
Darren menjabat tangan Rio, Tya dan Shima begitu mereka sampai di lokasi pemotretan. Tim Mozza advertising mempersilahkan mereka menunggu di ruang yang sudah disediakan. Tya segera meletakkan peralatan make up-nya di atas meja rias. Rio menyandarkan punggungnya pada sofa, sedang Shima memilih membuka jendela sambil menikmati udara sejuk di balkon. Pemandangannya pun sangat indah. Karena bertemakan natural, Mozza advertising mengambil tempat di daerah pegunungan yang masih asri dan sejuk.
Tok.. tok.. tok.. pintu ruangan diketuk. Tya bergegas membukakan pintu. Tampak Darren dan Aldo didepan pintu dengan membawa skrip yang harus dipelajari oleh Shima.
Shima segera menutup jendela dan menghampiri Darren dan Aldo yang sudah duduk bersama Rio di sofa.
"Nona Shima, ini ada skrip yang harus nona pelajari, untuk pemotretan kami sudah menyediakan wardrobe yang sesuai dengan tema kita sedangkan untuk syuting iklannya akan kita lakukan di labirin taman bunga. Silahkan nona pelajari dulu, jika ada yang belum di pahami boleh tanyakan pada saya" Aldo menjelaskan panjang lebar.
Dengan sengaja Rio menyandarkan kepalanya pada bahu Shima. Ia ikut membaca skrip yang ada ditangan Shima. Tangan Darren diam-diam mengepal melihat Shima yang hanya diam saja saat disandari oleh Rio.
"Saya rasa tidak ada yang sulit pak Aldo, mohon bantuannya jika nanti saya ada kesalahan saat syuting berlangsung" Ucap Shima lalu menutup lembaran skrip yang ada ditangannya.
"Oke nona Shima. Dua jam Lagi saya tunggu di ruang pemotretan ya" Aldo mengingatkan.
"Baik, pak Aldo. Terima kasih"
Aldo dan Darren bangkit dari sofa dan melenggang keluar ruangan. Dengan kilat shima menjewer telinga Rio.
"Aduh, sakit Bi.. " Rintihnya.
"Sengaja amat kamu ya!" Maki Shima.
Rio tertawa terbahak-bahak sambil mengusap -usap telinganya yang panas "Ciye.. ada yang cemburu nih kayaknya"
__ADS_1
"Nanti kalau ada gosip bagaimana?"
"Biarlah, biar bibi tau bagaimana kelakuan mantan suami bibi"
"Tanpa kamu melakukan aksi konyolmu juga bibi sudah tahu. Bibi sudah pernah hidup dengannya meskipun cuma setahun. Tapi sebenarnya, dalam masa setahun itu dia tidak pernah menyakiti bibi selain perselingkuhannya dengan Lisa. sebenarnya dia orang yang baik kok"
"Ish.. jangan bilang kalau bibi masih menyimpan perasaan padanya"
"Sudah enggak kok. Bibi tau siapa yang lebih pantas dicintai sekarang"
"Pamanku keren abis ya bi?"
"Keren banget pokoknya" Canda Shima di iringi dengan tawa bahkan Tya pun diam-diam ikut tersenyum mendengar celotehan Rio dan Shima.
################################
"Gak tau nih, bawaannya pengen ketemu kamu terus. Bawaan bayi kali ya" Bohongnya. Sudah jelas Lisa datang ke lokasi untuk memastikan suaminya tidak kembali terjebak oleh cinta Shima.
Darren menggaruk pelipisnya sambil mencari ide dimana tempat yang tepat agar Lisa bisa beristirahat. Kehamilannya sudah memasuki usia enam bulan. Pasti ia merasakan lelah jika tidak beristirahat setelah perjalanan jauhnya. Seluruh kamar sudah terisi oleh kru dan hampir semuanya laki-laki, hanya kamar Shima yang cukup longgar untuk Lisa beristirahat. Tapi haruskah keduanya bertemu bahkan berada dalam satu ruangan?
Darren segera memanggil Tya yang kebetulan lewat setelah mencuci tangannya di toilet.
"Tya, bisa minta tolong selama pemotretan istriku beristirahat di kamar Bu Shima? Dia sedang hamil besar"
__ADS_1
"Tentu saja boleh pak Darren, Mari ikut saya ke kamar!" Ajak tya Dan langsung di ikuti oleh Lisa dibelakangnya.
Shima tampak terkejut saat mengetahui Lisa masuk ke dalam kamar bersama Tya. Dengan sopan tya mempersilahkan Lisa untuk beristirahat diranjangnya.
"Hai, Shima. Apa kabar?" Sapa Lisa.
"Baik" Jawab Shima.
"Mana tuan Kim? kok tidak datang?" Tanya Lisa yang hanya melihat Rio dan Tya di kamar.
"Tuan Kim punya kesibukan yang lainnya"
"Enak ya jadi kamu. Kalau tuan Kim sibuk, ada berondong yang nemenin"
"Kamu ngapain datang kesini?" Tanya Shima yang mulai merasa kesal dengan kehadiran Lisa.
"Tentu saja mengawasi suamiku. Kamu tahu kan ada banyak perempuan gatel di dunia entertain seperti ini" Sindir Lisa.
"Iya, aku tahu betul. Untuk itu jagalah suamimu baik-baik. Jangan sampai kau menemukannya berselingkuh dengan wanita murahan sepertimu"
Rahang Lisa mengeras mendengar ucapan Shima. "Apa maksud omonganmu?"
"Tidak ada. Hanya mengingatkan bahwa setia itu mahal, dan itu tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang murahan"
__ADS_1
Shima segera mengambil pakaian yang akan digunakannya untuk pemotretan. "Tya, tolong bantu aku memakai baju ini ya" Pinta Shima.
"Siap" Tya segera mengekori shima yang sudah terlebih dahulu keluar dari kamarnya.