
Shima mengenakan dress semi brukat selutut berwarna marun senada dengan sepatu dan tasnya. Rambut lurusnya dibiarkan terurai dan dibuat sedikit bergelombang. Make up minimalis menghiasi wajah cantiknya.
"Apa tidak terlalu berlebihan?" Tanya Shima yang masih mematut di depan cermin. Ia memang kelihatan begitu cantik dan elegant hari ini tapi sepertinya sangat berlebihan jika bertemu Lisa menggunakan dress dengan harga cukup fantastis ini.
"Sempurna! kamu sangat cantik dan anggun. Cocok sebagai pasangan tuan muda Kim" Tian berkomentar sambil menatap Shima dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
Shima sontak melotot ke arah Tian. " Nih! " ucapnya sambil mengepalkan tinjunya. "Lisa bisa kaget lihat penampilanku yang seperti ini. Bukan style ku banget" Ia mengingat-ingat baju pesta dilemarinya yang tidak lebih dari 5 gaun itupun dipakai jika ada pertemuan penting saja.
"Kamu memang berbeda sekali. Darren benar-benar membuang permata demi kerikil di jalanan" Tian masih dipenuhi kekaguman pada sosok ayu yang sedari tadi sibuk berputar-putar didepan cermin.
"Serius nih? kok aku gak pede ya"
"Ayolah, tunjukkan pesonamu!"
Shima mengangguk-angguk pelan. " Okelah "
" Biar Sam yang mengantarmu. Aku harus kembali ke kantor "
" Terima kasih, Tian. Have a nice day. Bye.."
__ADS_1
################################
Lisa menatap lekat sosok wanita yang berdiri di depannya. Matanya terlihat menyelidik dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dari penampilannya saja sudah terlihat siapa orang yang berada dibelakangnya. Berbeda jauh saat ia masih bersama Darren.
Shima menarik bangku didepannya melihat Lisa bergeming memandangnya " Boleh aku duduk" tanyanya.
" Oh iya, silahkan" jawab Lisa kikuk.
"Ada apa mencari ku?"
"Kamu berbeda sekali sekarang"
"Berbeda apanya?"
"Pacarku ingin aku selalu terlihat anggun dan elegan. Apa yang ingin kau bicarakan?"
" Pacar?" Lisa mengernyitkan dahinya.
"iya, kenapa memang?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Oh iya, sebelumnya aku minta maaf padamu, Shima. Sungguh aku tidak bermaksud begitu"
Apa? Tidak bermaksud? Jelas-jelas merayu pria beristri, lalu yang dimaksud " Tidak bermaksud " itu yang seperti apa?
" Tak apa, Terima kasih sudah mengambil Darren dariku"
"Aku hamil, Shima. Andai saja tidak, mungkin aku akan melepaskan Darren untukmu"
"Aku tahu. Tapi, tak perlu melepaskannya untukku. Karena aku tak akan memungut sampah yang sudah ku buang" Tandasku.
"Maafkan aku, Shima" lagi, Lisa memohon.
"Aku sudah memaafkanmu. Sebagai sesama wanita aku hanya mengingatkan. Jangan terlalu bahagia mendapatkan Darren. Jika dia pernah meninggalkanku untuk bersenang-senang denganmu, bisa jadi suatu saat dia juga akan meninggalkanmu untuk bersenang-senang dengan wanita yang lain. Kau tahu kan bagaimana perangai seorang laki-laki. Tak perlu jauh-jauh, Darren yang menurutku sangat sempurna saja bisa berselingkuh. Tapi, jujur aku bersyukur. Aku jadi bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Darren"
"Bagaimana dengan perceraian mu?"
"Lebih baik kau bujuk Darren untuk segera menandatangani nya. Seperti yang kau tahu, dia tak ingin melepaskan ku. Darren sungguh serakah ya"
Lisa hanya diam seribu bahasa. Darimana datangnya kekuatan itu? Bahkan tak sedikitpun terlihat luka di matanya. Benarkah Darren selama ini bukan apa-apa untuknya?
__ADS_1
"Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi aku pergi. Jaga baik-baik Darren, jangan sampai seperti aku"
Shima memakai kacamata hitamnya. Ia bangkit dan berjalan keluar restoran.Tak sedikitpun ia menyentuh minuman yang sudah dipesannya. Sam segera membukakan pintu untuk Shima. Dari dalam restoran Lisa menganga dibuatnya. Ia kenal betul supir yang membukakan pintu mobil untuk Shima. Ia adalah Sam, Supir pribadi Tuan Kim. Dan Wayan adalah pengacara pribadi Tuan Kim. Kini Lisa tahu, siapa orang dibelakang Shima. Kamu bisa mati berdiri jika mendengarnya, Darren!