SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
YOU ARE MINE.


__ADS_3

♦️♦️♦️KALAM AL-QUR'AN ♦️♦️♦️


💥 kenapa kau diuji?💥


Sebab Allah tau kau mampu


‘‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya’’


👉 (Al-Baqarah :286)


⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛


Azzam begitu kaget saat dokter mengatakan kalau istrinya akan mengalami kelumpuhan bila tidak segera ditangani.


"Baiklah lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok! dan kerah semua dokter yang ada di sini agar secepatnya istri saya sebuh!" tegas Azzam.


"Baik pak!, kami akan melakukan yang terbaik untuk istri anda" ujar Dokter tersebut..


"Bagus, lakukanlah sekarang!" tegasnya. lagi.


"Baik pak, dan sebaiknya bapak keluar dulu biar kami menangani pasiennya" titah sang dokter, dan di anggukkan oleh Azzam, dan sebelum ia melangkah keluar ia pun menghampiri Naisha


"Tenanglah nai, kamu pasti sembuh, aku keluar dulu ya," ujar Azzam, dan di bales Anggukkan oleh Naisah, kemudian Azzam pun mengecup lembut kening Anisah, dan setelah itu ia pun pergi meninggalkan Naisha.


dan sesampainya di luar


"Kenapa wajah Lo sangat kusam gitu zam?," tanya Frans saat melihat Azzam keluar dengan wajah yang nampak sedih.


"Frans, gue mau Lo membuat Hanna hancur dan kalau bisa ia harus lumpuh selamanya" ujar Azzam geram, yang bukannya menjawab pertanyaan Frans, dia malah memberi perintah yang membuat Frans terkejut.


"Ada apa sebenarnya zam?, Naisha baik-baik sajakan?" tanya Frans penasaran


"Ternyata Hanna memberikan Naisha obat yang bisa melumpuhkan organ tubuhnya, makanya saat ini ia begitu lemah Frans, gue ceroboh telah percaya dengan orang yang salah" Ujar Azzam penuh penyesalan..


"Sabar zam, ini ujian untuk Lo dan Naisha, Allah menguji kalian seberapa sabarnya Lo menghadapinya, dan gue yakin pasti Ada Hikmah di setiap ujian yang kalian hadapi" ujar Frans, memberikan wejangan pada Azzam.


"In syaa Allah Frans, thank's ya, " ujar Azzam yang mulai tenang setelah mendengar perkataan Frans..


"Yap, sama-sama bro"


"Tapi tetap, Lo harus memberikan pelajaran untuk perempuan yang tidak punya malu itu, karena kata Reyhan, ia orangnya agak gila dan sangat nekat" ujar Azzam yang nampak jelas kalau dia sedang marah pada Hanna.


"Kalau soal itu Lo tenang aja bro, gue sudah merintahkan anak buah gue untuk mengawasinya, karena gue tadi sempat berdebat dengannya memang benar yang di katakan oleh Reyhan, dia rada gila men" bales Frans


"Baguslah kalau gitu, pokoknya gue mau dia merasakan juga apa yang di rasakan oleh Naisah itu baru impas" ujar Azzam lagi..


"Oke bro," dan saat bersamaan dokter yang tadi menangani Naisha keluar dari ruangan tempat Naisha di rawat, membuat Azzam langsung menghampiri Dokter itu..


" Bagaimana dok, hasilnya?" tanya Azzam penasaran.


"Keadaannya masih sama, tapi saya tadi sudah memberikan suntikan untuk menetralisir racun yang ada di tubuh istri bapak dulu, setelah itu baru kita tangani yang lainnya" jawab dokter wanita itu.


"Baiklah, tetap lakukan yang terbaik untuk istri saya!" ujar Azzam tegas.

__ADS_1


"Baik pak, jangan khawatir kami akan melakukan yang terbaik"


"Bagus, kalau begitu apakah saya sudah boleh masuk?" tanya Azzam lagi.


"Silakan pak, kalau begitu saya permisi" ujar dokter itu, dan setelah Azzam mengangguk dokter wanita itu pun langsung melangkah pergi.


"Oke, Frans, Lo hendel kantor dulu ya, karena gue nggak mungkin ninggalin Naisha sendiri di sini" ujar Azzam pada Frans, sebelum ia masuk keruangan Naisha.


"Oke bro, Lo fokus saja pada kesebuhan Naisha, kalau begitu gue balik ke kantor lagi ya Assalamualaikum," pamit Frans sembari ia berdiri.


" ok, Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban salamnya, Frans pun langsung melangkah pergi. sedangkan Azzam langsung masuk ke ruangan Naisha.


Setelah ia sudah di dalam nampak Naisha yang sedang tertidur pulas, ia langsung menghampirinya, lalu ia pun duduk di kursi yang ada di samping ranjang Naisha. tuk sesaat ia memandangi wajah istrinya yang tertidur nampak tenang..


" maaf Nai, karena aku, kamu harus mengalami hal seperti ini"_batin Azzam, sambil ia membelai pipi Naisa, membuat Naisha terbangun.


"Maaf Nai, kamu jadi terbangun" ujar Azzam merasa bersalah.


"Nggak papa mas, Justru Icha yang seharusnya minta maaf, karena Icha sudah merepotkan mas Azam, seharusnya.."


