
"Ini hasil angket dari tiap bagian tuan" Yohan memberikan file yang berisi hasil angket para karyawan.
"Terima kasih" Tian menarik nafas dalam sebelum membukanya. Perlahan dibukanya file itu lalu dibacanya nama yang mendapat vooting paling banyak dari para karyawan.
Seulas senyum tersungging di bibirnya. "Yes.. Yes.." Ujarnya sambil melompat-lompat bahkan memeluk Yohan yang bingung bukan kepalang dengan kelakuan aneh bosnya itu. Bosnya yang dulu sangat tenang dan jaim kini melompat-lompat girang karena kekasihnya terpilih menjadi brand ambassador kosmetik perusahaan.
"Lihat! Pilihanku hebat kan" Tian menunjuk sebuah nama yang dicetak tebal pada file itu. Ia segera menghentikan aksi konyolnya dan kembali duduk dikursinya begitu melihat reaksi Yohan yang memandangnya dengan pandangan aneh.
Yohan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ya.. Ashima Nayla memang wanita yang hebat bos" Sahut Yohan. Bagaimana tidak hebat jika bisa membuat Bosnya yang super dingin menjadi setengah gila.
"Bahkan tanpa campur tanganku pun ia mampu membuktikan dirinya layak sebagai pendamping ku. Benar kan?"
"Iya, bos"
"Tolong siapkan reservasi direstoran, aku akan mengajak Shima makan malam! Jangan lupa bawakan buket bunga mawar untuk Shima"
__ADS_1
"Baik, bos" Yohan segera keluar ruangan Tian dan kembali ke ruangannya untuk mengurus reservasi restoran.
Tian segera mengambil ponselnya diketiknya sebuah pesan untuk Shima.
"Aku akan menjemputmu nanti, aku ingin mengajakmu makan malam"
"Baiklah, aku sedang berada di studio bersama Rio. Sampai nanti sore" Balasan pesan yang diterima oleh Tian.
################################
"Air hangatnya udah aku siapin dikamar mandi buat kamu mandi, Aku siapin makan malam dulu ya"
Darren segera masuk kedalam kamar. Sejenak ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Angket perusahaan tadi cukup menganggu nya. Bagaimana bisa Shima yang memenangkannya? padahal ia masih terbilang baru didunia modeling. Itu artinya Shima akan teken kontrak dengan perusahaan sebagai brand ambassador dari kosmetik yang akan launching bulan depan.
Tiba-tiba Darren teringat Lisa, ia cukup terkejut dengan sikap Lisa yang tiba-tiba berubah menjadi manis. Bahkan ia berdandan dan memakai parfum.
__ADS_1
Tapi, apapun usaha Lisa, entah mengapa Darren sama sekali tidak tertarik padanya. Mungkin benar kata orang, jika kamu tertarik pada wanita lain setelah kamu menikah maka itu bukanlah cinta. Mungkin hal ini juga yang membuat para suami memilih kembali pada istrinya jika ketahuan berselingkuh, karena mereka tahu siapa yang nantinya menemani mereka sampai tua. Ah.. andai Shima tidak memilih bercerai, Darren pun akan memilih kembali bersamanya.
Hidupnya dengan Lisa kini hanya sebatas tanggung jawab pada anak yang dikandungnya bahkan Darren hanya menjamahnya jika kebutuhan biologisnya sudah memuncak. Dulu ia sangat menyukai Lisa karena tahu apa yang ia mau, tapi kini ia rindu Shima yang selalu malu-malu jika didepannya.
"Belum mandi?" tanya Lisa yang tanpa disadarinya sudah berada didalam kamar.
"Belum"
"Ada masalah dikantor?"
"Tidak ada. Aku mandi dulu" Darren bergegas pergi ke kamar mandi.
Lisa menatapnya dengan sebal. Ia sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Bahkan Bu Darmi disuruhnya untuk pulang cepat agar menciptakan suasana romantis dengan Darren. Tapi Darren tak sedikitpun memandang usahanya.
"Aku akan terus berusaha membuatmu kembali menjadi darrenku yang dulu" Tekadnya.
__ADS_1