Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 42


__ADS_3

Shima merasakan nyeri yang begitu hebat pada perut bagian bawahnya. Sayup-sayup terdengar suara berat seorang pria " Lebih cepat lagi Sam! " teriaknya.


Shima memutar kepalanya begitu menyadari sedang tertidur dipangkuan seorang pria. Shima mencoba memfokuskan pandangannya. " Tian " Rintihnya.


Tian segera menoleh. Wajahnya terlihat pucat pasi. " Kamu sudah sadar? " Tanya Tian.


" Aku dimana? "


" Dimobil arah rumah sakit "


" Rumah sakit? " Shima bergumam. Ia teringat sebuah minibus menghantam tubuhnya ketika ia berlari keluar dari perusahaan. " Anakku! " Pekiknya. Darah segar bercucuran dari pangkal pahanya disertai rasa sakit yang hebat. Shima kembali tak sadarkan diri.


" Cepat Sam! " Tian kembali berteriak melihat Shima yang kembali tergeletak.


Sam segera berhenti di depan UGD. Dua orang suster menyambutnya dan segera membawa Shima masuk kedalam.

__ADS_1


" Bapak tunggu disini saja! " perintah suster didepan pintu UGD.


Tian menyandarkan tubuhnya pada kursi. Bercak darah berceceran pada jasnya. Ia segera mengambil ponselnya.


" Pak Yohan, bisa cek CCTV kantor pada pukul lima sore ini? utamakan ruangan Darren lalu kirimkan padaku "


" Baik bos " Yohan menuruti perintah bosnya meski terbesit rasa penasaran dibenaknya. Setelah melihat rekaman video CCTV barulah Yohan paham kekhawatiran bosnya. Apalagi kalau bukan tentang Ashima Nayla!


Dokter membuka pintu UGD dan menghampiri Tian. " Bapak suaminya? " Tanyanya.


Spontan Tian mengangguk. " Bagaimana keadaannya dok? "


" Apa? keguguran? " Tian terkejut. Ternyata Shima tengah hamil.


" Lakukan apapun yang terbaik dok "

__ADS_1


" Baik. Setelah selesai saya akan pindahkan ke ruang VVIP seperti permintaan bapak " Dokter kembali masuk kedalam.


Tian segera mengambil ponsel yang berdering di saku jasnya. Sebuah rekaman video telah masuk ke chat pribadinya. Ia memperhatikan dengan seksama dari awal Shima datang ke kantor hingga berlari keluar kantor lalu mengalami kecelakaan. Tian menekan lagi dial di ponselnya.


" Iya bos " Terdengar suara dari seberang sana.


" Ada apa sebenarnya? "


Yohan menelan ludahnya " Sepertinya Ashima melihat perselingkuhan Darren dan Lisa bos "


Tian mengerutkan dahinya " Apa maksudmu? "


" Coba bos lihat rekaman di ruangan Darren, Lima menit sebelum Ashima sampai, Lisa masuk ke kamar mandi. Selang beberapa menit kemudian Darren masuk ke kamar mandi sedangkan Lisa belum keluar. Tak lama kemudian, Ashima masuk kedalam ruangan Darren, sepuluh menit kemudian Ashima terlihat berlari keluar ruangan. Selang Lima menit kemudian Lisa keluar dari kamar mandi disusul Darren di menit berikutnya "


Tian berusaha mencerna semua omongan Yohan. Ia kembali membuka rekaman video yang dikirimkan Yohan padanya. Barulah ia mengerti apa yang menimpa Shima.

__ADS_1


Dokter kembali membuka pintu UGD, tampak para suster mendorong tubuh Shima keruang VVIP. Tian ikut berlari dan menunggu di ruangan. Beberapa kali terdengar suara dering telepon di saku jaket Shima. Awalnya Tian membiarkannya karena Shima masih belum sadarkan diri. Lama kelamaan Tian mulai terganggu dengan bisingnya suara dering telepon. Tian segera mengambil ponsel Shima, Sebuah testpack dan foto USG ikut terjatuh dari kantong jaketnya. Perlahan Tian mengambil alat test kehamilan yang terdapat dua garis merah dibagian tengahnya. Ia paham bagaimana perasaan Shima saat ini.


Perlahan Shima membuka kelopak matanya. Terlihat sosok Tian yang sedang berdiri memandangi testpack dan foto USG miliknya. " Tian " Panggilnya pelan.


__ADS_2