SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
TRAGEDI YANG MENGERIKAN


__ADS_3

ೋ๑୨༻🥀 MUTIARA HIKMAH🥀༺୧๑ೋ


"Saat kau mencapai puncak kemuliaanmu


tetaplah merendah, tetaplah menunduk, jangan pernah sombong. Karena terkadang keberhasilanmu itu disebabkan oleh tangisan dan do'a orang-orang terdekat dan orang-orang lemah yang tak berharga dimata para manusia


___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___


**༻ೋ๑ೋ๑୨༻🥀༺୧๑ೋ๑ೋ༺**


Sesuai permintaan Naisha, Azzam pun langsung pergi ke rumah orang tuanya. Namun di saat ia hendak membelokkan mobilnya di persimpangan menuju rumah orang tuanya, yang tak begitu jauh dari rumahnya tersebut. Ia melihat keramaian yang membuat ia tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Karena jalan di penuhi dengan orang-orang yang entah apa yang sedang mereka kerumunankan.


"Maaf Pak, numpang tanya, ada apa ya di depan sana?." Tanya Azzam pada seorang pria yang sepertinya habis dari kerumunan tersebut.


"Oh itu Den, ada mobil di tabrak mobil angkot yang sopirnya ternyata sedang mabok." Balas pria tersebut.


"Oh, terima kasih ya pak." Ucap Azzam lagi.


"Iya den sama-sama." Balas Pria tersebut dan kemudian pria itu langsung pergi.


"Aduh, gimana caranya gue masuk ke jalan itu ya?." Gumam Azzam yang terlihat bingung, dan di saat bersamaan ia melihat Adik perempuan dari kejauhan, ia terlihat sedang menangis.


"Aziah?!" Sentak Azzam saat melihat sang Adik.


DEGH!!


Jantung Azzam langsung terpicu begitu kencang saat melihat wajah Aziah yang di penuhi air matanya, dan seketika bayangan wajah Mamanya terlintas dalam pikirannya.


"Astaghfirullah, ada apa ini!." Sentak Azzam yang dengan spontan ia pun turun dari mobilnya, lalu ia pun menghampiri sang Adik.


"Aziah ada apa?." Tanya Azzam saat ia telah mendekati sang Adik.


"Bang Azam?!, hiks...itu mobil Papa dan Mama bang heuheuheu.." Ujar Aziah seketika tangisnya pecah saat melihat sang kakak datang.

__ADS_1


"Astaghfirullah!, kamu tunggu di sini dek." kata Azzam yang kemudian ia pun mendekati ke kerumunan tersebut. Dan di saat ia sudah menyingkirkan satu persatu orang-orang yang sedang berkumpul terlihatlah sebuah mobil yang walaupun sudah terlihat rusak namun ia masih mengenalinya.


"Astaghfirullah Papa!, Mama!" Teriak Azzam yang kemudian ia langsung berusaha membantu para warga untuk membuka mobil tersebut. Setelah mobil terbuka.


"Mas, Mas, tolong bantu Angkat Papa saya bawa ke mobil saya di sana.!," Ujar Azzam pada warga yang sedang menyaksikan tragedi yang mengerikan itu. karena sepertinya tabrakan itu sangatlah mengerikan, dan itu terlihat dari kerusakan mobil orang tuanya yang parah, dan terdengar lagi, sang sopir angkot meninggal di tempat, membuat Azzam semakin panik.


" Ayo, ayo kita bantu." Kata salah satu warga. dan mereka pun membantu Azzam mengangkat Hendrawan dan membawanya ke dalam mobil Azzam, Setelah itu mereka juga membantu Azzam mengangkat Raniah dan membawanya kedalam mobilnya juga, dan setelah itu mereka juga mengangkat sang sopir orang tuanya dan di letakkan di bagian depan mobil Azzam.


"Ziah di mana bang?." Tanya Aziah setelah ia melihat semua korban di masukkan ke mobilnya Azzam.


"Kamu pulang dulu dek, dan nanti kamu datang kerumah sakit bersama Azkha, kamu paham?" Tanya Azzam yang terlihat sekali wajah begitu cemas.


"Baiklah Bang." Balas Azia singkat.


"Ya sudah Abang ke rumah sakit ya." Kata Azzam yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi, tanpa menunggu balasan dari Aziah dan ia pun langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


" Azam bertahanlah Mah, Pah, hiks.." Gumam Azzam saat ia melirik ke kaca spion yang berada di dalam mobilnya dan tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, karena ada perasaan takut yang menyelimuti hatinya.


