
________🍃 REMINDER🍃_______
" Ketahuilah bahwa orang yang paling sering memberi nasihat kepada kamu, itulah orang yang paling mencintai kamu "
____Quotes of the day____
❇XXXXXXXXXXXXXX⚛️XXXXXXXXXXXXX❇
Mendengar teriak seorang pria, membuyarkan ketertegun Azkha terhadap Naisha, dan ia pun langsung menoleh kearah sumber suara.
"Bang Azzam?!" Sentak Azkha, saat melihat pria tersebut yang ternyata adalah Azzam, dan saat pandangan Azkha masih kearah Azzam. kesempatan Azzam mempercepat langkahnya menuju Naisha, dan ia langsung memeluk Naisha dan menutupi wajahnya dengan dada bidangnya, dan itu membuat Azkha tercengang heran, karena setahunya Abangnya itu memiliki penyakit yaitu alergi terhadap wanita.
"Pergi kau dari sini!" bentak Azzam sambil jari telunjuknya menunjukkan kearah pintu keluar dengan posisi masih memeluk Naisha.
"Hah?, Abang juga mengusir aku?!" tanya Azkha kaget.
"Iya Bahkan aku melarang keras kau datang ke rumahku lagi!" tegas Azzam
"hah?, Hanya gara-gara wanita ini Abang mengusir aku?"
"Iya! Bahkan aku tak sungkan mengusir kau! karena sudah Mengusik istriku pergi kau sekarang!" bentak Azzam
"Tapi Bang, wanita ini bukan Dede Imah tadi dia sudah mengakuinya kalau dia sudah menipumu Bang!" ujar Azkha
"Oh iya?!, kalau begitu yang harus disalahkan adalah papa, dan sebaiknya kau tanyakan padanya Siapa yang menjadi istriku sekarang!" tutur Azzam dengan tatapan sinis pada Azkha.
"Eh, kenapa harus papa?" tanya Azkha bingung
"Bukankah Dia bersikeras menjodohkan kita?! sudahlah jangan banyak bicara lagi!, sekarang sebaiknya kau pergi dari sini atau aku akan menyuruh security untuk membawa kamu keluar dari sini!" seru Azzam yang terlihat sangat geram melihat Azkha
"Kau benar-benar mengusir aku bang?' tanya Azkha yang masih tidak percaya kalau abangnya telah mengusirnya
"PERGIIII!!" Teriak Azzam yang semakin kesal.
"Baiklah bang" dan Azkha akhirnya membelikan badannya dan melangkah menuju pintu keluar.
__ADS_1
"Tunggu!" mendengar perkataan Azzam, Azkha langsung tersenyum senang, karena ia mengira abangnya tidak bersungguh-sungguh mengusirnya dan ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Azzam.
"Aku tahu Kalau abang tidak mungkin sungguh-sungguh mengusir akukan?" kata Azkha dengan percaya dirinya.
"kata siapa? aku hanya meminta kembalikan cadar Naisha yang ada di tanganmu itu letakkan itu di meja dan Sekarang pergilah dari sini!" Seru Azzam santai, membuat Azkha terdiam dan langsung melihat sebuah kain hitam yang ada di tangannya, dan dengan kesal ia pun mencampakkan kain hitam itu,
Dan setelah itu ia kembali menatap kearah Naisha yang masih menutup wajahnya di dada Azzam, dengan tatapan kebencian, tapi langsung di bales oleh Azzam dengan tatapan yang lebih tajam, dan ia pun langsung menghentakkan kakinya dan langsung melangkah keluar dengan wajah yang nampak kesal, dan iapun langsung menuju ke tempat mobilnya terparkir, setelah di dalam mobil ia pun memukul setir mobilnya dengan kesal.
"Sial!, gara-gara wanita itu Rencana gue mau merayu Bang Azam jadi gagal! ini semua gara-gara wanita sialan itu!" gerutu Azkha kesal. "siapa sebenarnya wanita itu?, dan manfaatnya wanita itu telah menyembuhkan alergi Bang Azam, apa yang sudah dilakukan Kenapa sepertinya ia sangat melindunginya" gumam Azkha yang menjadi penasaran pada Naisha
"Akh، sudahlah sebaiknya aku pulang dan bertanya sama papa, siapa sebenarnya wanita itu?" lanjut Azkha lagi dan kemudian Ia pun mulai melajukan mobilnya menuju arah pulang,
Dan karena memang jarak rumah Azzam dengan rumah orang tuanya tidak begitu jauh hanya membutuhkan waktu dua puluh menit, kini Azkha pun telah sampai di rumahnya, dan dengan langkah cepat Ia pun memasuki rumahnya dan langsung mencari sang ayah Yang ternyata berada di ruang kerjanya.
