Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 57


__ADS_3

Tian berhenti didepan pintu. Tidak seperti biasanya, ia kini mengetuknya terlebih dahulu. Berulang kali ia melihat kondisi Shima yang begitu menyedihkan. Hari ini semua itu harus selesai.


Shima membukakan pintu. " Tumben ketok pintu dulu. Biasanya langsung nyelonong masuk. Kuncimu ilang? " Tanyanya sambil menyandarkan punggungnya pada sofa.


Diliriknya wanita dengan wajah kusut dan lingkar hitam pada kedua matanya itu. " Ke salon sana! " Suruhnya.


" Gak mood "


" Justru biar balikin mood kamu lagi "


" Gak ah, males! "


" Kamu punya kaca gak? udah lihat belum itu muka bagaimana bentuknya? "


" Biarin ajalah. Gak ada yang lihat ini "


" Dua jam lagi Wayan mau kesini "


Shima menegakkan punggungnya. " Udah dapet rekaman videonya " Tanya Shima ragu.


Tian mengangguk pelan.


" Kapan? "


" Kemarin "

__ADS_1


Shima menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Tak lama terdengar isakkan dari mulutnya " Secepat itu? " Gumamnya.


Tian hanya berdiri mematung memandangi Shima yang masih terisak disudut sofa. Ingin sekali ia membenamkan tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Membiarkannya menumpahkan segala rasa sakitnya didada bidangnya.


" Sudahlah! Aku bingung nih lihat kamu begitu. Jangan buang air matamu untuk pria seperti Darren. Ada tuan Kim yang menunggu jawabanmu "


Shima melemparkan bantal sofa yang dipegangnya ke wajah Tian. Bisa-bisanya ia meledek saat kondisi Shima sedang seperti ini. " Sekali lagi ngomongin tuan Kim, Awas kamu! " Ancamnya sambil mengepalkan tangannya. " Kalau kamu mau, kamu aja yang nikah sama tuan Kim! "


" Serius nih gak mau? "


" Gak! sana ambil! " Shima segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Ia sadar bahwa ia tampak sangat berantakan sekarang. Masa bodolah dengan Tian yang memang dari awal sudah melihat kondisinya yang seperti ini, tapi jangan sampai terlihat oleh Wayan. Image nya harus kuat dan tangguh jika didepan Wayan.


Setelah mandi Shima memakai riasan wajahnya. Jika biasanya ia hanya memakai pelembab dan bedak tipis-tipis saja, kini ia harus memakai sedikit alas bedak untuk menyamarkan mata pandanya. Terakhir, pulasan lipstik nude terpoles di bibirnya.


Shima tak menghiraukan ucapan Tian. Ia larut dalam pikirannya sendiri. Teringat kamar penuh cintanya dengan Darren terisi oleh wanita lain. Ranjang miliknya juga milik wanita lain. Lagi, Shima terisak.


Tian mendengus kesal melihat kelakuan Shima. " Bisa gak kalo gak nangis! " Bentaknya.


" Terserah aku mau nangis atau enggak! Kamu mana tahu rasanya jadi aku! "


" Tahu! Aku melihat semuanya! Tapi please, Berhentilah menangis! Aku jadi bingung harus bagaimana? Aku tidak pernah menghadapi wanita sebelumnya, aku gak tahu bagaimana cara menghadapimu "


" Diam saja! Tidak usah melakukan apa-apa itu sudah cukup membantuku. "


Suara ketukan pintu menghentikan perdebatan mereka.

__ADS_1


" Hapus air matamu. Sepertinya itu Wayan "


Tian segera berjalan ke arah pintu Sedangkan Shima menghapus sisa-sisa air mata di pipinya. Wayan tampak menyalami Tian dan mengikuti Tian berjalan ke arah ruang tamu.


" Ini surat gugatan cerai anda, silahkan tanda tangan disini " Wayan menunjuk sebuah kolom dengan tulisan Ashima Nayla di bawahnya.


Shima segera mengambil pena dan membubuhkan tanda tangan pada kolom tersebut.


" Sidang akan dilaksanakan Minggu depan. Lebih baik anda menyiapkan mental dan menjaga kesehatan "


" Baik pak "


" Saya akan kembali ke pengadilan agama untuk mengurus semuanya " Wayan memasukkan dokumen yang sudah ditanda tangani Shima kedalam tasnya. Ia segera bangkit lalu menyalami Shima dan Tian. Tian mengantarkannya sampai depan pintu apartemen.


" Apa ada yang perlu kamu ambil dirumahmu? " Tanya Tian.


" Hanya beberapa pakaian saja. Aku ingin minta satu hal padamu, tolong kabulkan! "


" Apa itu? "


" Kirimkan semua video itu padaku! "


" Nanti kamu nangis lagi "


" Aku butuh itu untuk membencinya! " Shima menabrak tubuh Tian " Pinjam sebentar dadamu. Aku gak tahu mau bersandar dimana " Shima kembali terisak, bahkan menangis sejadi-jadinya. Seminggu lagi predikat nyonya Atmaja akan hilang dari nama belakangnya. Berganti dengan predikat janda dari pak Atmaja.

__ADS_1


__ADS_2