
Darren menggenggam erat tangan Shima, keduanya berjalan menuju ballroom hotel tempat diadakan acara tahunan perusahaan. Ballroom sudah terlihat penuh terisi ribuan karyawan perusahaan. Mereka duduk ditempat yang sudah disediakan.
Acara itu berisi sambutan dari perusahaan, Man of the year dan doorprize untuk karyawan beruntung. Acara tahunan perusahaan dimeriahkan pula oleh beberapa artis ibu kota yang sekaligus menjadi brand ambasador dari produk perusahaan.
Seorang wanita cantik dengan rambut sebahu menghampiri Darren. " Hallo pak Darren " Sapanya.
Darren membalas sapaannya dengan senyuman " Hai Lis, kenalkan, istriku Ashima Nayla. Sayang, ini Lisa, sekretaris yang membantu aku di kantor "
Ashima mengulurkan tangannya " Hai Lisa, aku Shima " Sapa Shima ramah.
" Saya Lisa, senang berkenalan dengan anda Bu Shima "
" Panggil saja aku Shima, kayaknya kita seumuran deh "
" Baiklah, ayo kita masuk kedalam. Acaranya sudah mau dimulai "
Darren, Shima dan Lisa segera beranjak tapi mendadak Shima teringat tidak membawa ponsel serta dompetnya. " Sayang, hp sama dompetnya ketinggalan dikamar. Aku ambil dulu ya "
__ADS_1
" Biar aku aja yang ambil, kamu sama Lisa masuk duluan aja "
" Udah gak apa-apa. Aku naik dulu ya " Shima segera berlari ke arah lift. Begitu pintu Lift terbuka, Shima terperanjat melihat Tian didalamnya. " Tian, Kamu kok disini " Sapanya saat masuk kedalam lift.
Tian yang juga terkejut karena bertemu Shima dilift hanya tersenyum " Aku lagi liburan. Kamu ngapai disini " Tanyanya mengalihkan kecurigaan Shima.
" Perusahaan suamiku sedang ada family gathering diJogja. Kebetulan Hotel ini sudah di booking oleh perusahaan. Tapi kok, kamu bisa disini? kan ini hotel udah dibooking semua "
" Aku tidak tinggal di hotel ini, aku hanya mampir karena mendengar kalau pak Yohan ada di hotel ini " Bohongnya.
" Oh.. mau laporan tentang butik nyonya Kim ya? "
" Lantai 2. Hp sama dompetku ketinggalan dikamar. Nanti setelah acara, aku dan suamiku mau langsung ke malioboro jadi biar gak bolak-balik lagi dari ballroom. Kamu mau kelantai berapa? "
" Lantai 5 "
" Ya sudah aku duluan ya " Shima melambaikan tangannya begitu pintu Lift terbuka lalu berlari ke arah kamarnya.
__ADS_1
Tian menepuk-nepuk dadanya, lega. Hampir saja ia ketahuan. Ia menyandarkan punggungnya pada dinding lift. Huft! Hampir ia tak bisa menguasai dirinya. Antara tenang, senang dan panik bercampur memenuhi hatinya. Tuhan dengan cepat mengabulkan doanya untuk bertemu wanita bermata indahnya.
Pintu lift terbuka, Tian segera masuk ke kamar dan membanting tubuhnya ke atas kasur empuknya. Sesekali ia tersenyum saat mengingat pertemuan-pertemuannya dengan Shima. Dipandanginya langit-langit kamar bercat putih itu. Tiba-tiba ia rindu!
################################
Semua wajah tegang mendengar pembawa acara membacakan nama Man of the year perusahaan. " Penghargaan Man of the year diraih oleh..... "
Bunyi tabuhan Drum makin membuat penasaran para karyawan. Shima sendiri tak henti-hentinya berdoa semoga nama yang di sebut adalah nama suaminya.
" Darren Atmaja " Teriak si pembawa acara.
Darre segera memeluk dan mencium dahi istrinya. Lalu bergegas maju untuk menerima penghargaan berupa plakat emas dari perusahaan.
Shima sangat bahagia atas prestasi yang diraih suaminya hingga ia tak menyadari beberapa kali Lisa melirik lewat sudut matanya. Entah mengapa ia begitu merasa kesal melihat Darren begitu sayang pada istrinya. Apalagi dengan bangganya Darren menghadiahkan plakat itu untuk istri tercintanya.
" Terima kasih Lisa, kamu sudah banyak membantu suamiku " Shima meraih tangan Lisa.
__ADS_1
Lisa hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya " Saya hanya mendampingi pak Darren saja, Shima " ucapnya. Mendampingi? Lisa teringat kata-kata itu. " Maksudnya harusnya saya yang mendampingi Darren, bukan kamu Shima " Batinnya di iringi dengan seringai licik disudut bibirnya.