
βΌβΌβΌ>π₯ MUTIARA ALFAQIROH π₯<βΌβΌβΌ
"Dirimu yang sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan disaat tiada orang yang melihatmu."
β«β«β«>π₯Sayyidina Ali Bin Abi Thalibπ₯<β«β«β«
π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«
Melihat suaminya yang tiba-tiba tersedak Naisha pun cepat-cepat memberikan Azzam air putih.
"Minumlah mas,.. maaf mas,perkataan Icha membuat kamu tersedak. " ujar Naisha merasa bersalah, Sambil menyerahkan gelas air minum, pada suaminya.
Azzam menerima gelas yang di sodorkan Naisha, dan langsung meminumnya. setelah selesai.. " kamu nggak salah kok, aku saja yang terlalu terlalu terburu-buru makannya hingga tersedak" ujar Azzam berdalih. "Ya sudah aku berangkat ya, Frans sudah kelamaan nunggu" tambah Azzam lagi.
"Iya mas,.. oh iya, nanti Icha izin keluar ya mau belanja, persediaan bahan makanan sudah habis di kulkas mas" ujar Naisha Meminta izin pada sang suami.
mendengar Naisha mengatakan mau belanja, Azzam pun mengambil dompetnya dan mengambil salah satu kartu kreditnya..
"ini pakailah, untuk membeli kebutuhan yang ingin kamu beli " Ujar Azzam, sembari menyerahkan kartu kreditnya.
"Eh, tapi mas.."
"Kenapa?, apa kamu pikir di sana uangnya sedikit?' ujar Azzam memotong perkataan Naisha.
"Bukan masalah itu mas"
"Lalu apa,..?, cepatlah Naisha, aku sudah terlambat ini.." ujar Azzam yang mulai tidak sabaran.
"Icha lebih suka berbelanja di pasar tradisional mas, apakah pasar seperti itu bisa menerima bayaran dengan kartu kredit?" Azzam tercengang mendengar perkataan Naisah.
"Hah kebanyakan wanita tidak suka dengan pasar tradisional yang tempatnya kotor dan bau itu, bahkan mamiku saja tak pernah menginjakkan tempat kotor itu, kenapa wanita ini malah memilih tempat itu..?" _Batin Azzam yang merasa Aneh dengan istrinya.
"Mas?, kenapa kamu jadi bengong sih mas katanya mau cepat pergi" tegur Naisha
"Eh, kenapa kamu belanja di tempat bau dan kotor itu sih Nai?, kenapa tidak ke swalayan saja yang tempatnya bersih, jadi kamu tidak akan bau kalau pulang dari sana" Protes Azzam, yang sepertinya jijik membayangkan pasar tradisional.
"Mas..? kalau di pasar tradisional ikan dan sayurannya segar Alami, tapi kalau di swalayan memang nampak segar tapi itu karena pendinginkan mas?" mendengar perkataan istrinya membuat Azzam tertegun.
"benar juga sih yang dia katakan"_ batin Azzam lagi. yang tak mau mengakui kebenaran istrinya langsung.
__ADS_1
"udah pokoknya Icha maunya uang cash, kalau tidak ada juga tidak apa-apa kok"
"Tapi aku nggak punya uang cash Nai,.." ujar Azzam sembari ia melihat isi dompetnya yang ternyata hanya berisi satu lembar uang merah.
"Itukan ada mas,.. itu cukup kok mas" sekali lagi Azzam tercengang melihat istrinya antusias dengan Uang yang hanya seratus ribu saja.
"Ini dapat apa ?" tanya Azzam heran, sembari melihat uang merah yang ada di tangannya.
"Kita lihat saja nanti" bales Naisha yang langsung mengambil uang merah itu, " Sudah sana mas berangkat, kasihan tuh temannya sudah menunggu lama" Lanjut Naisha lagi sembari mengambil tangan kanan suaminya lalu mencium punggungnya dengan lembut. dan sekali lagi membuat Azzam terpana dengan kelakuan sang istri.
"Mas, kok diam?" tanya Naisha karena melihat suaminya malah diam.
"Eh, ya sudah kalau gitu aku pergi ya" pamiitnya hendak membalikan badannya.
"Mas, kamu belum memberikan Ridho untuk Icha" ujar Naisha dengan menepuk-nepuk jari telunjuknya di dahinya, Azzam seperti tidak mengerti dengan isyarat sang istri, jadi dia hanya diam saja.