"Sssht, nggak ada yang di repotkan, semua yang ku lakukan memang sudah kewajibanku sebagai suamimu, jadi kamu nggak perlu minta maaf Nai" Ujar Azzam yang juga memotong perkataan Naisha. mendengar perkataan Azzam yang mengatakan ia adalah suaminya. membuat Naisha Tersenyum senang, .


"Terimakasih ya mas" ucap Naisha tulus.


"Buat apa?"


"Buat segalanya, yang terutama Terimakasih karena sudah mau jadi suami Icha" Bales Naisha, membuat Azzam terdiam dan hanya menatap wajah Naisha yang nampak masih pucat..


"Mas?" panggil Naisha karena suaminya tidak meresponnya dan hanya menatapnya saja.


"Mas Kenapa?"


"Nggak papa Nai!, Sekarang istirahatlah Nai, biar kamu cepat pulih ya" ujar Azzam lembut..


"Peluuk!" pinta Naisah manja..


"Ay!, lagii?!"


"Hu'um,!"


"Tapi Nai, kita di rumah sakit"


"hmmm" Naisha langsung memasang wajah sedihnya., melihat wajah sedih istrinya membuat Azzam tak sampai hati Melihatnya..


"Haiiss... ya sudah sini!" Ucapnya, Akhirnya ia pun naik ke atas Ranjang tempat Naisha berbaring, Naisha yang melihat suaminya Akhirnya menuruti permintaannya menjadi senang, dan dengan cepat ia memeluk Azzam..


"Terimakasih mas" ucapnya senang, Melihat istrinya senang Azzam pun tersenyum tipis..


"Hmm, sekarang tidurlah Nai" ujar Azzam sembari mengecup kening istrinya dengan kasih sayang..


" Ada apa dengan diriku, kenapa lihat dia sedih hatiku jadi sakit ya?, dan Melihat ia senang hatiku menghangat" _Batin Azzam


Azzam terus membelai kepala Naisha bak seorang Ayah mengelus-elus kepala anaknya, agar ia segera tidur, namun seperti Naisha belum juga tidur..

__ADS_1


"Mas?" panggilnya lembut.


"Hmm?"


"Seandainya, Icha benar-benar lumpuh, akankah mas meninggalkan Icha?" tanya Naisha, dengan wajah yang berada di dada suaminya.


"Kamu ngomong apa sih Nai?!, "


"Jawab Aja mas, Akankah kamu meninggalkan Icha?" tanya Naisha balik


"Tidak!, kamu tidak akan pernah lumpuh karena aku akan mencari dokter terbaik nai" mendengar jawaban suaminya Naisha menjadi senang..


"Terimakasih ya mas"


"Hmmm" tuk sesaat ruangan itu menjadi hening, hingga Naisha bisa mendengar degupan Jantung Azzam, membuat ia tersenyum..


"Mas?" panggilnya lembut.


"Hmm?"


"Seandainya aku pergi, akankah mas mencari wanita lain lagi?" tanya Naisha lirih, namun masih terdengar oleh Azzam.


"Kamu ingin pergi Nai?" tanya Azzam balik dengan Alis yang mengerenyit.


"Kitakan nggak tahu takdir mas, karena Takdir milik Allah, jadi dia berhak, atas setiap hamba-Nya, dan kita juga tidak bisa mengatakan tidakkan?, apabila Ia ingin memanggil kita mas" jelas Naisha, membuat Azzam tiba-tiba merasa takut mendengarnya.


"Jangan ngomong sembarangan Nai!, tidak ada yang akan pergi!" tegas Azzam..


"Inikan seandainya, jadi jawablah mas?" pinta Naisah


"Tidak Nai!, karena selain kamu, aku tak bisa menyentuh wanita lain,!" Jawab Azzam pada adanya..


"Kenapa begitu mas?" tanya Naisha penasaran..


"Karena sejak kita bertemu waktu kecil, dan kamu selalu membuat aku marah, bahkan jidadku sampai berbekas karena batu yang pernah kamu lemparkan ke aku dan sejak itu juga aku akan merasa jijik bila tersentuh dengan wanita Nai" Ujar Azzam jujur.


"Astaghfirullah, maafin Icha ya mas" Ucap Naisha merasa bersalah.


"Sudah lupakanlah!" bales Azzam.


"Eh, tapi kenapa sama Icha mas biasa saja?" tanya Naisha penasaran, dengan wajahnya kini beralih ke wajah Azzam dan otomatis mereka jadi saling bertatapan.


"Aku juga heran Nai, kenapa hanya sama kamu badanku tidak merasa jijik, jadi sudah jelaskan cuma kamu seorang yang bisa menyentuh aku Nai," ujar Azzam yang pandangannya masih melekat pada wajah Naisha..


"Kamu tahu nggak itu kenapa mas?" tanya Naisha dan hanya di bales gelengan kepala oleh Azzam.


"Karena, you are mine " Ucap Naisha dengan mata yang berbinar,


"Yes I'm yours Nai" Bales Azzam lalu ia pun mengecup kening Naisha dengan lembut


"Sekarang tidurlah sayang" kini Azzam tak merasa canggung lagi pada Naisha, bahkan ia sangat bahagia mendengar Naisha mengatakan dia adalah miliknya..


"Baiklah masku sayang" bales Naisha membuat Azzam Tersenyum dan iapun kembali mengecup dahi sang istri..dan akhirnya Naisha pun tertidur di dalam dekapan sang suami.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS 🙏😉


__ADS_2