Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 69


__ADS_3

Lisa menghampiri Darren diruangannya sambil membawakan secangkir kopi pesanannya. Sudah seminggu ini Darren sama sekali tidak meliriknya. Ia harus segera menarik benang yang sudah ia ulur. Memastikan agar anaknya memperoleh hak dari ayahnya.


" Ini kopimu " Ucapnya sambil meletakkan kopi di meja Darren.


" Terima kasih " Darren langsung mengambil cangkirnya lalu menyesapnya perlahan.


Lisa memperhatikan gerak-gerik Darren yang seperti tidak terjadi apa-apa. Bagaimana bisa ia setenang itu. Bahkan setelah tahu bahwa Lisa mengandung. " Bagaimana perceraianmu? " Tanya Lisa membuka percakapan.


Darren menoleh pada Lisa " Aku sudah bilang aku tidak akan bercerai dengan Shima " Tekannya. Diletakkannya kembali cangkir yang dipegangnya. Tiba-tiba kelezatan kopi itu menghilang begitu mendengar ucapan Lisa.


" Kamu keras kepala juga ternyata. Apa menurutmu Shima main-main dengan perceraian ini? Sudahlah Darren, anakku butuh ayahnya. Daripada kamu mempertahankan Shima yang ingin pergi darimu, lebih baik kita mulai hidup yang baru bersama anak kita. "


" Bukankah sudah ku bilang untuk menggugurkannya. Aku tidak bisa menjadi ayahnya, Lisa "


" Aku tak ingin menambah dosa lagi, Darren. Kita yang bersalah kenapa anak ini yang jadi korban "

__ADS_1


" Kita? Apa aku tidak salah dengar? Dari awal, kamulah yang lebih dulu merayuku. Dan kamu sendiri yang rela melakukannya denganku dengan alasan cinta dan tidak akan mengganggu rumah tanggaku. Kenyataannya rumah tanggaku kini diambang keretakan Lisa. Apa kamu masih tidak mengerti juga! "


" Mangkir boleh, tapi tolong jangan jadi bodoh Darren. Kita sama-sama menikmatinya, kenapa harus aku yang menanggung semua ini sendirian? "


" Itu resiko yang sudah kamu ambil karena mencintai suami orang, Lisa "


" Dan apa kamu juga belum sadar bahwa perceraian adalah resiko yang kamu ambil saat kamu sudah berkeluarga tapi memilih menikmati tubuh wanita lain. Aku juga wanita Darren, aku paham perasaan Shima "


" Sekarang kau bilang paham bagaimana perasaan Shima, lalu saat bersamaku dulu kemana perasaan mu? "


" Siapapun itu, aku yakin Shima akan membatalkan gugatan cerainya. Karena aku yakin syarat yang ku ajukan terlalu berat untuknya "


" Jangan terlalu yakin dulu, Darren. Mari kita tunggu kelanjutan ceritanya. Aku ingin melihat ending dari kisah Shima dan Darren "


" Tunggulah sampai kau bosan. Jika aku tidak jadi bercerai dengan Shima maka kau harus gugurkan kandunganmu "

__ADS_1


" Baik, tapi jika Shima tetap pada gugatannya maka bersiaplah untuk menikahi ku! "


" Oke. Aku akan menikahimu jika aku resmi bercerai "


" Kupegang omonganmu. Aku ingatkan jangan sampai kau mengingkarinya "


" Aku bukan lelaki yang suka ingkar janji "


" Benarkah? Kau saja sudah mengingkari janjimu pada Shima saat kau menikahinya. Lupa? Atau berpura-pura lupa? "


Lisa beranjak dari ruangan Darren tanpa menoleh. di hempaskannya tubuh lelahnya pada kursi. Penat terasa memenuhi otaknya. Beberapa hari ini Lisa merasa tidak nafsu makan. Ia hanya ingin makan yang asam dan pedas saja. Membuat tubuhnya terasa lemah dan kurang bertenaga. Ditambah lagi rasa mual yang selalu menyapanya dipagi dan sore hari. Ia harus segera mencari tempat tinggal terpisah dengan orangtuanya agar tidak curiga pada kehamilannya.


Kini ia mengerti kenapa wanita simpanan selalu menderita jika tidak bisa menguasai lelakinya. Karena seberani-beraninya pria beristri bermain wanita tetap akan kembali pula pada istri sahnya. Para lelaki hanya senang bermain-main diluar dan pasti akan pulang kerumah jika sudah merasa lelah.


" Tenang ya sayang. Papa akan segera menikahi mama secepatnya " Ucapnya sambil mengusap-usap perutnya.

__ADS_1


__ADS_2