"Cium dong mas, itu Ridho mu untuk Icha" ujar Naisha lagi karena Seperti Azzam tidak paham dengan isyaratnya.
"Eh, haruskah?" tanya Azzam canggung.
"Ya harus, karena Ridho suami adalah Ridho Allah mas" jelas Naisha dan akhirnya Azzam pun mengikuti ke inginan istrinya, ia pun mengecup dahi Naisha dengan lembut, dan membuat jantung Azzam tiba-tiba berdetak kencang.
"Iya mas.. hati-hati ya " bales Naisha dengan senyum manisnya.
"Assalamu'alaikum" ujarnya sembari melangkah menuju pintu keluar.
"Wa'alaikumus salam" jawab Naisha memperhatikan suaminya pergi masih dengan senyuman, dan nampak Azzam menoleh kearahnya lagi saat ia mencapai pintu dan kemudian hilang di balik pintu apartemennya yang sudah tertutup kembali.
'hmm, maa syaa Allah, zauji tamvans, yang menggemaskan deh" Gumam Naisha sedikit gemas karena melihat tingkah suaminya tadi.
"Sudah akh, sebaiknya ana bersihkan ini dulu baru pergi kepasar" ujar Naisha ngomong sendiri, lalu ia pun membersihkan tempat bekas mereka makan tadi.
______
Sementara di sisi lain..
Azzam yang sedang berjalan menuju tempat Frans berada, selalu memegang dadanya tepat di tempat jantung berada.
"Sepertinya jantungku bermasalah, kenapa detaknya lain dari biasanya, aku harus segera memeriksakannya ke spesialis jantung nih kayaknya" gumamnya di sepanjang jalan menuju mobilnya dan sesampainya disana.
__ADS_1
"Lo kenapa zam,?, gue lihat Lo kok ngomong sendiri gitu sih, ntar di sangka orang Lo nggak waras loh" tegur Frans yang sejak tadi memang sedang menunggunya, dan setelah bos datang ia pun membuka pintu mobilnya agar sang bos bisa langsung masuk.
"Sialan.. Lo pikir gue gila gitu?" ujar Azzam kesal.
"Ya habis Lo kenapa ngomong sendiri gitu coba?" bales Frans heran.
"ini, gue merasa sepertinya jantung gue bermasalah Frans, nanti ingatkan gue untuk priksa ya " keluh Azzam juga meminta di ingatkan oleh sahabat sekaligus Asistennya itu.
"Bermasalah?, maksud gimana sih zam?" tanya Frans, sembari ia melajukan mobil yang mereka tumpangi itu.
"Gue juga nggak tahu Frans, cuma detaknya tidak seperti biasanya, bahkan sangat kecang Frans" keluh Azzam yang masih memegang dadanya dan masih merasakan detak jantungnya yang belum normal.
"Awalnya gimana kok bisa seperti itu bro?" tanya Frans yang masih penasaran.
"Awalnya gimana yaa?.." nampak Azzam sedang mengingat-ingat awal jantungnya berdetak kencang. " Oh, gue ingat, kayaknya ketika Naisha Meminta gue mencium keningnya, ya udah gue cium aja tapi setelah itu jantung gue langsung bermasalah" Lanjut Azzam polos menceritakan apa adanya.
Frans yang mendengar perkataan Azzam spontan tertawa " Huahahahaha.. Akhirnya teman gue yang tak pernah menyukai wanita, kenak karamanya" ejek Frans yang masih terkekeh.
"Apa maksud Lo gue kenak karma? dan apa hubungannya karma sama jantung gue?" tanya Azzam bingung.
"Iyalah selama ini Lo selalu menghina yang namanya wanita, dan Lo bilang, Lo nggak bakalan jatuh cinta pada yang namanya wanita, nah sekarang apa yang terjadi pada jantung Lo itu adalah percikan yang namanya cinta bro.." ujar Frans sembari mengedipkan matanya.
"Apaan sih Lo, nggak nyambung banget, apa hubungannya jantung sama cinta!, Sudah fokus menyetir saja Lo nggak usah ngomong lagi!" ujar Azzam yang mulai kesal, karena mendengar kata cinta, yang selama ia tak percaya dengan yang namanya cinta.
"Ya baiklah bos" bales Frans pasrah, dan ia pun fokus menyetirnya tanpa mau berkata-kata lagi.
**Bersambung
____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..
Dukung terus author dengan..
VOTE..LIKE..DAN KOMENTARNYA.
AGAR AUTHOR SEMANGAT UPDATE LAGI π
SYUKRON ππ**
__ADS_1