" Pah, siapa sebenarnya istri Bang Azam?" tanya Azkha Saat memasuki ruang kerja sang ayah.
"Azkha?, bikin kaget aja sih?!," sentak Hendrawan yang memang ia terlihat kaget saat Azkha muncul secara tiba-tiba dan langsung ngasih pertanyaan. "sepertinya sopan santun kamu sudah mulai hilang ya bukannya mengetuk pintu dulu dan mengucapkan salam, ini malah muncul tiba-tiba dan langsung ngasih pertanyaan begitu!" Tegur Hendrawan yang nampak marah pada Azkha.
"Maaf pah, soalnya Azkha begitu penasaran pada Istrinya bang Azzam" bela Azkha agar sang ayah tidak marah padanya.
"Naisha?, Bukankah apa dulu Azkha untuk menikahi dede Imah kenapa sekarang jadi Naisha?" tanya Azkha yang nampak bingung.
"Anak Bodoh!, Apakah kamu tidak pernah mengetahui nama asli Dede Imah?" tanya sang papa lagi dan dibalas oleh Azkha dengan gelengan kepalanya saja.
"Haiis, makanya bertanya dulu, jangan main kabur aja kamu,!" Ujar Hendrawan sedikit kesal pada Azkha" Nama Dede Imah itu Naisha Arizmah Azzifa " Lanjut Sanga papa lagi
"tapi pah, bukankah dedek Imah berbadan gendut kenapa istri Bang Azam terlihat kurus dan cantik?" tanya Azkha lagi, membuat Hendrawan mengerutkan dahinya.
"Cantik?, Apakah itu artinya kamu sudah melihat wajah Dede Imah?" tanya Hendrawan penasaran.
"Eh, iya pah, tadi aku begitu penasaran dan aku pun menarik penutup wajahnya dengan paksa" Ujar Azkha tanpa rasa penyesalan sedikitpun dan mendengar itu membuat Hendrawan menjadi geram padanya dan..
"Apakah Azzam tahu itu?,"
"Iya saat aku membuka penutup wajahnya, bang Azam tiba-tiba pulang" ujar Azkha, apa adanya dan masih dengan santainya tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Lalu apakah Abang kamu, memukul kamu?" tanya Hendrawan yang nampak sudah sangat kesal melihat tampang Azkha Begitu santainya.
"Tidak pah, cuma dia mengusir Azkha Begitu saja, dia lebih memilih wanita sialan itu..."
PLAAK!!,
Perkataan Azkha langsung terhenti karena ia tersentak kaget karena tiba-tiba tangan papanya mendarat ke pipinya dengan cepat.
"Pah!, Kenapa papa ntar Azkha?!" tanya Azkha. dengan tangan yang langsung memegang pipinya yang bekas tamparan Hendrawan.
"Papa juga membela wanita sial..."
PLAAK!!
Sekali lagi perkataan Azkha terhenti, karena lagi-lagi tamparan Hendrawan mendarat kembali ke pipinya, dan ia langsung menarik kerak baju anaknya itu.
"Siapa yang kamu bilang dengan wanita sialan itu?, kamu tahu siapa dedek Imah itu? Bahkan kamu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia!" Ujar Hendrawan yang nampak begitu marah pada Azkha " kau tahu dedek Imah itu adalah wanita yang mulia Dia seorang Hafidzahnya Allah!, seenaknya saja kamu mengatakan kan dia wanita sialan! tutur Hendrawan dengan geram, membuat SK tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi karena ia melihat kemarahan Hendrawan yang nampak mengerikan baginya.
"Dan kamu tahu mengapa ia menutupi wajahnya, itu karena ketaatannya kepada Rabb nya serta Rasulnya makanya ia menjalankan Sunnah itu, dan yang utama ia menjaga dirinya untuk Suaminya!, jadi jangan sekali-kali papa mendengar ini lagi kalau tidak, aku akan mengusir kamu juga dari rumah ini, kamu paham!!" Hardik Hendrawan, geram dan mengancam Azkha juga.
"Iya pah, Azkha minta maaf, karena Azkha tidak tahu itu" bales Azkha yang kini wajahnya tertunduk merasa bersalah.
"Ya sudah sekarang kau pergi dari sini!"
"Iya pah," Setelah menjawab sang papa Azkha pun melangkah keluar dari ruang kerja sang Ayah, dengan wajah yang terlihat masih ada kemarahannya.
*********
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS 🙏😉.
Jangan bilang suka dengan cerita ini tapi peliit untuk nge VOTE nya 🙄🙄 hingga VOTE, nggak nambah-nambah tuh🙄.
Oke guys so, kalau masih ingin Author Update Kembali jangan lupa LIKE KOMENTAR OKE 😉
SYUKRON 🙏😊
__ADS_1