tanyanya Datar.


"ngem..itu, maaf karna sudah menuduh Abang, yang tidak-tidak" Ujar Irma yang wajahnya masih tertunduk serta tangannya masih bermain di hijabnya.


"Emang kamu sudah menuduh apa?"


"Eh, umm bajingan.. maaf ya bang ana nggak tahu, maafkan ana ya bang " kata Irma yang masih tertunduk, tapi kali ini tangannya ia katupkan terlihat sekali ia sedang memohon sekali pada frans


Lagi-lagi Frans Tersenyum tipis, karena sebenarnya ia begitu gemas melihat wajah istrinya yang terlihat, antara takut dan sedih karena merasa bersalah.


"Mau dapat maaf dari ku?" tanya Frans masih datar.


"Hu'um, mau." bales Irma yang kali ini ia langsung menatap wajah Frans dengan mata yang berbinar.


"Baiklah kamu mau mendapatkan maaf dariku, maka cium seluruh wajahku Sekarang!" Ujar Frans, dengan alis yang ia naik-turunkan, membuat mata Irma membulat kaget.


"HAH?!"


**********

__ADS_1


Entah kenapa, Author kurang semangat bila ingin update, novel ini, Entahlah apa yang membuat Author kurang semangat ๐Ÿ˜”.


Berbeda dengan dua Novel Author yang lainnya, Author begitu menggebu-gebu saat membuatnya, hmm, maaf ya kalau seandainya novel ini Author hentikan apakah kalian akan menyetujuinya guys?, tolong jawabnya, dan tolong juga apa alasan Author tidak Semangat.


__ADS_2