Karena ia melajukan mobilnya begitu cepat hingga hanya memakan waktu 20 menit saja, ia pun sampai tepat di depan rumah sakit. Dan dengan cepat juga ia langsung memanggil para suster untuk membawa brankar agar bisa membawa kedua orang tuanya dan juga susternya.


"Reyhan?, cepat tolong nyokap dan bokap gue Han!" Ujar Azzam dengan spontan setelah melihat orang yang berada di belakangnya, yang ternyata adalah sahabatnya Reyhan salah satu Dokter di rumah sakit itu.


" Ada apa dengan mereka Zam?." Tanya Reyhan yang terlihat penasaran.


"Mereka kecelakaan Han, cepat tolong mereka Hah!" Azzam yang begitu mencemaskan keadaan orang tuanya, membuat ia tanpa sadar membentak sahabatnya itu.


"Oke, oke aku tanganin sekarang, Lo tenang di sini ya." Ujar Reyhan yang kemudian ia langsung berlari memasuki ruangan UGD tempat orang tua Azzam yang sedang ditangani oleh para dokter.


Sedangkan Azzam hanya mondar-mandir di depan ruang UGD tersebut dengan wajah yang begitu tak bisa diartikan dan di saat ia sedang menunggu dari kejauhan terlihat dua orang dengan berwajah panik sedang berlari kearahnya.


"Aziah, Azkha?." Gumam Azzam saat ia melihat dua orang yang berlari ke arah dirinya.


" Bagaimana keadaan Mama dan Papa bang?!." Tanya Azkha saat mereka telah sampai di depan Azzam.

__ADS_1


"Masih di tanganin Dokter kha." Balas Azzam


" Papa dan Mama akan baik-baik saja kan bang?." Tanya Aziah yang sejak tadi air matanya tak mau berhenti mengalir.


"In syaa Allah dek, kita doain saja ya, semoga tidak terjadi apa-apa pada mereka." Ujar Azzam lembut pada Aziah, sambil Ia memeluk sang adik bungsunya penuh dengan kasih sayang, Dan Aziah pun menangis di dalam pelukan sang kakaknya.


Tak berapa lama Reyhan keluar dari ruang UGD.


"Zam cepat tanda tangan ini, kami harus segera mengoperasikan Nyokap dan bokap, Lo cepat!." Seru Reyhan sembari ia memberikan sebuah kertas pada Azzam.


"Ada dengan Nyokap gue Han?." Tanya Azzam cemas.


"Udah jangan banyak tanya, cepat Lo tanda tangankan saja itu cepat!" Tegas Reyhan yang seperti ia terlihat terburu-buru membuat perasaan Azzam semakin nggak menentu, dan sesuai permintaan sahabatnya Azzam pun langsung menandatangani kertas yang diberikan oleh eh Raihan.


Setelah mendapatkan tanda tangan dari Azzam, Reyhan pun langsung berlari kecil meninggalkan Azzam beserta adik-adiknya.


"Ada apa dengan Mama bang?." tanya Aziah dengan suara bergetarnya ada perasaan takut di dalam dirinya.


"Abang juga nggak tahu dek, sekarang lebih baik kita pergi shalat yuk dan kita berdoa pada Allah, ya agar mama kita selamet dalam menjalani operasinya." ajak Azzam pada adik-adiknya.


"Baiklah Bang, ayo kita ke mushola rumah sakit." Balas Azkha lalu mereka bertiga pun pergi menuju ke mushola yang masih di kawasan rumah sakit. Tiga puluh menit juga mereka di sana, dan setelah mereka menyelesaikan doanya. Azzam, Azkha dan Aziah pun kembali ke ruang tunggu yang berada di dekat ruangan operasi.


Dua jam sudah mereka menunggu di depan ruang operasi tersebut, dan tak lama salah satu dokter yang menangani orang tua mereka pun keluar dari ruangan tersebut, Azzam yang melihat itu langsung menghampiri sang dokter.


"Bagaimana Dok, keadaan orang tua kami?" tanya aja yang terlihat tidak sabar.


"Alhamdulillah operasi Pak Hendrawan berjalan dengan lancar pak, dan saat ini beliau juga sudah melewati masa kritisnya.


"Alhamdulillah." Ucap Azzam dan para Adiknya secara bersamaan.


"Tapi pak, saya minta maaf soal..." lanjut sang Dokter menggantungkan perkataannya dan di tambah lagi mimik wajah sang dokter juga berubah membuat Jantung Azzam berdegup kencang.


Deg!, deg! deg!...

__ADS_1


___________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.


__ADS_2